Inilah Waktu Sedekah Paling Utama yang Bisa Dipraktekkan

waktu terbaik untuk sedekah

Waktu sedekah paling utama; saat sehat, waktu subuh, di hari Jumat, saat ada bencana alam, 10 hari pertama Dzulhijjah, Ramadhan, hari Jumat, dan lain-lain.


Sedekah adalah salah satu amalan yang berpahala dan sangat dicintai oleh Allah dan Rasulullah. Tidak ada batasan untuk melakukan sedekah namun ada waktu-waktu tertentu yang dikatakan sebagai waktu paling utama untuk bersedekah.

Banyak orang yang masih belum tahu waktu sedekah paling utama. 

Jika seseorang bersedekah di waktu-waktu utama, tentu saja pahalanya juga akan lebih besar daripada waktu-waktu yang tidak utama meskipun dalam bersedekah tidak ada batasan waktu dan batasan harta. Maka bagi siapa saja yang ingin bersedekah ketahui dulu waktu yang lebih utama.

Ini Dia Pilihan Waktu Sedekah Paling Utama

Pada kenyataannya di lingkungan masyarakat masih banyak sekali yang belum tahu waktu yang paling utama untuk bersedekah. Sebagai orang muslim ada waktu-waktu yang lebih diutamakan untuk melaksanakan sedekah. Lantas kapan waktu paling utama untuk sedekah?

Simak berikut di bawah ini beberapa pilihan waktu sedekah paling utama beserta ulasan atau penjelasan yang lebih detail, di antaranya adalah:

  • Saat Sehat

Yang pertama waktu sedekah paling utama adalah saat dalam kondisi sehat. Ketika seseorang dalam kondisi sehat, ia akan mampu mengerjakan banyak hal bahkan berambisi untuk mengejar hal-hal yang sifatnya duniawi termasuk bekerja mencari nafkah.

Tak jarang orang yang tubuhnya sehat dan bersemangat atau berambisi untuk mencari nafkah dan hal-hal yang bersifat duniawi ini lantas membuatnya lalai untuk beribadah. Karena itu, waktu yang paling utama untuk mengeluarkan sedekah adalah di saat-saat seperti ini.

Ambisinya untuk mengejar duniawi akan sedikit ditekan sehingga ia bisa meluangkan waktu untuk mengerjakan Ibadah sedekah selain ibadahnya dalam mencari nafkah yang sifatnya juga duniawi.

Memang umumnya melakukan sedekah di saat kondisi sehat dan sedang berambisi untuk mengejar duniawi ini sangat sulit. Dibutuhkan keikhlasan yang penuh untuk melakukan sedekah di saat-saat seperti ini.

Maka tak heran jika pada saat kondisi sehat inilah mengeluarkan sedekah jadi lebih utama. Meskipun di saat sakit pun seseorang bisa melakukan sedekah, namun tingkat kesulitan untuk mengeluarkan sedekah dengan keikhlasan penuh adalah disaat kondisi masih sehat.

Itulah mengapa mengeluarkan sedekah di saat sehat lebih utama dibandingkan sedekah di waktu sakit.

  • Di Waktu Subuh

Waktu utama sedekah yang kedua adalah di saat subuh. Tepat di waktu subuh, Allah memerintahkan Malaikat untuk membagikan rezeki ke seluruh umat manusia. Tentu ini menjadi waktu yang sangat baik untuk menyedekahkan sebagian harta.

Allah sendiri yang akan mengganti dan melipat gandakan rezeki yang sudah dikeluarkan untuk sedekah dengan ikhlas di waktu subuh. Selain itu, ternyata sedekah di waktu subuh ini punya keutamaan dan manfaat yang berbeda dengan waktu lain.

Pasalnya, ketika sedekah subuh seseorang bisa menyebutkan hajatnya apa saja. Tidak butuh waktu lama bagi Allah untuk mengabulkan hajat yang sudah disebutkan itu dengan berpatokan pada sedekah yang secara rutin.

Seseorang bisa menyebutkan satu hajat pada setiap sedekah yang dikeluarkan setiap harinya. Sedekah subuh ini bisa dilakukan dengan menyediakan celengan khusus yang bisa dipakai untuk mengumpulkan sedekah setiap harinya.

