Apa Perbedaan Haji dan Umrah? Serupa tapi Berbeda

Haji dan umrah merupakan 2 kegiatan ibadah agama Islam yang dilaksanakan di tanah suci. Tapi apa sebenarnya perbedaan haji dan umrah? Ini penjelasannya.


Haji dan umrah merupakan ibadah dalam agama Islam yang dilaksanakan di tanah suci. Tentu banyak sekali umat islam yang berharap bisa melaksanakan kedua ibadah tersebut. Tapi sebelum melaksanakan salah satunya, tahukah Anda apa perbedaan haji dan umrah sebenarnya?

Sederhananya perbedaan ibadah haji dan umrah terletak pada waktu pelaksanaannya. Seperti yang telah kita ketahui, ibadah haji hanya bisa dilaksanakan di bulan Dzulhijah bersamaan dengan hari raya Idul Adha. Sedangkan umrah merupakan ibadah yang bisa dilakukan kapanpun.

Tapi sebenarnya selain mengenai waktu pelaksanaan, masih ada banyak lagi perbedaan ibadah haji dan umrah. Beberapa perbedaan tersebut berupa hukum pelaksanaanya, syarat-syarat yang harus dipenuhi, rukun-rukunnya, dan masih banyak lagi. Supaya tidak bingung lagi, simak penjelasan berikut.

Pengertian Ibadah Haji

Sebelum membahas tentang perbedaan haji dan umrah, jamaah harus tahu terlebih dahulu pengertian dan hakikat masing-masing ibadah. Haji merupakan kata yang berasal dari bahasa arab yang maknanya adalah menyengaja. Selain itu ada juga yang mengartikan al hajj sebagai berkunjung.

Yang dimaksud menyengaja di sini adalah dengan sengaja berkunjung ke Ka’bah untuk beribadah. Dalam syari’at Islam sendiri, seorang yang berkunjung ke Ka’bah dengan niat melaksanakan haji berarti memiliki tujuan untuk mendekatkan diri pada Allah.

Selama melaksanakan ibadah haji di tanah suci, jamaah akan melaksanakan berbagai runtutan kegiatan seperti berihram, thawaf, sa’i, dan wukuf di Padang Arafah. Kesimpulannya pengertian haji adalah ibadah yang dilaksanakan di Ka’bah pada bulan Dzulhijjah untuk mendekatkan diri pada Allah.

Pengertian Ibadah Umrah

Setelah mengetahui pengertian dan hakikat ibadah haji, jamaah juga harus memahami pengertian ibadah umrah dan apa hakikatnya. Seperti yang telah disampaikan, perbedaan ibadah haji dan umrah paling mendasar bisa diketahui dari waktu pelaksanaannya.

Jadi bagi jamaah yang ingin melaksanakan ibadah umrah, tidak perlu menunggu tibanya bulan Dzulhijjah. Karena ibadah ini bisa dilakukan kapanpun selama sepanjang tahun, ketika seorang umat muslim merasa ingin mendekatkan diri kepada Allah. 

Kata umrah sendiri dapat diartikan sebagai kegiatan mengunjungi tempat ramai dan dengan sengaja datang ke Ka’bah untuk beribadah. Rangkaian ibadah umrah sendiri yaitu berziarah di Ka’bah dan melakukan tawaf di sekelilingnya.

Perbedaan Haji dan Umrah Berdasarkan Waktu Pelaksanaan

Pertama kami akan membahas perbedaan ibadah haji dan umrah yang paling mendasar mengenai kapan waktu pelaksanaanya. Bagi jamaah yang ingin melaksanakan ibadah haji, maka harus melaksanakannya di bulan haji atau bulan Syawal, Zulqa’dah, dan Dzulhijah.

Waktu ibadah haji ini telah ditetapkan oleh syara’ yaitu bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Jadi haji merupakan ibadah yang hanya bisa dilaksanakan sekali dalam setahun. Sedangkan umrah, merupakan ibadah yang bisa dilakukan kapanpun tanpa adanya keterikatan waktu.

Umrah sendiri juga sering disebut sebagai ibadah haji kecil. Hal ini karena ibadah umrah membutuhkan waktu yang lebih singkat dalam pelaksanaannya dibandingkan dengan ibadah haji. Jadi umrah juga sering dianggap sebagai latihan atau persiapan bagi jamaah yang nantinya ingin melaksanakan haji.

Perbedaan Haji dan Umrah Berdasarkan Hukumnya

Selanjutnya perbedaan antara ibadah haji dan umrah juga terletak pada hukum keduanya. Karena seperti yang kita ketahui, haji merupakan salah satu rukun Islam sedangkan umrah tidak termasuk di dalamnya.

