12 Cara Jitu untuk Menumbuhkan Semangat Belajar Anak

Menumbuhkan semangat belajar anak banyak caranya, perlu disesuaikan dengan kondisi dan karakter anak itu sendiri. Mau tahu cara jitunya? Cek disini.


Tidak semua anak suka belajar, ada kalanya mereka merasa tidak bersemangat dan berujung hasil belajar kurang memuaskan. Sebagai orang tua, perlu mengetahui bagaimana saja cara yang tepat untuk menumbuhkan semangat belajar anak supaya semakin banyak ilmu yang diserap dari setiap pelajaran.

Banyak hal yang mempengaruhi semangat belajar anak, bisa jadi karena dia memang tidak menyukai mata pelajaran tersebut atau kesulitan paham pada sebuah tema belajar. Sudah seharusnya orang tua ambil bagian, supaya anak segera kembali termotivasi untuk belajar. 

12 Cara Menumbuhkan Semangat Belajar Anak

Menurunnya semangat belajar anak, bisa terlihat dari tidak antusiasnya mereka saat belajar, bahkan ketika ditanya soal pelajaran tidak dijawab dengan baik. Bisa juga terlihat dari hasil belajar di sekolah yang tidak seperti biasa.

Untuk menumbuhkan kembali semangat belajar anak, bisa dilakukan dengan beberapa cara dimana 12 diantaranya akan dijelaskan berikut ini.

1.    Suasana Belajar yang Menyenangkan

Suasana Belajar yang Menyenangkan

Buatlah suasana belajar yang menyenangkan bagi anak, sesuai usianya. Jika masih balita, maka buat lokasi belajar dilengkapi dengan berbagai permainan penunjang belajarnya. Sehingga anak tidak cepat bosan saat harus belajar, dimana mereka bisa belajar sambil bermain.

Untuk usia sekolah SD, juga bisa disediakan meja belajar yang memang diinginkan oleh buah hati tercinta. Sehingga setiap belajar akan menjadi sebuah momen menyenangkan, apalagi jika lengkap pula dengan lampu belajar dan fasilitas penunjang lainnya.

Untuk usia SMP dan SMA juga sama, orang tua bisa menyediakan tempat belajar ternyaman bagi anak agar mereka bisa lebih fokus saat waktu belajar tiba.

2.    Reward untuk yang Rajin Belajar

Reward ini bukan berarti memanjakan anak, namun sebagai upaya agar anak lebih mudah saat diajak belajar tanpa adanya drama pertengkaran hanya karena si anak malas belajar. 

Hadiah yang diberikan, tidak melulu berupa barang apalagi uang. Bisa berupa tambahan jam bermain di rumah jika mereka berhasil mengerjakan tugas tepat waktu, pelukan dari orang tua lebih banyak. Tidak dibebani tugas mencuci piring atau menyapu jika belajar rajin.

Dengan begitu anak memiliki rasa antusias belajar, meskipun tidak baik jika selalu diimingi dengan hadiah.

3.    Memahami Apa yang Dirasakan Anak

Beda anak akan beda pula karakter dan kemampuan belajarnya, ada yang bisa cepat paham sebuah materi belajar namun ada juga yang harus mengulang belajar beberapa kali sebelum paham. 

Orang tua harus dapat memahami hal tersebut, dengan mengajak anak curhat dari hati ke hati tentang masalah yang dialaminya saat belajar. Kemudian apa yang akan dilakukannya untuk bisa belajar dengan baik.

Setelah itu, tinggal fasilitasi apa yang diinginkan anak untuk menunjang prosesnya belajar. Sehingga kemungkinan menumbuhkan semangat belajar anak akan lebih besar karena mereka bisa belajar dengan nyaman sesuai cara yang mereka sukai.

4.    Dampingi Anak Belajar

Dampingi Anak Belajar

Untuk usia Balita hingga SD, anak-anak memang masih harus didampingi saat belajar. Apalagi saat usia baru masuk Taman Kanak Kanak dan SD, dengan begitu mereka menjadi lebih terbiasa untuk belajar.

Selain itu, dengan pendampingan yang tepat, motivasi anak untuk belajar akan semakin bangkit. Namun memang, cara mendampinginya harus tepat bukan dengan marah-marah dan memaksakan anak paham pelajaran.

Orang tua perlu menggunakan cara mengajar yang lemah lembut dan mudah dipahami anak, supaya mereka selalu nyaman dan antusias saat didampingi selama proses belajar berlangsung.

