Yatim Mandiri Sidoarjo Gelar OMATIQ 2026 di Pendopo Delta Wibawa, Dorong Anak Yatim Dhuafa Berprestasi
- account_circle Ika Faztin Cahyanti
- calendar_month 18 menit yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sidoarjo, YM News – Yatim Mandiri Sidoarjo menggelar Olimpiade Matematika dan Al-Qur’an (OMATIQ) 2026 pada Minggu (25/10/2026). Mengusung tema “Building Future Innovator”, kegiatan ini berlangsung di Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, melalui sinergi bersama Relawan Kemandirian dan Dema STAINIM. Sebanyak 54 siswa yatim dan dhuafa binaan Yatim Mandiri dari jenjang kelas 3–6 SD/MI mengikuti kompetisi ini sebagai upaya mengembangkan potensi, meningkatkan kemampuan belajar, dan menumbuhkan semangat berprestasi sejak dini.
Pelaksanaan OMATIQ 2026 turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Ridho Prasetyo, S.STP., M.A.P., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan OMATIQ sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung kemajuan pendidikan. “Saya sangat mendukung program OMATIQ Yatim Mandiri ini. Olimpiade Matematika dan Al-Qur’an merupakan salah satu upaya yang sejalan dengan pengembangan pendidikan di Indonesia dan turut berkontribusi membantu program pemerintah, terutama di bidang pendidikan,” ungkapnya.

Suasana pembukaan OMATIQ Sidoharjo.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri Farid Yusron, S.Ag., M.M., selaku Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Penzawa) Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi wujud dukungan terhadap kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan akses pendidikan yang lebih luas bagi anak yatim dan dhuafa. Sinergi antara lembaga sosial, relawan, perguruan tinggi, dan pemerintah diharapkan dapat memperkuat upaya mencetak generasi yang berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Sebagai agenda rutin Laznas Yatim Mandiri, OMATIQ menjadi sarana evaluasi hasil pembelajaran anak-anak di Sanggar Genius dan Sanggar Al-Qur’an. Dalam kompetisi ini, setiap peserta berkesempatan menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan mengerjakan soal yang telah disiapkan panitia. Melalui kategori Matematika, anak-anak dilatih mengembangkan logika, ketelitian, dan kemampuan memecahkan masalah. Sementara itu, kategori Al-Qur’an menjadi ruang untuk memperkuat pembelajaran agama, meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Potret juara OMATIQ Sidoharjo.
Lebih dari sekadar perlombaan, OMATIQ 2026 menjadi pengalaman pembelajaran yang mendorong anak-anak untuk lebih percaya diri, berani mencoba, dan terus mengembangkan potensi diri. “Kami berharap OMATIQ dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak binaan untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan meraih cita-cita. Melalui dukungan pendidikan yang berkelanjutan, mereka diharapkan tumbuh menjadi generasi mandiri, berakhlak mulia, dan berprestasi.” Semangat ini sejalan dengan komitmen Yatim Mandiri dalam menghadirkan program pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter anak yatim dan dhuafa.
Yatim Mandiri Sidoarjo menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur, Relawan Kemandirian, dan pihak sponsorship yang telah mendukung terselenggaranya OMATIQ 2026. Dukungan dan kepedulian tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan kesempatan belajar yang bermakna bagi anak-anak binaan. Semoga setiap kebaikan yang dititipkan menjadi amal jariyah dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah Ta’ala. Bersama Sahabat Kebaikan, Yatim Mandiri akan terus berikhtiar menebar kebermanfaatan melalui pendidikan demi mewujudkan masa depan anak yatim dan dhuafa yang lebih cerah.
Foto dan narasi: Ari Zuhudiansyah
- Penulis: Ika Faztin Cahyanti

Saat ini belum ada komentar