Berikut Manfaat Berkurban yang Didapat Bagi Orang Muslim

Ada beberapa manfaat berkurban pada saat momen Idul Adha tiba. Sebagaimana dalam sebuah riwayat disebutkan, bahwa ibadah kurban memilik banyak manfaatnya salah satunya dapat menghapus dosa.


Istilah kurban sendiri berasal dari bahasa Arab yakni Udhiyah yang memiliki arti hewan ternak yang disembelih pada hari Idul Adha dan hari Tasyrik dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan ucapan syukur atas segala nikmat.

Perintah ibadah kurban ini dijelaskan dalam surat Al-Kautsar ayat 2, “Maka, laksanakanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!”

Rasulullah menerangkan terkait manfaat berkurban ini dalam sabdanya, Barangsiapa yang memiliki kelapangan (rizki) dan tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ibnu Majah. Syaikh Albani mengatakan bahwa hadits ini termasuk hasan).

Baca juga:   Muslim Wajib Tahu! Keutamaan Kurban dan Hikmahnya

Hikmah Syariat Kurban

Ibadah yang satu ini mempunyai hikmah dan makna yang dapat diambil oleh seorang Muslim. Menurut buku Fiqih Madrasah Tsanawiyah Kelas IX oleh Amir Abyan dan Zainal Muttaqin berikut sejumlah hikmah kurban yang dapat dipetik:

Memperingati peristiwa bersejarah tentang kepatuhan Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS kepada perintah Allah SWT atas mimpi seorang ayah untuk menyembelih putra tercinta.

Menjaga keharmonisan dan keeratan hubungan seorang bapak yakni Nabi Ibrahim AS dan seorang anak seperti Nabi Ismail AS, terutama dalam menghadapi problematika kehidupan.

Merawat jalinan cinta dan keakraban antara kalangan yang atas dan berkecukupan dengan orang yang kurang mampu secara ekonomi.

Memberikan kebahagiaan kecil kepada fakir dan miskin dengan menyalurkan daging kurban kepada mereka di momen Idul Adha.

Lalu apa saja manfaat berkurban?

1.   Upaya dekatkan diri kepada Allah


Ibadah kurban adalah salah satu upaya yang dijalankan oleh orang Muslim untuk dekatkan dirinya kepada Allah SWT. Hal ini dimaksudkan agar seorang hamba menaati atas segala perintah dan menjauhi larangan agar selamat di dunia dan akhirat, serta mendapat keberkahan dalam hidupnya.

 

2.   Bentuk syukur atas karunia-Nya


Sebagaimana dijelaskan dalam kitab fikih karya Wahbah az-Zuhaili, ibadah qurban sendiri wajib hukumnya bagi orang kaya untuk melaksanakannya setiap kali momen Idul Adha. Pendapat tersebut muncul menurut jumhur ulama bermazhab Hanafi.

Ibadah Kurban ini bukan dalam rangka nadzar atau sengaja dibeli untuk disembelih saat Idul Adha, melainkan dilakukan sebagai bentuk syukur atas karunia yang diberikan Allah SWT dan meneladani kisah ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

 

3.   Sarana penghapus dosa

Manfaat berkurban selanjutnya ialah sebagai amalan penghapus dosa dan menghilangkan kesalahan. Kurban ini juga nantinya menjadi kendaraan bagi orang yang Muslim ketika melewati jembatan shiirotol mustaqim di akhirat kelak.

Hadits mengenai kurban sebagai sarana penghapus dosa dan menggugurkan kesalahan diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan Al-Bazzar, 

“Hai Fatimah, berdirilah di sisi kurbanmu dan saksikanlah ia, sesungguhnya tetesan darahnya yang pertama itu adalah pengampunan bagimu atas dosa-dosamu yang telah lalu.”

 

4.   Termasuk amalan yang paling dicintai Allah


Banyak amalan yang dapat dilakukan untuk menggapai cinta Allah SWT, salah satunya ialah dengan berkurban. Sebagaimana dalam sebuah hadits, 

Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi.)

Jumhur ulama telah sepakat ibadah kurban di Idul Adha adalah sunnah bagi setiap umat Islam yang mampu melaksanakannya. Ibadah sunnah ini dalam hadits shahih riwayat Imam Ahmad dan Imam al-Hakim yang berbunyi.

“Tiga perkara yang bagiku hukumnya fardhu tapi bagi kalian hukumnya tathawwu’ (sunnah), yaitu sholat witir, menyembelih udhiyah (hewan kurban), dan sholat dhuha.”

Dengan banyaknya manfaat berkurban tersebut semakin membuat kita untuk termotivasi melakukan amalan sunnah ini dengan menyembelih hewan kurban di Hari Raya Idul Adha.

Itulah manfaat berkurban yang bisa kita amalkan dan mengambil hikmahnya dalam menjalani kehidupan ini. Terlebih jika kita mempunyai niat untuk menunaikan ibadah kurban pada tahun ini.

Untuk itu, Yatim Mandiri memfasilitasi ibadah kurban Sahabat dengan menyediakan kambing, domba ataupun sapi yang berkualitas dan terjangkau harganya.

Berkurban di Yatim Mandiri juga akan menyehatkan karena daging yang diproduksi di sana berada di bawah pengawasan BPOM dan oleh perusahaan yang berpengalaman.

Ibadah kurban di Yatim Mandiri juga akan memberdayakan para peternak lokal dan membantu lebih banyak lagi masyarakat yang membutuhkan.

Info lebih lanjut kunjungi: https://qurban.yatimmandiri.org/

 

 

Santoso
Lewat aksara menggapai cita dan membantu sesama.