Kisah Nabi Nuh & Nilai Kehidupan yang Bisa Diambil, Lengkap!

Simak selengkapnya di artikel ini mengenai kisah Nabi Nuh yang juga dilengkapi dengan nila kehidupan Nabi Nuh yang bisa menjadi sesuatu untuk kita amalkan.


Tak hanya kisah-kisah yang menyenangkan saja, tapi banyak juga kisah yang menyedihkan pada kisah Nabi dan Rasul salah satunya yaitu kisah Nabi Nuh yang bisa menjadi pelajaran bagi kita umatnya.

Kisah-kisah dari Nabi Nuh ini juga mempunyai banyak nilai yang bermanfaat.

Salah satu kisah dari Nabi Nuh yang terkenal adalah selamatnya beliau dari banjir bandang yang sangat besar, dan saat ia membuat perahu untuk para umatnya.

Sehingga semua umat dan hewan-hewan yang ada saat itu juga diselamatkan oleh Nabi Nuh.

Kisah Nabi Nuh yang Bisa Menjadi Pelajaran

Nabi Nuh dikenal dengan kesabarannya yang luar biasa walaupun ia juga banyak dibenci oleh orang-orang saat itu.

Namun kesabaran, keteguhan, dan juga ketabahan hatinya sudah teruji, terbukti dari lama waktunya ia dalam berdakwah hingga 950 tahun lamanya.

Inilah beberapa cerita kisah Nabi Nuh yang perlu diketahui oleh seluruh umatnya dengan lengkap:

1. Dari Patung Berhala

Nabi Nuh diutus oleh Allah ketika ada kekosongan diantara dua Rasul yang saat itu dibiarkan begitu saja.

Sehingga ajaran yang telah dibawa oleh nabi yang sebelumnya pun dilupakan oleh banyak orang saat itu.

Ketika ajaran agamanya ditinggalkan para manusia pun kembali melakukan dosa misalnya melakukan maksiat, meninggalkan segala macam amal baik, dan melakukan segala macam kemungkaran.

Pada masa fatrah itulah Nabi Nuh juga memperoleh wahyu akan kenabiannya untuk memberi ajaran islam pada manusia oleh Allah SWT.  Pada zaman tersebut kaum Nabi Nuh juga tidak menyembah Allah.

Tapi mereka menyembah patung berhala yang jelas-jelas dibuat oleh manusia dari kaum Nabi Nuh tersebut.

Beberapa patung yang sudah disembah itu juga sudah dipercaya akan memberi banyak manfaat dan kebaikan.

Bahkan mereka percaya patung-patung berhala itu bisa menolak segala macam bala atau keburukan yang terjadi di kehidupan sehari-hari. 

Dari kepercayaan kaum Nabi Nuh tersebut patung berhala yang sudah dibuat diberi nama dari nama ulama yang hidup di zaman sebelumnya.

Alasannya adalah untuk mengenang jasa dari ulama-ulama tersebut dan semangat untuk beribadah dari umat yang terdahulu.

Nama-nama patung yang dibuat oleh kaum Nabi Nuh yang belum kenal dengan Allah diantaranya yaitu Wadd, Yatuq, Suda, dan Nasr.

2. Ketika Nabi Nuh Berdakwah

Perjalanan Dakwah Nabi
Sumber Gambar : Unsplash

Pada masa dan kondisi dari para kaum yang mepercayai patung-patung berhala tersebut, maka Allah mengutus Nabi Nuh untuk meyakinkan mereka supaya mereka mau mengikuti ajaran Allah dan tak lagi menyembah patung berhala tersebut.

Nabi Nuh juga mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam melakukan argumentasi dengan orang lain.

Hal itu disebabkan oleh akalnya yang cerdas dan kemampuan bicaranya yang baik, santun dan sabar khususnya dalam adu argumentasi.

Nabi Nuh juga selalu berusaha dalam meyakinkan seluruh umat supaya tidak menyembah patung berhala lagi. 

Ia juga mengajak mereka agar kembali ke jalan Allah, ia juga tidak menyerah untuk membuat kaumnya sadar sehingga selalu melakukan berbagai macam cara untuk berdakwah.

Tapi sayangnya kaumnya tersebut selalu menolak ajakannya.

