Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Relasi Filantropi Islam Dan Sustainable Development Goals (SDGs)

Relasi Filantropi Islam Dan Sustainable Development Goals (SDGs)

  • account_circle Yatim Mandiri
  • calendar_month Rabu, 21 Sep 2022
  • visibility 677
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Apa itu SDGs?

The 2030 Agenda for Sustainable Development  (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) merupakan kesepakatan pembangunan baru yang mendorong perubahan-perubahan yang bergeser ke arah pembangunan berkelanjutan.

TPB/SDGs merupakan komitmen global dan nasional dalam upaya untuk menyejahterakan masyarakat mencakup 17 tujuan yaitu (1) Tanpa Kemiskinan, (2) Tanpa Kelaparan, (3) Kehidupan Sehat dan Sejahtera, (4) Pendidikan Berkualitas, (5) Kesetaraan Gender, (6) Air Bersih dan Sanitasi Layak, (7) Energi Bersih dan Terjangkau, (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, (9) Industri, Inovasi dan Infrastruktur, (10) Berkurangnya Kesenjangan, (11) Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, (12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, (13) Penanganan Perubahan Iklim, (14) Ekosistem Lautan, (15) Ekosistem Daratan, (16) Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, dan (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

SDGs terdiri dari 4 pilar, yaitu: Pembangunan sosial, pembangunan lingkungan, pembangunan ekonomi, dan pembangunan hukum dan tata kelola.

Selengkapnya dokumen Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dari Kementerian perencanaan pembangunan nasional (Bappenas) bisa diunduh melalui link.

Apa beda MDGs & SDGs?

Illustrasi MDGs dan SDGs dari lsevier.com

Millenium Development Goals (MDGs) disepakati oleh negara-negara di dunia pada tahun 2000 untuk mencapai tujuan pada tahun 2015 

Fokus: Pengentasan kemiskinan ekstrim di dunia

Kegagalan: Permasalahan utama dari MDGs yaitu target yang tidak rasional serta mobilisasi sumber daya (resource mobilization) 

Sustainable Development Goals (SDGs) disepakati pada tahun 2015 sebagai suksesor dari MDGs yang berisi tujuan-tujuan yang universal dengan mempertimbangkan berbagai isu yang dibagi menjadi 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

(Fehling, Maya., Nelson, Brett D., Venkatapuram, Sridhar. 2013. Limitations of the Millennium Development Goals: a Literature Review, Glob Public Health 8(10) : 1109-1122

Bagaimana posisi SDGs dalam Maqashid Syariah

Filantropi Islam mempunyai instrumen beragam seperti zakat, wakaf, infaq dan sedekah. Penggunaan instrumen tersebut ditujukan untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan yang merupakan tujuan maqashid syariah.

SDGs sebagai tujuan pembangunan jangka panjang, sama halnya dengan Maqashid Syariah sebagai tujuan pembangunan jangka panjang yang diusung oleh negara-negara muslim.

Dengan menggunakan Matrix Matching dan mengarah pada definisi Maqashid Syariah dari Al-Ghazali, maka kemungkinan terjadi mismatch  antara SDGs dan Maqashid Syariah. 

Mengapa?  Karena Maqashid Syariah mempertimbangkan 5 poin syariah dalam level daruriyah saja, sedangkan SDGs (terutama pada target) lebih banyak memasuki kategori hajiyah. 

Hanya 53% dari 17 poin SDGs yang terakomodasi oleh Maqashid Syariah, karena Al-Ghazali mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan hanya yang sifatnya daruriyah. Sedangkan poin SDGs didominasi dalam kategori hajiyah (57%).

Hal yang perlu dilakukan adalah mengintegrasikan Maqashid Syariah ke dalam SDGs agar dapat diimplementasikan dalam ekonomi Islam. Namun, SDGs masih dapat digunakan sebagai platform awal dan dimodifikasi untuk menyelenggarakan pembangunan di Indonesia dan negara  muslim lainnya karena sifatnya yang universal dan diterima secara umum. (Puskas Baznas, 2017). 

