Apa Tujuan Mengeluarkan Zakat Fitrah? Cek Disini

Tujuan mengeluarkan zakat fitrah tidak banyak diketahui oleh umat muslim. Mayoritas hanya memahami perintah zakat saja. Berikut ini lengkapnya!


Seorang muslim yang hidup di dunia dan mampu memenuhi kebutuhan diri sendiri dan tanggungannya wajib mengeluarkan zakat fitrah. Sayangnya, banyak yang belum mengetahui apa tujuan mengeluarkan zakat fitrah.

Apakah hanya menggugurkan kewajiban saja atau ada hal yang lainnya? nah untuk menjawab pertanyaan ini, hendaknya menyimak pembahasan berikut dari awal hingga akhir agar menjadi muslim dengan ibadah yang sempurna.

Baca juga:   Waktu Pelaksanaan Zakat Fitrah dan Keutamaannya

Tujuan Mengeluarkan Zakat Fitrah Menurut Islam

Zakat fitrah merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dikerjakan baik perempuan maupun laki-laki, tua atau muda.

Waktu pelaksanaannya adalah selama Bulan Ramadhan hingga sebelum sholat Idul Fitri dilaksanakan. Setelah itu bukan dinamakan zakat fitrah.

Lalu apa tujuan mengeluarkan zakat fitrah? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak beberapa poin di bawah ini:

1.     Mencukupi Kebutuhan Orang yang Berhak

Tujuan pertama melaksanakan zakat fitrah adalah memudahkan para orang yang berhak menerimanya dalam memenuhi kebutuhan.

Dalam Al Qur’an sudah disebutkan bahwa ada 8 golongan yang berhak menerima zakat, diantaranya adalah ibnu sabil, fakir, miskin dan gharim.

Mengeluarkan zakat fitrah berarti ikut serta dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka. Mengingat yang dizakatkan dalam bentuk beras atau makanan pokok yang berlaku dalam sebuah daerah. Namun bisa juga berupa uang seharga ukuran yang ditetapkan.

Nantinya beras atau uang tersebut bisa dimanfaatkan untuk makan beberapa hari kedepan. Sesungguhnya tidak akan merugi orang yang mau mengeluarkan zakat.

2.     Mendapatkan Ketenangan Hati

Tujuan mengeluarkan zakat fitrah yang kedua adalah memberikan ketenangan hati, baik si pemberi maupun penerima.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa sifat zakat fitrah adalah wajib, sehingga ketika sudah ditunaikan maka hati menjadi tenang karena melaksanakan perintah Allah.

Tentunya ketenangan ini baru bisa didapatkan apabila diiringi dengan hati yang ikhlas. Begitupun dengan penerima, ia merasa tenang karena ada jatah untuk hidup di hari esok. Sampai sini bisa dipahami kan?

Artikel lainnya:   Hukum Membayar Zakat Fitrah dan Golongan yang Berhak Menerimanya

3.     Mendapatkan Pengampunan

Barang siapa yang mau mengeluarkan zakat fitrah ia akan mendapatkan pengampunan dari Allah SWT. Apalagi momentum Ramadhan hendaknya diperbanyak dengan beristighfar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Mengeluarkan zakat fitrah berarti sudah membagikan sebagian rezeki yang diperoleh kepada yang lebih membutuhkan. Hal ini juga sebagai ungkapan rasa syukur karena sudah diberikan nikmat oleh Allah berupa melimpahnya rezeki.

Allah akan memberikan pengampunan bagi siapa saja yang berzakat. Sebagaimana bunyi hadits yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan Nasa’i yautu amal yang memadamkan dosa seperti air yang memadamkan api.

Nabi Muhammad saja yang sudah pasti masuk surga beristighfar lebih dari 1000 kali dalam sehari. Lalu bagaimana dengan umatnya? Sudahkah melaksanakan demikian?

4.     Agar Mendapatkan Jaminan Surga

Tujuan zakat fitrah tak lain adalah agar mendapatkan jaminan surga. Hal ini sudah dijelaskan dalam Al Qur’an Surat An Nisa’ yang intinya siapa saja yang beriman kepada Allah dan Al Qur’an dengan cara menunaikan zakat dan senantiasa beriman maka Allah akan memberikan pahala yang besar.

Pahala yang besar akan memperberat amal baik ketika hari timbangan tiba. Pahala itu juga yang membawa seseorang masuk ke surga.

Sesungguhnya agama Islam memang sangat indah. Hanya dengan memberi seseorang sudah mendapatkan jaminan kehidupan bahagia yang abadi.

5.     Menyucikan Jiwa

Zakat secara bahasa artinya adalah bersih. Dalam artian, mengeluarkan zakat mampu mensucikan jiwa dan menghindarkan diri dari hal-hal yang tercela.

