Selasa, 3 Nov 2026
light_mode
Beranda » Kolom » Relasi Filantropi Islam Dan Sustainable Development Goals (SDGs)

Relasi Filantropi Islam Dan Sustainable Development Goals (SDGs)

  • account_circle Yatim Mandiri
  • calendar_month Rabu, 21 Sep 2022
  • visibility 883
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Apa itu SDGs?

The 2030 Agenda for Sustainable Development  (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) merupakan kesepakatan pembangunan baru yang mendorong perubahan-perubahan yang bergeser ke arah pembangunan berkelanjutan.

TPB/SDGs merupakan komitmen global dan nasional dalam upaya untuk menyejahterakan masyarakat mencakup 17 tujuan yaitu (1) Tanpa Kemiskinan, (2) Tanpa Kelaparan, (3) Kehidupan Sehat dan Sejahtera, (4) Pendidikan Berkualitas, (5) Kesetaraan Gender, (6) Air Bersih dan Sanitasi Layak, (7) Energi Bersih dan Terjangkau, (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, (9) Industri, Inovasi dan Infrastruktur, (10) Berkurangnya Kesenjangan, (11) Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, (12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, (13) Penanganan Perubahan Iklim, (14) Ekosistem Lautan, (15) Ekosistem Daratan, (16) Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, dan (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

SDGs terdiri dari 4 pilar, yaitu: Pembangunan sosial, pembangunan lingkungan, pembangunan ekonomi, dan pembangunan hukum dan tata kelola.

Selengkapnya dokumen Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dari Kementerian perencanaan pembangunan nasional (Bappenas) bisa diunduh melalui link.

Apa beda MDGs & SDGs?

Illustrasi MDGs dan SDGs dari lsevier.com

Millenium Development Goals (MDGs) disepakati oleh negara-negara di dunia pada tahun 2000 untuk mencapai tujuan pada tahun 2015 

Fokus: Pengentasan kemiskinan ekstrim di dunia

Kegagalan: Permasalahan utama dari MDGs yaitu target yang tidak rasional serta mobilisasi sumber daya (resource mobilization) 

Sustainable Development Goals (SDGs) disepakati pada tahun 2015 sebagai suksesor dari MDGs yang berisi tujuan-tujuan yang universal dengan mempertimbangkan berbagai isu yang dibagi menjadi 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

(Fehling, Maya., Nelson, Brett D., Venkatapuram, Sridhar. 2013. Limitations of the Millennium Development Goals: a Literature Review, Glob Public Health 8(10) : 1109-1122

Bagaimana posisi SDGs dalam Maqashid Syariah

Filantropi Islam mempunyai instrumen beragam seperti zakat, wakaf, infaq dan sedekah. Penggunaan instrumen tersebut ditujukan untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan yang merupakan tujuan maqashid syariah.

SDGs sebagai tujuan pembangunan jangka panjang, sama halnya dengan Maqashid Syariah sebagai tujuan pembangunan jangka panjang yang diusung oleh negara-negara muslim.

Dengan menggunakan Matrix Matching dan mengarah pada definisi Maqashid Syariah dari Al-Ghazali, maka kemungkinan terjadi mismatch  antara SDGs dan Maqashid Syariah. 

Mengapa?  Karena Maqashid Syariah mempertimbangkan 5 poin syariah dalam level daruriyah saja, sedangkan SDGs (terutama pada target) lebih banyak memasuki kategori hajiyah. 

Hanya 53% dari 17 poin SDGs yang terakomodasi oleh Maqashid Syariah, karena Al-Ghazali mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan hanya yang sifatnya daruriyah. Sedangkan poin SDGs didominasi dalam kategori hajiyah (57%).

Hal yang perlu dilakukan adalah mengintegrasikan Maqashid Syariah ke dalam SDGs agar dapat diimplementasikan dalam ekonomi Islam. Namun, SDGs masih dapat digunakan sebagai platform awal dan dimodifikasi untuk menyelenggarakan pembangunan di Indonesia dan negara  muslim lainnya karena sifatnya yang universal dan diterima secara umum. (Puskas Baznas, 2017). 

