Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Lia Guru SLB dan Sanggar Genius Yatim Mandiri, Untaian Dedikasi Mendidik dengan Hati

Lia Guru SLB dan Sanggar Genius Yatim Mandiri, Untaian Dedikasi Mendidik dengan Hati

  • account_circle Nadila Wulan Cahyani
  • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
  • visibility 30
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mojokerto, YM News — Dalam dunia pendidikan, tentu terdapat peran guru yang penting di dalamnya. Guru merupakan salah satu pahlawan tanpa tanda jasa yang sering disebutkan oleh masyarakat. Namun, disisi lain terdapat sekelompok guru yang dedikasinya sering dilupakan. Mereka adalah guru-guru yang mengabdi di Sekolah Luar Biasa (SLB). Mereka bekerja keras memberikan pendidikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Salah satunya adalah Lia Kurniati, salah satu guru sanggar Genius Yatim Mandiri dan guru di SLB Smart School Pacet.

Perempuan yang kerap disapa Lia ini mengatakan bahwa ia memiliki ketertarikan menjadi seorang guru. Menurutnya, dengan menjadi guru Lia dapat mengamalkan ilmu-ilmu yang dimilikinya. Tidak hanya itu, Lia ingin turut aktif dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa. “Saya senang membantu adik-adik dalam belajar,” ujarnya.

Lia memulai karirnya dalam menjadi seorang guru sejak tahun 2014. Kala itu, di tahun 2014 Lia menjadi seorang guru pendamping drumband. Kemudian, di tahun 2015 ia mendapatkan tawaran untuk menjadi guru SLB Smart School hingga saat ini. Pengabdiannya dilanjutkan dengan bergabungnya Lia menjadi guru Sanggar Genius Yatim Mandiri sejak tahun 2017 sampai sekarang.

Perempuan berumur 34 tahun ini mengaku banyak tantangan yang harus dihadapi dalam menjadi guru SLB. Lia sempat mengajar tanpa gaji sepeser pun ketika menjadi guru SLB dari tahun 2014 hingga 2018. Hal tersebut dikarenakan murid-murid istimewanya di SLB merupakan mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. “Saya tidak  mempermasalahkan hal tersebut, saya tulus dalam membantu adik-adik hingga bisa berkembang dan mandiri secara pribadi,” ungkapnya dengan mata yang berkaca-kaca.

Dalam menjadi guru SLB tentu saja Lia pernah mendapatkan stigma negatif dari masyarakat. Tidak jarang dari mereka meragukan kemampuan Lia dalam mendidik anak-anak dengan keistimewaan tersebut. Selain itu, masyarakat juga pernah berkata negatif terhadap kandungan Lia saat ia sedang hamil. “Saya berusaha untuk tidak mendengarkan perkataan masyarakat tersebut, dengan dukungan keluarga saya bisa melewatinya,” tuturnya dengan sedikit meneteskan air mata.

Dengan penuh kesabaran, Lia terus mendampingi anak-anak agar bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya, temannya, hingga melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Lia sangat senang ketika mendapat respon positif dari para wali murid yang mengatakan perkembangan anaknya.  “Perkembangan dari murid-murid tersebut ini menjadi semangat bagi saya,” jelasnya.

Lia mengaku sebagai manusia biasa ia juga pernah mengalami rasa capek dan jenuh. Akan tetapi, ketika ia melihat anak-anak SLB, ia tidak bisa meninggalkan anak-anak tersebut. Lia merasa masih memiliki tanggung jawab untuk membantu dan mendidik mereka. Lia masih sangat ingin mendampingi murid-murid tersebut. “Saya merasa senang bisa mendampingi dan melihat tumbuh kembang mereka,” kata Lia.

Lia Saat Menjemput Murid Sanggar Genius Sebelum Memulai Pembelajaran

Disisi lain, menjadi seorang guru Sanggar Genius Yatim Mandiri juga memberi tantangan khusus bagi Lia. Sejak bergabung di tahun 2017 hingga saat ini, Lia kerap mengantar jemput adik-adik sanggar ketika sebelum dan selesai kegiatan belajar mengajar. “Oleh karena itu, biasanya saya pagi ngajar dulu di SLB, kemudian jam 1 lanjut untuk jemput adik-adik sanggar buat belajar dan nantinya juga mengantarkan mereka, setelah itu baru saya pulang ke rumah,” ujarnya.

Lia tidak mempermasalahkan jika harus mengantar jemput adik-adik sanggar. Lantaran banyak dari mereka yang semangat untuk belajar namun memiliki rumah yang jauh dari tempat sanggar dan tidak ada keluarga yang bisa mengantar. “Karena mereka sudah sangat semangat belajar, sehingga saya membantunya untuk bisa tetap belajar di sanggar meskipun rumahnya jauh,” jelasnya.