Berikut penjelasan mengenai perbedaan haji dan umrah dalam hukum agama Islam.

1.   Haji Hukumnya Wajib

Seperti yang dijelaskan dalam rukun Islam yang kelima, ibadah haji wajib atau fardhu bagi umat muslim yang mampu. Yang dimaksud dengan mampu di sini adalah mampu secara fisik, mental, dan finansial. Karena haji merupakan ibadah yang memiliki rangkaian panjang sekitar 40 hari.

Wajibnya melaksanakan haji bagi umat muslim yang mampu ini juga dijelaskan dalam Al Qur’an pada surat Ali Imron ayat 97. Dalam surat tersebut tertulis menunaikan ibadah haji merupakan kewajiban terhadap Allah, bagi mereka yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah.

Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa kewajiban melaksanakan ibadah haji untuk seorang muslim hanya berlaku sekali dalam seumur hidup. Jadi seorang muslim yang telah melaksanakan haji sekali, tidak diwajibkan untuk melaksanakan haji berikutnya.

2.   Umrah Hukumnya Sunnah

Berbeda dengan ibadah haji yang tertera dalam rukun Islam dan sifatnya wajib bagi umat muslim yang mampu. Umrah merupakan ibadah yang sunnah yaitu tidak apa-apa jika tidak dilaksanakan, tapi jika dilaksanakan akan mendapat pahala.

Di sisi lain ada juga ulama yang berpendapat bahwa hukum ibadah umrah adalah tathawwu. Yang dimaksud dengan tathawwu adalah tidak diwajibkan, tapi jika dilakukan sangat baik karena akan mendekatkan diri kepada Allah. Jadi melakukannya jauh lebih utama daripada meninggalkannya.

Penjelasan mengenai hukum tatawwu pada ibadah umrah ini tertera dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi. Dalam hadis tersebut dijelaskan Nabi Muhammad bersabda bahwa umrah tidak wajib dan ketika kau umrah maka itu lebih baik bagimu.

Jadi dapat disimpulkan bahwa ibadah haji hukumnya adalah wajib bagi umat muslim yang mampu secara fisik, mental, dan finansial. Sedangkan ibadah umrah hukumnya sunnah atau tatawwu yaitu tidak wajib dilaksanakan, tetapi lebih utama atau lebih baik jika dilaksanakan.

Baca juga:    Simak Hukum Kurban untuk Orang Haji

Perbedaan Haji dan Umrah Berdasarkan Rukun-rukunnya

Perbedaan haji dan umrah lainnya juga terletak pada rukun-rukun yang wajib dilaksanakan selama ibadah. Seperti yang telah dijelaskan, umrah sering disebut sebagai haji kecil, di mana rukun-rukunnya lebih sedikit. Berikut penjelasan secara rinci mengenai rukun haji dan rukun umrah.

1.   Rukun Haji

Bagi jamaah yang ingin melaksanakan haji, maka harus memahami tentang 6 rukun haji terlebih dahulu. Keenam rukun tersebut ialah berihram, melakukan wukuf, tawaf, sa’i, tahallul atau memotong rambut, dan melaksanakan haji dengan tertib.

Berihram merupakan hal yang harus dilakukan di awal ibadah haji dan dilaksanakan di Miqat. Ketika berihram jamaah disunnah untuk mandi, berwudhu, memakai wangi-wangian dahulu, kemudian menggunakan pakaian ihram.

Selanjutnya jamaah melakukan wukuf dengan berkumpul di Padang Arafah. Setelah wukuf selesai, jamaah diharuskan melaksanakan tawaf yaitu mengelilingi Ka’bah hingga 7 kali putaran. Rukun haji berikutnya adalah melaksanakan sa’i atau berlari kecil di antara bukit Shafa dan Marwah.

Setelah serangkaian kegiatan tadi, jamaah harus mengakhiri ibadah haji dengan bertahallul atau memotong rambut. Rukun haji yang terakhir dan sangat penting adalah melaksanakan ibadah dengan tertib, demi menjaga keamanan dan kenyamanan sesama jamaah.

2.   Rukun Umrah

Berbeda dengan haji yang memiliki 6 rukun, ibadah umrah hanya terdiri dari 5 rukun yang wajib dilaksanakan oleh jamaah. Rukun yang pertama adalah melakukan ihram atau memulai niat ibadah umrah itu sendiri. Ruku yang kedua adalah tawaf yaitu berkeliling Ka’bah sebanyak 7 kali.

