Sunnah & 11 Keutamaan Hari Jumat dalam Agama Islam

Perlu dipahami bahwa ada beberapa keutamaan hari Jumat. Muslim wajib mengetahuinya & melakukan berbagai ibadah di hari tersebut!

Di dalam agama Islam, hari Jumat menjadi hari istimewa karena termasuk sebagai rajanya hari. Oleh sebab itulah, ada banyak keutamaan hari Jumat dalam kepercayaan umat muslim.

Berbagai peristiwa penting terjadi pada hari tersebut, mulai dari diciptakannya Nabi Adam hingga terjadinya kiamat.

Apakah hari Jumat adalah hari terbaik? Sesuai sabda Nabi Muhammad SAW, hari Jumat adalah hari terbaik dari semua hari yang ada.

Meskipun demikian, tidak ada hari terburuk dalam Islam karena pada dasarnya semua hari adalah waktu yang baik untuk melakukan ibadah dan amalan.

Keutamaan Hari Jumat dalam Islam

Keutamaan Hari Jumat dalam Islam

Hari Jumat menjadi hari yang paling istimewa di antaranya hati-hati lainnya, tak heran jika umat muslim khususnya pria diwajibkan untuk melaksanakan salat Jumat.

Tak hanya pria, wanita juga disarankan melakukan beberapa sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Berikut ini beberapa keutamaan hari Jumat dalam ajaran agama Islam berdasarkan hadis dan Al Quran: 

1. Disyariatkannya Shalat Jumat

Keutamaan hari Jumat yang pertama, yaitu disyariatkannya shalat Jumat atau yang dikenal masyarakat dengan sebutan Jumatan. Allah SWT telah memerintahkan ke semua umat muslim untuk berkumpul dan mengerjakan ibadah kepada-Nya di hari Jumat.

Ayat keutamaan hari Jumat yang telah firman oleh Allah SWT tertulis dalam Surat Al Jumuah ayat 9:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (9) فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الأرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (10)}

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

Di dalam ayat tersebut dijelaskan, bahwa umat Islam harus menunaikan ibadah salat Jumat dan meninggalkan aktivitasnya sejenak untuk beribadah kepada Allah SWT. Perintah ini lebih ditujukan bagi para pria agar meluangkan waktu untuk shalat Jumat di tengah kesibukannya.

2. Terjadinya Hari Kiamat

Keutamaan hari Jumat juga ditandai dengan terjadinya kiamat di hari tersebut, berdasarkan penjelasan dari Nabi Muhammad SAW hari akhir umat manusia akan terjadi pada hari Jumat. Di dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

“Pada hari itu (Jumat) Kiamat akan terjadi dan tak ada binatang melata satu pun kecuali mereka menunggu pada hari Jumat sejak subuh sampai terbit matahari karena takut akan datangnya hari Kiamat kecuali jin dan manusia”. (HR. Abu Daud).

3. Diciptakannya Semua Makhluk di Dunia

Hari Jumat memang sangat istimewa karena pada hari tersebut semua makhluk di dunia diciptakan secara sempurna. Sesungguhnya hari Jumat adalah hari ke-6 dari tahun yang Allah SWT menciptakan padanya langit dan bumi.

4. Nabi Adam Diciptakan

Keutamaan hari Jumat berikutnya, yaitu Allah menciptakan manusia untuk pertama kalinya yaitu Adam AS. Diciptakannya Nabi Adam AS di hari jumlah telah dijelaskan di dalam ayat Al Quran. Berikut Surat Al Baqarah ayat 30 yang menyatakan hal tersebut secara jelas:

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (QS. Al-Baqarah: 30)

5. Nabi Adam Dikeluarkan dari Surga dan Diturunkan ke Bumi

Nabi Adam AS dan istrinya Siti Hawa dikeluarkan dari surga karena memakan buah khuldi dan melanggar perintah Allah SWT. Mereka berdua lalu diturunkan ke bumi sebagai hukumannya dan peristiwa tersebut terjadi pada hari Jumat.

Turunnya Nabi Adam AS dan Siti Hawa telah dijelaskan dalam Al Quran, tepatnya di dalam Surat Al-Baqarah ayat 36:

“Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”.

