Kamis, 29 Okt 2026
light_mode
Beranda » Kolom » Kisah Sukses » Bangkit dari Keterpurukkan, Dwi Rintis Bisnis Warung dan Parcel

Bangkit dari Keterpurukkan, Dwi Rintis Bisnis Warung dan Parcel

  • account_circle Nadila Wulan Cahyani
  • calendar_month Selasa, 21 Mei 2024
  • visibility 444
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Surabaya, YM News – Menjadi orang tua tunggal bukanlah sebuah keinginan dari semua orang. Namun apabila keadaan memaksa seseorang untuk menjadi orang tua tunggal, maka ia tidak dapat menghindari hal tersebut. Hal tersebut dirasakan oleh Dwi Estri Cahyani. Seorang bunda yatim yang telah ditinggal oleh suaminya.

Perempuan kelahiran Banyumas ini telah ditinggal oleh suaminya sejak tahun 2021. Almarhum suami meninggal karena covid-19. Kala itu ia berada di posisi yang tidak bekerja. Dan anaknya masih berada di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD). Ia dan anaknya tidak menyangka akan kehilangan sosok suami dan ayah secepat ini.

Pandemi Covid-19 menjadi salah satu pengalaman menyedihkan dan terburuk. Kondisi tersebut membuat Dwi harus kehilangan sosok suami yang ia cintai. Almarhum suami Dwi positif covid-19. Semua telah diusahakan, Qadarullah kondisi Almarhum justru malah menurun hingga akhirnya Allah SWT memanggilnya.

Dwi merasa begitu sakit ketika ditinggal oleh Alm. Suami. Ia bingung harus memulai semuanya dari mana. Namun, ia tidak ingin terus larut dalam kesedihan. Dwi harus bisa kuat menghadapi cobaan yang ada karena ada anak yang harus ia perjuangkan. Dwi terus menerus menguatkan dirinya sendiri. “Jika saya lemah, maka bagaimana nasib anak saya,” ujarnya.

Perempuan kelahiran ini 1984 ini juga terus menguatkan anaknya. Dwi yakin bahwa anaknya juga mengalami kesakitan dan kesedihan seperti yang ia rasakan. Ia tiada henti selalu memberi semangat dan motivasi kepada sang anak bahwa semuanya adalah takdir Allah SWT. 

Awalnya Dwi tidak tahu harus melanjutkan kehidupan dengan cara apa. Ia yang kala itu tidak bekerja, hanya mengandalkan uang tabungan untuk melanjutkan kehidupannya dengan anaknya. Namun, mau tidak mau ia harus berpikir sebuah cara agar dapat terus bertahan hidup dan terus menyekolahkan putri semata wayangnya. “Saya tidak ingin jika anak saya harus putus sekolah,” ujar Dwi.

Setelah mulai menerima kehidupan baru yang harus ia jalani ini, Dwi berpikir bahwa tidak mungkin ia hanya mengandalkan uang tabungannya saja, sedangkan masa depan anaknya masih panjang dan masih membutuhkan biaya sekolah. Disisi lain, Dwi juga tidak mungkin meninggalkan anaknya sendiri di rumah. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk mencoba membuka usaha yang dapat dijalankan dari rumah. 

Ibu Dwi ketika berfoto dengan anaknya

Memanfaatkan uang sisa tabungan yang ada, ia nekat membangun usaha warung kecil-kecilan. Ia menjual bahan-bahan sembako yang dibutuhkan oleh warga sekitar seperti beras, minyak goreng, kopi, gula, mie, dan lain sebagainya. Walaupun ia tahu bahwa penghasilan yang didapatkan dari berjualan ini tidak begitu banyak, tapi ia yakin kepada Allah SWT bahwa-Nya akan selalu mencukupkan dan memberi rezeki kepada seseorang yang mau berusaha.

Dalam perjalanannya tentu saja warung sembako yang dibuatnya tidak selalu melulu ramai. Jika ramai ia dapat menghasilkan 200 hingga 300 ribu rupiah dalam satu hari. Sedangkan jika sepi ia terkadang hanya mendapatkan 50 ribu rupiah dalam sehari. “Tapi saya selalu bersyukur berapapun penghasilan yang saya dapatkan dari hasil jualan di warung saya,” tuturnya.

