Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pintu Rezeki » Mie Ayam RR Jakarta Barat, Tetap Sedekah Walau Berdagang Sederhana

Mie Ayam RR Jakarta Barat, Tetap Sedekah Walau Berdagang Sederhana

  • account_circle Yatim Mandiri
  • calendar_month Senin, 28 Nov 2022
  • visibility 246
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap jam 10 pagi, Susianti Hayuningtyas datang ke daerah Kebon Jeruk. Diantarkan sang suami, perempuan yang akrab disapa Susu ini siap menyajikan mie ayam untuk warga perumahan maupun perkantoran di sekitar Kebon Jeruk. Mie Ayam RR, tertulis di spanduk hijau sederhana menutup rombong mie ayam. 

Sejak 2001, tepatnya sejak lulus SMA, Susi mulai memberanikan diri untuk berdagang. Sejak belia, dirinya memang sudah mencintai dunia wirausaha. Mulai dari makanan ringan hingga minuman dingin pernah ia coba. Susi yang juga hobi kuliner ini pun lantas belajar membuat mie ayam pada pamannya yang sudah lebih dulu berdagang. “Saya belajar dari paman. Mulai dari membuat bumbu, hingga mengolah ayam agar enak,” kenangnya.

Akhirnya, Susi pun mulai berdagang di dalam gang-gang pemukiman Jakarta. Dirinya sering berpindah-pindah tempat. Namun, karena menikah, dirinya sempat vakum dan ikut kerja pada orang. “Tapi naluri berdagang memang kuat. Saya memutuskan untuk dagang mie ayam lagi,” ujar perempuan berusia 37 tahun ini.

Susi pun  mulai merintis lagi usahanya. Dengan bekal pengalaman dan resep yang ia punya, dirinya mulai berdagang di sekitar Kebon Jeruk. “Karena dulu rumah saya masih di daerah Bintaro, jadi sangat jauh untuk kesini. Sekitar satu jam perjalanan,” kenang Susi. Perjuangannya tak hanya sampai situ. Susi masih sering berpindah-pindah lokasi karena banyaknya pembangunan. 

“Dulu didepan salah satu ruko, tapi disuruh pindah karena pembangunan. Lalu pindah lagi di depan rumah orang. Dan Alhamdulillah sekarang dapat tempat yang enak didepan kantor ekspedisi ini,” papar ibu dua orang anak ini. Disini, Susi mendapat banyak pelanggan, mulai dari pekerja kantoran hingga warga perumahan yang sedang mencari makan siang.

Tiap hari, Susi mulai kegiatan berdagang sejak pukul 07.00 WIB. “Saya sangat santai dalam berdagang ini. Ke pasar nggak harus subuh. Lalu mulai masak baru jam 07.30 WIB. Dan sampai ke lokasi jam 10.00 WIB. Nanti tutup saat maghrib,” jelasnya. Semuanya ia siapkan dan kerjakan sendiri dan dibantu sang suami untuk menyiapkan gerobak serta masak air.

Dalam sehari, Susi bisa menghabiskan sekitar 5 kg mie dan 3 kg ayam. “Semuanya saya buat fresh di hari yang sama sehingga tidak pakai bahan sisa di hari sebelumnya,” tambahnya. Dengan harga Rp 12.000,- saja pelanggan sudah bisa menikmati semangkuk mie ayam dan Rp 13.000,- jika ditambah dengan siomay. Rasanya pun berkualitas restoran meski lokasi di pinggiran. Sekitar 50 mangkok mie ayam laris dalam sehari.

Setelah lebih dari 15 tahun berdagang mulai dari harga mie ayam Rp 5000,-, Susi pun merasakan berbagai suka dukanya. Mulai dari merasa lelah karena harus mengerjakan semuanya sendiri, sampai libur yang hanya sebulan dua kali. “Tapi tentu semua saya jalani dengan senang hati karena ini hobi saya. Semoga nantinya saya bisa punya kios agar pelanggan lebih nyaman,” ujarnya penuh harap.

Meski disibukkan dengan usahanya ini, Susi tak mau melupakan kewajibannya untuk berzakat. Dirinya mulai mengenal Yatim Mandiri sekitar 2 tahun lalu. “Saat itu ada salah satu karyawan Yatim Mandiri makan disini. Lalu bercerita tentang Yatim Mandiri dan mengajak saya berdonasi,” kenang Susi.

Sejak saat itu, Susi menjadi donatur rutin Yatim Mandiri. Dirinya merasa sangat mudah untuk membantu anak yatim dan dhuafa karena selalu diingatkan serta bisa jemput donasi. “Senang sekali saya kalau ada yang kesini jemput donasi. Bisa silaturahim juga,” ucapnya. 