Menurut rangkuman kisah Nabi Nuh mengenai berdakwah, dijelaskan juga bahwa beberapa dakwahnya adalah ajakan pada kaumnya untuk merasakan sekaligus melihat apa yang sudah tersedia di muka bumi ini.

Ia juga menjelaskan bahwa semuanya adalah ciptaan Allah seperti matahari, bintang, bulan dan sebagainya.

Selain itu air, tumbuhan dan juga hewan yang selama ini sudah ada dan bisa dinikmati oleh manusia adalah ciptaan Allah.

Ditambah lagi dengan perubahan dari siang ke malam dan sebaliknya, yang juga menjadi bukti nyata bahwa Tuhan Allahlah yang harus disembah bukan berhala.

3. Dakwah yang Berlangsung Lama

Tak hanya memberikan bukti dan juga tanda-tanda kesabaran dari Allah, tetapi Nabi Nuh juga memberi dakwahnya dengan amalan-amalan perbuatan yang sudah dilakukan oleh manusia dan semua itu akan ada ganjarannya dari Allah baik atau buruk.

Jika amal perbuatan yang dilakukan adalah amal kebaikan dengan menuruti perintah Allah maka manusia akan mendapat ganjaran berupa surga.

Tapi jika amal perbuatannya berupa keburukan dengan tidak menjalankan perintah Allah maka ganjarannya pun berupa neraka.

Ketabahan, kesabaran dan juga keteguhan hati yang dimiliki oleh Nabi Nuh dalam berdakwah mengajarkan ajaran agama Allah, selalu ditolak dan penolakannya pun sebagian besar dilakukan oleh kaum Nabi Nuh.

Walaupun banyak menolak ajaran Islam saat itu tapi ada juga orang-orang yang menerima ajakan Nabi Nuh untuk ikut menyembah Allah.

Dalam waktu 950 tahun lamanya Nabi Nuh berdakwah dengan tujuan supaya seluruh kaumnya tidak berada di jalan yang sesat.

Apabila itu terjadi maka hal itu hanya akan merugikan diri mereka sendiri karena Allah akan memberinya azab.

Ajakan dari Nabi Nuh di dalam setiap dakwahnya selalu berkaitan dengan tidak bolehnya menyembah berhala seperti dulu, dan harus menyembah Allah kembali.

Dengan mengajak seluruh kaumnya untuk kembali menyembah Allah, Nabi Nuh juga berharap agar semua kaumnya kembali pada jalan yang terang dan benar. 

Baca Juga : Kisah Nabi Musa dari Lahir Sampai Beliau Wafat Lengkap

4. Ajaran dan Ajakan Nabi Nuh

Nabi Nuh juga selalu mengajarkan kepada seluruh umatnya untuk saling menolong dan saling menyayangi. 

Ia juga berjuang dengan sangat keras supaya sifat-sifat sombong yang biasanya ada di diri manusia, dengan kedudukannya yang tinggi saat itu supaya bisa menghilangkan segala sifat buruk dan menggantinya dengan kasih sayang.

Tapi perjuangan yang ia lakukan dengan sikap tabah dan sabar yang sudah dilakukan oleh Nabi Nuh, untuk menyadarkan semua kaumnya untuk kembali pada jalan yang benar masih tidak berhasil.

Kebanyakan kaumnya masih tidak percaya dengan ajakan dari Nabi Nuh tersebut untuk selalu beriman pada Allah dan menyembah Allah.

Hanya ada sebagian manusia saja yang saat itu untuk menerima ajakan dari Nabi Nuh, itupun jumlahnya tidak sampai 100 orang.

5. Nabi Nuh Membuat Kapal

Ilustrasi kapal Nabi Nuh yan digunakan untuk menyelamatkan umatnya

Kisah Nabi Nuh As lengkap selanjutnya adalah tentang Nabi Nuh yang membuat kapal. 

Setelah Nabi Nuh berjuang untuk menyadarkan seluruh kaumnya untuk mengajak mereka agar tidak menyembah berhala dalam waktu ratusan tahun atau hampir 1000 tahun lamanya, Allah pun memerintahkan Nabi Nuh lagi untuk membuat kapal.

Kapal ini ukurannya sangat besar dan bisa menampung banyak orang dan juga hewan-hewan.

Allah juga memerintahkan Nabi Nuh untuk membuat kapal dengan mengumpulkan semua bahan yang diperlukan dalam pembuatan kapal.