Kemudian di waktu tertentu jika sudah terkumpul banyak, bisa bagikan kepada orang miskin atau anak yatim. Jadi tidak perlu setiap selesai subuh mencari anak yatim atau orang miskin untuk diberi sedekah setiap harinya. Cara ini akan lebih mudah dilakukan.

  • Saat Terjadi Bencana Alam

Ada banyak sekali bentuk bencana alam. Salah satunya adalah pandemi baik di suatu kawasan saja atau di seluruh dunia layaknya pandemi covid. Pada saat terjadi bencana atau pandemi, akan ada banyak sekali orang yang kehilangan berbagai materi hidupnya. 

Mulai dari rumah dan perkakasnya, uang, sandang pangan, dan lain sebagainya. Tentu dengan adanya momen kehilangan berbagai hal ini, menjadikan sedekah di saat terjadi bencana alam lebih utama dilakukan.

Dalam hal ini sedekah yang diberikan tidak harus berbentuk uang, melainkan bisa dalam bentuk kebutuhan lain yang memang sedang dibutuhkan oleh korban bencana tersebut.

  • Saat Sangat Ingin Kaya

Ada tipe orang yang ibadahnya baik dan tidak terlalu mencintai dunia. Ia bekerja hanya untuk beribadah asal bisa memenuhi kebutuhannya saja. Namun, ada juga tipe orang yang terlalu mencintai dunia sehingga ia bekerja keras untuk menjadi kaya.

Saat seseorang dalam kondisi sangat ingin kaya, biasanya ia akan menjadi pelit atau kikir karena sayang mengeluarkan hartanya untuk sedekah. Saat-saat seperti inilah seseorang yang beriman sedang diuji untuk mengalahkan nafsunya dalam mencintai dunia.

Ketika bisa atau berhasil mengalahkan nafsunya dan ikhlas mengeluarkan sedekah, maka Allah sendiri yang menjanjikan pahala besar dan balasan yang tidak terhitung. Inilah mengapa bersedekah di saat ada keinginan besar menjadi kaya, sangat diutamakan.

  • 10 Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah

Selanjutnya waktu sedekah paling utama adalah waktu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang suci dimana banyak umat muslim yang berangkat untuk beribadah haji.

Namun bagi orang yang tidak mampu berangkat haji, Allah memberikan kesempatan emas. Kesempatan tersebut tak lain adalah kesempatan dalam bentuk sedekah. Bersedekah di bulan suci Dzulhijjah tentu akan menjadikan pahala berlipat ganda.

Bahkan dikatakan bahwa pahala ibadah apapun termasuk sedekah di bulan Dzulhijjah ini melebihi pahala jihad di jalan Allah.

Ibadah sedekah bisa dilakukan mulai tanggal 1 hingga 10 Dzulhijjah jika memang ingin mengejar 10 hari awal bulan suci tersebut. Hal ini sudah dijanjikan oleh Allah dan disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam hadisnya yang berbunyi: 

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah). Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Daud, No. 2438)

  • Saat Terjadi Peristiwa Menakutkan

Peristiwa menakutkan yang dimaksud di sini adalah seperti saat terjadinya gerhana dan peperangan. Bersedekah di saat-saat menakutkan tersebut menjadi waktu yang utama. Adapun gerhana merupakan bukti tanda kekuasaan Allah.

Bayangkan saja jika gerhana ini tidak bisa kembali seperti pada normalnya, lantas dunia menjadi gelap dan menakutkan. Tentu semua umat muslim yang paham akan kondisi ini akan merasa cemas dan khawatir bercampur takut pada kekuasaan Allah ini.

Perasaan takut yang dirasakan umat manusia inilah yang menjadikan gerhana sebagai waktu sedekah paling utama karena bisa memberikan ketenangan hati bagi pemberi dan ketenangan pikiran bagi penerima.

Hal ini juga berlaku untuk kondisi peperangan yang tak jauh menakutkan. Bahkan, saat kondisi berperang pun terkadang masih ada orang yang ingin membawa lari harta bendanya. Bagi umat muslim beriman, keikhlasan sedekah dalam kondisi perang jadi keutamaan.

  • Saat Kondisi Hampir Miskin

Kondisi hampir miskin bisa terjadi pada siapa saja di dunia ini. Baik itu karena kebangkrutan, PHK, dan masih banyak lagi kondisi lainnya. Orang yang tidak beriman akan berpikir bahwa kondisi hampir miskinnya ini terjadi karena kurangnya usaha yang ia lakukan.