Apabila sudah menunaikan zakat maka akan senantiasa terdorong untuk melakukan perbuatan baik.

Selain itu juga dijauhkan dari penyakit hati. Asalkan  sekali lagi, semua dilaksanakan dengan ikhlas dan semata-mata karena Allah SWT.

Jangan sampai berzakat karena niat pamer kepada yang lain tentang harta yang dimiliki. Apalagi memberikannya disertai ejekan, sesungguhnya itu adalah perbuatan yang harus dihindari.

6.     Membentengi dan Menjaga Harta

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, beliau meminta umatnya untuk memberi harta. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan berzakat. Hadits ini shahih dan diriwayatkan oleh HR At-Thabrani.

Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga mengungkapkan bahwa tidak akan musnah harta yang dimiliki seseorang baik di darat maupun di lautan, kecuali ia tidak mengeluarkan zakat.

Allah secara terang-terangan menyebutkan dalam Al Qur’an, barangsiapa yang bersyukur dengan mengeluarkan zakat, maka akan ditambah nikmatnya.

Namun sebagai umat Islam tetap harus berhati-hati perihal niat zakat. Jangan pernah berniat hanya untuk menambah harta atau agar Allah tidak mengambil harta. Sesungguhnya semua terjadi atas kuasa-Nya.

Baca artikel:   Zakat Fitrah Anak Dibayarkan oleh Orang Tua, Ini Penjelasannya

7.     Menyembuhkan Penyakit

Perlu diketahui bahwa ternyata zakat juga bisa menyembuhkan penyakit. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwasanya sembuhkanlah orang yang sakit dengan cara bersedekah.

Bagaimana bisa? hal ini dikarenakan orang yang menerima akan mendoakan kepada yang memberi, doa inilah yang insya Allah dikabulkan oleh Allah SWT. Jadi, bagi yang terkena penyakit tertentu akan sembuh atas izin Allah.

8.     Mencegah Bencana

  • At Thabrani menjelaskan bahwa Rasul pernah bersabda, Allah tidak akan menghancurkan suatu kaum dengan kelaparan dan kekeringan, kecuali ia tidak mau mengeluarkan zakat. Begitu dahsyat kedudukan zakat ini sehingga Nabi menekankan agar segera dilaksanakan ketika Bulan Ramadhan tiba.

Hadits di atas tidak hanya sekedar omong kosong belaka. Sudah dibuktikan dengan kisah para terdahulu, yang mana dalam daerahnya tidak diturunkan hujan sampai penduduknya mau bersedekah dan berzakat.

9.     Membuktikan Penghambaan Diri Kepada Allah SWT

Zakat adalah perintah Allah dan tidak diciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Nya. Jadi sudah jelas ya, bahwa zakat adalah bukti penghambaan kepada Allah karena sudah melaksanakan perintahnya.

Siapa saja yang tidak mau melaksanakan zakat, sesungguhnya ia sudah masuk ke dalam perangkap setan yang merasa ingin menandingi Allah. Orang yang demikian akan dijauhkan dari bau surga dan didekatkan dengan api neraka.

Mulai dari sekarang, melaksanakan zakat sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan dengan syari’at. Apabila masih kesulitan dalam memberikan zakat kepada siapa yang memang berhak menerima, maka bisa melalui platform zakat online.

Mereka pasti lebih tahu siapa saja yang lebih membutuhkan dan akan menyalurkan amanat zakat dengan sebenar-benarnya.

Apalagi sekarang zaman teknologi canggih, hanya tinggal transfer ke rekening melalui smartphone, sudah dianggap selesai berzakat.

10.  Ungkapan Syukur

Tujuan mengeluarkan zakat yang terakhir adalah sebagai ungkapan syukur. Seseorang yang memberi zakat pasti melihat betapa beruntungnya kehidupan mereka dibandingkan orang lain.

Oleh karena itu, perlu adanya rasa cukup dan bersyukur karena sudah diberikan nikmat yang luar biasa.

Mengeluarkan zakat tidak akan menjadikan dirinya sombong. Justru menjadi pribadi yang lebih menerima apa yang menjadi kehendak Allah dan berusaha memanfaatkannya sebaik mungkin. Contohnya dengan membagikan sebagian harta.

Tujuan mengeluarkan zakat fitrah di atas harus dipahami dengan sebaik mungkin. Melaksanakannya juga dibutuhkan hati yang bersih semata-mata bertaqwa kepada Allah.

Barangsiapa yang menerapkan hukum demikian, maka hidupnya akan tenang baik di dunia maupun akhirat.

 

Santoso
Lewat aksara menggapai cita dan membantu sesama.