Mengenal Fidyah: Pengertian, Ketentuan & Cara Membayarnya

Fidyah adalah salah satu kewajiban yang harus dilakukan umat muslim ketika mereka tidak bisa mengikuti puasa Ramadhan. Lantas, apa syaratnya?


Arti sederhana dari fidyah adalah menebus atau mengganti. Namun, sebagian besar umat muslim lebih mengenal istilah ini sebagai penebus puasa Ramadhan yang telah ditinggalkan karena beberapa alasan tertentu. 

Jadi, bisa dibilang fidyah merupakan denda yang wajib ditunaikan oleh umat muslim. Meski begitu, tidak semua umat muslim diwajibkan untuk menunaikan fidyah, karena ada beberapa ketentuan khusus yang berkaitan dengan orang yang wajib membayar fidyah. 

Untuk mengetahui tentang hal ini secara lebih lengkap, simak penjelasan yang akan kami sebutkan di bawah ini!

Apa Itu Fidyah?

Sebelumnya telah disebutkan bahwa, arti fidyah adalah menebus atau mengganti. Istilah ini berasal dari kata fadaa dan harus ditunaikan oleh umat muslim yang tidak bisa mengikuti puasa di bulan Ramadhan.

Ada beberapa golongan yang diperbolehkan untuk tidak mengikuti puasa Ramadan. Namun, ke depannya mereka harus membayar fidyah. 

Maka dari itu, jika dijelaskan secara lebih rinci maka, arti dari fidyah adalah bayaran yang harus dilakukan oleh umat muslim untuk menebus puasanya.

Kendati demikian, hal ini tidak boleh dijadikan sebagai alasan bagi umat muslim untuk meninggalkan puasa Ramadan dengan sengaja tanpa alasan yang kuat. 

Sebab, puasa Ramadan hukumnya wajib bagi setiap umat muslim yang tidak berhalangan, seperti musafir, orang tua yang tidak berdaya, dan lainnya.

Umumnya, fidyah akan dibayarkan setelah bulan Ramadan di tahun yang sama atau sebelum masuk bulan Ramadan di tahun selanjutnya. 

Sementara untuk jumlah fidyah yang harus ditunaikan dapat disesuaikan dengan jumlah hari di mana seseorang meninggalkan puasa Ramadhan.

Syarat dan Ketentuan Fidyah

Meskipun tidak semua umat muslim diwajibkan untuk membayar fidyah, tapi seluruh umat muslim diwajibkan untuk mengetahui syarat dan ketentuan pembayarannya. 

Hal ini perlu dilakukan agar tidak kebingungan jika harus membayar fidyah di kemudian hari. Lebih dari itu, pengetahuan ini bisa digunakan untuk mengingatkan keluarga atau teman yang harus membayar fidyah.

Diketahui, fidyah boleh dibayarkan dalam bentuk uang sesuai dengan takaran yang berlaku, tapi ada juga sebagian umat muslim lainnya yang lebih memilih untuk membayar fidyah dengan beras. 

Semua informasi terkait hal ini harus diketahui dengan baik, sehingga mari simak syarat-syarat berikut ini:

1.   Syarat Pembayaran Fidyah bagi Umat Muslim

Perkembangan teknologi yang semakin canggih seperti membuat proses pembayaran fidyah bisa dilakukan secara lebih mudah. 

Sekarang, umat muslim dapat memberikannya secara online. Lalu, apa saja syarat pembayaran fidyah secara online? Berikut informasinya:

  • Pembayaran harus dilakukan dengan menggunakan platform yang terpercaya dan aman. Pilih platform Lembaga Amil Zakat (LAZ) Yatim Mandiri yang amanah.
  • Cek kembali apakah platform pembayaran telah terdaftar di otoritas Islam yang terkait.
  • Cek kembali apakah jumlah dan jenis fidyah yang akan dibayarkan sudah benar.

2.   Ketentuan Pembayaran Fidyah bagi Umat Muslim

Tidak hanya syaratnya saja yang harus diketahui oleh umat muslim, tapi ketentuan dari pembayaran fidyah juga patut untuk diketahui. 

Berikut adalah informasi lengkap mengenai ketentuan pembayaran fidyah secara online:

  • Transaksi pembayaran fidyah harus dilakukan dengan cara yang halal.
  • Periksa semua data yang telah dimasukkan apakah sudah benar, agar transaksi bisa dilakukan dengan lancar.
  • Pastikan jumlah pembayaran fidyah sudah sesuai dengan jumlah hari puasa yang ditinggalkan.