6. Hari yang Mustajab untuk Berdoa

Keutamaan hari Jumat selanjutnya, yaitu menjadi hari yang paling mustajab untuk memanjatkan doa. Orang-orang mukmin yang memanjatkan doa di hari Jumat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah SWT, maka doanya tersebut akan dikabulkan.

Berdoa memang bisa dilakukan kapan saja dan di hari apa saja namun ada beberapa waktu yang mustajab untuk melakukannya. Hari Jumat merupakan waktu yang paling mustajab untuk berdoa dan meminta sebuah kebaikan dari Allah SWT.

Kemustajaban hari Jumat telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW yang tertera dalam hadis berikut ini:

“Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membicarakan mengenai hari Jumat lalu ia bersabda, Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta” Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut.” (HR. Bukhari no. 935 dan Muslim no. 852, dari sahabat Abu Hurairah).

7. Dikumpulkannya Kedua Orang Tua

Keistimewaan hari Jumat berikutnya adalah dikumpulkannya kedua orang tua oleh Allah SWT. Hal tersebut telah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW yang telah diriwayatkan dalam hadis berikut ini:

قَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ، حَدَّثَنَا عَبِيدة بْنُ حُمَيد، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ أَبِي مَعْشَرٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَلْقَمَةَ، عَنْ قَرْثَع الضَّبِّيِّ، حَدَّثَنَا سَلْمَانُ قَالَ: قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “يَا سَلْمَانُ، مَا يَوْمُ الْجُمُعَةِ؟ “. قُلْتُ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “يَوْمٌ جُمع فِيهِ أَبَوَاكَ -أَوْ أَبُوكُمْ”

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Arafah, telah menceritakan kepada kami Ubaidah ibnu Humaid, dari Mansur, dari Abu Ma’syar, dari Ibrahim, dari Alqamah, dari Qursa’ Ad-Dabbi, telah menceritakan kepada kami Salman, bahwa Abul Qasim Saw. pernah bersabda, “Hai Salman, apakah hari Jumat itu?” Salman menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Maka Rasulullah Saw. bersabda: Hari Jumat itu adalah hari yang padanya Allah menghimpunkan kedua orang tuamu, atau orang tuamu.

8. Mendapat Pahala Berlipat Ganda

Keutamaan hari Jumat lainnya, yaitu pahala yang dilipatgandakan oleh Allah SWT karena mengerjakan ibadah (sunnah maupun wajib) dan amal kebajikan. 

Orang-orang mukmin yang melakukan kegiatan ibadah dan kegiatan sosial di hari Jumat, akan memperoleh pahala yang lebih besar dibandingkan hari-hari lainnya.

Pernyataan tersebut telah diperkuat oleh hadis yang diriwayatkan oleh Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm, yang berbunyi:

بَلَغَنَا عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى أَنَّ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَإِنِّي أُبَلَّغُ وَأَسْمَعُ قَالَ وَيُضَعَّفُ فِيهِ الصَّدَقَةُ

Artinya : Telah sampai kepadaku dari Abdillah bin Abi Aufa bahwa Rasulullah bersabda, ‘Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku di hari Jumat sesungguhnya shalawat itu tersampaikan dan aku dengar’. Nabi bersabda, ‘Dan di hari Jumat pahala bersedekah dilipatgandakan’. (Imam al-Syafi’i, al-Umm, juz 1, hal. 239). 

9. Orang yang Wafat di Hari Jumat Dilindungi dari Fitnah Kubur

Orang-orang yang meninggal pada hari Jumat akan dilindungi oleh Allah SWT dari fitnah kubur. Jadi mereka akan dipermudah ketika berada di alam kubur, hal ini telah disampaikan oleh Rasulullah SAW dan diriwayatkan dalam sebuah hadis berikut ini:

Dari Abdullah bin Amru RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang muslim meninggal di hari Jumat, kecuali Allah lindungi dari fitnah kubur. (HR Tirmizi 1074)

Syeikh Nashiruddin Al-Albani merupakan salah satu ulama yang menshahihkan hadis tersebut, sebagaimana yang tertera di dalam kitab Ahkamul-Janaiz pada halaman 49 hingga 50. 

Keterangan di dalam hadis tersebut tidak menyebutkan seseorang yang mati di hari Jumat akan dibebaskan dari azab kubur.

