Audiensi di Kementerian PPPA RI, Yatim Mandiri Paparkan Program Pemberdayaan Perempuan
- account_circle Nadila Wulan Cahyani
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 27
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, YM News – Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Yatim Mandiri melakukan audiensi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kementerian PPPA RI) pada Kamis (17/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus melakukan pitching Program Pemberdayaan Perempuan sebagai bagian dari komitmen Yatim Mandiri dalam memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan perempuan, khususnya ibu dari keluarga yatim dan dhuafa.
Audiensi ini dihadiri oleh Perencana Ahli Pertama pada Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemeribtah Daerah Wilayah III, Ameera Dhini Alfianti Putri, Perencana Ahli Pertama pada Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah III, Choerunnisa, staf KemenPPPA, Deandra, serta Jajaran Direksi dan Manager Yatim Mandiri.
Pertemuan tersebut memaparkan konsep dan implementasi program pemberdayaan yang berfokus pada peningkatan kapasitas perempuan melalui pelatihan keterampilan, penguatan ekonomi keluarga, pendampingan usaha, hingga pembinaan berkelanjutan. Program ini dirancang agar para penerima manfaat memiliki kemandirian ekonomi sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi tumbuh kembang anak.
Direktur Utama LAZ Yatim Mandiri, Sugeng Riyadi, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan memiliki peran penting dalam membangun keluarga yang tangguh. Menurutnya, perempuan yang berdaya akan memberikan dampak positif terhadap pendidikan, kesehatan, dan masa depan anak-anak di dalam keluarga.
“Yatim Mandiri meyakini bahwa pemberdayaan perempuan adalah investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak Indonesia. Melalui kolaborasi dengan Kementerian PPPA RI, kami berharap program ini dapat menjangkau lebih banyak perempuan dan menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi keluarga yatim dan dhuafa,” ujar Sugeng Riyadi.

Pihak Kementerian PPPA RI menyambut baik inisiatif yang disampaikan Yatim Mandiri dan membuka ruang diskusi mengenai peluang sinergi dalam pelaksanaan program-program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung agenda nasional dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan sekaligus memperkuat perlindungan terhadap anak.
Melalui audiensi ini, Yatim Mandiri menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, dalam menghadirkan program-program yang berdampak luas. Sinergi bersama Kementerian PPPA RI diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas jangkauan pemberdayaan perempuan dan menciptakan keluarga Indonesia yang lebih mandiri, sejahtera, dan ramah anak.
- Penulis: Nadila Wulan Cahyani


Saat ini belum ada komentar