Ia juga akan berpikir bahwa mengeluarkan uang untuk sedekah justru akan membuatnya semakin miskin. Sebaliknya orang beriman akan berpikir hal yang berlawanan.

Orang beriman akan berpikir bahwa apapun yang terjadi dalam hidupnya, termasuk kondisi hampir miskin adalah semata-mata karena kuasa Allah. Allah berkuasa menjadikan hidup seseorang menjadi kaya atau miskin dalam sekejap.

Orang beriman juga tidak akan ragu mengeluarkan sedekah karena keyakinan bahwa Allah sendiri yang akan mengganti semua harta yang dikeluarkan untuk ibadah sedekah. Dan Allah maha kaya serta maha berkuasa membolak balikkan keadaan hidup seseorang.

  • Di Bulan Ramadhan

Selain bulan Dzulhijjah, bulan Ramadhan juga adalah bulan yang merupakan waktu sedekah paling utama. Bagaimana tidak, di bulan suci Ramadhan Allah menjanjikan semua amal ibadah pahalanya dilipat gandakan.

Sudah bukan rahasia jika semakin banyak umat muslim yang melakukan berbagai macam ibadah di bulan Ramadhan agar mendapat keutamaan pahala. Salah satu ibadah yang bisa dikerjakan adalah sedekah.

Waktu sedekah yang dikerjakan di bulan Ramadhan tidak hanya diwujudkan dengan memberi uang pada orang miskin. Sedekah ini bisa berupa memberi makanan untuk buka puasa kepada orang yang berpuasa, zakat, menyantuni anak yatim, hingga mengajari orang lain membaca Al-Quran. 

Semua bentuk ibadah yang disebutkan itu adalah wujud sedekah yang bisa dilakukan selama bulan Ramadhan. 

  • Ketika Sedang Miskin

Dalam Islam, tidak ada batasan bagi siapapun yang ingin bersedekah. Baik itu orang kaya maupun orang miskin, semuanya boleh bersedekah semampunya. Orang kaya mungkin sangat mudah bersedekah karena punya modal harta yang banyak untuk disedekahkan.

Berbeda halnya dengan orang miskin yang tidak punya banyak harta untuk disedekahkan. Namun jika orang miskin tersebut sampai bisa mengeluarkan sedekah untuk orang lain, maka hal itu dianggap sangat luar biasa.

Saat dalam kondisi miskin, orang tidak beriman mungkin berpikir bahwa memberikan hartanya yang sedikit kepada orang lain justru akan membuatnya semakin miskin dan menyengsarakan hidupnya. Memang tidak ada paksaan bagi orang miskin untuk bersedekah.

Namun saat seseorang ikhlas bersedekah, Allah tidak akan tinggal diam untuk membalas dengan rezeki yang jauh lebih baik. Orang beriman yang ditimpa kemiskinan tetap bisa bersedekah dengan keikhlasan dan niat ibadah kepada Allah.

Cara atau bentuk sedekah yang dilakukan juga tidak harus dalam bentuk uang. Orang miskin tetap bisa bersedekah melalui tenaganya, berbagi makanan yang ada, dan banyak lagi hal-hal yang bisa bernilai sedekah.

Waktu sedekah paling utama dalam kondisi miskin ini berfokus pada ujian yang dialami saat miskin tersebut. Jika dalam ujian kemiskinannya itu ia tetap berhasil ikhlas memberi kepada sesama, maka Allah sendiri yang menjamin kebaikan dalam hidupnya.

  • Sedekah Hari Jumat

Waktu sedekah paling utama yang terakhir adalah saat hari Jumat. Hari Jumat sendiri dikenal sebagai hari yang spesial bagi umat Islam. Pasalnya hari Jumat adalah hari terjadinya berbagai peristiwa penting dan bersejarah dalam Islam. 

Mulai dari diciptakannya Nabi Adam, dikeluarkannya Nabi Adam dari surga, hari dimana kiamat tiba, dan masih banyak lagi kejadian dan peristiwa atas kuasa Allah yang terjadi di hari Jumat. Dengan bersedekah di hari Jumat, artinya sedang bersedekah di hari spesial umat Islam.

