Kapan Waktu Tepat Membayar Fidyah? Cek Penjelasan Disini

Waktu tepat membayar fidyah bisa dimulai awal Ramadhan malam hari atau di malam akhir Ramadhan sesuai jumlah hari puasa yang tidak diikuti. 


Membayar fidyah merupakan hal yang wajib dilakukan untuk mengganti hutang puasa yang tidak dapat dijalankan.

Ada beberapa ketentuan dalam ukuran dan waktu yang tepat membayar fidyah yang sudah ditetapkan.

Namun sebelum membahas mengenai kapan dan berapa pembayaran fidyah, mari simak terlebih dahulu informasi mengenai pengertian hingga golongan orang siapa saja yang diperbolehkan untuk membayar fidyah.

Mengenal Fidyah

Sebelum mengetahui kapan waktu yang tepat membayar fidyah, akan lebih baik untuk mengenal Fidyah itu apa dalam Islam.

Kata Fidyah berasal dari bahasa Arab yang memiliki mengganti atau menebus.

Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa Fidyah merupakan harta benda yang wajib diberikan untuk fakir miskin dengan kadar atau ukuran tertentu.

Pembayaran tersebut adalah pergantian dari ibadah puasa yang telah ditinggalkan.

Memang ada beberapa orang yang diperkenankan untuk tidak mengikuti puasa wajib Ramadhan.

Namun, mereka harus menggantinya dengan melakukan puasa di lain hari atau bahkan membayar fidyah.

Golongan Orang yang Diperbolehkan Membayar Fidyah

Meskipun ada beberapa orang yang diperbolehkan untuk tidak mengikuti puasa tetapi tidak semuanya boleh untuk membayar fidyah.

Orang-orang yang diperbolehkan untuk membayar fidyah adalah yang masuk dalam golongan tersebut:

1. Orang Tua dengan Usia Lanjut

Ada banyak orang tua yang usia lanjut memiliki kondisi kesehatan yang menurun.

Oleh karena itu, kebanyakan dokter akan menganjurkan untuk tidak menjalankan puasa pada orang tua dengan lanjut usia agar tidak mengganggu kesehatan mereka.

Orang tua inilah yang diperbolehkan untuk tidak mengikuti puasa Ramadhan karena kondisi tertentu.

Karena mereka juga tidak mampu untuk menggantinya di lain hari, maka orang tua dengan usia lanjut diperbolehkan untuk membayar fidyah sebagai ganti puasa.

Pembayaran fidyah ini bisa dilakukan dengan bantuan dari anak atau cucu untuk mempersiapkan segala kebutuhan yang harus dipersiapkan dalam pembayaran sesuai dengan ukuran dan waktu yang telah ditetapkan.

2. Seseorang yang Sedang Sakit Parah

Sebelum membahas mengenai waktu yang tepat membayar fidyah, lebih baik untuk mengetahui golongan mana yang diperbolehkan untuk membayar fidyah.

Salah satu golongan yang boleh untuk meninggalkan puasa dan membayar fidyah sebagai gantinya adalah orang yang sedang sakit parah.

Orang sakit memang diperbolehkan untuk tidak mengikuti puasa tetapi dengan syarat harus menggantinya dengan melakukan puasa di lain waktu pada saat kondisi sudah sehat.

Namun, bagaimana dengan orang yang sakit parah dan belum dipastikan kapan sembuhnya?

Orang tersebut diperkenankan untuk tidak mengikuti puasa Ramadhan dan membayar fidyah sebagai ganti dari puasa yang tidak diikuti.

Baca juga:   Punya Hutang Puasa? Begini Cara Membayar Fidyah

3. Ibu Hamil dan Menyusui

Ibu yang sedang hamil dan menyusui membutuhkan asupan makanan dengan gizi yang seimbang.

Terkadang juga ada beberapa ibu hamil dan menyusui yang memiliki kondisi tertentu sehingga tidak boleh melewatkan jam makan sama sekali.

Kondisi tersebut memperbolehkan ibu hamil dan menyusui untuk tidak mengikuti puasa Ramadhan.

Hal tersebut untuk menjaga kesehatan dan memberikan asupan gizi yang baik untuk ibu dan bayi. Namun meskipun boleh tidak mengikuti puasa, ibu hamil dan menyusui harus tetap menggantinya.

Cara menggantinya boleh dengan membayar fidyah sesuai dengan ukuran dan waktu yang telah ditentukan.

4. Orang yang Menunda Membayar Hutang Puasa

Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa ada beberapa orang yang memang diperbolehkan untuk tidak mengikuti puasa Ramadhan tetapi harus menggantinya di lain hari.