Zakat untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Zakat merupakan instrument pembangunan ekonomi Islam yang menempatkan Maqashid Syariah sebagai tujuan pelaksanaannya. Hampir semua poin dalam SDGs memiliki kesamaan dengan Maqashid Syariah (Puskas Baznas, 2017).

Sedangkan cakupan SDGs lebih sempit dibandingkan Maqashid Syariah, maka SDGs dapat dijadikan acuan untuk tujuan zakat untuk memenuhi tujuan besar pembangunan yang ada pada Maqashid Syariah

Bagaimana Potensi Zakat di Indonesia

Mengutip dari Outlook Zakat Indonesia 2021 menyebutkan potensi Zakat Indonesia pada tahun 2020 mencapai Rp327.6 triliun, tetapi dana yang baru terealisasi hanya 21,7% atau sebesar Rp71,4 triliun. 

Pertumbuhan ZIS dan DKSL memiliki tren yang positif dengan rata-rata pertumbuhan 34,33% per tahun. Hal ini menunjukan bahwa performa lembaga zakat terus meningkat dan kesadaran masyarakat untuk berzakat semakin tinggi setiap tahunnya. (Puskas Baznas, 2021)

Zakat dan wakaf memiliki peran dalam pencapaian SDGs. Peran tersebut dalam upaya pengentasan kemiskinan, kelaparan, Kesehatan, Pendidikan dan sebagainya” (Direktur Agama, Pendidikan dan Kebudayaan Bappenas, Amich  Alhumami 2021)

Jika dilihat dari jenis program zakat, maka program Zakat memiliki irisan terhadap tujuan Capaian SDGs. Misalnya pengentasan kemiskinan dan kelaparan, Pendidikan berkualitas, air dan sanitasi. (Puskas Baznas 2017)

Dasar Hukum Zakat dan SDGs

Zakat dan SDGs didukung oleh oleh Undang-Undang No. 23  Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, sedang untuk Wakaf diatur dalam Undang-Undang N0. 41  Tahun 2004

Berisikan tentang zakat dan wakaf sebagai pranata keagamaan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan keadilan masyarakat.

Fikih zakat untuk tujuan pembangunan berkelanjutan

Buku Fikih Zakat SDGs


Pada tahun 2017 Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Filantropi Indonesia (FI) menginisiasi perumusan Fiqih Zakat on Sustainable Development Goals (SDGs). Menjadi ikhtiar membangun relasi zakat dan program SDGs. Zakat sebagai instrumen distribusi ekonomi bertujuan mengentaskan kemiskinan dan memajukan ekonomi.

Dari Fiqih Zakat on SDGs diharapkan dapat dipakai sebagai rujukan landasan hukum syariah dan bermanfaat untuk negara-negara Islam untuk mewujudkan dunia yang terbebas dari kemiskinan, berkehidupan yang bermartabat, adil, dan sejahtera, serta saling bekerjasama di antara mereka. Sebuah masyarakat ideal yang diidamkan melalui perwujudan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di tahun 2030.

Untuk lengkapnya bisa di unduh di link.

Pengelolaan Instrumen Filantropi Islam di Yatim Mandiri

Di sini peran instrumen Filantropi Islam seperti zakat, wakaf, infaq dan sedekah yang ditunaikan melalui Yatim Mandiri turut andil dalam tujuan pembangunan berkelanjutan negara kita. Yatim Mandiri mengelola secara profesional melalui pendekatan program terintegrasi.

Infografis Kontribusi Yatim Mandiri dalam SDGs.