Keutamaan Bersedekah

Meskipun sudah tahu waktu sedekah paling utama, namun kerap kali masih banyak yang kurang paham dengan keutamaan sedekah itu sendiri. Alhasil ibadah sedekah yang dilakukan pun kurang maksimal karena ketidak tahuannya tersebut. Lantas apa keutamaan sedekah itu? Ini dia beberapa keutamaannya:

  • Memanjangkan Usia dan Dijauhkan dari Kematian Buruk

Terlepas dari waktu sedekah paling utama, ternyata sedekah itu sendiri membawa keutamaan berupa memanjangkan umur. Dalam hal ini bukan umur yang berkaitan dengan lamanya hidup seseorang, melainkan amalan kebaikan yang dilakukan oleh orang tersebut.

Amalan kebaikannya akan dikenang lebih lama dibandingkan lamanya ia hidup di dunia ini. Selain itu, dengan bersedekah secara ikhlas, seseorang akan dilindungi Allah dari kondisi kematian yang buruk. Kematian yang buruk dikenal dengan su’ul khotimah.

  • Penghapus Dosa

Semua orang di dunia ini pasti punya dosa, apalagi manusia memang tempatnya salah dan dosa. Orang yang bersedekah akan mendapatkan pahala. Dari pahala tersebut Allah akan menutupi atau menghapus dosa yang pernah dilakukannya.

Bahkan perumpamaan pahala sedekah atas dosa adalah seperti air yang memadamkan api. Pahala-pahala hasil sedekah tersebut akan menghapuskan dosa-dosa selama ini.

Memang dengan memohon ampunan kepada Allah saja, tentu dosa akan diampuni oleh-Nya karena Allah adalah dzat yang maha pengampun. Namun hanya dengan meminta ampun saja tanpa berbuat kebaikan maka tidak akan mendapatkan pahala tambahan lain, hanya ampunan.

  • Mendapatkan Naungan di Hari Kiamat

Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang dapat menjamin seseorang akan mendapatkan naungan di hari akhir atau hari kiamat, kecuali Allah SWT. Pada hari kiamat nanti semua umat manusia akan dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk menunggu giliran pengadilan amal.

Selama itu pula matahari berada di atas kepala dengan jarak yang sangat dekat. Tidak bisa dibayangkan betapa panas dan menderitanya manusia di kala itu. Namun tidaklah bagi orang yang suka bersedekah.

Rasulullah SAW sendiri pernah memberitahukan bahwa untuk mendapatkan perlindungan atau naungan di Padang Mahsyar, maka seseorang harus pandai mengamalkan satu amalan yang mudah dilakukan di dunia. Amalan tersebut tak lain adalah sedekah.

  • Membuka Pintu Rezeki

Jika dalam memberi hanya memakai ilmu perhitungan manusia, maka harta tentu akan berkurang. Namun, hal ini tidak berlaku untuk ilmu hitungan Allah. Dalam hitungan Allah, seseorang yang bersedekah akan ditambah rezekinya.

Semakin sering dan semakin ikhlas sedekah yang dikeluarkan, niscaya Allah juga akan semakin banyak menggantinya dengan rezeki baik berupa uang atau rezeki dalam bentuk lain.

  • Memberikan Keberkahan dalam Rezeki

Ada golongan orang-orang yang kaya raya dan semua kebutuhannya tercukupi, namun hidupnya terasa hampa dan melelahkan. Tanda-tanda tersebut termasuk tanda tidak berkahnya rezeki yang diperoleh.

Sebaliknya ada golongan orang yang hidupnya biasa-biasa saja bahkan gaya hidupnya pun pas-pas an, namun ternyata ia bisa memenuhi semua kebutuhannya dan bisa menjalani hidupnya dengan damai. Golongan seperti inilah yang disebut dengan keberkahan dalam rezeki.

Dalam hal ini bisa andalkan Yayasan Yatim Mandiri yang siap menerima sedekah meski dari jarak jauh. Yayasan Yatim Mandiri sendiri sudah menyediakan fasilitas untuk transfer secara online bagi yang lokasinya jauh. Hal ini akan memudahkan siapa saja yang ingin bersedekah di layanan terpercaya.

Dengan berbagai penjelasan dan pilihan waktu sedekah paling utama di atas, bisa memilih waktu kapan saja ingin melakukan sedekah. Penyaluran sedekah pun saat ini semakin banyak, salah satunya melalui Yayasan Yatim Mandiri. 

Abdul Roqib
Berpengalaman dalam bidang SEO melingkupi SEO Content Writer, Link Building, dan Technical SEO.