4 Rukun Sedekah dan Hal yang Harus Dihindari dalam Sedekah

rukun sedekah
sumber gambar: istock

Berikut ini beberapa rukun sedekah yang harus diperhatikan serta hal-hal apa saja yang harus dihindari ketika bersedekah.


Sedekah merupakan salah satu hal baik yang disukai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Karena sedekah dapat menolong orang lain yang sedang mengalami kesusahan. Dalam melakukan sedekah, terdapat rukun sedekah yang harus dilakukan.

Hal tersebut bertujuan agar sedekah yang diberikan dapat diterima oleh Allah SWT. Selain itu terdapat beberapa hal yang dapat merusak amalan sedekah yang sudah dilakukan. Kali ini akan membahas tentang rukun dari sedekah serta hal-hal apa saja yang dapat membatalkan amalan dari sedekah.

1.     Rukun sedekah

Kata sedekah sendiri merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab yaitu “shadaqah”. Kata shadaqah memiliki arti memberikan. Sehingga sedekah merupakan salah satu bentuk pemberian beberapa hal yang baik untuk orang lain yang sedang membutuhkan hal tersebut.

Hal-hal yang bisa diberikan untuk sedekah adalah uang, makanan, pakaian dan barang-barang lainnya. Sedekah merupakan salah satu perbuatan yang bersifat sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat diwajibkan. Terutama pada saat kondisi tertentu.

Seperti orang-orang yang ada di sekeliling sedang membutuhkan bantuan, sedang kelaparan tetapi tidak memiliki makanan yang cukup, maka wajib hukumnya untuk bersedekah. Akan tetapi sedekah menjadi haram jika barang yang diberikan merupakan barang yang dilarang penggunaannya oleh Allah SWT.

Saat melakukannya harus memperhatikan beberapa hal diantaranya adalah rukun dari sedekah tersebut. Di bawah ini beberapa rukun dari sedekah yang harus diperhatikan dan dilakukan.

●      Ciri Orang yang Memberi

Dalam melakukan sedekah terdapat beberapa ciri-ciri yang harus diperhatikan untuk orang yang ingin melakukan sedekah. Ciri orang yang dapat memberikan sedekah adalah orang yang memiliki benda atau barang yang akan disedekahkan.

Serta dapat dengan baik mendistribusikan kepada orang lain. Hal ini berarti jika seseorang ingin memberikan sedekah, maka sedekah tersebut harus berasal dari barang pribadi mereka sendiri. Contohnya jika ingin memberikan sebagian harta berupa uang atau makanan.

Uang atau makanan tersebut harus berasal dari dirinya sendiri bukan milik orang lain. Selain itu juga orang tersebut harus mampu mendistribusikan kepada orang lain yang benar-benar membutuhkannya. Jadi orang-orang yang bersedekah harus mampu untuk memilih orang mana yang layak mendapatkannya.

Jika ragu atas orang-orang yang harusnya menerima sedekah tersebut, bisa dilimpahkan pada lembaga atau organisasi terpercaya dan memilih telah memiliki izin khusus sebagai lembaga pendistribusian sedekah.

●      Ciri Orang yang Berhak Mendapatkan Sedekah

Rukun sedekah kedua yang harus dilakukan saat bersedekah adalah memperhatikan orang-orang yang berhak mendapatkan sedekah tersebut. Orang-orang yang berhak mendapatkan sedekah dari orang lain juga mempunyai ciri-ciri yang harus diperhatikan.

Ciri orang-orang yang berhak mendapatkan adalah orang tersebut jika dilihat kondisinya sedang membutuhkan bantuan dari orang lain, baik itu anak anak hingga lansia. Untuk bayi atau anak yang masih di dalam kandungan tidak berhak untuk mendapatkan sedekah dari orang lain.

Hal tersebut juga termasuk dengan binatang atau hewan yang tidak berhak mendapatkan barang-barang tersebut. Pada dasarnya, sedekah yang akan dikeluarkan harus sesuai dengan kebutuhan dari orang yang sedang mengalami kesusahan dari segi keuangan, maupun hal lainnya.

●      Adanya Ijab serta Qabul

Rukun yang ketiga dalam melakukan sedekah adalah adanya ijab dan qabul di dalamnya. Ijab dan qabul bukan hanya dilakukan saat pernikahan saja. Dalam bahasa Indonesia ijab berarti pernyataan dari orang yang akan memberikan barang tersebut.

Sedangkan kata qabul merupakan kata yang berarti pernyataan dari penerima barang yang sudah diberikan oleh orang yang melakukan sedekah. Adanya ijab dan qabul ini biasanya dilakukan ketika orang lain menitipkan sedekah kepada lembaga resmi penyalur sedekah.