Kegiatan tawaf ini harus harus dimulai dari Hajar Aswad dengan posisi Ka’bah berada di samping kiri jamaah. Jika tidak sesuai dengan aturan tersebut, tawaf tidak akan dihitung. Rukun berikutnya yaitu sa’i yaitu berjalan atau berlari kecil di antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali.

Rukun yang keempat adalah bertahallul atau mencukur rambut sebagai tanda berakhirnya ibadah umrah. Rukun yang terakhir yakni melakukan kelima rukun tersebut sesuai dengan urutan dan melaksanakan ibadah umrah dengan tertib.

Perbedaan antara rukun haji dan rukun umrah hanyalah terletak pada wukuf saat jamaah di Padang Arafah. Jamaah umrah tidak perlu melakukan wukuf seperti jamaah haji. Hal ini menjadi salah satu penyebab mengapa rangkaian ibadah umrah lebih singkat dibandingkan dengan ibadah haji.

Perbedaan Hal yang Wajib Dilakukan Saat Haji dan Umrah

Selain mengenai rukun dan hukumnya, masih ada beberapa perbedaan haji dan umrah lainnya yang juga wajib jamaah pahami. Berikut beberapa hal yang wajib dilakukan oleh jamaah ketika melaksanakan haji atau umrah.

1.   Hal yang Wajib Dilakukan Saat Haji

Bagi umat muslim yang sedang melaksanakan haji di tanah suci terdapat beberapa rangkaian ritual manasik yang tidak boleh ditinggalkan. Yang pertama adalah berniat ihram mulai dari Miqat sesuai dengan batas area yang sudah ditentukan pada tiap daerah asal jamaah.

Selanjutnya jamaah haji juga diwajibkan untuk menginap di Muzdalifah atau daerah terbuka di antara Mekkah dan Mina. Ketika berada di Muzdalifah, jamaah diajak berhenti sejenak saat malam untuk menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk melempar jumrah esok hari.

Hal yang wajib dilakukan oleh jamaah haji berikutnya adalah menginap di Mina setidaknya lebih dari 6 jam. Terakhir hal yang juga wajib dilakukan jamaah haji adalah melakukan tawaf wada’ atau tawaf perpisahan, serta melempar jumrah aqabah di Mina.

Artikel lainnya :   Berikut 6 Rukun Haji yang Perlu Dipahami oleh Jemaah

2.   Hal yang Wajib Dilakukan Saat Umrah

Selanjutnya ada beberapa hal yang wajib dilaksanakan oleh para jamaah umrah. Yang pertama adalah wajib melaksanakan ihram mulai dari Miqat. Kewajiban yang satu ini sama seperti ibadah haji, yaitu batas Miqat sudah ditentukan batas areanya.

Terakhir hal yang wajib dilakukan oleh jamaah umrah adalah menjauhi berbagai larangan ihram. Untuk jamaah wanita larangan ihram di antaranya adalah menutupi wajah dengan cadar dan menggunakan sarung tangan.

Sedangkan beberapa larangan ihram untuk jamaah pria di antaranya memakai pakaian yang dijahit dan memakai penutup kepala seperti topi maupun peci. Jika melakukan hal yang dilarang saat ihram, maka ibadah umrah akan dianggap tidak sah.

Sesuai dengan waktu dan rangkaian ibadahnya, ibadah haji memiliki lebih banyak hal wajib yang harus dilakukan saat beribadah. Sedangkan umrah hanya memiliki 2 hal yang wajib dilakukan yaitu ihram dan tidak melakukan larangan-larangan saat berihram.

Keutamaan Ibadah Haji

Sekarang perbedaan antara haji dan umrah adalah hal yang sudah Anda pahami, terutama tentang rukun dan hukumnya. Tapi ternyata masih ada perbedaan haji dan umrah lain yaitu keutamaan pada masing-masing ibadah, berikut ini merupakan penjelasan keutamaan ibadah haji.

1.   Menghapuskan Dosa Jamaah

Keutamaan yang paling utama dari ibadah haji adalah menghapus dosa para jamaah yang tidak bermaksiat selama berada di tanah suci. Jadi jamaah yang ingin mendapatkan keutamaan ini, harus benar-benar menjaga perilaku dan menjaga diri selama melaksanakan haji.

2.   Ganjaran Surga bagi Jamaah Haji Mabrur

Haji yang mabrur merupakan ibadah haji yang diterima oleh Allah dan membawa kebaikan pada diri jamaah. Bagi para jamaah yang menjadi haji mabrur, maka akan mendapatkan ganjaran surga nantinya ketika berada di akhirat.