Bagi Susi, berdagang sederhana tak menghalanginya untuk selalu berbagi dengan yang membutuhkan. “Meski sedikit, yang penting rutin dan ikhlas. Karena saya yakin sedekah dan zakat tidak mengurangi rezeki kita,” paparnya. Susi pun merasakan banyak manfaat setelah menjadi donatur. “Alhamdulillah urusan berdagang jadi dimudahkan oleh Allah, serta rasanya ada kepuasan batin tersendiri,” tutupnya.

 

  • Penulis: Yatim Mandiri

Tinggalkan Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantuan Kesehatan untuk Pejuang Kanker dan Stroke di Gresik

    Bantuan Kesehatan untuk Pejuang Kanker dan Stroke di Gresik

    • 0Komentar

    Gresik, YM News – Yatim Mandiri Gresik kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat yang tengah berjuang melawan penyakit berat melalui program bantuan sosial di bidang kesehatan, pada Rabu lalu (23/10/2024).  Bantuan kesehatan kali ini diberikan kepada pasangan suami istri, Ibu Lilik dan Bapak Hadi, yang saat ini sedang menghadapi cobaan penyakit kanker dan stroke. Bapak Hadi […]

  • Program Layanan Sehat Mandiri Yatim Mandiri Bojonegoro Hadirkan Cek Kesehatan Gratis di Masjid At-Taqwa Randublatung

    Program Layanan Sehat Mandiri Yatim Mandiri Bojonegoro Hadirkan Cek Kesehatan Gratis di Masjid At-Taqwa Randublatung

    • 0Komentar

    Bojonegoro, YM News – Yatim Mandiri Bojonegoro menghadirkan kegiatan cek kesehatan gratis melalui Program Layanan Sehat Mandiri sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan akses layanan kesehatan dasar bagi masyarakat, khususnya jamaah Masjid At-Taqwa Randublatung dan warga sekitar yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan preventif. Program layanan kesehatan ini dilaksanakan pada […]

  • Meriah! Olimpiade Matematika dan Al-Quran 2024 di Pekalongan

    Meriah! Olimpiade Matematika dan Al-Quran 2024 di Pekalongan

    • 0Komentar

    Pekalongan, YM News – Dalam rangka memberikan wadah bagi anak-anak yatim dan dhuafa untuk mengekspresikan kemampuan mereka, Yatim Mandiri Pekalongan menggelar Olimpiade Matematika dan Al-Quran (OMATIQ) 2024, pada Ahad lalu (10/11/2024).  Acara OMATIQ 2024 ini berlangsung di Perpustakaan Daerah Kota Pekalongan dan diikuti oleh 85 peserta binaan dari berbagai sanggar binaan Yatim Mandiri di berbagai […]

  • Bantuan Pendidikan untuk Ananda Najib dan Achmad

    Bantuan Pendidikan untuk Ananda Najib dan Achmad

    • 0Komentar

    Pekalongan, YM News – Yatim Mandiri Pekalongan telah menyalurkan bantuan pendidikan untuk M. Najib Bilkhair dan Achmad Mochlisin. Penyaluran ini dilaksanakan di sekolah mereka masing-masing. M. Najib Bilkhair sekolah di Mts. Ribatul Muta’allimin Pekalongan, dan Achmad Mochlisin sekolah di MAN 1 Kota Pekalongan. Najib dan Achmad panggilan akrabnya, adalah seorang kakak beradik yatim. Semenjak sang […]

  • Yatim Mandiri Nganjuk Salurkan Amanah Donatur untuk Anak Pejuang Kanker, Yatim Piatu, dan Pendidikan, Hadirkan Harapan di Tengah Ujian

    Yatim Mandiri Nganjuk Salurkan Amanah Donatur untuk Anak Pejuang Kanker, Yatim Piatu, dan Pendidikan, Hadirkan Harapan di Tengah Ujian

    • 0Komentar

    Nganjuk, YM News – Yatim Mandiri Nganjuk kembali menunaikan amanah para donatur melalui penyaluran bantuan sosial kepada anak-anak yatim dan dhuafa yang tengah menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Pada Rabu, (15/7/2026), bantuan disalurkan kepada tiga penerima manfaat dengan kondisi yang berbeda, mulai dari dukungan biaya pengobatan bagi pejuang kanker, bantuan kebutuhan hidup untuk anak yatim piatu, […]

  • Bakti Sosial di Gunungkidul Sinergi dengan Mahasiswa UGM

    Bakti Sosial di Gunungkidul Sinergi dengan Mahasiswa UGM

    • 0Komentar

    Gunungkidul, YM News – Pada Sabtu dan Minggu lalu (9-10/11/2024), Yatim Mandiri Yogyakarta berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM), Sosial Masyarakat (Sosmas) BEM UGM, dan Komunitas Gunungkidul Menginspirasi menggelar bakti sosial dua hari di Kalurahan Tepus, Gunungkidul.  Acara Bakti Sosial ini merupakan lanjutan dari kolaborasi sebelumnya antara Yatim Mandiri Yogyakarta dan Sosmas […]

expand_less