6 Cara Melatih Kesabaran Anak, Praktikkan Sedini Mungkin!

Cara melatih kesabaran anak sejak dini bisa dimulai dengan mengajaknya antre dan menunggu. Cek cara lainnya di artikel ini!


Setiap orang tua memiliki kewajiban untuk mengajarkan hal-hal baik kepada anaknya. Inilah kenapa, orang tua harus tau cara-cara mendidik anak.

Dalam hal ini, umat Muslim bisa mengikuti cara mendidik anak dalam Islam untuk membentuk karakter anak yang soleh atau solehah.

Islam juga mengajarkan para orang tua bagaimana cara melatih kesabaran anak agar mereka lebih tenang dan tidak mudah tantrum.

Seperti yang diketahui, jika dibandingkan dengan orang dewasa, anak-anak lebih rentan hilang kesabaran saat keinginannya tidak terwujud atau tidak sesuai dengan harapannya. 

Maka dari itu, para orang tua harus mengetahui bagaimana cara mengajarkan anak tentang arti kesabaran. Untuk lebih jelasnya, berikut informasinya!

Pentingnya Melatih Anak untuk Sabar

Sebagai umat Muslim, kita diajarkan untuk bersabar dalam menghadapi berbagai macam masalah yang terjadi. 

Namun, jika sikap sabar ini tidak dilatih sedini mungkin, Sahabat tentu akan kesulitan untuk mempraktikkannya ketika dewasa nanti.

Hal ini yang menjadi salah satu alasan, kenapa orang tua harus melatih kesabaran anak sedini mungkin.

Allah SWT juga selalu mengajarkan kepada umat-Nya untuk tidak berhenti bersabar meski sedang dihujani banyak cobaan.

Sebab, kesabaran adalah tanda kebenaran dan kejujuran iman seseorang kepada Allah SWT. Lantas, apa saja manfaat dari mengajarkan anak tentang arti kesabaran?

  1. Sabar adalah kunci pahala menuju surga Allah SWT.
  2. Untuk mengembangkan rasa toleransi anak dengan bersabar.
  3. Untuk mengajarkan anak bagaimana cara memberikan kesempatan kepada orang lain.
  4. Sabar dapat mendatangkan kabar bahagia yang telah dijanjikan oleh Allah SWT.

Cara Melatih Kesabaran Anak

Setelah mengetahui apa saja keutamaan dari mengajarkan anak tentang arti sabar, sekarang Anda perlu tahu bagaimana cara melatih kesabaran anak dengan mudah. 

Perlu diingat, setiap anak memiliki kemampuan untuk bersabar yang berbeda-beda. Jadi, mungkin ada satu atau dua anak yang sudah bisa bersikap sabar meski hanya diajarkan sekali oleh orang tuanya.

Namun, ada pula anak yang yang masih belum bisa mempraktikkan hal ini meski sudah diajarkan secara berulang kali. 

Dalam kondisi seperti ini, orang tualah yang harus bersabar dan terus telaten mengarahkan anaknya. Lantas, bagaimana praktik cara melatih kesabaran anak? Berikut cara-caranya:

1. Ajarkan Arti Sabar

Langkah awal yang harus dilakukan oleh orang tua untuk melatih kesabaran anaknya adalah ajarkan arti sabar. 

Anak-anak dapat lebih mudah memahami suatu tindakan ketika diberi penjelasan mengenai perbuatan tersebut.

Untuk memulai langkah ini, orang tua bisa mencoba menanyakan pendapat anak mengenai apa itu sabar. 

Kemudian, tunggu sampai si kecil menjawab pertanyaan tersebut dan beri penjelasan yang lebih lengkap mengenai apa arti sabar yang sebenarnya.

2. Selalu Penuhi Janji

Tidak sedikit orang tua yang sering mengingkari janji dengan anaknya. Mereka juga kerap menganggap anaknya lupa dengan janji yang sudah dibuat tersebut.

Namun, sebenarnya anak-anak akan selalu mengingat janji yang diucapkan oleh kedua orang tuanya.

Contoh kecilnya adalah, saat seorang ibu menyuruh anaknya untuk menunggu selama 2 menit sebelum makan kue. 

Jika waktu 2 menit ini sudah berakhir namun sang ibu tidak kunjung memberikan kue, maka anak-anak akan lebih mudah marah dan tidak bisa bersabar.

3. Beri Pengertian pada Anak

Cara melatih kesabaran anak selanjutnya adalah dengan memberi pengertian yang jelas kepada anak. 

Pada dasarnya, anak-anak masih memiliki pikiran dan jiwa yang murni, sehingga masih ada banyak hal yang belum diketahui oleh mereka.

Saat anak-anak mengeluh tidak mau menunggu dan ingin langsung melakukan suatu hal, berikan pengertian yang jelas kepada si kecil. Coba tanyakan tentang perasaan anak, lalu berikan validasi dan pengertian.

4. Latih Anak untuk Menunggu

Cara melatih kesabaran anak yang paling sering dilakukan oleh sebagian besar orang tua adalah meminta anak untuk menunggu. 

Namun, perlu diketahui, cara melatih anak menunggu untuk usia di bawah 4 tahun dan di atas 4 tahun akan berbeda. Begini penjelasannya:

a.   Anak di bawah 4 tahun: Orang tua harus bersikap tegas dalam menentukan hal-hal yang boleh dilakukan oleh si kecil dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan.

b.   Anak di atas 4 tahun: Orang tua dapat mengajak anak-anak untuk melakukan aktivitas yang seru selama menunggu.

5. Ajak Anak untuk Mengantre

Anak sering kali ingin mendapatkan segala hal dengan cepat dan tidak sabaran. Hal semacam ini pun kerap terjadi ketika berada di tempat umum.

Nah, dalam rangka melatih kesabaran anak, momen-momen seperti ini bisa dimanfaatkan untuk mengajak mereka belajar mengantre.

Dengan mengantre, anak akan terbiasa menunggu giliran dan secara tidak langsung aktivitas ini bisa melatih kesabaran.

6. Berikan Contoh

Cara melatih kesabaran anak yang paling penting, yaitu berikan contoh. Pasalnya, anak adalah peniru yang andal.

Jika orang tuanya kerap marah-marah dan tidak sabaran, mereka akan meniru perilaku tersebut. Maka dari itu, selalu jaga sikap dan berikan contoh kepada anak bagaimana cara bersabar yang baik.

Contoh ini bisa dimulai dengan tidak langsung memarahi anak saat mereka berbuat kesalahan. Daripada marah, respon yang diberikan bisa berupa arahan.

Itulah beberapa daftar cara melatih kesabaran anak yang bisa dipraktikkan. Dari penjelasan di atas, kunci sukses dalam melatih kesabaran anak adalah ketelatenan dan kesabaran orang tuanya.

Selain itu, contoh dan latihan bersabar juga memiliki peran yang penting dalam membentuk kesabaran anak.

Untuk mendapatkan informasi mengenai parenting lainnya, khususnya dalam konteks Islam, Sahabat bisa mengunjungi blog Yatim Mandiri.

 

Santoso
Lewat aksara menggapai cita dan membantu sesama.