3.   Menjauhkan Diri Jamaah dari Kefakiran

Seperti yang kita ketahui salah satu sifat Allah adalah yang Maha Kaya. Bagi jamaah yang berkunjung ke Baitullah dengan niat yang baik dan ingin mendekatkan diri pada Allah maka akan merasakan keutamaan ini.

Seseorang yang melaksanakan haji dengan niat yang baik dan tulus, maka akan dijauhkan dari kefakiran selama hidupnya. Sehingga ia akan hidup berkecukupan dan tidak akan merasakan kesusahan.

4.   Mendapat Syafaat untuk 400 Orang Keluarganya

Selanjutnya keutamaan yang didapatkan seorang jamaah haji adalah mendapatkan syafaat tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk 400 anggota keluarganya. Hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Al-Bazzar.

Jadi bisa dikatakan bahwa seorang umat muslim yang melaksanakan ibadah haji tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk keluarganya. Karena manfaat dan syafaat bisa dirasakan oleh 400 anggota keluarganya.

5.   Mendapat Kesehatan Lahir dan Batin Selama di Dunia

Terakhir keutamaan yang juga bisa didapatkan oleh seorang jamaah haji adalah mendapatkan kesehatan lahir dan batin selama di dunia. Sehingga jamaah yang telah melakukan haji bisa menjadi lebih sehat setelah kembali dari tanah suci.

Ada banyak sekali keutamaan yang bisa didapatkan bagi seseorang yang melaksanakan ibadah haji. Bahkan selain kelima keutamaan di atas, masih ada banyak lagi keutamaan lain seperti doa yang lebih mudah terkabul. Karena Ka’bah merupakan tempat yang mustajab untuk memanjatkan doa.

Keutamaan Ibadah Umrah

Setelah membahas mengenai keutamaan ibadah haji, umat muslim juga harus tahu tentang keutamaan ibadah umrah. Berikut sedikit penjelasan mengenai berbagai keutaman yang bisa didapatkan seorang muslim ketika melaksanakan ibadah umrah di tanah suci.

1.   Mendapatkan Pahala Sholat Berlipat Ganda

Tahukah Anda salah satu keutamaan dari ibadah umrah adalah jamaah bisa mendapatkan pahala sholat yang berlipat ganda. Jadi misalnya saat sholat seorang muslim mendapat 1000 pahala, maka ketika sholat di masa umrah ia akan mendapatkan 100.000 kali lipat pahala.

2.   Meningkatkan Iman dan Takwa

Selanjutnya keutamaan ibadah umrah adalah untuk meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan seorang muslim. Seperti yang telah disampaikan, umrah merupakan ibadah haji kecil yang bermanfaat untuk menjaga dan meningkatkan keimanan serta ketaqwaan pada Allah.

3.   Mendapatkan Ketenangan Hati

Keutamaan lain yang bisa dirasakan oleh umat muslim ketika melaksanakan umrah adalah mendapatkan ketenangan di hati. Ketika melaksanakan umrah maka hati akan terasa jauh lebih tentram, tenang dan rasa sedih atau gelisah menjadi hilang.

Seseorang yang melakukan umrah dengan niat yang baik dan tulus, bisa mendapatkan kekayaan di dalam hatinya. Yang dimaksud dengan kekayaan hati di sini adalah menjadi lebih sabar, tabah, rendah hati, dan bisa menjaga keimanan yang ada dalam hati.

4.   Sebagai Sarana Jihad

Seperti yang kita ketahui, jihad merupakan salah satu cara umat muslim untuk mendapatkan pahala yang jaminannya adalah surga. Tapi ternyata umrah juga bisa menjadi salah satu sarana jihad, terutama bagi para muslimah supaya bisa mendapat pahala yang setara jihad.

5.   Doa Lebih Mudah Dikabulkan

Terakhir sama seperti ibadah haji, ketika melaksanakan umrah maka doa-doa umat muslim akan lebih mudah dikabulkan. Hal ini terjadi karena seseorang yang melaksanakan umrah merupakan tamu spesial yang berkunjung ke tanah suci.

Pada dasarnya, perbedaan haji dan umrah terletak pada waktu pelaksanaan, hukum, rukun, dan tata cara pelaksanaannya. Tapi perlu diingat bahwa kedua ibadah ini memiliki keutamaan masing-masing yang sama baiknya untuk setiap umat muslim yang melaksanakannya.

Santoso
Lewat aksara menggapai cita dan membantu sesama.