Zakat untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Zakat merupakan instrument pembangunan ekonomi Islam yang menempatkan Maqashid Syariah sebagai tujuan pelaksanaannya. Hampir semua poin dalam SDGs memiliki kesamaan dengan Maqashid Syariah (Puskas Baznas, 2017).

Sedangkan cakupan SDGs lebih sempit dibandingkan Maqashid Syariah, maka SDGs dapat dijadikan acuan untuk tujuan zakat untuk memenuhi tujuan besar pembangunan yang ada pada Maqashid Syariah

Bagaimana Potensi Zakat di Indonesia

Mengutip dari Outlook Zakat Indonesia 2021 menyebutkan potensi Zakat Indonesia pada tahun 2020 mencapai Rp327.6 triliun, tetapi dana yang baru terealisasi hanya 21,7% atau sebesar Rp71,4 triliun. 

Pertumbuhan ZIS dan DKSL memiliki tren yang positif dengan rata-rata pertumbuhan 34,33% per tahun. Hal ini menunjukan bahwa performa lembaga zakat terus meningkat dan kesadaran masyarakat untuk berzakat semakin tinggi setiap tahunnya. (Puskas Baznas, 2021)

Zakat dan wakaf memiliki peran dalam pencapaian SDGs. Peran tersebut dalam upaya pengentasan kemiskinan, kelaparan, Kesehatan, Pendidikan dan sebagainya” (Direktur Agama, Pendidikan dan Kebudayaan Bappenas, Amich  Alhumami 2021)

Jika dilihat dari jenis program zakat, maka program Zakat memiliki irisan terhadap tujuan Capaian SDGs. Misalnya pengentasan kemiskinan dan kelaparan, Pendidikan berkualitas, air dan sanitasi. (Puskas Baznas 2017)

Dasar Hukum Zakat dan SDGs

Zakat dan SDGs didukung oleh oleh Undang-Undang No. 23  Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, sedang untuk Wakaf diatur dalam Undang-Undang N0. 41  Tahun 2004

Berisikan tentang zakat dan wakaf sebagai pranata keagamaan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan keadilan masyarakat.

Fikih zakat untuk tujuan pembangunan berkelanjutan

Buku Fikih Zakat SDGs


Pada tahun 2017 Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Filantropi Indonesia (FI) menginisiasi perumusan Fiqih Zakat on Sustainable Development Goals (SDGs). Menjadi ikhtiar membangun relasi zakat dan program SDGs. Zakat sebagai instrumen distribusi ekonomi bertujuan mengentaskan kemiskinan dan memajukan ekonomi.

Dari Fiqih Zakat on SDGs diharapkan dapat dipakai sebagai rujukan landasan hukum syariah dan bermanfaat untuk negara-negara Islam untuk mewujudkan dunia yang terbebas dari kemiskinan, berkehidupan yang bermartabat, adil, dan sejahtera, serta saling bekerjasama di antara mereka. Sebuah masyarakat ideal yang diidamkan melalui perwujudan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di tahun 2030.

Untuk lengkapnya bisa di unduh di link.

Pengelolaan Instrumen Filantropi Islam di Yatim Mandiri

Di sini peran instrumen Filantropi Islam seperti zakat, wakaf, infaq dan sedekah yang ditunaikan melalui Yatim Mandiri turut andil dalam tujuan pembangunan berkelanjutan negara kita. Yatim Mandiri mengelola secara profesional melalui pendekatan program terintegrasi.

Infografis Kontribusi Yatim Mandiri dalam SDGs.

