7 Kewajiban Orang Tua Terhadap Anak dalam Islam

Kewajiban orang tua terhadap anak seringkali dianggap sepele, padahal termasuk salah satu hal yang penting. Berikut ini 7 kewajiban orang tua pada anaknya.


Anak merupakan titipan yang harus dijaga dan menjadi amanah terbesar dari Allah SWT kepada setiap orang tua di dunia ini. Oleh karena merupakan titipan, tentunya terdapat beberapa kewajiban orang tua terhadap anak yang harus dipenuhi.

Terkadang orang tua melupakan beberapa poin penting terkiat kewajibannya terhadap anak. Apabila kewajiban ini dijalankan dengan baik dan benar maka anak akan menjadi insan yang cerdas dan berguna bagi agama dan negara. 

Menurut ajaran Islam, anak yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan mempunyai hak untuk diberi kebutuhan oleh orang tuanya. Kebutuhan ini seperti makan dan minuman yang layak sehingga tubuh mereka menjadi sehat dan normal seperti manusia normal pada umumnya.

7 Kewajiban Orang Tua Terhadap Anak

Mempunyai anak dan melakoni peran sebagai orang tua pastinya harus memenuhi kewajiban pada anak tersebut. Mulai dari memenuhi kebutuhan seperti makan dan minum hingga mengajarkan adab-adab dasar kepada anak. Di bawah ini ada beberapa kewajiban orang tua terhadap anak dalam ajaran Islam.

1.    Memberikan Nama Terbaik dan Nasab yang Jelas

Memberikan Nama Terbaik dan Nasab yang Jelas

Nama merupakan hadiah pertama dan utama yang wajib diberikan orang tua kepada anaknya. Setelah anak lahir, tentunya nama dengan makna terbaik menjadi poin penting karena menjadi doa dan harapan untuk anak tersebut kelak. 

Memberikan nama yang baik kepada anak tentunya akan menjadi berkah untuk mereka dalam menjalani kehidupan. Seperti kata pepatah bahwa nama merupakan doa yang diberikan orang tua pada anaknya. Nama yang baik juga dapat menjadi cerminan jalan kehidupan anak di masa yang akan datang.

Nasab artinya adalah hubungan darah yang menunjukkan bahwa anak merupakan hasil dari pernikahan yang sah. Oleh karena itu, nasab anak sangat jelas diturunkan dari ayahnya dan berguna untuk menghindari kerancuan nasab ketika anak tersebut menikah.

Pada umumnya, untuk memperjelas nasab ini orang tua memberikan nama belakang ayah untuk anak mereka. Dengan demikian, orang akan tahu siapa ayah dari anak tersebut dan tidak menimbulkan kesalah pahaman atau hal yang tidak diinginkan.

2.    Kewajiban Memberi Susu (ASI)

Kewajiban Memberi Susu (ASI)

Setelah anak lahir, kewajiban orang tua terhadap anak berikutnya adalah memberikan ASI yang menjadi sumber nutrisi bagi anak. Meskipun ASI diberikan oleh ibu, ayah juga berkewajiban untuk mendukung ibu dalam menjalankan program ASI eksklusif agar lancar dan dapat memenuhi kebutuhan anak.

Pasalnya, masalah ASI juga sering terjadi pada beberapa ibu sehingga diperlukan peran ayah untuk menemani dan menyemangati ibu ketika memberi anak ASI. Dukungan fisik dan moril seperti ini dapat membantu ibu demi kelancaran program ASI eksklusif untuk anak.

Kewajiban memberikan ASI ini dijelaskan oleh Allah SWT dalam Al-Quran, yaitu Surah Al-Baqarah ayat 233 yang artinya: “Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama 2 tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan”.

Oleh karena itu, kewajiban memberikan ASI wajib dipenuhi selama 2 tahun penuh agar nutrisi yang didapatkan anak lebih sempurna. Jika terjadi masalah sebelum 2 tahun masa persusuan, amak hal ini haru dimusyawarahkan oleh ayah dan ibu agar tidak membahayakan anak tersebut. 

3.    Memberi Nafkah (Makan, Pakaian, dll)

Memberi Nafkah (Makan, Minum, Pakaian, dll)

Kewajiban orang tua terhadap anak selanjutnya adalah memberikan nafkah yang cukup dan layak. Nafkah ini berguna untuk menjaga kelangsungan hidup anak supaya selalu sejahtera. Tujuannya adalah agar anak terhindar dari kesusahan hidup di dunia.

Beberapa contoh nafkah yang harus diberikan untuk anak adalah makanan, minuman, pakaian dan kebutuhan lainnya. 

