Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pintu Rezeki » Mie Ayam RR Jakarta Barat, Tetap Sedekah Walau Berdagang Sederhana

Mie Ayam RR Jakarta Barat, Tetap Sedekah Walau Berdagang Sederhana

  • account_circle Yatim Mandiri
  • calendar_month Senin, 28 Nov 2022
  • visibility 251
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap jam 10 pagi, Susianti Hayuningtyas datang ke daerah Kebon Jeruk. Diantarkan sang suami, perempuan yang akrab disapa Susu ini siap menyajikan mie ayam untuk warga perumahan maupun perkantoran di sekitar Kebon Jeruk. Mie Ayam RR, tertulis di spanduk hijau sederhana menutup rombong mie ayam. 

Sejak 2001, tepatnya sejak lulus SMA, Susi mulai memberanikan diri untuk berdagang. Sejak belia, dirinya memang sudah mencintai dunia wirausaha. Mulai dari makanan ringan hingga minuman dingin pernah ia coba. Susi yang juga hobi kuliner ini pun lantas belajar membuat mie ayam pada pamannya yang sudah lebih dulu berdagang. “Saya belajar dari paman. Mulai dari membuat bumbu, hingga mengolah ayam agar enak,” kenangnya.

Akhirnya, Susi pun mulai berdagang di dalam gang-gang pemukiman Jakarta. Dirinya sering berpindah-pindah tempat. Namun, karena menikah, dirinya sempat vakum dan ikut kerja pada orang. “Tapi naluri berdagang memang kuat. Saya memutuskan untuk dagang mie ayam lagi,” ujar perempuan berusia 37 tahun ini.

Susi pun  mulai merintis lagi usahanya. Dengan bekal pengalaman dan resep yang ia punya, dirinya mulai berdagang di sekitar Kebon Jeruk. “Karena dulu rumah saya masih di daerah Bintaro, jadi sangat jauh untuk kesini. Sekitar satu jam perjalanan,” kenang Susi. Perjuangannya tak hanya sampai situ. Susi masih sering berpindah-pindah lokasi karena banyaknya pembangunan. 

“Dulu didepan salah satu ruko, tapi disuruh pindah karena pembangunan. Lalu pindah lagi di depan rumah orang. Dan Alhamdulillah sekarang dapat tempat yang enak didepan kantor ekspedisi ini,” papar ibu dua orang anak ini. Disini, Susi mendapat banyak pelanggan, mulai dari pekerja kantoran hingga warga perumahan yang sedang mencari makan siang.

Tiap hari, Susi mulai kegiatan berdagang sejak pukul 07.00 WIB. “Saya sangat santai dalam berdagang ini. Ke pasar nggak harus subuh. Lalu mulai masak baru jam 07.30 WIB. Dan sampai ke lokasi jam 10.00 WIB. Nanti tutup saat maghrib,” jelasnya. Semuanya ia siapkan dan kerjakan sendiri dan dibantu sang suami untuk menyiapkan gerobak serta masak air.

Dalam sehari, Susi bisa menghabiskan sekitar 5 kg mie dan 3 kg ayam. “Semuanya saya buat fresh di hari yang sama sehingga tidak pakai bahan sisa di hari sebelumnya,” tambahnya. Dengan harga Rp 12.000,- saja pelanggan sudah bisa menikmati semangkuk mie ayam dan Rp 13.000,- jika ditambah dengan siomay. Rasanya pun berkualitas restoran meski lokasi di pinggiran. Sekitar 50 mangkok mie ayam laris dalam sehari.

Setelah lebih dari 15 tahun berdagang mulai dari harga mie ayam Rp 5000,-, Susi pun merasakan berbagai suka dukanya. Mulai dari merasa lelah karena harus mengerjakan semuanya sendiri, sampai libur yang hanya sebulan dua kali. “Tapi tentu semua saya jalani dengan senang hati karena ini hobi saya. Semoga nantinya saya bisa punya kios agar pelanggan lebih nyaman,” ujarnya penuh harap.

Meski disibukkan dengan usahanya ini, Susi tak mau melupakan kewajibannya untuk berzakat. Dirinya mulai mengenal Yatim Mandiri sekitar 2 tahun lalu. “Saat itu ada salah satu karyawan Yatim Mandiri makan disini. Lalu bercerita tentang Yatim Mandiri dan mengajak saya berdonasi,” kenang Susi.

Sejak saat itu, Susi menjadi donatur rutin Yatim Mandiri. Dirinya merasa sangat mudah untuk membantu anak yatim dan dhuafa karena selalu diingatkan serta bisa jemput donasi. “Senang sekali saya kalau ada yang kesini jemput donasi. Bisa silaturahim juga,” ucapnya. 