Orang-orang yang membuat kapalnya memilih tempat yang jauh dari ramainya masyarakat dan jauh dari daerah perkotaan. 

Mereka bersemangat sekali dalam membuat kapal tersebut, sehingga proses pembuatannya dilakukan siang dan malam untuk menyelesaikan kapal berukuran besar yang sudah diberi perintah oleh Allah.

Alasan Nabi Nuh untuk membuat kapal jauh dari wilayah perkotaan dan keramaian, adalah supaya tidak banyak orang yang tahu dan Nabi Nuh bersama dengan orang yang hanya menerima ajakannya untuk membuat kapal sehingga prosesnya dilakukan dengan tenang.

Tapi walaupun Nabi Nuh sudah berusaha menjauh dari keramaian dan berharap tidak ada gangguan, tetap saja ada yang terlihat oleh orang yang tak mau menerima ajakannya.

Mereka pun mengejek sekaligus menghina pembuatan kapal besar tersebut.

“Bagi kalian yang mengejek dan menghina kapal ini, akan tiba waktunya kalian diberi azab oleh Allah atas amal perbuatan yang dilakukan.”

6. Banjir Bandang

Walaupun Nabi Nuh dihina dan diejek oleh kaumnya tetapi pembuatan kapal besar tetap dilakukan.

Para pengikutnya pun tetap semangat dalam menyelesaikan pembuatan kapal tersebut karena hal itu adalah perintah dari Allah SWT.

Kisah Nabi Nuh As lengkap menurut Islam yang berikutnya adalah tentang banjir bandang.

Ketika orang-orang menghina dan juga mengejek Nabi Nuh, saat itu nabi sudah memberi tahu mereka bahwa akan ada banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.

Banjir bandang ini bahkan sangat besar dan akan menenggelamkan semua manusia yang ada di sana.

Tapi kaum kafir tetap tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Nabi Nuh, anak Nabi Nuh pun tak percaya dengan hal itu dan ia lebih memilih menjadi kaum kafir saja.

Anaknya menerima bisikan dari syaitan dan juga hasutan yang berasal dari kaum kafir yang lainnya.

Kapal pun akhirnya selesai dibuat oleh Nabi Nuh dan semua pengikutnya. Setelah itu nabi menerima wahyu kembali dari Allah.

Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk bersiap dan menunggu tanda-tanda perintah dari Allah.

Jika sudah muncul tanda-tanda perintah itu maka Nabi Nuh harus segera mengangkut semua kaumnya dengan kapal.

Bawa juga dua pasang manusia atau hewan dari bumi kemudian berlayarlah dengan kapal tersebut atas izinNya.

7. Kapal Nabi Nuh

Setelah wahyu itu diterima oleh Nabi Nuh maka nabi pun menunggu hari di mana banjir bandang tersebut akan tiba, dengan hujan yang turun sangat lebat maka hal itu menjadi tanda-tanda banjir bandang akan terjadi.

Sebelum banjir bandang ini terjadi nabi pun mengajak seluruh pengikutnya untuk langsung naik ke kapal.

Sampai tiba waktunya hujan pun turun dengan derasnya, kemudian air menggenang wilayah daratannya terlebih dulu.

Secara perlahan air yang menggenangi area dataran rendah naik dan meninggi, lalu menuju ke dataran yang lebih tinggi.

Sampai akhirnya air bah pun menggenangi semua bagian daratan dan hanya orang mukminlah yang berada di kapal Nabi Nuh.

Ditambah lagi dengan pasangan makhluk hidup yang ada di bumi yang juga berhasil diselamatkan dari air bah, yang saat itu sudah membuat seluruh dataran tenggelam.

Kapal Nabi Nuh pun mulai berlayar kembali dan berhasil melewati air bah tersebut dengan baik.

Ketika sedang berlayar, terlihat orang-orang kafir yang dulu tidak mau mengikuti ajakan nabi untuk menyelamatkan diri mereka supaya tidak terbawa oleh air bah yang lebih jauh lagi dari area tersebut.

Saat Nabi Nuh sedang berlayar di bagian tengah air bah, nabi pun melihat anaknya yang juga ikut menolaknya. 

Baca Juga : Rangkuman Kisah Nabi Muhammad dari Lahir Hingga Wafat

8. Banjir Bandang Surut 

Kan’an nama anaknya itu, terlihat oleh nabi timbul dan tenggelam di tengah air bah karena ia menerima azab dari Allah dari perbuatan yang dilakukannya. 