Tapi melainkan Allah SWT akan melindungi orang tersebut dari fitnah kubur. Menurut Al Manawi orang tersebut tidak akan ditanya malaikat saat di dalam kubur, sementara menurut Imam Al Zayadi orang yang meninggal pada hari Jumat tetap ditanya malaikat.

Namun, akan diberikan kemudahan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada dirinya.

10. Waktu Terbaik untuk Akad Nikah

Keutamaan hari Jumat selanjutnya, yaitu menjadi waktu yang terbaik untuk melangsungkan akad nikah. Tidak hanya akad nikah, hari Jumat juga menjadi waktu terbaik untuk pria yang ingin melangsungkan khitbah atau lamaran.

Beberapa jumhur ulama seperti madzhab hanafiyah, malikiyah, syafi’iyah dan hanabilah, lebih menganjurkan untuk melangsungkan akad nikah pada hari Jumat. 

Beberapa ulama salaf juga menganjurkan hal tersebut yang di antaranya adalah Samurah Ibnu Habib, Rasyid bin Said, dan Habib bin Utbah.

11. Menjadi Hari Raya Umat Muslim

Hari raya umat Islam tidak hanya datang, pada saat Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha tapi juga datang setiap pekan yakni di hari Jumat. Karena itulah, umat Islam dianjurkan mandi besar di hari Jumat, dilarang bepergian saat mendekati shalat Jumat, dan dilarang berpuasa di hari tersebut.

Berdasarkan pendapat para ulama, hari Jumat merupakan hari yang dimuliakan oleh Allah SWT. Karena itu sebagai umat muslim sudah seharusnya menghormati dan memuliakan hari tersebut.

Sunnah Hari Jumat Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

Sunnah Hari Jumat Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

Di hari yang istimewa tersebut, sebagian besar umat muslim berbondong-bondong melaksanakan sunnah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Ada banyak sekali sunnah yang dianjurkan dilakukan di hari terbaik ini, salah satunya memperbanyak shalawat Nabi dan bersedekah.

Seperti yang telah dijelaskan dalam penjelasan keutamaan hari Jumat di atas, pahala ibadah dan amalan yang dilakukan akan dilipat gandakan oleh Allah SWT. Oleh sebab itu, umat muslim dianjurkan untuk melakukan kegiatan ibadah dan kegiatan sosial semaksimal mungkin.

Berikut ini beberapa sunnah hari Jumat yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW:

1. Memperbanyak Bacaan Shalawat

Membaca shalawat Nabi merupakan sunnah yang bisa dilakukan kapan saja dan di hari apa saja. Namun, pahalanya akan lebih besar jika dibaca pada hari Jumat, khususnya pada Kamis malam Jumat.

Tak paham berlipat ganda yang akan didapatkan, melainkan juga posisi yang berdekatan dengan Nabi Muhammad SAW saat di akhir nanti. Semua umat muslim pasti ingin mendapatkan tempat yang dekat dengan RasulullahNya.

Dengan memperbanyak bacaan shalawat Nabi kita bisa memperoleh kelak di akhirat. Berikut ini hadis yang menjelaskan pernyataan tersebut, Rasulullah SAW bersabda:

Perbanyaklah selawat kepadaku pada setiap hari Jumat. Karena selawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jumat. Barang siapa yang banyak berselawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti,” (HR Al-Baihaqi).

2. Memanjatkan Doa 

Setiap orang pasti memiliki hajat dan keinginan, untuk mewujudkannya kita harus berdoa kepada Allah SWT. Amalan hari Jumat agar doa terkabul, yaitu dengan memperbanyak zikir dan doa.

Zikir bertujuan untuk mengingat Allah SWT, dengan kita mengingat-Nya Allah SWT juga akan mengingat kita. Berikut ayat di dalam Al Quran yang menyerukan agar umat muslim mengingat Allah SWT:

“Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian diseru untuk salat pada hari Jumat, maka bersegeralah mengingat Allah…,” (Al Jumu’ah: 9).

Seperti yang telah dijelaskan dalam keutamaan hari Jumat di atas, Jumat adalah hari yang mustajab untuk memanjatkan doa. Jadi bila ingin hajat dan keinginan segera dikabulkan oleh Allah SWT, sebaiknya perbanyak doa di hari tersebut.

