Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Lia Guru SLB dan Sanggar Genius Yatim Mandiri, Untaian Dedikasi Mendidik dengan Hati

Lia Guru SLB dan Sanggar Genius Yatim Mandiri, Untaian Dedikasi Mendidik dengan Hati

  • account_circle Nadila Wulan Cahyani
  • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
  • visibility 56
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mojokerto, YM News — Dalam dunia pendidikan, tentu terdapat peran guru yang penting di dalamnya. Guru merupakan salah satu pahlawan tanpa tanda jasa yang sering disebutkan oleh masyarakat. Namun, disisi lain terdapat sekelompok guru yang dedikasinya sering dilupakan. Mereka adalah guru-guru yang mengabdi di Sekolah Luar Biasa (SLB). Mereka bekerja keras memberikan pendidikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Salah satunya adalah Lia Kurniati, salah satu guru sanggar Genius Yatim Mandiri dan guru di SLB Smart School Pacet.

Perempuan yang kerap disapa Lia ini mengatakan bahwa ia memiliki ketertarikan menjadi seorang guru. Menurutnya, dengan menjadi guru Lia dapat mengamalkan ilmu-ilmu yang dimilikinya. Tidak hanya itu, Lia ingin turut aktif dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa. “Saya senang membantu adik-adik dalam belajar,” ujarnya.

Lia memulai karirnya dalam menjadi seorang guru sejak tahun 2014. Kala itu, di tahun 2014 Lia menjadi seorang guru pendamping drumband. Kemudian, di tahun 2015 ia mendapatkan tawaran untuk menjadi guru SLB Smart School hingga saat ini. Pengabdiannya dilanjutkan dengan bergabungnya Lia menjadi guru Sanggar Genius Yatim Mandiri sejak tahun 2017 sampai sekarang.

Perempuan berumur 34 tahun ini mengaku banyak tantangan yang harus dihadapi dalam menjadi guru SLB. Lia sempat mengajar tanpa gaji sepeser pun ketika menjadi guru SLB dari tahun 2014 hingga 2018. Hal tersebut dikarenakan murid-murid istimewanya di SLB merupakan mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. “Saya tidak  mempermasalahkan hal tersebut, saya tulus dalam membantu adik-adik hingga bisa berkembang dan mandiri secara pribadi,” ungkapnya dengan mata yang berkaca-kaca.

Dalam menjadi guru SLB tentu saja Lia pernah mendapatkan stigma negatif dari masyarakat. Tidak jarang dari mereka meragukan kemampuan Lia dalam mendidik anak-anak dengan keistimewaan tersebut. Selain itu, masyarakat juga pernah berkata negatif terhadap kandungan Lia saat ia sedang hamil. “Saya berusaha untuk tidak mendengarkan perkataan masyarakat tersebut, dengan dukungan keluarga saya bisa melewatinya,” tuturnya dengan sedikit meneteskan air mata.

Dengan penuh kesabaran, Lia terus mendampingi anak-anak agar bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya, temannya, hingga melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Lia sangat senang ketika mendapat respon positif dari para wali murid yang mengatakan perkembangan anaknya.  “Perkembangan dari murid-murid tersebut ini menjadi semangat bagi saya,” jelasnya.

Lia mengaku sebagai manusia biasa ia juga pernah mengalami rasa capek dan jenuh. Akan tetapi, ketika ia melihat anak-anak SLB, ia tidak bisa meninggalkan anak-anak tersebut. Lia merasa masih memiliki tanggung jawab untuk membantu dan mendidik mereka. Lia masih sangat ingin mendampingi murid-murid tersebut. “Saya merasa senang bisa mendampingi dan melihat tumbuh kembang mereka,” kata Lia.

Lia Saat Menjemput Murid Sanggar Genius Sebelum Memulai Pembelajaran

Disisi lain, menjadi seorang guru Sanggar Genius Yatim Mandiri juga memberi tantangan khusus bagi Lia. Sejak bergabung di tahun 2017 hingga saat ini, Lia kerap mengantar jemput adik-adik sanggar ketika sebelum dan selesai kegiatan belajar mengajar. “Oleh karena itu, biasanya saya pagi ngajar dulu di SLB, kemudian jam 1 lanjut untuk jemput adik-adik sanggar buat belajar dan nantinya juga mengantarkan mereka, setelah itu baru saya pulang ke rumah,” ujarnya.

Lia tidak mempermasalahkan jika harus mengantar jemput adik-adik sanggar. Lantaran banyak dari mereka yang semangat untuk belajar namun memiliki rumah yang jauh dari tempat sanggar dan tidak ada keluarga yang bisa mengantar. “Karena mereka sudah sangat semangat belajar, sehingga saya membantunya untuk bisa tetap belajar di sanggar meskipun rumahnya jauh,” jelasnya.