Banjir bandang pun menenggelamkan kaum-kaum yang zalim pada Allah termasuk anak nabi yang juga meninggal karena belum beriman dan tidak mengenal Allah.

Nabi Nuh pun turut bersedih akan hal itu.

Tiba-tiba banjir bandang pun surut yang awalnya memiliki air yang banyak tiba-tiba surut dengan cepatnya, karena diserap langsung oleh bumi.

Sesudah air bah itu surut kapal pun ikut berhenti di Bukit Judie.

Lalu orang mukmin dan pasangan makhluk hidup lain di dalam kapal itu turun dari sana, dan mereka benar-benar selamat dari air bah. 

9. Hikmah Banjir Bandang dan Kapal Nabi Nuh

Salah satu hikmah kisah Nabi Nuh bisa dilihat dari hikmah terjadinya banjir bandang dan juga pembuatan kapal Nabi Nuh.

Ilmuwan pun ikut meneliti banjir besar yang terjadi untuk pertama kalinya di bumi kala itu.

Dari kisah tersebut maka kita sebagai umatnya juga harus belajar bahwa musibah itu terjadi bukan hanya karena alam sedang murka. 

Tapi karena adanya kehendak Allah dan mengingatkan manusia yang sering kali lupa karena merusak bumi, dan sering bertindak dengan semena-mena.

Kita juha harus belajar mengenai istilah sedia payung sebelum hujan memang sangat benar.

Pada saat BMKG memberikan prediksi mengenai cuaca yang akan hujan atau tentang arah angin, maka bersiaplah untuk meminimalisir dampak dari hujan atau banjir yang bisa jadi semakin parah.

Kemudian ketika hujan itu terjadi berdoalah kepada Allah SWT agar hujan yang turun ini membawa manfaat untuk kita semua.

Hal ini juga akan menjadi pengingat untuk segala macam musibah yang terjadi di bumi, dan masih menjadi ancaman.

10. Kisah Kan’an Anak Nabi Nuh yang Durhaka

Mari kita bahas juga kisah Nabi Nuh asli yang lainnya, yaitu mengenai anaknya yang durhaka dan terbawa air bah yang bernama Kan’an.

Awalnya ia hanya berpura-pura beriman kepada Allah di depan ayahnya dan menyembunyikan kebenciannya pada Allah.

Kan’an adalah putra Nabi Nuh yang paling tua, tiga yang lainnya yaitu Yafith, Ham, dan juga Sam.

Setelah air bah memenuhi wilayah tempat tinggal mereka, terlihatlah dengan jelas bahwa ternyata Kan’an durhaka pada orang tuanya dan menolak ajakannya.

Allah memperlihatkan bagaimana kemunafikan Kan’an dan tidak memasukkan ke beberapa golongan orang yang selamat.

Ia juga terus berupaya untuk berenang menuju puncak gunung yang saat itu wilayahnya belum terkena air.

Nabi Nuh tetap mengajak Kan’an untuk ikut ke kapalnya saat itu karena kasih sayangnya sebagai seorang ayah.

Tapi Kan’an tetap tidak mau mengikuti ajakannya dan ia ingin berenang saja hingga ke puncak gunung.

Setelah itu di sela-sela pembicaraan antara ayah dengan anak itu, munculah gelombang yang sangat besar yang menghalangi mereka.

Seketika Kan’an pun menghilang dari pandangan Nabi Nuh, nabi tetap berusaha mencarinya tetapi ombah sudah semakin tinggi.

Nabi Nuh pun sangat sedih ia juga sangat menyesali kematian anaknya yang terjadi dengan sangat tragis.

Ia juga menyesal mengapa anak tertuanya itu tidak mau menerima ajakannya.

Nabi Nuh sempat bertanya-tanya, mengapa Allah tidak menyelamatkan Kan’an anaknya karena ia merasa tak pernah mengingkari/melanggar perintah Allah.

Tapi Nabi Nuh saat itu memang belum sadar bahwa Kan’an sebenarnya belum beriman kepada Allah, dan masih menjadi kafir.

Allah pun menjelaskan kembali pada Nabi Nuh bahwa, Kan’an bukan menjadi salah satu keluarga Nabi Nuh yang dijanjikan oleh Allah untuk diselamatkan.

