Investasi Saham Apakah Ada Zakatnya? Cek Disini

Investasi saham apakah ada zakatnya? Ternyata jika Anda berinvestasi dalam bentuk saham dan mencapai nisab, maka wajib mengeluarkan zakat.


Saat ini salah satu jenis investasi yang banyak diminati oleh investor adalah saham. Dengan banyaknya investasi saham, banyak muslimin dan muslimat yang bertanya mengenai investasi saham apakah ada zakatnya?

Jika Anda merupakan umat Islam dan berinvestasi dalam bentuk saham, maka bisa menyimak pembahasan mengenai zakatnya di artikel ini. Disini akan dibahas secara lengkap mengenai saham dan bagaimana hukum dan ketentuan zakat saham dalam Islam.

Baca juga=    Zakat Investasi: Pengertian, Nishab, Dalil & Ketentuannya

Apa Itu Investasi?

Investasi saham apakah ada zakatnya? Sebelum masuk ke dalam pembahasan inti, mari memahami lebih dalam mengenai investasi. Investasi merupakan salah satu bentuk penanaman harta atau uang yang dimiliki oleh seseorang dalam jangka waktu tertentu.

Investasi dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan pengembalian uang atau aset dengan penambahan nilai di masa depan. Investasi sendiri dikategorikan menjadi dua jenis yakni jangka panjang dan jangka pendek.

Investasi jangka pendek adalah investasi yang dilakukan dalam jangka waktu 3 sampai dengan 12 bulan saja. Sedangkan investasi jangka panjang adalah investasi yang dilakukan dalam jangka waktu bertahun-tahun.

Pengertian dan Macam-Macam Zakat

Agar mudah memahami mengenai zakat investasi saham, sebelumnya perlu diketahui apa itu zakat dan apa saja macam-macamnya. Zakat adalah harta atau aset yang wajib dikeluarkan dari kekayaan umat Islam dengan aturan-aturan yang sudah ditentukan sesuai dengan syariat Islam.

Dalam Islam, terdapat dua macam zakat yakni zakat fitrah dan zakat mal. Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam setiap satu tahun sekali di bulan Ramadhan baik oleh perempuan atau laki-laki semua umur yang penting sanggup untuk membayarkan zakat fitrah.

Kemudian, zakat mal adalah zakat yang harus dikeluarkan dari aset atau harta kekayaan dan penghasilan yang dimiliki oleh umat Islam ketika sudah mencapai nisab dan haulnya. Zakat mal sebagian besar dibayarkan satu tahun sekali.

Pengertian Zakat Investasi

Jika Anda merupakan investor saham, maka dalam Islam wajib membayarkan zakat sebesar 2,5% setiap tahunnya jika sudah mencapai nisab. Nisab untuk investasi saham apakah ada zakatnya? Jawabannya adalah senilai dengan 85 gram emas.

Jika jumlah aset Anda yang diinvestasikan dalam bentuk saham sudah mencapai nisab senilai dengan 85 gram selama satu tahun, maka Anda wajib menyalurkan zakat. Dalam Islam, zakat merupakan salah satu cara untuk mensucikan diri.

Syarat Melakukan Zakat

Selain memenuhi nisab dan haul, terdapat syarat untuk orang yang harta atau asetnya wajib untuk dizakatkan. Syarat orang yang wajib mengeluarkan zakat dalam Islam adalah:

1.   Beragama Islam

Syarat pertama jika ingin melakukan zakat dengan syariat Islam adalah orang tersebut harus beragama Islam. Hal ini karena zakat merupakan ibadah yang yang suci dan digunakan untuk mensucikan diri. Jadi tidak ada zakat dengan syariat Islam atas orang kafir berdasarkan ijma’.

2.   Merdeka

Syarat kedua adalah orang tersebut harus merdeka. Bagi orang yang belum merdeka atau berada di bawah perbudakan, maka tidak wajib untuk mengeluarkan zakat. Zakat yang diberikan oleh orang yang merdeka kepada budak ditujukan untuk melepaskan mereka dari perbudakan.

Karakteristik Harta yang Wajib Dizakatkan

Jika syarat di atas berhubungan dengan syarat orang yang berzakat, selanjutnya adalah pembahasan mengenai karakteristik harta yang wajib dizakati. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai harta yang wajib dizakatkan. 

Pasalnya, tidak semua harta yang dimiliki perlu dizakatkan. Karakteristik harta yang wajib dizakatkan dalam Islam adalah:

1.   Harta Berkembang

Apa karakteristik pertama investasi saham apakah ada zakatnya? Pertama adalah harta tersebut berkembang. Saham merupakan salah satu harta yang berkembang setiap tahunnya dan Anda yang memiliki saham akan memperoleh keuntungan jika memilih saham yang tepat.

