Kenali 4 Tingkatan Membaca Al-Qur’an, Muslim Wajib Tahu!

Tingkatan membaca Al-Qur’an ada empat, di antaranya yaitu At-Tahqiq, At Tartil, At Tadwir, dan Al Hadr. Mari simak penjelasannya di sini!


Membaca Al-Qur’an merupakan salah satu aktivitas spiritual wajib yang harus dilakukan oleh seorang Muslim. 

Jadi, tak heran, para orang tua Muslim mengajarkan dan mendorong anak cepat belajar ngaji sejak dini.

Dalam praktiknya, tingkatan membaca Al-Qur’an setiap orang berbeda-beda, tergantung proses belajarnya. Kira-kira, Sahabat berada di tingkat yang mana?

Namun, sebelum menjawab tingkatan membaca Al-Qur’an Sahat saat ini, mari simak penjelasan setiap tingkatnya dalam artikel berikut ini!

Tingkatan Membaca Al-Qur’an

Sebagaimana diketahui, membaca Al-Qur’an dalam agama Islam memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah saat membaca 1 huruf, pahala yang diberikan Allah setara dengan melakukan 10 kebaikan.

Tak hanya sekedar membaca, Allah SWT juga memerintahkan umat Islam untuk mengaji dengan perlahan dan memahami makna setiap bacaannya atau biasa disebut dengan tartil.

Nah, apakah Sahabat tahu, bahwa tartil atau At Tartil ini masuk dalam salah satu tingkatan membaca Al-Qur’an? Selengkapnya, berikut tingkatan bacaan Al Qur’an yang diakui ulama qiraat.

1. At Tahqiq 

Dalam Bahasa Arab, tingkatan ini tertulis (التحقيق). Marotibul qiro’ah tingkat ini berarti pemula atau kelompok orang yang baru belajar ilmu tajwid. 

Dalam At Tahtiq, cara membacanya mirip seperti tartil, hanya saja pembawaan At Tahqiq disebut lebih lambat dan tenang.

Di sisi lain, At Tahqiq disebut juga tahqiq dan ta’kid. Dalam Bahasa Indonesia, artinya adalah teliti dan menguatkan. 

Jadi, jika diartikan secara harfiah, tahqiq adalah tingkatan membaca Al-Qur’an yang dibaca dengan lambat dan tenang namun tetap berkesan kuat.

2. At Tartil

Dalam Bahasa Arab, tingkatan ini tertulis (الترتيل). Seperti disebutkan pada poin sebelumnya, tingkatan bacaan Al-Qur’an satu ini memang mirip dengan At Tahtiq karena berarti perlahan-lahan. 

Hanya saja, bacaan perlahan pada tartil bertujuan untuk membantu seseorang dalam memahami Al-Qur’an.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Muzzammil ayat 4 yang artinya, “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil.” Dari firman Allah tersebut, sudah jelas bahwa setiap muslim setidaknya harus membaca Al-Qur’an dengan tartil untuk memahami dan mentadabburi kitb Allah tersebut.

3. At Tadwir

Tingkatan membaca Al-Qur’an selanjutnya adalah At Tadwir (التدوير). Dalam tingkatan ini, seseorang sudah naik tingkat. Sederhananya, bisa dibilang bahwa kecepatan membacanya sedang, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu pelan. Misalnya, membaca mad munfashil dengan tidak lebih dari 6 harakat.

Karena berada di level pertengahan, beberapa ulama bahkan memasukkan tingkatan ini pada bacaan sebelumnya, At Tartil. Namun sebagai pemula, tidak ada salahnya untuk mempelajarinya secara utuh agar pemahaman tentang Al-Qur’an jadi lebih mendalam.

4. Al Hadr

Al Hadr (الحدر) juga dikenal dengan Al-Hadar atau Hadar. Dalam tingkatan membaca kitab Al-Qur’an, Al Hadr berada di tingkatan tertinggi karena bacaannya paling cepat. 

Umumnya, cara ini banyak dilakukan oleh para hafiz dan hafizah untuk mengulang hafalannya.

Namun, perlu menjadi catatan bahwa meskipun dibaca dengan cepat, namun  seseorang juga harus memperhatikan hukum-hukum tajwid-nya.

Artikel lainnya:   7 Keistimewaan Al Quran Pedoman Hidup bagi Manusia

Tips Belajar Mengaji

Setelah belalajar sedikit tentang tingkatan membaca Al-Qur’an, berikut tips belajar mengaji yang bisa Sahabat terapakan:

1. Mulai Kenali Huruf Hijaiyah

Sebelum mulai belajar mengaji lebih lanjut, kenali dulu huruf hijaiyah yang ada. Huruf hijaiyah sendiri merupakan huruf yang digunakan dalam penulisan Al-Qur’an. Dengan mengenal huruf hijaiyah, Sahabat akan lebih mudah dalam membaca Al-Qur’an.

2. Pahami Tanda Baca

Selanjutnya, kenalilah tanda baca dalam Al-Qur’an. Pasalnya, tanda baca dapat memberikan makna hingga penekanan pada ayat. Setidaknya, ada 7 tanda baca dalam Al-Quran, di antaranya adalah:

  • Fathah ( ﹷ ): melambangkan fonem /a/
  • Kasrah ( ِ- ): melambangkan fonem /i/
  • Dhammah ( ُ- ): melambangkan fonem /u/
  • Fathatain (ــًـ): melambangkan fonem /an/
  • Kasratain (ــٍــ): melambangkan fonem /in/
  • Dhammatain (ــٌـ): melambangkan fonem /un/
  • Sukun ( ْ- ): tanda mati (hilangnya vokal)

Selain itu, tanda lain yang wajib diperhatikan saat membaca Al-Qur’an adalah:

  • Alif Lam (ٱلٓ): hanya merupakan kata sandang. Fungsinya, mirip “the” dalam bahasa Inggris. 
  • Tanda Baca Ayat (؛): pemisah ayat.
  • Tanda Baca Stop (۝): akhir dari bacaan
  • Tanda Baca Jeda (۩): disarankan diberikan jeda saat membaca.
  • Tanda Baca Mad (ـٓ): perpanjangan bacaan

3. Mulai dari Membaca Surat Pendek

Seperti tingkatan membaca Al-Qur’an, mulai mengaji juga bisa dimulai dari hal-hal kecil. Tidak perlu surat panjang yang berlembar-lembar, Sahabat bisa mulai belajar mengaji dengan membaca surat pendek yang ada di juz 30 Al-Qur’an.

4. Cari Guru Mengaji

Untuk membantu proses belajar agar lebih terarah, carilah guru mengaji. Jika dipaksa belajar sendiri tanpa arahan, tidak akan ada yang membimbing dan mengingatkan Sahabat jika ternyata bacaannya salah. Oleh sebab itu, jangan pernah malu untuk belajar membaca Al-Qur’an kepada guru.

Demikian penjelasan mengenai tingkatan membaca Al-Qur’an yang perlu Sahabat ketahui. Sekarang, apakah Sahabat sudah paham tingkatan baca Al-Qur’an yang dimiliki?

Jika masih belum sampai di tingkatan yang diinginkan, Sahabat tak perlu berkecil hati. Selalu jaga konsistensi dan komitmen untuk tingkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an setiap harinya.

Tak hanya dengan membaca Al-Qur’an, tingkatkan pengetahuan Sahabat mengenai Islam untuk meningkatkan keimanan. Mari, kunjungi blog Yatim Mandiri untuk mendapatkan informasi penting mengenai Islam lainnya.

Santoso
Lewat aksara menggapai cita dan membantu sesama.