15 Jenis Investasi Jangka Panjang untuk Jaminan Masa Depan

Jenis investasi jangka panjang cukup banyak dengan berbagai keuntungan dan juga risiko. Berikut investasi yang bisa dipilih untuk masa depan!


Jenis investasi jangka panjang telah menjadi pilihan strategis bagi banyak individu. Mereka berharap mempersiapkan masa depan mereka dengan lebih baik.

Dengan berbagai jenis investasi yang tersedia, memilih yang tepat dapat menjadi tantangan, namun juga peluang. Dari properti hingga saham, setiap jenis investasi menawarkan keuntungan dan risiko tertentu.

Memahami setiap pilihan dengan cermat akan membantu dalam membuat keputusan investasi yang tepat untuk jaminan masa depan yang lebih cerah.

Pengenalan Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang adalah pendekatan investasi yang berfokus pada pencapaian keuntungan jangka panjang meskipun ada potensi volatilitas jangka pendek.

Dalam prakteknya, investasi jangka panjang adalah aset yang dipegang selama setidaknya satu tahun. Meskipun definisi waktu yang tepat bervariasi antar investor, memegang investasi selama minimal lima tahun dianggap sebagai investasi jangka panjang.

Investasi jangka panjang lebih merupakan pola pikir daripada jenis investasi tertentu. Dengan berinvestasi dalam dana yang beragam dan memegangnya dalam jangka panjang, investor dapat memanfaatkan keuntungan dari investasi jangka panjang.

Artikel pilihan :   4 Alasan Harus Wakaf, Amal Jariyah yang Terus Mengalir

Keuntungan Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang memiliki sejumlah keuntungan yang dapat memaksimalkan kekayaan seseorang dalam jangka waktu tertentu.

Berikut beberapa keuntungan dari investasi jangka panjang:

  1. Penciptaan Kekayaan Jangka Panjang: Investasi jangka panjang cenderung menghasilkan kekayaan yang signifikan dalam jangka waktu yang lama. Misalnya, S&P 500 menunjukkan bahwa pasar saham menghasilkan keuntungan lebih sering daripada kerugian.
  2. Hemat Waktu: Tidak perlu memantau pasar setiap hari karena fokusnya adalah pada pertumbuhan jangka panjang.
  3. Biaya Transaksi Rendah: Investasi jangka panjang cenderung mengurangi frekuensi biaya transaksi dan pajak keuntungan modal. Pajak keuntungan modal jangka panjang juga biasanya lebih rendah dibandingkan dengan keuntungan jangka pendek.
  4. Menghindari Kesalahan Timing Pasar: Banyak investor gagal mempertahankan investasi mereka saat pasar rebound. Investasi jangka panjang mengurangi kemungkinan membuat keputusan berdasarkan emosi.
  5. Mengatasi Fluktuasi Pasar: Dengan berinvestasi jangka panjang, investor memiliki kesempatan untuk mengatasi fluktuasi pasar dan memaksimalkan pengembalian mereka dalam jangka waktu yang lebih lama.

Investasi jangka panjang menawarkan pendekatan yang lebih stabil dan berorientasi pada pertumbuhan kekayaan dalam jangka waktu yang lama.

Jenis Investasi Jangka Panjang

Berikut beberapa bentuk investasi jangka panjang yang mungkin bisa dipilih sebagai aset masa depan. Cek mana kira-kira investasi untuk jangka panjang yang cocok dengan kondisi keuangan saat ini.

1.   Wakaf

Investasi jangka panjang dalam bentuk wakaf merupakan salah satu bentuk amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meskipun orang yang mewakafkan telah meninggal.

Wakaf berasal dari bahasa Arab yang berarti menahan atau berhenti. Dalam konteks Islam, pengertian wakaf ialah amalan menghibahkan harta bernilai tetap untuk kemaslahatan umat. Dalil yang menjadi landasan disyariatkannya wakaf adalah:

QS Ali Imran: 92

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ

“Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya.”

Hadits riwayat Muslim:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila seseorang meninggal dunia, maka putuslah amalnya kecuali tiga hal: amal jariah, ilmu yang dimanfaatkan atau anak salih yang mendoakannya.”

Wakaf menjadi salah satu bentuk investasi jangka panjang yang dianjurkan dalam Islam. Umat Islam diajak untuk berwakaf demi kemaslahatan banyak orang dan mendapatkan pahala yang terus mengalir.

2.   Properti (Rumah, Tanah, Atau Bangunan Komersial)

Investasi merupakan langkah cerdas untuk mengamankan masa depan finansial. Dengan beragam pilihan yang tersedia, memilih jenis investasi jangka panjang yang tepat menjadi esensial. Salah satu pilihan yang menjanjikan adalah properti, baik itu rumah, tanah, atau bangunan komersial.

