Yatim Mandiri Raih Juara 3 Program Wakaf Produktif Unggulan di FESyar Regional Jawa 2026
- account_circle Nadila Wulan Cahyani
- calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
- visibility 236
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Surabaya, YM News – Yatim Mandiri kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 3 Program Wakaf Produktif Unggulan dalam ajang Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas inovasi dan dampak nyata program wakaf produktif yang dikembangkan Yatim Mandiri untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam ajang tersebut, Yatim Mandiri memaparkan Program Lumbung Pangan Mandiri Rowokangkung Lumajang sebagai program unggulan. Program ini menjadi salah satu implementasi wakaf produktif yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan lahan dan hasil pertanian secara berkelanjutan.

Yatim Mandiri meraih Juara 3 Program Wakaf Produktif Unggulan di FESyar Regional Jawa 2026
Lumbung Pangan Mandiri Rowokangkung dirancang agar manfaat wakaf tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi para penerima manfaat. Melalui pengelolaan yang produktif, hasil wakaf dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi yatim, dhuafa, serta masyarakat di sekitar wilayah program.
Direktur Utama Yatim Mandiri, Sugeng Riyadi, S.E., M.Si., mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diraih. “Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi amanah sekaligus penyemangat bagi Yatim Mandiri untuk terus mengembangkan program wakaf produktif yang memberikan dampak nyata. Kami percaya wakaf dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ketua Pengurus Yayasan Yatim Mandiri, Tumar, S.Ag., menambahkan bahwa penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk semakin mengoptimalkan pengelolaan wakaf. “Wakaf memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi umat. Melalui pengelolaan yang produktif dan berkelanjutan, kami ingin memastikan manfaat wakaf dapat terus tumbuh dan dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Pengurus Yayasan Yatim Mandiri, Drs. Agus Setyawanto, M.P.A., menilai keberhasilan program wakaf produktif tidak terlepas dari tata kelola dan kolaborasi yang baik. “Pengembangan wakaf produktif membutuhkan pengelolaan yang terencana, transparan, dan berorientasi pada kebermanfaatan. Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat tata kelola program agar manfaatnya semakin luas,” jelasnya.
Bendahara Pengurus Yayasan Yatim Mandiri, Hj. Aspiyatin, S.Pd.I., juga menyampaikan pentingnya menjaga kepercayaan para wakif dalam setiap pengelolaan amanah. “Kepercayaan wakif merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, setiap pengelolaan wakaf kami arahkan agar memberikan manfaat yang nyata, tepat sasaran, dan dapat berkembang secara berkelanjutan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Staf Pengurus Yayasan Yatim Mandiri, Muklis, ST., M.M., menegaskan bahwa inovasi menjadi bagian penting dalam pengembangan program wakaf produktif. “Kami terus mendorong inovasi agar aset wakaf dapat dikelola secara optimal dan menghasilkan manfaat yang berkesinambungan. Program Lumbung Pangan Mandiri Rowokangkung menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana wakaf dapat dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Prestasi ini menjadi bukti komitmen Yatim Mandiri dalam mengelola amanah wakaf secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Dukungan para wakif dan mitra turut menjadi bagian penting dalam menghadirkan berbagai program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan.
Ke depan, Yatim Mandiri dapat terus memperluas manfaat program wakaf produktif di berbagai daerah. Melalui inovasi dan kolaborasi, Yatim Mandiri berharap semakin banyak masyarakat yang merasakan dampak wakaf sebagai solusi untuk mewujudkan kemandirian, ketahanan pangan, dan kesejahteraan umat.
- Penulis: Nadila Wulan Cahyani


Saat ini belum ada komentar