Merasa kurang jika hanya mengandalkan penghasilan dari hasil jualannya di warung. Dwi kemudian berpikir untuk menambah usaha yang dapat menambah pemasukkan. Tentu saja bisnis yang dapat ia jalankan dari rumah. Hingga suatu ketika ia memutuskan untuk membuka usaha jasa pembuatan parcel hantaran dan bouquet. 

Sebenarnya Dwi tidak memiliki bakat atau pengalaman sama sekali dalam pembuatan jasa parcel ini. Ia juga tidak pernah mendapatkan pelatihan mengenai hal ini. Namun dengan sifatnya yang pantang menyerah dan berani untuk mencoba sesuatu yang baru, ia nekat untuk mencoba membuatnya.

Merasa bahwa hal ini dapat dikembangkan dan dijadikan sebuah usaha baru, Dwi kemudian mempromosikan parcel-parcel buatannya melalui media sosial. Sedikit demi sedikit usahanya mulai dikenal oleh masyarakat. Dwi pun mulai mendapat banyak pesanan.

Namun seperti para pemilik usaha pada umumnya. Usaha parcel ini juga tidak selalu ramai. Adakalanya ia juga tidak mendapatkan pesanan. Namun ia tetap telaten untuk mempromosikannya ke media sosial yang ia miliki.

Parcel buatan Ibu Dwi

Dwi berharap dari dua usahanya ini ia dapat melanjutkan kehidupannya dan anaknya. Ia berharap semoga warungnya bisa lebih berkembang lagi, lebih besar, dan lebih lengkap. Dan untuk usaha parcelnya ia juga berharap agar jasanya semakin dikenal masyarakat hingga makin banyak pula pesanan yang masuk.

Dwi menyebutkan bahwa kini cita-citanya hanyalah satu. Ia ingin menyekolahkan putrinya setinggi mungkin. Ia berharap agar masa depan putrinya jauh lebih baik dibanding dengan kehidupannya saat ini. “Semoga putri saya dapat diangkat derajatnya dan mengangkat derajat orang tuanya,” tuturnya.

Dalam menjadi orang tua tunggal, Dwi merasa sangat terbantu ketika ia menjadi penerima manfaat dari Yatim Mandiri. Mulanya ia tidak mengetahui sama sekali tentang Yatim Mandiri. Sampai suatu ketika ia dikenalkan oleh Ibu RT setempat dengan Yatim Mandiri. Awalnya ia tidak percaya bahwa Yatim Mandiri dapat memberi bantuan. Namun, ia tetap ingin membuktikan rasa penasarannya. “Dan ternyata Yatim Mandiri benar-benar dapat membantu saya,” ungkapnya.

Dwi menceritakan bahwa ia mendapatkan bantuan modal dari Yatim Mandiri. Bantuan modal tersebut kemudian ia manfaatkan untuk mengembangkan bisnis warungnya. Tidak hanya bantuan modal saja, Dwi juga telah bergabung bersama salah satu program Bunda Bisa milik Yatim Mandiri.

Selama kurang lebih 3 tahun Dwi bergabung dengan Bunda Bisa. Dalam program Bunda Bisa ini telah banyak manfaat yang ia rasakan. Ia mendapatkan banyak ilmu baru, salah satunya ialah ilmu parenting. Ia diajarkan tentang bagaimana cara mendidik anak yang baik dan efektif. Tidak hanya itu, dengan bergabung bersama Bunda BISA ia juga diajarkan mengenai cara berwirausaha. Khususnya dalam pembuatan dan penjualan telur asin. 

Tidak hanya pengetahuan yang ia dapatkan, Dwi mengaku dengan bergabung ke dalam program Bunda BISA ia menjadi semakin optimis dalam menjalani hidup. Tidak hanya itu, ia juga semakin semangat untuk terus berkarya demi masa depan keluarganya. “Optimis saya semakin bertambah ketika saya bergabung dengan Bunda BISA,” jelasnya.

Selain ilmu dunia, Dwi mengaku juga mendapatkan ilmu agama. Ia juga diajarkan tentang bagaimana cara baca al-quran yang baik dan benar. “Banyak ilmu yang saya dapatkan ketika saya bergabung dengan program Bunda BISA,” ungkapnya.

Dwi berharap Yatim Mandiri dapat terus bermanfaat dan berkembang, semakin sukses, dan tambah maju. Tidak hanya itu, ia juga berharap Yatim Mandiri dapat semakin menolong orang-orang yang membutuhkan. “Saya berharap semoga Yatim Mandiri dapat terus menebar kebermanfaatan untuk yang membutuhkan,” pungkasnya dengan penuh harap.