Penjelasan terkait hal ini juga disebutkan Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayang 233 yang artinya: “… Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang baik …”. 

Berdasarkan ayat tersebut sangat tegas Allah SWT katakan bawah memberikan makanan dan pakaian yang baik untuk ibu dan anak. Asupan makanan dengan gizi yang cukup menjadi dasar sehingga anak mempunyai tubuh yang sehat, otaka yang cerdas dan mental yang kuat.

4.    Kewajiban Memberikan Pendidikan

Kewajiban Memberikan Pendidikan

Orang tua sejatinya merupakan sekolah pertama bagi anak, karena pelajaran pertama bersumber dari ayah dan ibu. Misalnya pelajaran tentang bagaimana cara berbicara, berjalan, makan dan masih banyak lagi. Dengan demikian, pelajaran dasar tersebut adalah hal wajib yang harus diajarkan orang tua pada anak.

Memberikan pendidikan jasmani kepada anak adalah kewajiban orang tua terhadap anak agar mereka dapat merawat diri sendiri, terhindar dari penyakit dan selalu sehat. Pada umumnya, anak akan mengikuti gaya hidup orang tuanya, sehingga ayah dan ibu perlu menerapkan prinsip hidup yang baik pula.

Di samping itu, pendidikan rohani seperti nilai moral dan keagamaan tidak kalah penting untuk diajarkan. Sejak dini orang tua wajib mengajarkan tentang Islam, bagaimana cara shalat yang benar. Mengenal Al-Quran, serta mengetahui doa-doa dasar sebelum melakukan aktivitas.

Apabila pendidikan dasar seperti itu sudah diberikan sejak dini, maka pada saat masuk sekolah anak akan lebih mudah mengikuti pelajaran yang diberikan. Fisik dan mental mereka pun akan lebih siap untuk menghadapi dunia luar dan mengenal banyak orang.

5.    Mengajarkan Nilai Sosial

Mengajarkan Nilai Sosial

Selain nilai agama dan moral, orang tua perlu memberikan pendidikan sosial untuk anaknya. Hal ini berguna bagi anak untuk bertemu dan berinteraksi dengan dunia luar. Nantinya anak akan memasuki usia sekolah, bertemu teman baru dan mengenal dunia luar yang menurut mereka masih asing.

Jika anak sudah mendapatkan pendidikan berupa nilai sosial ini, mereka akan lebih mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Mereka bisa mengatasi tekanan yang muncul saat berinteraksi dengan teman-teman yang baru mereka temui.

6.    Menikahkan Anak dengan Pasangan yang Shaleh dan Shalehah

Menikahkan Anak dengan Pasangan yang Shaleh dan Shalehah

Selain poin-poin di atas, terdapat kewajiban orang tua terhadap anak yang tidak kalah penting. Kewajiban ini adalah menikahkan anak dengan pasangan yang shaleh dan shalehah kelak. Pasangan yang shaleh dan shalehah ini merupakan pasangan yang mempunyai tutur kata baik dan keimanan yang tinggi.

Menikahkan anak dengan pasangan mereka yang memiliki sifat baik, pastinya akan melahirkan keturunan yang baik pula. Sehingga keluarga Anda akan dikaruniai keberkahan dan kebaikan karena berasal dari keluarga yang sama-sama baik.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Anda tentunya perlu menjaga pergaulan anak agar tidak terjerumus ke dalam lingkungan yang kurang baik. Keterbukaan antara anak dan orang tua menjadi salah satu poin penting sehingga ayah dan ibu dapat mengontrol pergaulan dan lingkungan anak.

7.    Sabar dan Memaafkan Anak

Sabar dan Memaafkan Anak

Perilaku anak seringkali membuat para orang tua kesal dan selalu terbawa emosi. Terutama ketika anak masih di usia rentan membuat tingkah yang kadang mengganggu aktivitas orang tua. Keadaan seperti ini hendaknya dihadapi dengan sabar dan selalu memaafkan.

Tingkah anak yang kurang baik jika diselesaikan dengan amarah maka anak pun akan berontak dan melawan pada orang tua. Cukup dengan diberi pengertian secara halus anak pastinya bisa mengerti dan berusaha untuk patuh dengan apa yang Anda sampaikan.

Menerapkan kewajiban orang tua terhadap anak adalah hal yang harus dilakukan sebagai wujud menjaga titiap dari Allah SWT tersebut. Untuk meningkatkan rasa kepedulian anak, Anda bisa mengajak mereka untuk ikut bersedakah melalui Yayasan Yatim Mandiri.

 

Santoso
Lewat aksara menggapai cita dan membantu sesama.