Properti, sebagai salah satu investasi jangka panjang, menawarkan keuntungan stabil dan pertumbuhan nilai yang konsisten. Tanah, misalnya, tidak pernah berkurang jumlahnya dan selalu meningkat harganya seiring waktu.

Sementara itu, bangunan komersial dapat memberikan aliran pendapatan pasif melalui sewa. Ketika berbicara tentang investasi, tentunya risiko selalu ada.

Namun, dengan pemahaman yang mendalam dan strategi yang tepat, properti dapat menjadi pilihan investasi yang aman dan menguntungkan. Pastikan untuk selalu melakukan riset sebelum memutuskan berinvestasi di bidang apapun.

3.   Saham

Dalam dunia investasi, saham menjadi salah satu pilihan yang populer. Memiliki potensi keuntungan tinggi, saham seringkali menjadi incaran para investor. Namun, dibalik potensinya, risiko saham juga cukup tinggi.

Jenis investasi saham memerlukan analisis mendalam dan pemahaman pasar. Keberhasilan investasi saham tergantung pada keputusan membeli atau menjual pada waktu yang tepat. Oleh karena itu, edukasi diri sangat penting.

Sebagai investor, penting untuk selalu update informasi terkini tentang perusahaan dan industri terkait. Dengan begitu, keputusan investasi akan lebih matang dan menguntungkan dalam jangka panjang.

4.   Obligasi Pemerintah (Ori, Sun)

Obligasi Pemerintah seperti ORI dan SUN menawarkan keamanan investasi yang lebih tinggi dibandingkan saham. Sebagai instrumen utang, obligasi memberikan imbal hasil tetap kepada pemegangnya.

Dalam memilih investasi jangka panjang, banyak investor yang mempertimbangkan obligasi pemerintah. Alasannya, risiko default sangat rendah karena dijamin oleh pemerintah. Selain itu, imbal hasilnya cukup menarik.

Meski demikian, pemilihan tenor dan timing pembelian obligasi perlu diperhatikan. Hal ini agar dapat memaksimalkan keuntungan dan mengurangi potensi kerugian akibat fluktuasi suku bunga.

5.   Reksa Dana

Reksa dana menjadi salah satu pilihan bagi mereka yang ingin berinvestasi namun memiliki pengetahuan terbatas tentang pasar modal. Dikelola oleh manajer investasi profesional, reksa dana menawarkan diversifikasi aset.

Sebagai investasi jangka panjang, reksa dana memungkinkan investor untuk menikmati pertumbuhan aset tanpa harus aktif mengelola portofolionya. Dengan biaya yang relatif rendah, reksa dana cocok untuk pemula.

Namun, penting untuk memilih reksa dana yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi. Selalu perhatikan laporan kinerja dan biaya pengelolaan sebelum memutuskan berinvestasi.

6.   Emas

Emas telah lama diakui sebagai aset berharga yang tahan terhadap inflasi. Banyak orang memilih emas sebagai bentuk investasi jangka panjang karena stabilitasnya.

Sebagai bentuk investasi jangka panjang, emas menawarkan keamanan dan likuiditas yang tinggi. Harga emas cenderung stabil dan bahkan meningkat saat krisis ekonomi. Ini menjadikannya pilihan yang menarik bagi banyak investor.

Meski demikian, perlu diperhatikan bahwa harga emas juga bisa fluktuatif. Oleh karena itu, strategi pembelian dan penjualan yang tepat sangat penting untuk memaksimalkan keuntungan.

7.   Deposito Berjangka

Deposito berjangka menawarkan keuntungan berupa bunga yang lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa. Dengan jangka waktu tertentu, deposito menjadi pilihan bagi mereka yang ingin investasi aman dengan imbal hasil pasti.

Karena menjadi bagian jangka panjang, deposito berjangka cocok bagi mereka yang menghindari risiko. Meski imbal hasilnya tidak sebesar instrumen lain, keamanannya hampir pasti.

Penting untuk memilih bank dengan reputasi baik dan memperhatikan suku bunga yang ditawarkan. Pastikan juga untuk memilih tenor yang sesuai dengan kebutuhan likuiditas.

Baca juga :   Wajib Tahu! 6 Syarat Zakat Maal dan Jenis Hartanya

8.   Obligasi Korporasi

Berbeda dengan obligasi pemerintah, obligasi korporasi diterbitkan oleh perusahaan swasta. Meski menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi, risikonya juga lebih besar.

Jenis investasi jangka panjang seperti obligasi korporasi memerlukan analisis kredit yang mendalam. Hal ini untuk memastikan bahwa perusahaan penerbit memiliki kemampuan membayar utangnya.

Sebelum memutuskan berinvestasi, selalu perhatikan rating kredit dan laporan keuangan perusahaan. Ini akan membantu menilai kesehatan finansial dan potensi risiko default.

9.   Investasi Pendidikan

Investasi pendidikan bukan hanya tentang uang, tetapi juga masa depan. Dengan pendidikan yang baik, peluang sukses di masa depan menjadi lebih besar. Oleh karena itu, banyak orang memilih untuk berinvestasi di bidang ini.