Jadi saham masuk ke dalam harta berkembang. Dalam Islam, harta yang berkembang wajib untuk dikeluarkan zakatnya ketika harta tersebut sudah mencapai nisab.

2.   Harta Milik Pribadi

Karakteristik yang kedua adalah harta tersebut milik pribadi, artinya adalah harta tersebut sepenuhnya dibawah kekuasaan dan kontrol Anda. Dalam harta tersebut tidak ada campur tangan kekuasaan orang lain.

3.   Mencapai Nisab

Karakteristik yang ketiga adalah harta Anda sudah memenuhi nisab maka wajib hukumnya mengeluarkan zakat. Nisab dalam zakat saham adalah senilai dengan 85 gram emas. Besaran zakat yang dikeluarkan adalah 2,5% per tahun.

4.   Melebihi Kebutuhan Pokok

Karakteristik terakhir adalah harta atau aset yang dimiliki sudah melebihi kebutuhan pokok atau dasar orang yang berzakat. Jika harta dan aset Anda sudah melebihi kebutuhan pokok, maka Anda wajib mengeluarkan zakat.

Dasar Hukum Zakat

Bagi umat muslim yang masih bertanya mengenai alasan zakat, penting untuk mengetahui dasar hukumnya. 

Kewajiban untuk berzakat atas penghasilan dan kekayaan yang diperoleh dengan cara halal oleh umat Islam sudah difirmankan oleh Allah SWT pada Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 267, sebagai berikut:

يأيها ٱلذين ءامنوا أنفقوا من طيبت ما كسبتم ومما أخرجنا لكم من لأرض◌ۖ ولا تيمموا ٱلخبيث منه تنفقون ولستم بَاخذيه إلا أن تغمضوا فيه وعلمو◌ٓ ا أن ٱالله غني حميد (البقرة : ٢٦٧

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah SWT) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

Cara Menghitung Zakat Investasi

Untuk memudahkan Anda dalam memahami bagaimana caranya untuk menghitung besaran zakat yang dikeluarkan. Rumus di bawah ini bisa Anda gunakan untuk menghitung berapa jumlah zakat yang harus dikeluarkan per tahunnya.

Zakat yang dikeluarkan = nilai akumulatif rill saham (deviden + book value) x 2,5%.

Jadi, jika Anda memiliki 500.000 lembar saham di PT. Sentosa Bahagia dan harga saham tersebut Rp5.000 per lembar. Pada akhir tahun tutup buku, Anda memperoleh deviden Rp300 per lembar saham. Maka cara menghitung besaran zakatnya adalah sebagai berikut:

Book value = 500.000 x Rp5.000 = Rp2.500.000.000

Dividen = 500.0000 x Rp300 = Rp150.000.000

Nilai akumulatif rill = Rp2.650.000.000

Maka, besaran zakat yang harus dikeluarkan oleh Anda adalah 2,5% dari Rp2.650.000.000 yakni Rp66.750.000.000 per tahun. Zakat ini harus dibayarkan setiap tahunnya.

Artikel lainnya:   15 Jenis Investasi Jangka Panjang untuk Jaminan Masa Depan

Jenis Investasi yang Diperbolehkan dan Tidak dalam Islam

Terakhir, perlu diketahui bahwa tidak semua jenis investasi diperbolehkan dalam Islam karena mengandung unsur keharaman. Dalam Islam, investasi yang tidak diperbolehkan contohnya seperti transaksi swap, transaksi option dan transaksi forward.

Kenapa diharamkan? Alasannya karena semua jenis investasi di atas transaksi yang dilakukan mengandung unsur spekulasi harga yang diubah sebelum transaksi dilakukan. Dalam bahasa Arab, unsur spekulasi ini dinamakan maisir dan diharamkan.

Sedangkan, dalam syariat Islam, terdapat investasi yang dihalalkan dan diperbolehkan untuk dilakukan oleh umat Islam. Investasi yang diperbolehkan karena halal adalah pada bidang rill dan investasi di instrumen keuangan.

Investasi dalam bidang rill adalah investasi dengan membeli properti seperti rumah, apartemen, dan tanah. Selanjutnya investasi di instrumen keuangan seperti deposito syariah, sukuk, reksa dana syariah, saham syariah dan lain sebagainya.

Dari pembahasan lengkap di atas dapat menjawab pertanyaan Anda mengenai investasi saham apakah ada zakatnya? Ternyata jika Anda berinvestasi dalam bentuk saham dan sudah mencapai haul, maka Anda wajib membayarkan zakat untuk golongan orang yang berhak dalam Islam.

 

Santoso
Lewat aksara menggapai cita dan membantu sesama.