Dalam rangka hari pahlawan ini, Lia memberi semangat untuk untuk para pahlawan tanpa gelar di luar sana khususnya para guru. Tidak hanya itu, Lia juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak menyudutkan anak-anak berkebutuhan khusus. “Justru seharusnya kita merangkul mereka, agar mereka memiliki semangat untuk terus belajar melanjutkan pendidikan dan mandiri di kehidupan pribadinya,” pungkas Lia dengan senyum ikhlasnya.

  • Penulis: Nadila Wulan Cahyani

Tinggalkan Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Sukses! Yatim Mandiri Gelar Inovasi Pemberdayaan Dan Anugerah Kemandirian 2023

    Sukses! Yatim Mandiri Gelar Inovasi Pemberdayaan dan Anugerah Kemandirian 2023

    • 0Komentar

    Jakarta Pusat, YM News – Yatim Mandiri, sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) yang berfokus pada membangun kemandirian anak yatim dan dhuafa melalui dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF), menghadirkan Program Pemberdayaan yang lebih berdampak dan luas bagi masyarakat, khususnya keluarga yatim dan dhuafa. Sebagai upaya untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi di kalangan Amil […]

  • 4 Keluarga Dhuafa Mendapatkan Modal UMKM Ramadhan

    4 Keluarga Dhuafa Mendapatkan Modal UMKM Ramadhan

    • 0Komentar

    Tuban, YM News – Yatim Mandiri Tuban menyalurkan bantuan modal UMKM Ramadhan kepada 4 penerima manfaat. Penyaluran yang dilakukan pada Rabu, (13/4/2022) ini bertempat di Pusat Car Free Day, GOR Jaya Anoraga, Tuban, Jawa Timur. Keempat penerima manfaat atas nama Bapak Muyafak,  Bapak Rozikin,  Bapak Wahyu Sutrisno, Bapak Arief Achmadi, mereka merasa sangat senang atas […]

  • Yatim Mandiri Nganjuk Terima Mahasiswa PPL dari UPDN

    Yatim Mandiri Nganjuk Terima Mahasiswa PPL dari UPDN

    • 0Komentar

    Nganjuk, YM News – Pada Senin lalu (2/9/2024), Yatim Mandiri Nganjuk secara resmi membuka program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk (UPDN) bertempat di Kantor Layanan Yatim Mandiri Nganjuk.  Acara pembukaan ini dimulai dengan doa bersama dan sambutan hangat dari Bapak Shofa Firdaus selaku Kepala Cabang Yatim Mandiri Nganjuk, serta Bapak Subkhan, dosen […]

  • Banjir di Luwu, Yatim Mandiri Kirim Bantuan Kemanusiaan

    Banjir di Luwu, Yatim Mandiri Kirim Bantuan Kemanusiaan

    • 0Komentar

    Maros, YM News – Yatim Mandiri Maros bersama Bupati Maros, Dr. H. A. S. Chaidir Syam, S.IP., menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk para korban banjir di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Penyaluran bantuan ini dilakukan pada hari Senin lalu (6/5/2024) di Kompleks Pendopo Kantor Bupati Maros. Bantuan yang diberikan berupa sembako, pakaian layak pakai, mie instan, sosis, […]

  • Perkuat Kolaborasi Yatim Mandiri Pasuruan Gelar Silaturahmi Strategis

    Perkuat Kolaborasi Yatim Mandiri Pasuruan Gelar Silaturahmi Strategis

    • 0Komentar

    Pasuruan, YM News – Yatim Mandiri Pasuruan bersama tim Regional Office (RO) 1 Jawa Timur Yatim Mandiri pada tanggal 8 – 9 September 2025 melaksanakan agenda silaturahmi strategis ke berbagai lembaga penting di Kota dan Kabupaten Pasuruan. Kunjungan ini dilakukan ke Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pasuruan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pasuruan, Badan Amil […]

  • Ajak Anak Pesisir Jakarta untuk Bermain Layangan dan Beri Paket Gizi

    Ajak Anak Pesisir Jakarta untuk Bermain Layangan dan Beri Paket Gizi

    • 0Komentar

    Jakarta Utara, YM News – Inisiatif baik Yatim Mandiri Jakarta lakukan dengan mengadakan tebar paket gizi dan mengajak anak di pesisir pantai Jakarta bermain layangan. Acara tebar paket gizi tersebut dibuka langsung oleh Branch Manager Yatim Mandiri Jakarta,  dan pihak Ketua RT 013, Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Sebanyak 60 adik yatim dan dhuafa […]

expand_less