Yatim Mandiri Bersinergi dalam Road To BASIG 2026, Dorong Wakaf Saham sebagai Penggerak Ekonomi Umat
- account_circle Ika Faztin Cahyanti
- calendar_month 44 menit yang lalu
- visibility 14
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bandung, YM News – Potensi pasar modal syariah di Jawa Barat terus dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak untuk menghadirkan inovasi filantropi yang berkelanjutan. Dalam kegiatan bertajuk “Road To BASIG 2026: Filantropi Wakaf Saham Sebagai Penggerak Ekonomi Umat Berbasis Pasar Modal Syariah” Yatim Mandiri turut mengambil peran dalam memperkuat literasi wakaf produktif berbasis saham yang dapat menjadi solusi pemberdayaan ekonomi umat. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Agung Bandung pada Ahad (20/9/2026) ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat mengenai peluang investasi syariah yang memberikan manfaat sosial jangka panjang.
Kegiatan tersebut menghadirkan sinergi antara lembaga regulator, pelaku pasar modal, lembaga keagamaan, serta lembaga filantropi untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap konsep wakaf saham. Melalui instrumen ini, masyarakat dapat berpartisipasi dalam investasi pasar modal syariah sekaligus mengalirkan manfaat dari dividen maupun aset saham yang dimiliki untuk dikelola sebagai wakaf produktif. Dengan pengelolaan yang tepat, wakaf saham diharapkan mampu menjadi sumber dana abadi yang memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
Acara ini diawali dengan sambutan dari sejumlah tokoh, di antaranya Erwin Setiadi selaku Asisten Direktur PEPK OJK Provinsi Jawa Barat, Achmad Dirgantara selaku Kepala Kantor Perwakilan BEI Provinsi Jawa Barat, serta H. Roedy Wiranatakusumah selaku Ketua Nadzir Masjid Agung Bandung. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah dan memperkenalkan alternatif filantropi modern yang tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.
Edukasi Wakaf Saham Syariah

Sidrotul Muntaha (kiri) Branch Manager Yatim Mandiri Bandung menerima sertifikat usai acara edukasi.
Dalam sesi edukasi, materi mengenai pasar modal syariah dan wakaf saham disampaikan oleh para praktisi di bidangnya, yaitu Aldiansah Akbar dari Divisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia, Abdurrahman Al Farid selaku Manager Clientele Services Consultant PT Henan Putihrai Sekuritas, serta Sidrotul Muntaha selaku Branch Manager Yatim Mandiri Bandung. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme wakaf saham, manfaat investasi syariah, serta peran filantropi dalam membangun kemandirian ekonomi umat.
Sidrotul Muntaha dalam pemaparannya menyampaikan bahwa pengelolaan wakaf produktif harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kebermanfaatan masyarakat. “Wakaf produktif yang dikelola secara profesional mengalirkan manfaat abadi. Di Yatim Mandiri, hasil pengelolaan wakaf ini langsung dirasakan oleh masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan, mulai dari beasiswa pendidikan melalui Sanggar Belajar hingga Insan Cendekia Mandiri Boarding School, layanan kesehatan gratis melalui Ambulans Kebaikan, serta program kemandirian bagi Bunda Yatim dan Desa Binaan,” ungkapnya.
Melalui sinergi antara Yatim Mandiri, Bursa Efek Indonesia (BEI), OJK Provinsi Jawa Barat, PT Henan Putihrai Sekuritas, dan Masjid Agung Bandung, kegiatan Road To BASIG 2026 diharapkan dapat membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal wakaf saham sebagai bagian dari ekonomi syariah. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan ekosistem filantropi yang inovatif, sehingga investasi tidak hanya memberikan manfaat finansial, tetapi juga menghadirkan kebermanfaatan sosial untuk mendukung kemandirian yatim dan dhuafa.
Foto dan narasi: Dian Permana
- Penulis: Ika Faztin Cahyanti


Saat ini belum ada komentar