5.    Pahami Cara Belajar yang Disukai Anak

Apakah anak suka belajar sambil bermain? Atau lebih suka fokus langsung beberapa menit sebelum diberikan jeda istirahat? Orang tua harus paham mana yang disukai anak, supaya mereka tidak menganggap belajar sebagai sesuatu yang menakutkan dan membosankan.

Misalnya, untuk anak balita belajar berhitung bisa dikombinasi dengan menghitung mainan yang dimiliki si anak. Kemudian belajar membaca dengan mengeja nama-nama benda yang mereka miliki.

6.    Kenali Minat Anak dan Fokus

Beda anak akan beda pula minatnya dalam belajar, kenali terlebih dahulu pelajaran apakah yang sangat disukai oleh si kecil kemudian eksplorasi minat tersebut. Alhasil, mereka akan lebih antusias belajar hal-hal yang memang mereka sukai.

Berikan porsi belajar lebih panjang untuk bidang yang mereka kuasai, tapi jangan lupa tetap mendukung upaya mereka belajar materi lainnya.

7.    Beri Contoh yang Tepat

Beri Contoh yang Tepat

Orang tua adalah role model anak yang paling utama, ketika orang itu berhasil memberikan contoh yang baik dalam hal belajar maka anak akan mengikutinya.

Contoh kecilnya saja untuk belajar disiplin di rumah, orang tua perlu memberikan contoh disiplin terlebih dahulu. Mulai dari disiplin bangun pagi, disiplin menempatkan barang pada lokasi semula setelah digunakan. 

Begitu juga dengan pelajaran di sekolah, orang tua bisa memberikan pengertian bagaimana cara belajar saat masih kecil dulu supaya mereka paham dan bisa mengikutinya.

8.    Beri Target yang Akan Dicapai

Untuk menumbuhkan semangat belajar anak bisa juga dilakukan dengan memberikan target belajar, sebagai motivasi bagi anak. Pemberian target tentu perlu disesuaikan juga dengan kemampuan anak, apakah mereka akan bisa mencapai target tersebut atau tidak.

Sebagai contoh, untuk belajar berhitung diberikan waktu satu minggu untuk menghafal perkalian satu sampai 10. Dengan begitu, anak akan berusaha untuk belajar agar target tersebut dapat tercapai.

9.    Waktu Belajar Terbaik

Pastikan anak belajar di waktu terbaik untuk menyerap pelajaran, diantaranya pagi hari setelah bangun tidur, menjelang tidur, atau sore hari. Biasanya pada waktu-waktu tersebut akan lebih mudah memahami sebuah materi. 

Begitu juga saat kenyang akan lebih bagus belajar dibandingkan saat lapar, sehingga perlu dipastikan juga fisik anak dalam kondisi fit untuk belajar.

10.    Membiasakan Membaca Buku

Membiasakan Membaca Buku

Antusiasme belajar banyak dimulai dari seringnya membaca buku, banyak wawasan bertambah dan selalu haus akan informasi dan ilmu. Jika orang tua sudah mengajarkan anak untuk hobi membaca sejak kecil, mereka akan selalu ingin mencari informasi baru dari berbagai jenis buku yang dibacanya.

11.    Jeda di Point Terbaik

Satu hal yang menarik untuk menumbuhkan semangat belajar anak adalah, berhenti ketika belajar pada pon yang menarik bagi anak. Misalnya, saat belajar mengenal tumbuhan dan hewan dimana mereka sangat antusias dan penasaran.

Coba buat jeda selama beberapa menit untuk minum air putih, makan cemilan, atau peregangan. Selama masa itu anak akan memiliki rasa penasaran tinggi dan termotivasi untuk melanjutkan belajar.

12.    Buat Jadwal dan Motivasi Belajar

Buatlah jadwal belajar anak dengan melibatkan mereka dalam proses pembuatan jadwal tersebut, mereka akan lebih bertanggung jawab untuk mengikuti jadwal tersebut. Ketimbang hanya orang tua saja yang menyusunnya sendiri.

Selain itu, tempel kata kata motivasi belajar di berbagai tempat di kamar si kecil supaya mereka juga semakin memiliki semangat belajar tinggi.

Jika sudah tahu bagaimana saja cara yang jitu untuk menumbuhkan semangat belajar anak, tinggal mencari manakah cara paling tepat untuk diterapkan pada anak tersayang. Supaya mereka tidak merasa bahwa belajar itu paksaan, melainkan menyukai proses dan semua pelajaran yang perlu mereka ketahui.

Santoso
Lewat aksara menggapai cita dan membantu sesama.