Berikut hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari yang menjelaskan pernyataan tersebut:

“Pada hari itu ada saat yang tidaklah seorang hamba muslim bertepatan dengannya dalam keadaan dia berdiri salat yang ia meminta sesuatu kepada Allah SWT melainkan akan dikabulkan oleh-Nya,” (HR Bukhari).

Baca Juga : Amalan Malam Jumat untuk Pria dan Wanita Terlengkap

3. Membaca Al Quran

Al Quran adalah kita suci umat muslim yang dijadikan sebagai pedoman dan pembimbing dalam menjalankan berbagai urusan. Membaca Al Quran akan membuat kita memahami lebih banyak hal tentang syariat Islam.

Di hari Jumat umat muslim tidak hanya dianjurkan berselawat, berzikir, dan berdoa. Tapi juga disarankan membaca Al Quran, sunnah hari Jumat satu ini bisa dikejar oleh para wanita, sama seperti sunnah-sunnah sebelumnya.

Membaca Al Quran di hari Jumat tidak hanya memperbanyak pahala, tapi juga akan meningkat pemahaman dan ketakwaan kita terhadap Allah SWT. Berikut hadis yang menjelaskan tentang pahala yang dilipat gandakan, hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ja’far Shadiq:

“Malam dan hari Jumat itu memiliki hak, maka jangan menyia-nyiakan kemuliaannya, jangan mengurangi ibadah, dekatkan diri kepada Allah dengan amal-amal saleh dan tinggalkan semua yang haram. Karena di dalamnya Allah telah melipatgandakan kebaikan, menghapus kejelekan dan mengangkat derajat. Hari Jumat sama dengan malamnya. Jika kamu mampu, hidupkan malam dan siangnya dengan doa dan salat. Karena di dalamnya Allah mengutus para Malaikat ke langit dunia untuk melipatgandakan kebaikan dan menghapus keburukan, sesungguhnya Allah Maha Luas ampunan-Nya dan Maha Mulia.”

4. Mandi Besar

Amalan hari Jumat menurut hadits Nabi Muhammad SAW, yaitu membersihkan diri, berupa mandi besar. Baik pria maupun wanita yang sudah memasuki usia baligh dianjurkan melakukan mandi besar di hari Jumat.

Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan umatnya agar bersiwak untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dan gusi. Di zaman modern seperti sekarang, kita bisa menggunakan sikat gigi dan pasta gigi dengan kandungan siwak untuk melakukan sunnah tersebut.

Selain mandi besar dan bersiwak, sunnah yang diajukan dilakukan di hari Jumat adalah memotong kuku. Berikut hadis yang menjelaskan tentang anjuran membersihkan gigi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:

 “Hendaklah juga ia menyikat gigi dengan siwak,” (HR Bukhari dan Muslim).

5. Menyegerakan Sholat Dhuhur

Untuk para wanita yang tidak diwajibkan melaksanakan salat Jumat, bisa mendapatkan pahala ibadah wajib dengan mengerjakan shalat dhuhur sesegera mungkin. 

Melaksanakan salat di awal waktu lebih disukai Allah SWT karena hal tersebut menandakan bahwa dia sangat mementingkan Tuhan dan ibadahnya.

Pahala besar akan diberikan kepada orang-orang yang mengerjakan salat di awal waktu, yang mana hal tersebut dijelaskan di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW pernah bersabda:

“…Seandainya orang-orang mengetahui pahala azan dan barisan (shaf) pertama, lalu mereka tidak akan memperolehnya kecuali dengan ikut undian, niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengetahui pahala menyegerakan shalat pada awal waktu, nisaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya…”

6. Memakai Minyak Wangi dan Pakaian Bagus

Rasulullah SAW mengajarkan umatNya agar memakai pakaian bagus saat menjalankan salat Jumat. Selain dianjurkan memakai pakaian bagus, Nabi Muhammad SAW juga menyarankan para pria menggunakan minyak wangi sebelum pergi berangkat salat Jumat.

Hal tersebut telah Beliau sampai di dalam sebuah hadis berikut ini:

“Wajib bagi kalian membeli 2 buah pakaian untuk salat Jumat, kecuali pakaian untuk bekerja,” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah, dinilai shahih oleh Al Albani).