Orang yang termasuk golongan tersebut adalah orang yang sakit dan bisa sembuh, wanita haid, dan musafir.

Golongan orang tersebut harus mengganti hutang puasa dengan melakukan puasa di lain waktu saat kondisi sudah sesuai dengan syarat puasa sebelum bulan Ramadhan berikutnya datang.

Namun jika terus menunda dan bulan Ramadhan sudah datang, maka pembayaran hutang puasa harus dengan membayar fidyah.

Pembayaran fidyah ini berlaku kelipatan. Misalnya, ingin membayar fidyah sebesar satu mud untuk hutang puasa satu hari di tahun 2020.

Karena sudah masuk di tahun 2022, maka pembayarannya jadi dua mud.

5. Orang yang Mati

Mengapa orang mati masuk dalam golongan yang membayar fidyah?

Orang yang sudah mati diperbolehkan untuk membayar fidyah jika di masa hidupnya belum sempat untuk membayar hutang puasa.

Orang yang melakukan pembayaran adalah si ahli waris dengan cara membayar fidyah atau melakukan puasa dengan atas nama almarhum.

Artikel pilihan:   Jangan Ditunda, Begini Hukum Tidak Membayar Fidyah

Waktu yang Tepat Membayar Fidyah

Jika mengganti hutang puasa dilakukan dengan puasa di lain waktu setelah bulan Ramadhan berakhir sampai sebelum bulan Ramadhan yang akan datang.

Lalu kapan waktu tepat untuk membayar fidyah?

Pembayaran fidyah dilakukan bisa sejak awal bulan Ramadhan atau belakangan sekaligus.

Namun, pembayaran fidyah yang lebih utama adalah pada saat malam hari di bulan puasa. Jadi harus tidak melaksanakan puasa terlebih dahulu, baru kemudian membayar fidyah.

Waktu yang tepat membayar fidyah dapat dilakukan pada hari itu juga di malam harinya atau sekaligus di malam terakhir bulan Ramadhan.

Pembayaran ini tentu saja sesuai dengan ukuran dan takaran yang telah ditentukan dalam agama Islam.

Ukuran Pembayaran Fidyah

Dalam melakukan pembayaran fidyah tentu tidak boleh asal-asalan. Harus ada ukuran yang ditetapkan dan bentuk pemberian yang dianjurkan.

Pembayaran fidyah dapat dilakukan dengan memberikan bahan makanan pokok atau satu porsi makanan sesuai dengan negara masing-masing.

Ada beberapa ukuran membayar fidyah menurut pendapat beberapa ulama yang bisa diikuti berikut ini:

1. Satu Mud

Menurut beberapa ulama, besaran pembayaran fidyah adalah satu mud untuk satu hari puasa yang telah ditinggalkan.

Ukuran satu mud sama dengan telapak tangan manusia yang dapat menampung bahan makanan.

Jika memberikan bahan makanan pokok, seperti beras, gandum, atau kurma maka ukuran mud di zaman sekarang bisa mencapai 0,675 kg beras untuk satu hari puasa.

2. Dua Mud

Jika merasa satu mud adalah besaran yang kurang untuk membuat satu orang fakir miskin merasa kenyang, maka dapat menggunakan besaran dua mud.

Besaran ini sama dengan menu makanan yang diberikan saat makan siang atau malam untuk satu orang fakir miskin.

Namun jika ingin diukur, maka berat makanan pokok yang diberikan dengan ukuran dua mud adalah sebesar 1,5 kg makanan pokok.

3. Pembayaran Fidyah dengan Uang

Jika dirasa waktu yang tepat membayar fidyah belum memiliki bahan makanan pokok yang memadai maka bisa dengan membayar fidyah dengan menggunakan uang.

Jumlah uang yang dibayarkan adalah setara dengan harga makanan pokok tersebut.

Menurut Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, pembayaran fidyah dengan uang bisa dengan membayar sesuai dengan harga dari bahan pangan dengan jumlah 6 ons beras.

Meskipun dapat membayar dengan uang yang memiliki nilai setara dengan bahan pangan tersebut akan sangat diutamakan untuk membayar fidyah dalam bentuk makanan pokok.

Kini penjelasan waktu yang tepat membayar fidyah sudah diketahui. Selain membayar fidyah, bisa juga melakukan sedekah melalui badan amal terpercaya dan amanah.

Salah satu badan yang menerima penyaluran sedekah orang yang tidak mampu dan anak yatim yaitu Yayasan Yatim Mandiri. Donasi sekarang!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll to Top