  • Penulis: Nadila Wulan Cahyani

Tinggalkan Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekan Jember Gelar “Ekspedisi ASA #1” di SLB Negeri Branjangan

    Rekan Jember Gelar “Ekspedisi ASA #1” di SLB Negeri Branjangan

    • 0Komentar

    Jember, YM News – Pada Jumat lalu (20/9/2024), Yatim Mandiri bersama Relawan Kemandirian (Rekan) Jember sukses melaksanakan program “Ekspedisi ASA #1” di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Branjangan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Kegiatan penyaluran Alat Sekolah Ceria (ASA) ini ini menjadi momen istimewa bagi 15 penerima manfaat yang terdiri dari anak-anak yatim, piatu, dan dhuafa […]

  • Layanan Kesehatan Keliling Hadir Sapa Pelajar Pasuruan

    Layanan Kesehatan Keliling Hadir Sapa Pelajar Pasuruan

    • 0Komentar

    Pasuruan, YM News – Yatim Mandiri Pasuruan terus meluaskan kebaikan dengan gelar Layanan Kesehatan Keliling sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak-anak yatim dan dhuafa di wilayah Pasuruan Raya.  Kegiatan ini berlangsung di SMPN 4 Pasrepan Satu Atas, Desa Galih, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan pada Rabu lalu (4/9/2024), yang merupakan salah satu wilayah 3T (tertinggal, terdepan, […]

  • Yatim Mandiri Gresik Hadirkan Program Pemberdayaan untuk 15 Bunda Yatim dan Dhuafa di Kelurahan Terate

    Yatim Mandiri Gresik Hadirkan Program Pemberdayaan untuk 15 Bunda Yatim dan Dhuafa di Kelurahan Terate

    • 0Komentar

    Gresik, YM News – Yatim Mandiri Gresik kembali menghadirkan langkah nyata dalam menebar kebaikan melalui program pemberdayaan untuk bunda yatim dan dhuafa pada Senin, (30/3/2026). Bertempat di Kelurahan Terate, kegiatan ini menyasar 15 bunda yatim yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi mereka. Program ini menjadi wujud kepedulian terhadap keluarga yatim agar […]

  • Pembukaan Sanggar Genius dan Al-Qur’an Yatim Mandiri Surabaya

    Pembukaan Sanggar Genius dan Al-Qur’an Yatim Mandiri Surabaya

    • 0Komentar

    Surabaya, YM News – Pada Jum’at (9/9/2022) sore, Yatim Mandiri Surabaya telah mengadakan pembukaan Sanggar Genius dan Al-Qur’an yang bertempat di Jl. Simorejo Sari, Sukomanunggal, Kota Surabaya. Pembukaan Sanggar Genius dan Al-Qur’an ini dihadiri oleh kurang lebih 12 anak-anak yatim dan dhuafa yang tinggal di sekitar Simorejo Sari. Nantinya anak-anak ini akan mendapat bimbingan belajar […]

  • Edukasi Tanggap Bencana Sejak Dini, Yatim Mandiri Nganjuk Gelar Mitigasi Bencana di SDN 3 Sukomoro

    Edukasi Tanggap Bencana Sejak Dini, Yatim Mandiri Nganjuk Gelar Mitigasi Bencana di SDN 3 Sukomoro

    • 0Komentar

    Nganjuk, YM News – Yatim Mandiri Nganjuk bersama Relawan Kemandirian dari UIN Syekh Wasil Kediri berkolaborasi dengan Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Nganjuk melaksanakan kegiatan Mitigasi Bencana di SDN 3 Sukomoro. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jum’at, 23 Januari 2026 ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menanamkan kesadaran dan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini. Kegiatan mitigasi […]

  • Yatim Mandiri Gelar Launching Tebar Kebaikan Qurban 1444 Hijriyah

    Yatim Mandiri Gelar Launching Tebar Kebaikan Qurban 1444 Hijriyah

    • 0Komentar

    Surabaya, YM News – Yatim Mandiri terus meluaskan manfaat kebaikan, yakni dengan kembali menghadirkan program qurban. Launching program qurban 1444 H Yatim Mandiri dilaksanakan pada Senin, 29 Mei 2023, bertempat di Graha Yatim Mandiri, Jambangan, Kota Surabaya. Pada tahun 2023 ini, Yatim Mandiri mengusung tema “Tebar Kebaikan Qurban” tema ini diambil guna menambah semangat untuk […]

expand_less