●      Barang yang Akan Diberikan

Rukun Sedekah yang keempat adalah mengenai barang yang akan diberikan untuk sedekah. Barang yang bisa diberikan adalah barang dengan bentuk apa saja dan juga hal-hal lain yang dapat membantu orang lain, misalnya memberikan informasi bagi orang yang tidak mengetahuinya.

Barang yang diberikan harus barang yang halal. Dalam artian barang tersebut didapatkan dengan cara yang halal serta barang yang dimiliki oleh pribadi masing masing. Barang yang tidak boleh diberikan adalah barang-barang yang bernilai buruk di mata Allah SWT dan orang lain.

Termasuk barang-barang haram atau pun barang-barang yang dapat mendatangkan kemaksiatan serta kemudaratan dalam hidup orang lain. Barang yang bukan milik orang yang akan bersedekah juga dilarang untuk diberikan kecuali terdapat perjanjian sebelumnya.

Selain membuat sedekah menjadi lebih berharga, rukun dalam sedekah tersebut juga dapat menjadi acuan ketika ingin memberikan sedekah kepada orang lain. Selain itu hal yang harus diperhatikan adalah sedekah berbeda dengan hadiah.

2.     Hal-hal yang Dapat Merusak Pahala Sedekah

Terdapat beberapa hal yang bisa merusak pahala dari sedekah yang sudah dilakukan. Salah satunya adalah orang yang memberikan sedekah tersebut adalah orang orang yang termasuk dalam kategori anak anak, tidak sehat secara rohani, dan orang yang sedang mengalami gangguan jiwa.

Selain itu ada beberapa hal lainnya yang dapat merusak pahala dari sedekah yang sudah diterima sebelumnya, diantaranya sebagai berikut.

●      Menyinggung Ataupun Menyakiti Hati Orang Yang Menerima

Hal pertama yang dapat mengurangi pahala dari sedekah adalah menyinggung perasaan ataupun menyakiti hati orang yang menerima sedekah. Karena jika orang tersebut mengalami sakit hati pada pemberi sedekah maka sedekah tersebut tidak mengandung kebaikan yang berkah.

Contoh perilaku yang dapat menyakiti hati orang lain yang mendapatkan sedekah adalah mengungkit atau menyebut pemberian sedekah tersebut kepada penerima sedekah, kemudian merendahkan orang yang sudah mendapatkan sedekah.

●      Menunjukkan Sifat Riya’

Salah satu sifat yang tidak disukai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah sifat riya’. Riya’ merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab dan memiliki arti memperlihatkan. Sehingga kata ria dapat berarti memperlihatkan serta melebih-lebihkan suatu ibadah yang sudah dilakukan.

Dengan tujuan untuk mendapatkan perhatian serta ujian dari orang lain. Pria merupakan salah satu sifat yang dibenci oleh Allah SWT karena niat ibadah yang dilakukan bukan untuk Allah SWT, melainkan untuk orang lain. Sehingga hal tersebut dapat mengurangi pahala yang sudah didapatkan.

●      Barang yang Disedehkahkan adalah barang yang Tidak Layak

Salah satu perilaku yang dapat mengurangi pahala dari sedekah yang sudah dikeluarkan adalah memberikan barang-barang yang sudah tidak layak untuk dipakai orang lain dan barang dalam keadaan rusak. Karena barang tersebut tidak bisa membantu orang lain yang sedang membutuhkan.

●      Tidak Memiliki Keikhlasan

Sifat selanjutnya adalah tidak ikhlas dalam mengeluarkan sedekah tersebut. Karena sedekah yang dilakukan dengan tidak ikhlas dan mengharapkan balasan lainnya selain pahala dari Allah SWT justru akan mengurangi pahala yang sudah diterima sebelumnya.

Rukun sedekah dan hal-hal yang dapat merusak amalan sedekah tersebut harus diperhatikan bagi orang yang ingin melakukan sedekah. www.yatimmandiri.org/donasi dapat digunakan untuk media penyalur sedekah yang amanah. Karena memberikan sedekah pada orang-orang yang lebih membutuhkan.

 

Sumber:

Hal – Hal Yang Membatalkan Sedekah Kita

https://www.ayobandung.com/umum/pr-792196512/hati-hati-5-hal-ini-jadi-penyebab-pahala-sedekah-hilang

https://dalamislam.com/akhlaq/larangan/riya-dalam-islam

Ika Faztin
Nasibmu telah ditulis dengan tinta cinta-Nya dan disegel dengan rahmat-Nya jadi jangan takut, percayakan dirimu kepada-Nya dan berharaplah pada ketetapan-Nya - Gems of Jannah.