7 Metode Belajar Membaca Al-Qur’an yang Paling Banyak Dipakai

Metode belajar membaca Al-Qur’an adalah cara terbaik yang bisa diterapkan agar bisa lancar mengaji. Setidaknya, ada 7 metode berbeda yang bisa dipilih!


Sebagai seorang muslim, belajar hingga mempelajari Al-Qur’an adalah sebuah kewajiban yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Oleh sebab itu, Indonesia memiliki beberapa lembaga khusus untuk bimbingan mengaji. Di sanalah anak-anak mulai mengenal metode belajar membaca Al-Qur’an.

Dalam mempelajari Al-Qur’an, setidaknya ada beberapa tingkatan yang harus dilakukan. Untuk itu, banyak lembaga bimbingan mengaji yang mengenalkan siswanya dengan buku iqra’ yang berisi tentang pengenalan tentang huruf hijaiyah. Tingkat kesulitan pun perlahan meningkat sesuai level.

Setelah dirasa cukup lancar, barulah mereka akan diajarkan untuk membaca ayat Al-Qur’an secara utuh. Biasanya, langkah ini akan lebih mudah karena pembelajaran saat iqra’ sudah dilakukan maksimal dan terbukti lulus. Hasilnya, Al-Qur’an pun bisa dibaca dengan lancar hingga khatam.

Baca juga:   7 Keistimewaan Al Quran Pedoman Hidup bagi Manusia

Metode Belajar Membaca Al-Qur’an

Agar belajar Al-Qur’an jadi lebih menyenangkan, metode yang digunakan haruslah kreatif dan menyenangkan. Dengan pendekatan ini, maka pemahaman tentang Al-Qur’an akan jadi lebih mudah. Di Indonesia, beberapa metode yang paling banyak digunakan untuk belajar Al-Qur’an adalah:

1.   Metode Iqra’

Sudah sempat disinggung bahwa metode iqra’ adalah salah satu cara belajar Al-Qur’an yang paling populer di Indonesia. Pada metode ini, pengenalan tentang Al-Qur’an dibagi menjadi 6 jilid dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Jilid 1 adalah yang paling mudah, begitulah seterusnya.

Metode belajar membaca Aluran satu ini kali pertama disusun oleh K.H. As’ad Humam tahun 1988. Dalam sejarah tertulis bahwa metode ini dibuat sebagai sebuah pengembangan dari metode Qiroati. Hingga kini, metode iqra’ masih banyak digunakan oleh beberapa lembaga untuk belajar mengaji.

Populernya iqra’ sebagai metode pembelajaran al qur’an untuk anak usia dini ternyata disebabkan karena beberapa alasan, diantaranya adalah:

  • Membuat para pembelajar Al-Qur’an lebih mudah menerima materi karena dibagi menjadi beberapa jilid
  • Pembelajar Al-Qur’an bisa dengan lancar membaca Al-Qur’an sesuai dengan makhroj
  • Pembelajar Al-Qur’an juga bisa memahami tajwid dengan lebih mudah.

2.   Metode Qiroati

Jauh sebelum metode iqra’ disusun oleh K.H. As’ad Humam, pembelajaran Al Quran di Indonesia kerap menggunakan buku panduan dari K.H. Dachlan Salim Zarkasyi. Dibuat sejak tahun 1963, KH Dachlan membagi buku panduannya menjadi 10 jilid. Metode inilah yang kemudian dikenal dengan qiroati.

Dalam prakteknya, metode qiroati adalah sebuah pembelajaran Al-Qur’an yang menggunakan pendekatan langsung. Artinya, para pembelajar Al-Qur’an langsung berhadapan dengan guru dan mengikuti bacaannya dengan tartil dan sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.

Dengan menerapkan metode belajar membaca Al-Qur’an Qiroati, para pembelajar pun akan langsung terfokus bagaimana membaca dengan benar sesuai dengan yang telah dicontohkan. Dengan demikian, para pembelajar Al-Qur’an dengan metode ini pun bisa sekalian untuk menghafalnya.

3.   Metode Yanbu’a

Jika mencari cara belajar membaca Al-Qur’an agar cepat bisa, maka metode yanbu’a bisa untuk dipertimbangkan. Awalnya, yanbu’a adalah sebuah metode belajar mengaji yang diperkenalkan pada awal 2004. Disusun dengan 6 jilid buku pedoman, dijamin pembelajarnya akan jadi lebih mudah.

Pada prakteknya, metode satu ini lebih menekankan pada penggunaan mushaf rasm Utsmani yang sering sekali digunakan oleh negara-negara Islam yang ada di Timur Tengah. Sebagai informasi, perumus dari metode ini adalah para pengasuh dari Pondok Pesantren Tahfidz Yanbu’ul Qur’an.

Meskipun metode belajar membaca Al-Qur’an ini awalnya dibuat hanya untuk membuat para alumninya memiliki ikatan kuat dengan pesantren, namun belakangan metode yanbu’a makin senter digunakan oleh beberapa orang untuk belajar membaca Al-Qur’an.

