Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga Berdasarkan Syariat Islam

Niat Zakat Fitrah untuk diri sendiri dan keluarga

Niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga sangat penting untuk diketahui agar tidak salah dalam pelafalannya yang mengakibatkan tidak diterima sebuah ibadah. Berikut lengkapnya!

Seperti yang sudah diketahui dan diajarkan sejak kecil, bahwa rukun Islam yang keempat adalah menunaikan zakat. Hal ini berarti harus mengetahui dengan benar bagaimana niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga.

Mengapa penting? Karena diterima atau tidaknya sebuah amal perbuatan tergantung dari niatnya. Terlebih ibadah wajib yang harus ditunaikan dan dipastikan sudah sesuai dengan syariat Islam. Oleh karena itu, pembahasan di bawah ini akan membantu umat Islam lebih paham bagaimana niat berzakat.

Macam-Macam Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Macam-Macam Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Zakat dilaksanakan pada awal Bulan Ramadhan hingga sebelum sholat Idul Fitri. Baik laki-laki atau perempuan, bahkan bayi yang baru lahir dan orang tua pun wajib menunaikan zakat. Ada beberapa niat atau bacaan berzakat.

Pada poin dibawah ini ada bacaan niat yang dikhususkan untuk diri sendiri, istri, anak laki-laki dan anak perempuan. Pahami kemudian praktekkan jika sudah waktunya:

1. Niat untuk Diri Sendiri

Secara bahasa, niat artinya adalah itikad tanpa ada keraguan untuk melakukan sebuah perbuatan. Itikad memang letaknya di hati, namun lebih utama jika dilafalkan secara lisan untuk penegasan. Berikut ini adalah niat zakat fitrah untuk diri sendiri:

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Artinya adalah: aku niat mengeluarkan zakat fitrah (berzakat) khusus untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Ta’ala.

Niat untuk diri sendiri ini bisa dilakukan sambil memegang benda zakat, baik itu berupa kebutuhan pokok atau uang senilai harga barang dengan kualitas terbaik. Setelah niat, baru boleh diserahkan ke amil atau diberikan langsung kepada mustahiq zakat.

Baca Juga : Syarat Wajib dan Syarat Sah Zakat Fitrah Panduan Lengkap

2. Niat untuk Istri

Niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga bisa diwakilkan. Dalam artian, semisal istri berhalangan entah itu karena sakit atau sedang bepergian yang tidak memungkinkan berzakat di perjalanan, tentunya bisa diwakilkan.

Namun tetap saja, niat tidak boleh ditinggalkan. Berikut ini ada bacaan niat zakat fitrah untuk istri:

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardhu Lillahi Ta’ala.

Sebenarnya bacaannya hampir sama, hanya saja di bagian yang seharusnya untuk diriku sendiri, diganti dengan istriku. Namun karena banyak yang belum memahami kaidah Bahasa Arab, maka ketika berniat bisa membaca bacaan di atas.

3. Niat untuk Anak Laki-Laki

Selanjutnya niat zakat fitrah untuk anak laki-laki. Biasanya untuk anak yang belum baligh dan belum cukup memiliki kemampuan untuk melafalkan sesuatu, niatnya ditanggung oleh orang tua.

Apalagi baru saja lahir sebelum terbenamnya matahari di akhir Bulan Ramadhan, ia tetap harus wajib menunaikan zakat. Niatnya adalah sebagai berikut:

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-laki diriku yang bernama… fardhu karena Allah Ta’ala.

Berniat zakat untuk anak laki-laki hendaknya disebutkan namanya. Oleh karena itu, untuk bayi yang baru lahir, hendaknya dipersiapkan terlebih dahulu namanya jika memang sudah tahu perkiraan hari lahirnya pada Bulan Ramadhan. Sampai sini bisa dipahami kan?

4. Niat untuk Anak Perempuan

Sama dengan anak laki-laki, anak perempuan juga bisa diwakilkan niatnya oleh orang tuanya. Sedangkan bacaannya adalah sebagai berikut:

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Artinya: alu niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuan diriku yang bernama … fardhu Lillahi Ta’ala.

5. Niat untuk Diri Sendiri dan Keluarga (Semuanya)

Apabila dirasa ingin menjamak atau mengumpulkan zakat dan niatnya menjadi satu, yaitu untuk diri sendiri dan semua anggota keluarga yang menjadi tanggungannya, maka sangat diperbolehkan. Agama Islam sudah mengatur bacaannya, berikut lengkapnya:

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Artinya adalah: aku berniat untuk mengeluarkan zakat fitrah baik untuk diriku sendiri dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardhu karena Allah Ta’ala.