Nabi pun sadar akan kesalahannya bahwa Kan’an memang belum beriman, ia pun memohon ampun pada Allah mengenai kekhilafannya.

Nilai Kehidupan dari Akhir Kisah Nabi Nuh

Amanat dari kisah Nabi Nuh yang sudah dijelaskan dengan lengkap di atas, ada beberapa nilai yang dapat menjadi pedoman hidup.

Inilah beberapa nilai kehidupan yang berasal dari bukti kisah Nabi Nuh yang sesungguhnya:

1. Kesabaran dan Ketabahan Nabi Nuh

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa Nabi Nuh sudah melakukan dakwah selama hampir 1000 tahun lamanya yaitu 950 tahun.

Hal itulah yang menunjukkan ketabahan dan kesabarannya dalam menyebarkan agama dari Allah.

Dari kesabaran dan ketabahannya maka ia diberi gelar oleh Allah yaitu Nabi Ulul Azmi.

Sifat kesabaran serta ketabahannya dalam menyebarkan kebaikan meskipun sering diejek sangat baik untuk kita miliki juga.

Adanya sikap sabar dan tabah ini juga akan membuat seseorang menjadi lebih kuat dalam menghadapi ujian atau cobaan dalam hidup.

2. Sikap yang Bijaksana

Dari ceramah kisah Nabi Nuh juga muncul sikap yang bijaksana pada Nabi Nuh yang selalu memiliki banyak pertimbangan penuh.

Ia juga selalu meminta petunjuk dari Allah sebelum membuat suatu keputusan supaya keputusan yang diambil tepat.

Keputusan itu juga sudah berada di jalan yang benar dan di jalan Allah.

Sama halnya dengan diri manusia, saat mengambil keputusan mohonlah pada Allah untuk diberi petunjuk dan keputusan yang diambil bisa membuat tenang.

3. Membela Orang yang Lemah, Miskin, dan Tertindas

Nabi Nuh juga selalu memberi bantuan pada orang-orang yang lemah, miskin, dan juga tertindas selama hidupnya.

Amalan kebaikan inilah yang juga dibutuhkan oleh manusia, yang akan membantu terhindar dari hal yang bisa menindasnya.

Maka kehidupan yang dijalankan pun akan menjadi semakin bahagia. Membantu orang yang lemah juga akan menambah pahala bagi manusia. 

4. Selalu Bersyukur

Nabi Nuh pun senantiasa selalu bersyukur kepada Allah SWT walaupun saat itu, kondisi dirinya sedang dihina dan diejek juga oleh kaum kafir. 

Dari cerita kisah Nabi Nuh lengkap di atas, yaitu ia dan pengikutnya yang membuat dan ikut ke kapal besar juga menjadi rasa syukur pada Allah.

Sehingga mereka terhindar dari air bah yang pada saat itu akhirnya membuat kaum kafir dan orang-orang zalim binasa.

Dalam kisah tersebut juga terdapat nilai kehidupan yang dapat diambil, maka tanamkanlah nilai kehidupan supaya hidup menjadi tenang.

Baca Juga Kisah Nabi Musa dari Lahir Sampai Beliau Wafat Lengkap

Mukjizat Nabi Nuh

Mukjizat yang diberikan oleh Allah untuk Nabi Nuh sangat luar biasa.

Banyak juga beberapa bagian mukjizat tersebut yang diceritakan kembali di Al Quran dan Hadist, yang diantaranya yaitu sebagai berikut:

1. Nabi Nuh Memiliki Umur yang Sangat Panjang

Salah satu keutamaan yang dimiliki oleh cerita Nabi Nuh yang dalam hal ini disebut dengan mukjizat adalah, usia yang sangat panjang.

Usia Nabi Nuh saat itu mencapai 950 tahun dan selama itu pula ia berdakwah untuk kaumnya.

Hal itu membuktikan bahwa umurnya memang sangat panjang dan jumlahnya bisa puluhan kali lipat dibandingkan dengan usia rata-rata manusia di zaman sekarang. 

Kaum Nabi Muhammad SAW pun rata-rata hidup hingga usia 60 tahun, bahkan Nabi Muhammad sendiri.

Jika ada umatnya yang hidup lebih dari usia 60 tahun di masa itu tentulah sangat jarang, dan hal itu adalah pemberian dari Allah SWT.

Dari hasil penelitian dijelaskan juga bahwa usia dan juga ukuran tubuh dari manusia semakin lama akan terus mengalami kekurangan. 