Bagi Susi, berdagang sederhana tak menghalanginya untuk selalu berbagi dengan yang membutuhkan. “Meski sedikit, yang penting rutin dan ikhlas. Karena saya yakin sedekah dan zakat tidak mengurangi rezeki kita,” paparnya. Susi pun merasakan banyak manfaat setelah menjadi donatur. “Alhamdulillah urusan berdagang jadi dimudahkan oleh Allah, serta rasanya ada kepuasan batin tersendiri,” tutupnya.

 

  • Penulis: Yatim Mandiri

Tinggalkan Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembinaan Guru Genius Yatim Mandiri Ngawi

    Pembinaan Guru Genius Yatim Mandiri Ngawi

    • 0Komentar

    Ngawi, YM News – Menjadi momen berharga bagi para Guru Genius Yatim Mandiri Ngawi. Pada Senin, 22 September 2025 kemarin, diadakan pembinaan rutin dengan agenda yang sarat makna. Beberapa agenda pembinaan guru yang dilaksanakan antara lain sebagai berikut. Evaluasi bulanan, mengevaluasi perjalanan belajar-mengajar selama sebulan terakhir, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru, serta merumuskan langkah-langkah perbaikan […]

  • Bakti Sosial di Gresik, 50 Penerima Manfaat Tersenyum Bahagia

    Bakti Sosial di Gresik, 50 Penerima Manfaat Tersenyum Bahagia

    • 0Komentar

    Gresik, YM News – Yatim Mandiri Gresik kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan menggelar bakti sosial di Balai Desa Sukorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Gresik.  Kegiatan ini terlaksana pada Kamis lalu (27/2/2025) dengan memberikan layanan kesehatan gratis serta bantuan paket gizi bagi puluhan warga, termasuk anak-anak yatim, dhuafa, dan lansia. Sebanyak 35 anak yatim dan dhuafa […]

  • Relawan Indonesia Kembali Kirimkan Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina Melalui KBRI Yordania

    Relawan Indonesia Kembali Kirimkan Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina Melalui KBRI Yordania

    • 0Komentar

    Amman, YM News – Dalam semangat misi kemanusiaan, sejumlah relawan dan lembaga kemanusiaan Indonesia yang terdiri dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Zakat (FoZ), Indonesia Humanitarian Alliance, serta 83 lembaga zakat lainnya, menggelar silaturahmi dengan Kepala Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Amman, Yordania, merangkap Palestina, Ade Padmo Sarwono, pada Minggu (17/11). Pertemuan ini juga dihadiri […]

  • Gulirkan Bantuan Ekonomi untuk Warga Dhuafa Semarang

    Gulirkan Bantuan Ekonomi untuk Warga Dhuafa Semarang

    • 0Komentar

    Semarang, YM News – Pada Senin lalu (29/4/2024), Yatim Mandiri Semarang kembali menggelar program kebaikan dengan gulirkan bantuan ekonomi kepada Ibu Farida, seorang janda yang sedang mengalami sakit diabetes.  Farida merupakan sosok ibu yang kuat, merawat anaknya, Nurul, seorang anak yatim yang telah kehilangan ayahnya sejak di dalam kandungan. Meskipun demikian, Nurul tidak pernah merasa […]

  • Monitoring & Evaluasi Program Pemberdayaan Bunda BISA Tuban

    Monitoring & Evaluasi Program Pemberdayaan Bunda BISA Tuban

    • 0Komentar

    Tuban, YM News – Yatim Mandiri Tuban kembali melaksanakan kegiatan Monitoring & Evaluasi (Monev) Program Pemberdayaan Bunda BISA di Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, pada hari Jumat (17/5/2024). Kegiatan Monev ini dilakukan secara rutin setiap bulannya di kediaman rumah salah satu anggota untuk meningkatkan efektivitas kegiatan Bunda BISA. Meningkatkan Kualitas Produk Bunda BISA Pada […]

  • Sebelas Santri Binaan Yatim Mandiri Berhasil Lulus Ujian Munaqosah Juz 29 dan 30 dengan Hasil Membanggakan

    Sebelas Santri Binaan Yatim Mandiri Berhasil Lulus Ujian Munaqosah Juz 29 dan 30 dengan Hasil Membanggakan

    • 0Komentar

    Palembang, YM News – Sebanyak 11 santri binaan Yatim Mandiri berhasil mengikuti ujian munaqosah hafalan Al-Qur’an Juz 29 dan Juz 30 dengan hasil yang membanggakan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan karakter dan penguatan hafalan Al-Qur’an bagi anak-anak yatim dan dhuafa agar tumbuh menjadi generasi Qurani yang berprestasi dan berakhlak mulia. Dari kelompok santri […]

expand_less