Dalam rangka hari pahlawan ini, Lia memberi semangat untuk untuk para pahlawan tanpa gelar di luar sana khususnya para guru. Tidak hanya itu, Lia juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak menyudutkan anak-anak berkebutuhan khusus. “Justru seharusnya kita merangkul mereka, agar mereka memiliki semangat untuk terus belajar melanjutkan pendidikan dan mandiri di kehidupan pribadinya,” pungkas Lia dengan senyum ikhlasnya.

  • Penulis: Nadila Wulan Cahyani

Tinggalkan Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Olimpiade Matematika Dan Al Qur'an Yatim Mandiri Sumatera Utara

    Olimpiade Matematika dan Al-Qur’an Yatim Mandiri Sumatera Utara

    • 0Komentar

    Medan, YM News – Sebanyak 60 siswa-siswi dari sanggar Genius dan sekolah setingkat SD di kota Medan memeriahkan dan berkompetisi dalam Olimpiade Matematika dan Al-Qur’an (OMATIQ) 2023.  Kolaborasi antara Yatim Mandiri Sumatera Utara dengan Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara berjalan sukses, dan ucapan terima kasih disampaikan kepada para sponsor yang turut serta mensukseskan program […]

  • Salurkan Dana Bestari untuk Siswa LKSA Tujuh Tangkai, Turen

    Salurkan Dana Bestari untuk Siswa LKSA Tujuh Tangkai, Turen

    • 0Komentar

    Kepanjen, YM News – Baru-baru ini, Yatim Mandiri Kepanjen bersama dengan dewan guru dan siswa KB dan TK Tunas Kartika Pindad Turen, menyalurkan Dana Beasiswa Yatim Mandiri (Bestari) dan santunan kepada Lembaga Kesejahteraan Anak (LKSA) Tujuh Tangkai, Desa Pagedangan, Turen, Kabupaten Malang. “Telah dilakukan penyaluran dana Bestari dan santunan oleh dewan guru dan siswa KB […]

  • Pembinaan Bunda BISA Jombang yang Geluti Produk Usaha Mikro Sirup Sejuk

    Pembinaan Bunda BISA Jombang yang Geluti Produk Usaha Mikro Sirup Sejuk

    • 0Komentar

    Jombang, YM News – Yatim Mandiri Jombang melakukan kegiatan pembinaan Program Bunda BISA Yatim Mandiri Jombang. Kegiatan pembinaan Program Bunda Bisa ini dilaksanakan pada Kamis, 17 Juli 2025. Dilaksanakannya pembinaan Program Bunda BISA Yatim Mandiri Jombang ini sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas para anggota dalam mengelola usaha mikro. Khususnya dalam hal manajemen produksi dan peningkatan kualitas […]

  • Sambut Ramadhan, Yatim Mandiri Jember Adakan Peremajaan Musholla

    Sambut Ramadhan, Yatim Mandiri Jember Adakan Peremajaan Musholla

    • 0Komentar

    Jember, YM News – Yatim Mandiri Jember dengan segudang program kebaikan terus melebarkan kebermanfaatan, terlebih menjelang datangnya bulan suci Ramadhan dengan adakan peremajaan musholla. Kegiatan baik tersebut terlaksana pada Kamis lalu (16/3/2023) bertempat di Musholla Al-Muslimin yang berlokasi di Dusun Jatirejo, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember.  Dalam kegiatan peremajaan musholla, Yatim Mandiri Jember turut […]

  • Istighosah dan Doa Bersama Rutin Binaan bersama Donatur Yatim Mandiri Sidoarjo

    Istighosah dan Doa Bersama Rutin Binaan bersama Donatur Yatim Mandiri Sidoarjo

    • 0Komentar

    Sidoarjo, YM News – Yatim Mandiri Sidoarjo kembali mengadakan istighosah dan doa bersama binaan yatim dan dhuafa yang berlokasi Pawon Mbok Wak. Istighosah dan doa bersama ini dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026 lalu. Kegiatan ini dilaksanakan rutin kolaborasi bersama Relawan Kemandirian, serta di hadiri 30 orang dari siswa binaan bersama para guru, staf Yatim […]

  • Masjid Al Muthi Surabaya Palestina

    Jamaah Masjid Al Mu’thi Surabaya Salurkan Bantuan Palestina Melalui Laznas Yatim Mandiri

    • 0Komentar

    Surabaya, YM News – Laznas Yatim Mandiri bekolaborasi dengan Masjid Al Mu’thi Surabaya, telah menginisiasi kegiatan penggalangan dana sebagai bentuk solidaritas terhadap krisis kemanusiaan yang menimpa Palestina. Seperti yang diketahui sejak 7 Oktober 2023, Palestina mengalami serangan besar-besaran oleh Zionis Israhell yang menyebabkan lebih dari 15.000 korban jiwa. Masjid yang beralamat di Jl. Klampis Harapan […]

expand_less