Perluas Kolaborasi Global, Yatim Mandiri Berbagi Praktik Baik Bersama Saudi Orphans’ Leaders Fellowship
- account_circle Redaksi YM
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 41
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, YM News – Dalam rangka memperluas jejaring kolaborasi dan bertukar pengetahuan serta pengalaman dalam pengelolaan program sosial, Yatim Mandiri Jakarta menerima kunjungan dari Saudi Orphans’ Leaders Fellowship, yang diikuti para leader dan praktisi lembaga sosial dari Arab Saudi, pada Selasa (6/10).
Sebanyak sepuluh perwakilan hadir untuk melihat secara langsung praktik baik Yatim Mandiri dalam mendampingi dan membangun kemandirian yatim dan dhuafa.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Yatim Mandiri untuk berbagi pengalaman selama 32 tahun dalam mengelola berbagai program sosial dan pemberdayaan. Tidak hanya mengenai pelaksanaan program, diskusi juga mencakup bagaimana Yatim Mandiri membangun pendekatan yang terpadu dan berkelanjutan agar manfaat yang diberikan dapat memberikan perubahan dalam kehidupan penerima manfaat.
Menyambut kunjungan tersebut, Kepala Regional 4 Yatim Mandiri Jakarta, Suwarto, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan untuk bertemu dan berbagi pengalaman dengan para praktisi dari Arab Saudi.
“Merupakan sebuah kehormatan bagi kami dapat menerima kunjungan Saudi Orphans’ Leaders Fellowship. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, dan melihat bagaimana masing-masing lembaga menjalankan peran dalam mendampingi anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap silaturahmi ini dapat menjadi awal dari hubungan yang semakin baik dan membuka ruang kolaborasi di masa mendatang,” ujar Suwarto.

Sementara itu, Manager Creative Program and Partnership Development Yatim Mandiri, Grace Putri Aria, menjelaskan bahwa pengalaman selama lebih dari tiga dekade menjadi bagian penting dalam membangun dan menyempurnakan pendekatan program Yatim Mandiri.
“Selama 32 tahun, Yatim Mandiri terus mengembangkan berbagai program yang tidak hanya menjawab kebutuhan penerima manfaat saat ini, tetapi juga mendorong mereka untuk tumbuh dan memiliki kemandirian. Karena itu, kami membangun program secara terpadu, mulai dari pendidikan, kesehatan, pengasuhan, hingga pemberdayaan, dengan memperhatikan proses pendampingan dan keberlanjutan manfaatnya,” jelas Grace.
Menurut Grace, keberlanjutan menjadi salah satu perhatian penting dalam memastikan program memberikan dampak yang lebih luas.
“Kami melihat bahwa dampak tidak selalu dapat diukur dari bantuan yang diberikan pada satu waktu. Ada proses panjang yang perlu dibangun agar penerima manfaat memiliki kesempatan untuk berkembang, meningkatkan kapasitas, dan secara bertahap mampu menentukan masa depannya sendiri. Pengalaman inilah yang kami bagikan dalam pertemuan bersama para leader dan praktisi dari Arab Saudi,” tambahnya.
Membuka Ruang Kolaborasi Lintas Negara
Setelah mendapatkan pemaparan dan berdiskusi mengenai pengalaman pengelolaan program, para perwakilan Saudi Orphans’ Leaders Fellowship menyampaikan apresiasi terhadap praktik yang dibagikan Yatim Mandiri. Pertukaran pengalaman tersebut menunjukkan adanya kesamaan perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan anak yatim dan keluarga yang membutuhkan.
Salah satu perwakilan Saudi Orphans’ Leaders Fellowship menyampaikan bahwa pengalaman Yatim Mandiri selama lebih dari tiga dekade menjadi hal yang menarik untuk dipelajari, terutama dalam membangun program yang mendampingi penerima manfaat menuju kemandirian.
“Pertemuan ini memberikan banyak wawasan mengenai pengalaman Yatim Mandiri dalam mengembangkan program bagi anak yatim dan dhuafa. Kami melihat adanya banyak hal yang dapat dipelajari dan menjadi bahan pertukaran pengalaman untuk pengembangan program di masa mendatang,” ungkapnya.
Ia juga berharap jejaring Yatim Mandiri dapat semakin luas hingga tingkat internasional sehingga manfaat program dapat dirasakan oleh lebih banyak anak yatim.
“Kami berharap Yatim Mandiri dapat terus memperluas jejaringnya hingga mancanegara. Dengan kolaborasi yang semakin luas, semakin banyak anak yatim yang dapat merasakan manfaat dari program-program yang dikembangkan,” tambahnya.
Kunjungan Saudi Orphans’ Leaders Fellowship menjadi ruang untuk memperkenalkan pengalaman Yatim Mandiri sekaligus membangun komunikasi dengan para praktisi sosial dari Arab Saudi. Pertemuan ini juga membuka peluang untuk saling belajar dan mengembangkan kerja sama dalam bidang pemberdayaan yatim dan dhuafa.
Pengalaman 32 tahun Yatim Mandiri menjadi modal untuk terus mengembangkan program yang terpadu, relevan, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas negara, praktik baik dan pengetahuan yang dimiliki dapat terus dipertukarkan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi anak yatim dan keluarga dhuafa.
- Penulis: Redaksi YM

Saat ini belum ada komentar