3.   Kriteria Orang yang Wajib Membayar Fidyah

Selain syarat dan ketentuan pembayaran fidyah, Sahabat perlu mengetahui tentang kriteria orang yang wajib membayar fidyah. Nah, orang yang wajib membayar fidyah adalah:

  • Orang tua yang sudah tidak berdaya (lansia). Kewajiban puasa bulan Ramadhan dapat digantikan dengan membayar 1 mud fidyah dan dikalikan dengan jumlah puasa yang ditinggalkan.
  • Orang yang sedang sakit parah. Hanya orang-orang yang menderita penyakit parah dan kemungkinan sembuhnya kecil saja yang diperbolehkan untuk meninggalkan puasa.
  • Ibu hamil dan ibu menyusui. Selama masa hamil dan menyusui, seorang ibu diperbolehkan untuk meninggalkan puasa. Namun, setelah masa itu berakhir mereka diwajibkan membayar fidyah.
  • Orang yang menunda qadha puasa. Tidak sedikit orang yang lupa membayar utang puasanya hingga bulan Ramadhan tiba kembali. Nantinya, orang-orang yang seperti ini diwajibkan untuk membayar fidyah dengan jumlah yang sesuai harinya.

Cara Membayar Fidyah

Fidyah adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh umat muslim yang meninggalkan puasa Ramadan. 

Maka dari itu, seluruh umat muslim diwajibkan untuk mengetahui bagaimana cara membayar fidyah yang tepat? Ini penjelasannya.

1. Hitung Besaran Fidyah

Cara pertama dalam pembayaran fidyah adalah hitung dulu besarannya. Ada tiga takaran utama yang digunakan untuk menentukan besaran fidyah, di antaranya yaitu:

a. Satu Mud

Imam An-Nawawi, Imam Syafi’I, dan Imam Malik pernah menyebutkan bahwa fidyah yang harus ditunaikan oleh umat muslim senilai satu mud atau setara dengan satu telapak tangan Rasulullah. Nantinya, satu mud fidyah ini dapat diberikan kepada satu fakir miskin atau dhuafa.

b. Dua Mud

Berbeda pendapat dengan Imam An-Nawawi, Imam Syafi’I, dan Imam Malik, Abu Hanifah menyebutkan bahwa pembayaran fidyah senilai dua mud. Dua mud setara dengan pemberian makan siang dan malam untuk satu orang fakir miskin. Dalam hal ini, umat muslim dapat memberikan makanan pokok.

c. Satu Sha’

Ada beberapa ulama juga yang menyebutkan bahwa fidyah dapat dibayarkan dengan ukuran satu sha’. Ukuran satu sha’ di sini setara dengan 2,75 liter beras dan dapat diberikan kepada fakir miskin atau kaum dhuafa yang layak. Jadi, dapat dipastikan bahwa minimal pembayaran fidyah adalah satu mud.

2. Baca Niat

Jika sudah mengetahui jumlah yang harus dibayarkan, cara membayar fidyah selanjutnya, yaitu baca niatnya.

Ucapkan niat sebelum Sahabat menyerahkannya ke golongan orang yang berhak menerima fidyah atau lembaga pengelola terpercaya.

3. Serahkan Fidyah

Setelah membaca niat, cara membayar fidyah yang terakhir, yaitu serahkan pada golongan yang berhak menerimanya.

Namun perlu diingat, tidak semua orang bisa menerima fidyah. Ada beberapa kriteria orang yang berhak menjadi penerimanya.

Jika Sahabat masih ragu atau kesulitan menentukan golongan orang yang berhak menerima fidyah, Sahabat bisa menyerahkan fidyah ke lembaga atau yayasan terpercaya, seperti Yatim Mandiri.

Yatim Mandiri akan menjamin penyaluran dana fidyah Sahabat ke orang-orang yang tepat. Cara pembayarannya pun mudah karena bisa dilakukan secara online.

Demikian penjelasan mengenai apa itu fidyah, mulai dari pengertian hingga cara pembayarannya. Intinya, fidyah adalah pengganti utang puasa Ramadan.

Nah, setelah memahami penjelasan di atas, pastikan untuk membayar fidyah guna mengganti utang puasa Ramadan.

Pembayaran fidyah bisa dilakukan dengan mudah di Yatim Mandiri melalui platform yang disediakan. Mari tunaikan kewajiban dengan bayar fidyah di Yatim Mandiri.

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll to Top
kurban pop up