Sebagai bentuk investasi jangka panjang, pendidikan memerlukan perencanaan dan komitmen. Baik itu untuk diri sendiri atau anak-anak, investasi ini memastikan masa depan yang cerah.

Penting untuk memilih institusi pendidikan yang berkualitas dan sesuai dengan passion dan minat. Dengan begitu, investasi ini akan memberikan ROI (Return on Investment) yang maksimal.

10.   Investasi di Sektor Energi Terbarukan

Energi terbarukan menjadi tren di era modern ini. Dengan meningkatnya kesadaran akan lingkungan, investasi di sektor ini menjanjikan keuntungan jangka panjang. Energi terbarukan menawarkan potensi pertumbuhan yang signifikan. 

Dengan sumber daya yang tak terbatas seperti matahari dan angin, sektor ini memiliki masa depan yang cerah. Namun, perlu diperhatikan bahwa teknologi di sektor ini terus berkembang. Oleh karena itu, selalu update informasi dan riset sebelum memutuskan berinvestasi.

11.   Investasi di Sektor Pertanian atau Perkebunan

Pertanian dan perkebunan merupakan sektor yang selalu dibutuhkan manusia. Dengan populasi dunia yang terus bertambah, kebutuhan akan pangan juga meningkat.

Jenis investasi jangka panjang ini menawarkan kestabilan dan keberlanjutan. Meski demikian, perlu diperhatikan faktor iklim dan teknologi pertanian yang digunakan.

Dengan manajemen yang baik dan teknologi yang tepat, investasi di sektor pertanian atau perkebunan bisa menjadi sumber keuntungan yang konsisten.

12.   Investasi Koleksi Seni Atau Barang Antik

Koleksi seni atau barang antik memiliki nilai estetika dan sejarah yang tinggi. Banyak orang yang melihatnya sebagai bentuk investasi jangka panjang yang unik. Barang koleksi seperti ini cenderung meningkat harganya seiring waktu. 

Namun, memerlukan pengetahuan mendalam untuk memastikan keasliannya. Selalu konsultasikan dengan ahli sebelum membeli. Dengan begitu, investasi ini tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga kepuasan estetika.

Lebih baik untuk selalu berhati-hati apa bilangnya investasi di bidang ini. Karena mau bagaimanapun keaslian dari barang atau suatu produk sulit untuk ditaksir kecuali memang sudah berpengalaman.

13.   Peer-To-Peer Lending

Peer-to-Peer Lending adalah platform pinjaman yang menghubungkan pemberi pinjaman dengan peminjam. Dengan teknologi digital, prosesnya menjadi lebih cepat dan transparan.

Sebagai jenis investasi jangka panjang, P2P Lending menawarkan imbal hasil yang menarik. Namun, risiko kredit juga perlu diperhatikan.

Sebelum berinvestasi, pastikan untuk memilih platform yang kredibel dan memiliki track record yang baik. Apabila melakukan itu kemungkinan mengalami kegagalan atau rugi yang cukup besar bisa ditekan.

14.   Investasi di Startup atau Bisnis Ventura

Startup dan bisnis ventura menawarkan potensi keuntungan yang sangat besar. Namun, risikonya juga tinggi karena banyak startup yang gagal di awal perjalanannya.

Jenis investasi jangka panjang ini memerlukan riset mendalam dan pemahaman tentang industri terkait. Dengan begitu, keputusan investasi akan lebih tepat. Sebagai investor, penting untuk terlibat aktif dalam pengelolaan startup. Dengan begitu, potensi keberhasilan dan keuntungan bisa maksimal.

15.   Investasi Mata Uang Kripto (Seperti Bitcoin, Ethereum)

Mata uang kripto telah mengubah cara orang berinvestasi. Dengan teknologi blockchain, transaksi menjadi lebih aman dan transparan.

Meski menawarkan keuntungan yang besar, jenis investasi jangka panjang ini juga memiliki risiko yang tinggi. Fluktuasi harga yang ekstrem bisa terjadi dalam waktu singkat.

Sebelum berinvestasi, pastikan untuk memahami teknologi dan risiko yang terlibat. Dengan strategi yang tepat, investasi mata uang kripto bisa menjadi sumber keuntungan jangka panjang.

Karena tidak sedikit beberapa kasus orang mengalami kerugian karena investasi ini. Bahkan mereka kehilangan hampir semua uang yang dimiliki dalam jangka waktu yang singkat karena kebodohan yang dimilikinya.

Dengan pemahaman yang mendalam tentang berbagai jenis investasi jangka panjang, setiap individu dapat membuat keputusan yang tepat untuk masa depan finansial yang lebih aman dan sejahtera. Pahami dengan baik sebelum melakukan investasi.

Santoso
Lewat aksara menggapai cita dan membantu sesama.