Yatim Mandiri dan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Jajaki Kolaborasi Pemberdayaan Digital dan Dakwah
- account_circle Nadila Wulan Cahyani
- calendar_month 15 menit yang lalu
- visibility 15
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Surabaya, YM News – Yatim Mandiri menjajaki kolaborasi strategis bersama Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya untuk memperkuat pemberdayaan anak-anak yatim di bidang teknologi digital, industri kreatif, dan syiar dakwah. Penjajakan ini dilakukan melalui kunjungan silaturahmi pada Rabu (28/10/2026) sebagai langkah awal membangun sinergi program kemandirian yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kunjungan tersebut dihadiri Founder Pesantren Digipreneur Al-Yasmin, Helmy M. Noor, beserta jajaran pengurus pesantren. Dari Yatim Mandiri, hadir Direktur Digital Fundraising Khotib dan Direktur Program Ainul Mahbub bersama jajaran manajemen terkait. Pertemuan berlangsung hangat dan menjadi ruang diskusi untuk mengidentifikasi peluang kerja sama yang berdampak bagi pengembangan potensi anak-anak yatim.
Salah satu fokus pembahasan adalah penguatan keterampilan santri yatim dalam menghadapi perkembangan industri digital dan kreatif. Melalui potensi kolaborasi ini, kedua pihak menjajaki pelatihan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi santri untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kompetensi, serta membuka peluang kemandirian ekonomi di masa depan.

Suasana hangat yang berlangsung dalam kunjungan tersebut
Selain itu, sinergi juga diarahkan pada pengembangan potensi digital fundraising dan kolaborasi program dakwah. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat memperluas jangkauan kebaikan sekaligus menghadirkan pendekatan dakwah yang lebih adaptif. Dengan demikian, penguatan kompetensi digital dapat berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan nilai-nilai keislaman.
Founder Pesantren Digipreneur Al-Yasmin, Helmy M. Noor, menyambut baik inisiatif penjajakan kolaborasi tersebut. Ia mendukung gagasan penguatan kapasitas santri dan anak yatim agar mampu bersaing di era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. “Penguatan kapasitas santri dan anak yatim penting agar mereka mampu menghadapi perkembangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam,” ujarnya yang menjadi gambaran semangat kolaborasi dalam pertemuan tersebut.
Melalui penjajakan ini, Yatim Mandiri dan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin berharap dapat membuka peluang lahirnya generasi muda yatim yang mandiri, kompetitif di bidang ekonomi kreatif, dan memiliki landasan dakwah yang kokoh. Pertemuan ditutup dengan diskusi teknis serta sesi foto bersama sebagai penanda awal sinergi dalam menghadirkan pemberdayaan yang berkelanjutan.
- Penulis: Nadila Wulan Cahyani

Saat ini belum ada komentar