Agama Islam memang memberikan kemudahan bagi umatnya. Perkara niat saja, semua sudah ada aturannya, jadi tidak ada alasan lagi untuk berzakat. Sesungguhnya zakat itu mengandung banyak hikmah baik. Penasaran kan apa saja? mari simak pembahasan selanjutnya!

Baca Juga : Berapa Besaran Zakat Fitrah Beras dan Uang? Simak Disini

Hikmah Bayar Zakat Fitrah

Apabila diperhatikan dan dipelajari lebih jauh, perintah berzakat bisa dikatakan hampir beriringan dengan perintah untuk sholat. Hal ini menandakan bahwa betapa pentingnya kedudukan zakat. Allah juga sudah beberapa kali berfirman dalam Al Qur’an terkait dua hal tersebut.

Ada banyak sekali hikmah zakat yang bisa diketahui, diantaranya adalah:

1. Menolong Sesama

Berzakat dinilai ibadah yang tidak hanya berhubungan dengan Allah saja, akan tetapi sesama manusia. Berzakat berarti menolong orang yang sedang kesusahan dan lemah dalam hal ekonomi. Apabila ia menerima sedikit bantuan, harapannya dia juga bisa melaksanakan kewajibannya kepada Allah SWT.

2. Membersihkan Diri

Menunaikan zakat sama dengan membersihkan diri. Apabila melaksanakan sesuai dengan waktunya maka sama saja menjauhkan diri dari sifat pelit, akhlak yang tercela dan secara tidak langsung mendidik generasi menjadi pribadi dengan sifat yang mulia.

Selain itu, dengan berzakat juga membiasakan diri untuk memberikan hak orang lain yang ada dalam harta masing-masing. Zakat ini sangat penting untuk pendidikan karakter anak, karena mereka bisa mengetahui dan memahami bahwa hidup di dunia harus saling berbuat baik agar hati menjadi bersih.

3. Ungkapan Syukur

Rezeki yang sudah diberikan oleh Allah SWT memang tidak terhitung jumlahnya. Siapapun tidak akan bisa menghitung seberapa banyak yang diberikan Allah kepada manusia.

Oleh karena itu, sebagai ungkapan rasa syukur hendaknya membagikan sebagian harta kepada orang lain yang membutuhkan.

Barang siapa yang pandai bersyukur maka Allah akan menambah nikmatnya. Namun siapa yang kufur nikmat maka Allah akan mengurangi apa yang diberikan. Pernyataan tersebut juga ada dalam Al Qur’an loh!

4. Mencegah Timbulnya Kejahatan

Hikmah berzakat selanjutnya adalah mencegah timbulnya kejahatan. Kejahatan bisa saja muncul karena sifat iri, dengki dan keterpaksaan. Apabila orang yang lemah ekonominya melihat orang lain senang, maka secara tidak langsung ia akan menginginkannya.

Cara untuk mendapatkan inilah yang biasanya salah, yaitu dengan mencuri, merampok dan lain sebagainya.

Berzakat dan bersedekah bisa menghindarkan diri dari hal yang demikian, karena menerapkan prinsip berbagi, sehingga belum ada niat buruk, orang yang lemah ekonominya sudah merasa tercukupi.

5. Menghindari Kesenjangan Sosial

Inti dari hubungan manusia ketika berzakat atau bersedekah adalah menghindari adanya kesenjangan sosial. Orang yang berkecukupan membantu orang yang membutuhkan, begitupun sebaliknya, ada doa yang dipanjatkan agar terus memiliki rezeki yang banyak.

Sungguh indah bukan hubungan yang semacam itu? Andai saja semua orang sadar dalam menunaikan zakat dan berlomba-lomba dalam hal kebaikan, maka tidak akan ada kejahatan di muka bumi.

Terlebih perkembangan teknologi yang semakin maju ini, membuat seseorang tidak lagi kesulitan dalam berbuat baik.

Sudah banyak platform zakat online dan sedekah yang bisa diakses dari rumah. Perihal niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga akan dibimbing oleh tim khusus agar tetap sesuai dengan syariat Islam walaupun jarak jauh dan tidak bersentuhan langsung dengan benda zakat.

Semoga penjelasan kali ini menambah wawasan dan menumbuhkan semangat dalam berzakat!

Abdul Roqib
Berpengalaman dalam bidang SEO melingkupi SEO Content Writer, Link Building, dan Technical SEO.