Unduh Infografis SDGs Yatim Mandiri

  • Penulis: Yatim Mandiri

Tinggalkan Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Buka Sanggar Belajar Genius untuk Yatim dan Dhuafa Nganjuk

    Buka Sanggar Belajar Genius untuk Yatim dan Dhuafa Nganjuk

    • 0Komentar

    Nganjuk, YM News – Alhamdulillah Yatim Mandiri Nganjuk terus berupaya merangkul daerah di Kabupaten Nganjuk dengan membuka sanggar belajar genius terbaru di Kecamatan Rejoso, tepatnya di Desa Sidokare.  Pada Jumat (19/7/2024), Sanggar Genius Sidokare resmi dibuka melalui kerjasama dengan koordinator, para wali santri dan pemerintah desa setempat. Dengan adanya sanggar baru ini, diharapkan manfaat dari […]

  • Rekan Connect Grow Vol. 2 Pererat Solidaritas Relawan Kemandirian Bandung di Batu Kuda

    Rekan Connect Grow Vol. 2 Pererat Solidaritas Relawan Kemandirian Bandung di Batu Kuda

    • 0Komentar

    Bandung, YM News – Relawan Kemandirian Bandung kembali menggelar kegiatan kebersamaan melalui program Rekan Connect Grow Vol. 2 yang dilaksanakan di kawasan wisata alam Batu Kuda, Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi dan penguatan solidaritas antar peserta dalam membangun semangat kolaborasi dan kepedulian sosial. Dengan mengusung tagline “Silaturahmi untuk Keabadian”, […]

  • Kamiliya Fransiska

    Buka Usaha Bareng Suami Setelah Ikut Program Gen Mandiri

    • 0Komentar

    Jika kita mau berusaha, Allah pasti tunjukkan jalannya. Seperti Kamiliya Fransiska yang “nekat” membangun usaha seblak saat tidak ada modal. Lalu, Allah tunjukkan jalannya ,melalui Gen Mandiri Batch 2. “Alhamdulillah saya dapat bantuan dari Gen Mandiri sebesar Rp 3.500.000,-. Yang saya pakai untuk membuat gerobak dan membeli peralatan,” cerita perempuan yang akrab disapa Siska ini. […]

  • 27 Februari Hari LSM Sedunia (World NGO Day): Pengertian, Sejarah dan Peran Organisasi Pengelola Zakat

    27 Februari Hari LSM Sedunia (World NGO Day): Pengertian, Sejarah dan Peran Organisasi Pengelola Zakat

    • 0Komentar

    Hari LSM Sedunia 2023 jatuh pada tanggal 27 Februari 2023. LSM singkatan dari Lembaga Swadaya Masyarakat atau disebut juga Lembaga NGO (Non-Government Organization). Hari LSM Sedunia atau World NGO Day diperingati pada 17 Februari setiap tahunnya. Pengertian LSM Apa itu LSM? Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM adalah organisasi yang didirikan oleh perorangan (individu) ataupun sekelompok […]

  • UMKM Bangkit Yatim Mandiri Yogyakarta Hadirkan Harapan Baru bagi Pedagang Cilok Keliling di Pelosok Gunungkidul

    UMKM Bangkit Yatim Mandiri Yogyakarta Hadirkan Harapan Baru bagi Pedagang Cilok Keliling di Pelosok Gunungkidul

    • 0Komentar

    Yogyakarta, YM News – Yatim Mandiri Yogyakarta kembali menghadirkan manfaat melalui program UMKM Bangkit yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kali ini, bantuan diberikan kepada Pak Suyatno, seorang pedagang cilok keliling yang menjalankan usahanya di pelosok Kabupaten Gunungkidul. Program ini menjadi wujud nyata komitmen Yatim Mandiri dalam mendukung keberlanjutan usaha mikro agar semakin mandiri dan mampu meningkatkan […]

  • Peringati Maulid Nabi dengan Santuni 50 Anak Disabilitas Malang

    Peringati Maulid Nabi dengan Santuni 50 Anak Disabilitas Malang

    • 0Komentar

    Malang, YM News – Selasa lalu (17/9/2024), Yatim Mandiri Malang sukses menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Malang Creative Center (MCC), bekerja sama dengan Yayasan Disabilitas Waroeng Inklusi (YDWI) dan Mahasiswa Islamic Social Science Community (ISSC) dari FISIP Universitas Brawijaya.  Acara ini juga menjadi momen penuh kebahagiaan bagi 50 anak disabilitas di wilayah Malang […]

expand_less