Hal ini berhubungan dengan teori bottleneck yang intinya, menjelaskan bahwa ada pengaruh dari usia, genetik, dan ukuran tubuh yang memang terus berkurang.

2. Mampu Membuat Bahtera Kapal yang Kokoh dan Besar

Salah satu mukjizat lainnya yang juga terkenal dari Nabi Nuh dan menjadi bagian dari kisah Nabi Nuh dan mukjizatnya adalah, nabi yang diberi karunia oleh Allah dengan kemampuannya membangun bahtera kapal yang kokoh dan sangat besar.

Allah memberinya keutamaan dengan kemampuan membangun bahtera tersebut, yang pada akhirnya menyelamatkan nabi dengan semua kaumnya pada saat Allah menurunkan azab pada orang kafir dan zalim.

Pada sebuah naskah kuno disebutkan juga bahwa ukuran dari kapal ini mencapai panjang 300 hasta, lebar 30 hasta dan tinggi 50 hasta.

Apabila dikonversikan ke ukuran meter menjadi panjang 137,1 m lalu lebarnya 13,7 m dan tingginya 22,86 m.

Tentu ukuran bahter tersebut sangatlah besar dan menunjukkan bahwa itu menjadi mukjizat yang diberikan Allah SWT untuk Nabi Nuh.

Apalagi dalam membangunnya diperlukan kayu serta peralatan dalam jumlah banyak, dan Nabi Nuh bisa membangunnya sendiri.

Hal itu juga menunjukkan bahwa mukjizat yang diberikan oleh Allah padanya sangat besar dan luar biasa. 

Nabi mampu membangun bahtera karena menerima wahyu dari Allah, sehingga walaupun saat itu sedang di musim kemarau yang kering tetapi ia yakin bahwa wahyu dari Allah itu benar adanya.

3. Selamat Dari Azab dan Menjadi Nenek Moyang Umat Manusia

Mukjizat membangun sebuah kapal yang sangat besar dan kokoh itu pun akhirnya benar-benar selesai.

Allah pun menurunkan wahyuNya kembali pada nabi untuk memasukkan seluruh umat dan beragam jenis makhluk hidup yang berpasang-pasangan.

Jumlah umat Nabi Nuh kala itu mencapai 80 orang. Nabi Nuh adalah orang yang sangat sederhana sekaligus tidak terpandang di masa itu.

Sehingga banyak kaum kafir yang menjauhi beliau dan tak mau bergabung dengannya. 

Bahkan ia dianggap sebagai orang yang hina sekaligus juga rendah. Mengapa Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk mengajak makhluk yang berpasang-pasangan?

Jawabannya karena Allah akan menurunkan azab pada orang kafir yang hina dan sesat di bumi.

Azab yang pada saat itu diturunkan oleh Allah memang sangat luar biasa, karena kemunculan banjir bandang yang luar biasa besar.

Sedangkan pada saat itu sedang musim kemarau tapi dalam waktu singkat bumi menjadi seperti tersapu dan tertutup air bah.

Allah juga menurunkan hujan yang sangat besar dengan sumber air yang tiba-tiba memancar dari segala arah, yang akhirnya membinasakan semua makhluk di bumi.

Permukaan bumi seperti ditutup air dan yang tersisa hanya Nabi Nuh dengan seluruh kaumnya.

Dari sejumlah penelitian yang ada, dan dijelaskan dari rujukan kitab Allah bahwa kapal besar nabi akhirnya berhenti di atas Pegunungan Ararat yang lokasinya berada di Turki.

Beragam mukjizat yang diberikan Allah pada Nabi Nuh menjadi tanda-tanda kenabiannya dan kekuasaan Allah.

Kekuasaan Allah atas semua yang Ia ciptakan di muka bumi ini.

Sebagai seorang manusia yang bertakwa dan juga beriman pada Allah SWT harus percaya pada kisah ini, dan menjadikan beberapa kisahnya sebagai hikmah yang baik untuk kita semua.

Salah satu sikap dan amalan perbuatan baik dari kisah Nabi Nuh yang juga harus diamalkan adalah, melakukan sedekah.

Bersedekahlah di Yayasan Yatim Mandiri yang sudah terpercaya dan amanah dalam menyalurkan sedekah ke orang yang berhak menerimanya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll to Top