Sementara untuk hadis yang menganjurkan pria menggunakan minyak wangi sebelum pergi shalat Jumat, telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dalam hadis berikut:

“Barang siapa yang mandi pada hari Jumat dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu salat sesuai dengan kemampuan dirinya. Dan ketika imam memulai khotbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

7. Membaca Surat Al Kahfi

Bagi para wanita yang ingin melakukan sunnah hari Jumat bisa membaca Surat Al Kahfi. Membaca Surat Al Kahfi di hari Jumat bisa dilakukan mulai hari Kamis setelah matahari terbenam hingga hari Jumat sebelum matahari terbenam.

Orang-orang yang membaca Surat Al Kahfi di hari Jumat akan diberikan pancaran cahaya oleh Allah SWT. Berikut ini hadis yang menjelaskan tentang hal tersebut:

“Barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan dipancarkan cahaya untuknya antara dua Jumat,” (HR Al-Hakim dan Al-Baihaqi, dishahihkan Al-Albani).

8. Duduk dengan Posisi Sopan Saat Mendengar Khotbah

Bagi para pria yang menjalankan salat Jumat dilarang duduk dengan posisi memeluk lutut. Karena Nabi Muhammad SAW melarang hal tersebut, selain terlihat kurang sopan. Posisi duduk memeluk lutut juga akan kurang nyaman. 

Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi dari Sahl bin Mu’adz bin Anas tentang perilaku yang tidak dianjurkan dilakukan saat salat Jumat. Salah satunya larangannya berisi anjuran agar tidak duduk dengan posisi memeluk lutut.

Rasulullah SAW melarang duduk dengan memeluk lutut atau yang disebut Al Habwah, ketika jamaah sedang mendengarkan khatib membacakan berkhotbah. Lebih baiknya duduk dengan sopan untuk menghargai diri sendiri dan orang lain saat salat Jumat.

9. Melaksanakan Salat Sunnah

Sunnah hari Jumat berikutnya lebih ditujukan untuk pria, sebelum melaksanakan salat Jumat sebaiknya melakukan shalat sunnah sebelum khatib naik ke mimbar. Untuk melaksanakan sunnah ini, sebaiknya datang lebih awal ke masjid agar bisa melakukan shalat sunnah dengan tenang.

Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, tertulis bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Barang siapa yang mandi kemudian datang untuk salat Jumat, lalu ia salat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian salat bersama imam, maka akan diampuni dosanya mulai Jumat tersebut sampai Jumat berikutnya ditambah tiga hari,” (HR Muslim).

Di dalam hadis di atas, para pria tidak hanya dianjurkan melaksanakan shalat sunnah, tapi juga melarang jamaah berbicara ketika khatib berkhotbah. Tindakan tersebut memang terlihat tidak sopan dan dapat mengganggu jamaah lain yang sedang mendengarkan khotbah.

10. Berangkat ke Masjid Lebih Awal

Keutamaan hari Jumat memang begitu istimewa sehingga umat muslim yang melaksanakan salat Jumat dihimbau agar tidak datang terlambat. Para pria yang akan menunaikan salat Jumat sebaiknya menyegerakan datang ke masjid.

Dengan begitu, kita akan mendapat posisi saf terdepan dan dapat mengerjakan shalat sunnah, sebelum khatib naik ke mimbar tanpa perlu tergesa-gesa. Orang-orang yang menyegerakan berangkat salat Jumat akan memperoleh pahala yang lebih besar dibandingkan dengan datang lebih akhir.

Berikut hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik yang membahas tentang anjuran untuk segera berangkat salat Jumat:

Dia berkata: “Kami berpagi-pagi menuju salat Jumat dan tidur siang setelah salat Jumat,” (HR Bukhari).

11. Bersikap Tenang Ketika Khatib Berkhotbah

Setiap salat Jumat khatib akan memberikan khotbah kepada jamaah untuk memperluas pengetahuan mereka tentang syariat Islam. Dalam ajaran Islam, para jamaah harus menghormati khatib dan orang-orang yang menyampaikan ilmu kebajikan.

