Zakat Fitrah: Pengertian, Tujuan, Niat dan Cara Membayarnya

Zakat fitrah adalah zakat yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan dan sifatnya wajib bagi semua umat Muslim. Cek syarat untuk raih keutamaannya!


Salah satu rukun Islam, yaitu zakat. Zakat di dalam Islam yang paling dikenal ada dua, yaitu zakat fitrah dan zakat mal.

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dibayarkan oleh umat Muslim, termasuk anak-anak tanpa ada batasan nishab. Tentu saja hal ini berbeda dengan zakat mal yang ada nishabnya.

Zakat fitrah sendiri biasanya dibayarkan pada bulan suci Ramadhan sebelum masuk bulan Syawal. Sebelum membayarnya, umat Muslim harus tahu niat dan tata caranya. 

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apa itu zakat fitrah, niat, dan tata cara bayarnya, simak penjelasan dalam artikel berikut ini!

Apa Itu Zakat Fitrah?

Sebelum berlanjut ke pembahasan niat dan cara membayar fitrah, pahami dulu konsep definisinya. Zakat fitrah adalah zakat yang harus dibayarkan oleh semua Muslim.

Jika dilihat dari arti bahasanya, fitrah berasal dari kata fitr yang artinya suci. Maka dari itu, zakat fitrah dilakukan sebagai bentuk i’tikad seorang muslim dalam mensucikan diri dari dosa-dosanya. 

Zakat fitrah dibayarkan setiap tahun mulai awal hingga akhir bulan Ramadhan sebelum terbitnya fajar bulan Syawal. 

Adapun bentuk zakat fitrah adalah makanan pokok, seperti beras atau gandum tergantung setiap negaranya. 

Di Indonesia sendiri, makanan pokoknya adalah beras, sehingga zakat fitrah yang dibayarkan berupa beras dengan takaran yang berlaku. 

Tujuan Zakat Fitrah

Selain makna dari zakat fitrah, perlu diketahui juga tujuan diwajibkannya zakat fitrah bagi umat Islam. Tentu saja dalam membuat aturan, Allah SWT memiliki maksud dan tujuan tertentu. Adapun beberapa tujuan zakat fitrah adalah: 

1. Mensucikan Diri

Pertama, zakat fitrah ditujukan untuk mensucikan diri dari setiap perbuatan dosa atau perbuatan sia-sia yang sudah dilakukan selama ini, khususnya selama bulan Ramadan.

Itulah mengapa, zakat fitrah dibayarkan pada akhir bulan Ramadan agar setiap dosa yang dilakukan bisa dihapus dan diampuni oleh Allah SWT.. 

2. Menjalankan Rukun Islam

Selanjutnya, tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah memenuhi salah satu rukun Islam yang keempat, yaitu zakat. 

Memang ada banyak jenis zakat dalam Islam. Namun, salah satu zakat yang paling diwajibkan adalah zakat fitrah.

Dengan membayar zakat fitrah, seorang Muslim bisa dikatakan menjadi Muslim kaffah karena telah memenuhi bagian dari rukun Islam dan rukun Iman. 

3. Membantu Mencukupkan Kebutuhan Para Penerima

Tujuan diharuskannya zakat fitrah tidak semata-mata untuk kepentingan diri sendiri, tapi juga kepentingan orang lain. 

Islam mengajarkan penganutnya untuk peduli dan sayang terhadap sesama. Nilai inilah yang diajarkan melalui zakat fitrah.

Islam mengatur ada beberapa golongan orang yang berhak menerima zakat fitrah di antaranya, yaitu orang miskin, fakir, ibnu sabil, gharim, dan lain-lain.

Pembayaran zakat fitrah menggunakan bahan baku pokok seperti beras. Maka sudah dipastikan bahwa, penyaluran zakat fitrah ini akan sangat membantu pemenuhan kebutuhan pokok orang-orang yang masuk golongan penerima zakat.

Selain beras, zakat fitrah juga bisa dirupakan dalam bentuk uang setara dengan 2,5 kg beras. Harapannya, uang tersebut bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok para peneirma.

4. Menjaga Harta

Zakat fitrah adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga harta, baik dalam konteks dunia maupun akhirat kelak. 