Unduh Infografis SDGs Yatim Mandiri

  • Penulis: Yatim Mandiri

Tinggalkan Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinergi Yatim Mandiri Dan Kemendes Pdtt

    Sinergi Yatim Mandiri dan Kementerian Desa PDTT, Kolaborasikan Program Pemberdayaan Desa

    • 0Komentar

    Jakarta, YM News –  Laznas Yatim Mandiri melakukan pertemuan dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) pada Senin (29/01/2024), pertemuan ini bertempat di kantor Kemendes PDTT. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Laznas Yatim Mandiri yang terdiri dari Agus Budiarto (Direktur Pengembangan Zakat), Sofyan Hamid (Manager CSR), Muhammad Faqih (Manager Pemberdayaan), Sidrotul Muntaha […]

  • Bunda BISA Tangerang Kembangkan Produk Jamu Kunyit Asem

    Bunda BISA Tangerang Kembangkan Produk Jamu Kunyit Asem

    • 0Komentar

    Tangerang, YM News – Yatim Mandiri Tangerang melalui Program Bunda Bisa “Bunda Mandiri Sejahtera” kembali melaksanakan kegiatan produktif dengan membuat produk kesehatan berupa Jamu Kunyit Asem.  Kegiatan yang berlangsung pada Ahad pagi (15/12/2024) ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi bagi para anggota Bunda BISA Tangerang. Memasuki bulan ketiga, program ini terus menunjukkan perkembangan yang […]

  • Bunda BISA Probolinggo Dikunjungi Kemenag Jawa Timur

    Bunda BISA Probolinggo Dikunjungi Kemenag Jawa Timur

    • 0Komentar

    Probolinggo, YM News – Kelompok Bunda Mandiri Sejahtera (BISA) di Desa Sumbersuko binaan Yatim Mandiri Probolinggo menerima kunjungan dari Kementerian Agama (Kemenag) Kanwil Jawa Timur, pada Rabu (13/2/2025).  Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam penguatan usaha budidaya jamur yang tengah digarap oleh para ibu binaan, terutama dalam aspek pengadaan baglog, percepatan produksi, serta strategi pengembangannya. […]

  • Suara Harapan Menggema dalam Kegiatan SAPA, Tumbuhkan Semangat Peduli Sesama

    Suara Harapan Menggema dalam Kegiatan SAPA, Tumbuhkan Semangat Peduli Sesama

    • 0Komentar

    Jakarta, YM News – Semangat kebersamaan dan kepedulian mewarnai kegiatan SAPA (Salim Salamah Peduli Sesama) yang digelar pada Sabtu, (22/8/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Organisasi Salim Salimah FISH UNJ ini menjadi ruang positif bagi anak-anak untuk bermain, belajar, dan menumbuhkan keberanian dalam mengekspresikan diri. Sebanyak 25 anak binaan asrama dan Sanggar Keceriaan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. […]

  • Layanan Sehat Mandiri Kolaborasi dengan Rumah Sehat Tlogosari

    Layanan Sehat Mandiri Kolaborasi dengan Rumah Sehat Tlogosari

    • 0Komentar

    Banyuwangi, YM News – Yatim Mandiri Banyuwangi bersama Relawan Kemandirian Banyuwangi menggelar kegiatan Layanan Sehat Mandiri (LSM) pada Senin, (22/8/2022). Kegiatan ini dihadiri oleh 35 penerima manfaat, yang terdiri dari 15 orang lansia dhuafa dan 20 anak yatim dhuafa di wilayah Banyuwangi. Selain Layanan Sehat Mandiri (LSM), Yatim Mandiri Banyuwangi juga melaksanakan lomba-lomba bersama anak-anak. […]

  • Anak Binaan Yatim Mandiri Tuban Belajar Pembuatan Buket

    Anak Binaan Yatim Mandiri Tuban Belajar Pembuatan Buket

    • 0Komentar

    Tuban, YM News – Sanggar Genius Penidon, salah satu program pendidikan unggulan yang dimiliki oleh Yatim Mandiri Tuban, Jawa Timur, menggelar kegiatan kreatifitas baru.Para santri binaan sanggar ini belajar membuat buket boneka Mixue yang dihiasi dengan berbagai bunga dan kerajinan dari kertas, pada Ahad lalu (18/6/2023).  Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak-anak dan memberikan […]

expand_less