Oleh karena itu, selama khatib melangsungkan khotbah sebaiknya jangan melakukan hal apa pun, bersikap tenang dan mendengarkan secara saksama merupakan hal yang diwajibkan. Perintah tersebut telah tertulis di dalam Surat Al Araf ayat 204:

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

“Dan apabila dibacakan khotbah, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raf: 204).

Nabi Muhammad SAW juga memberikan peringatan tegas supaya semua jamaah salat Jumat diam saat mendengarkan saat khotbah. Peringatan tersebut telah dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, Al Bazzar, dan At Tabrani, Rasulullah SAW bersabda:

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من تكلم يوم الجمعة والإمام يخطب فهو كمثل الحمار يحمل أسفارا والذي يقول له أنصت ليس له جمعة . رواه أحمد والبزار والطبراني

“Barang siapa berbicara pada hari Jumat, sedangkan imam sedang berkhotbah, maka dia bagaikan Keledai yang sedang membawa kitab (orang yang bodoh). Sedangkan orang yang menyuruh diam kepada orang yang berbicara, ia tidak mendapatkan keutamaan Jumat seutuhnya”. (HR. Ahmad, Al Bazzar, dan At Tabrani).

12. Melaksanakan Salat Sunnah di Rumah

Keutamaan hari Jumat membuat hari tersebut menjadi waktu yang istimewa untuk melaksanakan berbagai amalan dan sunnah. Setelah selesai menunaikan ibadah salat Jumat, sebaiknya setelah sampai di rumah jangan langsung beraktivitas.

Laksanakan shalat sunnah dua rakaat atau empat rakaat untuk memperoleh pahala sebanyak-banyaknya. Anjuran melaksanakan salat sunnah setelah salat Jumat tersebut, telah disampaikan Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dalam sebuah hadis berikut ini:

“Apabila kalian telah selesai mengerjakan salat Jumat, maka salatlah 4 rakaat.”

“Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka salatlah 2 rakaat di masjid dan 2 rakaat apabila engkau pulang,” (HR Muslim, Tirmidzi).

13. Mengikuti Kegiatan Sosial

Amalan hari Jumat tidak hanya seputar kegiatan yang berhubungan dengan ibadah. Tapi juga berkaitan dengan kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi sesama.

Pada beberapa riwayat, saat hari Jumat Rasulullah SAW tidak hanya melakukan kegiatan yang berkaitan dengan ibadah saja. Beliau juga melakukan kegiatan sosial yang bersifat positif.

Sesuai melaksanakan salat Jumat, salat sunnah, berzikir, berdoa, dan ibadah lainnya. Nabi Muhammad SAW biasanya akan mengunjungi saudaranya dan menjenguk orang yang sedang sakit.

Tidak hanya itu saja, Beliau juga sering menghadiri acara pemakaman jenazah dan menghadiri acara akad nikah. Kegiatan sosial yang dilakukan Nabi Muhammad SAW tersebut memang terlihat sepele namun perlu dicontoh.

14. Menyisihkan Sebagian Rezeki untuk Bersedekah

Keutamaan hari Jumat yang paling berarti untuk bekal di akhirat, yaitu diberikannya pahala berlipat ganda bagi orang-orang yang melakukan kebajikan di hari tersebut. Menyisihkan sebagian rezeki untuk bersedekah merupakan salah satu sunnah yang sangat dianjurkan.

Ingat sedekah Jumat adalah salah satu kunci pembuka rezeki dari Allah SWT, sehingga memberikan sebagian rezeki tidak akan membuat kita menjadi kekurangan. Justru dengan rajin bersedekah seseorang akan mendapat limpahan rezeki yang terus mengalir tanpa henti.

Pahala bersedekah akan lebih besar jika membagikannya ke orang-orang yang membutuhkan, seperti kaum duafa, fakir miskin, dan anak yatim piatu. Bersedekah di hari Jumat akan mendatangkan pahala yang lebih besar dibandingkan hari-hari lainnya.

Dengan bersedekah melalui Yayasan Yatim Mandiri, maka dapat menyempurnakan ibadah sunnah di hari setiap hari Jumat. Junjung tinggi keutamaan hari Jumat dengan bersedekah dan melaksanakan sunnah Rasulullah SAW bersama Yayasan Yatim Mandiri. 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll to Top
kurban pop up