Dengan mengeluarkan zakat, Allah SWT akan menjaga harta dari segala.keburukan yang bisa terjadi. Selain menjaganya, Allah SWT juga memberikan jaminan untuk menambah rezeki para umat Muslim yang membayar zakat. 

Namun perlu dicatat, zakat tidak boleh diniatkan hanya untuk mendapatkan balasan rezeki yang lebih banyak dari Allah SWT. Zakat tetap harus diniatkan semata untuk meraih ridho-Nya. 

Niat Zakat Fitrah

Niat sama halnya dengan i’tikad yang letak sejatinya ada dalam hati. Meski begitu, ada niat zakat fitrah yang harus diucapkan sebagai bentuk penegasan bahwa, zakat tersebut benar-benar dikeluarkan untuk memenuhi kewajiban dan meraih ridho-Nya.

Adapun lafal niat zakat fitrah ini ada bermacam-macam, ada yang khusus untuk diri sendiri dan anggota keluarga. Selengkapnya, berikut niat zakat fitrah

1. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Taala.”

2. Lafal Niat Zakat Fitrah untuk Jatah Istri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Allah Taala.”

3. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-Laki

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku ……..(sebutkan nama), fardhu  karena Allah Taala.”

4. Niat Zakat Fitrah Anak Perempuan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku ……..(sebutkan nama), fardhu  karena Allah Taala.”

Lafal niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga sekaligus:

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.”

Cara Membayar Zakat Fitrah

Sama halnya dengan zakat lain, pembayaran zakat fitrah juga harus sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ada tata cara yang sebaiknya dilakukan guna memenuhi proses pembayaran fitrah yang sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Berikut ini urutan tata cara membayar zakat fitrah: 

1. Bayarkan di Waktu Pelaksanaan

Sebagaimana pengertian hingga aturan zakat fitrah yang sudah dijelaskan sebelumnya, zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan pada bulan Ramadan. 

Jadi, jika zakat ini dikeluarkan sebelum atau sesudah bulan Ramadan tentu akan menyalahi aturan. Dan bisa jadi, zakat tersebut jadi tidak sah. 

Untuk itu, zakat fitrah harus dibayarkan hanya dalam kurun waktu pelaksanaan sesuai aturan yang sah. 

Waktu pelaksanaan zakat fitrah yang benar adalah tepat di awal hingga akhir bulan Ramadan sebelum terbitnya fajar bulan Syawal. 

2. Hitung Besaran Zakat

Semua jenis zakat yang harus dikeluarkan oleh kaum muslimin sudah diatur takarannya. Hal ini juga berlaku untuk zakat fitrah yang takarannya adalah 2,5 kg beras. Takaran ini berlaku untuk masing-masing jiwa yang harus membayar zakat fitrah. 

Jika zakat fitrah yang ingin dikeluarkan dalam bentuk uang, maka uang yang harus dibayarkan harus sesuai dengan harga dari bahan pokok dengan kadar tersebut. 

3. Baca Niat

Selanjutnya, bacalah niat yang tepat, entah itu niat untuk diri sendiri atau anggota keluarga. Bacaan atau lafal niatnya bisa dilihat pada pembahasan sebelumnya. 

4. Serahkan Zakat Fitrah 

Terakhir, serahkan zakat fitrah kepada panitia yang mengelola zakat fitrah. Penyerahan zakat fitrah bisa juga melalui lembaga amil zakat seperti di Yatim Mandiri yang sudah terpercaya dalam pengelolaan zakat.

Demikian penjelasan mengenai zakat fitrah. Dari ulasan di atas, diketahui bahwa zakat fitrah adalah suatu kewajiban yang harus dibayarkan oleh setiap Muslim. 

Mengingat sifatnya yang wajib, zakat fitrah boleh dibayarkan atas nama jiwa yang diwakili. Namun perlu diingat, bayarkan zakat fitrah ke orang yang tepat.

Jika Sahabat ragu dan masih belum paham mengenai siapa saja golongan orang yang menerima zakat, Sahabat bisa menunaikan zakat fitrah melalui Yatim Mandiri.

 

Santoso
Lewat aksara menggapai cita dan membantu sesama.