Baca juga:   Muslim Wajib Tahu! 4 Pahala Mengkhatamkan Al-Quran

4.   Metode Tartil

Kalau untuk metode ini juga kali pertama dirumuskan oleh salah satu pengasuh pondok pesantren. Adalah pengasuh Pondok Pesantren Darul Hidayah, Jember, Jawa Timur, Ustaz Syamsul Arifin Al-hafidz.  yang kali pertama menyusun metode tartil. 

Perjalanan kelahiran metode tartil ternyata tidak luput dari metode Qiroati. Pada sekitar tahun 2000an, sangat sulit mendapatkan buku pedoman Qiroati karena harus pergi ke Semarang terlebih dahulu. Diketahui, jarak tempuh Jember ke Semarang memang mencapai ratusan kilometer.

Dari sinilah, metode tartil akhirnya lahir. Berbeda dengan metode lain, tartil hanya punya 4 buku jilid panduan. Dengan cara tartil, suara bacaan Al-Qur’an akan jadi lebih indah karena sudah sesuai dengan makhraj. Makna yang terkandung pun jadi tidak rusak karena tajwid-nya sempurna!

Metode ini juga dikenal praktis, efektif dan efisien sehingga menjadi salah satu cara belajar membaca alquran dengan cepat.

5.   Metode An Nahdliyah

Metode belajar membaca Al-Qur’an selanjutnya adalah An Nahdliyah. Metode ini secara khusus disusun oleh K.H. Munawir Kholid dan rekan-rekannya.

Dalam aplikasinya, metode An Nahdliyah juga memiliki 6 jilid. Namun, An Nahdliyah memiliki ciri khas yang membedakannya dengan metode lain.

Ciri khas metode An Nahdliyah adalah pengajarannya yang menggunakan tongkat dengan tujuan untuk menjaga irama.

Dengan demikian, irama panjang pendek dalam bacaan Al-Qur’an pun bisa diatur. Uniknya, tongkat tersebut bukan tongkat biasa karena punya julukan “tongkat penyentuh jiwa”.

Ciri lain dari penerapan metode An Nahdliyah juga terdapat pada kesesuaian hingga keteraturan bacaannya.

Umumnya, bacaan yang dilantunkan menggunakan ketukan. Dengan demikian, makharijul huruf dalam penerapan kaidah tajwid pun bisa diaplikasikan dengan mudah.

Artikel lainnya:   5 Keutamaan Wakaf Alquran dan Tata Caranya Menurut Islam 

6.   Metode Wafa

Jika mencari metode belajar membaca Al-Qur’an yang populer lainnya, maka wafa bisa jadi rekomendasi yang bisa dicoba. Metode belajar Al-Qur’an ini bahkan memiliki tagline khusus yang membuktikan kepopulerannya. “Belajar Al-Qur’an Metode Otak Kanan”, begitulah kutipan tagline-nya.

Awalnya, metode ini disebut kurang efektif karena beberapa hal. Namun belakangan, wafa menjadi salah satu metode mengaji yang menyenangkan namun tetap mudah dan komprehensif. Singkatnya, fokus metode ini adalah 5T (Tahfidz, Tilawah, Tarjamah, Tafsir dan Tafhim).

Diinisiasi oleh Yayasan Syafa’atul Qur’an Indonesia (YAQIN), metode ini memiliki beberapa kelebihan, seperti:

  • Memungkinkan pembelajaran bisa diimplementasikan dengan maksimal oleh para pembelajar Al-Qur’an
  • Metode otak kanan membuat pembelajar lebih mudah mengingat materi yang diajarkan
  • Mengaji menggunakan irama yang khas dan sangat mudah untuk ditirukan
  • Cocok untuk diaplikasikan pada semua usia
  • Konsep yang lengkap karena menekankan prinsip 5T
  • Mendapat dukungan dari media digital

7.   Metode Al Barqy

Metode belajar membaca Al-Qur’an satu ini kali pertama dibuat pada tahun 1965 oleh K.H Muhadjir Sulthon, dosen dari Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya. Dalam praktiknya, metode al barqy ini memiliki struktur khusus yang membuat para pembelajar Al Quran lebih mudah mengingatnya.

Karena tekniknya yang unik, metode al barqy bahkan sampai memiliki julukan “Anti Lupa”. Tidak tanggung-tanggung, julukan ini secara langsung dialamatkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia saat itu. Dengan demikian, tidak heran jika banyak yang menggunakan metode ini.

Setidaknya, ada beberapa kelebihan dari belajar membaca Al-Qur’an menggunakan metode ini, diantaranya adalah:

  • Hanya dalam waktu 8 jam, seseorang sudah bisa menulis Al-Qur’an
  • Praktis dan bisa digunakan semua usia
  • Menggunakan banyak pendekatan 

Menerapkan salah satu dari ketujuh metode belajar membaca Al-Qur’an di atas adalah salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan oleh seorang muslim. Membaca Al-Qur’an dengan benar akan membuat seseorang jadi lebih dekat dengan keberkahan. Jadi, jangan ragu buat mempelajarinya!

Yuk, dapatkan infromasi lain mengenai keislaman dengan mengunjungi blog Yatim Mandiri!

Santoso
Lewat aksara menggapai cita dan membantu sesama.