10 Cara Mengatasi Anak yang Sulit Belajar Matematika

Ada 10 cara mengatasi anak yang sulit belajar matematika, Anda bisa mencobanya untuk anak di rumah kemudian lihat perbedaannya setelah melakukannya rutin.


Tidak sedikit anak anak yang mengalami kesulitan saat belajar matematika, bahkan sampai alergi jika harus mempelajari materi soal hitung menghitung tersebut. Jika anak Anda mengalami kondisi tersebut, coba pakai cara mengatasi anak yang sulit belajar matematika berikut ini.

Sulitnya anak belajar matematika bisa disebabkan oleh banyak hal, namun pada umumnya bisa diatasi selama ada kemauan dari anak untuk belajar dan dukungan orang tua dan sekolah. Apalagi, mata pelajaran matematika akan sangat banyak berhubungan dengan pelajaran lain hingga dunia kerja nanti.

Cara Mengatasi Anak yang Sulit Belajar Matematika

Saat ini banyak orang berupaya memperkenalkan matematika dengan cara lebih menyenangkan, apalagi lewat sosial media juga sudah disebarkan pemahaman bahwa matematika itu tidak sulit. Jika bagi anak Anda masih terasa sulit, cobalah mengatasinya dengan beberapa cara berikut ini.

1.    Tanyakan Apa Alasan Anak Tidak Paham Matematika

Jangan langsung memarahi anak ketika dia tidak bisa menghitung perkalian dan mendapatkan nilai buruk di sekolah. Cobalah lakukan pendekatan yang baik, bertanya dengan lemah lembut dan penuh empati tentang apa yang dirasakan mereka tentang matematika.

Biarkan anak mengungkapkan kesulitan apa yang dirasakannya saat belajar berhitung tersebut, supaya nantinya bisa dicarikan solusi yang tepat.

Ada anak yang memang tidak suka berhitung, sehingga malas mencoba belajar matematika. Namun ada juga anak dengan gangguan pemahaman matematika yang biasa disebut diskalkulia. 

2.    Buat Perspektif Positif Tentang Matematika

Jika sudah tahu alasan anak sulit belajar matematika maka cara mengatasi anak yang sulit belajar matematika selanjutnya adalah membangun perspektif yang positif tentang mata pelajaran tersebut.

Bahwa matematika tidaklah seburuk yang mereka pikirkan, banyak manfaat bisa diperoleh jika mahir matematika. Bukan saja untuk mendapatkan nilai bagus di sekolah, namun juga untuk kehidupan di masa depan. 

Misalnya ketika memasuki dunia kerja, pasti akan bertemu dengan matematika atau berhitung meskipun untuk berhitung sederhana.

3.    Buat Suasana Belajar yang Menyenangkan

Buat Suasana Belajar yang Menyenangkan

Untuk membuat anak kembali nyaman belajar berhitung dan tidak mengalami kesulitan saat belajar, orang tua perlu membuat sebuah suasana belajar matematika yang menyenangkan di rumah. Mulai dari menyediakan tempat belajar nyaman di ruang keluarga atau kamar anak.

Kemudian lengkapi dengan fasilitas belajar yang memadai dan disukai oleh anak, seperti dilengkapi meja dan kursi yang nyaman hingga cemilan dan alat tulis yang mereka inginkan.

Percaya atau tidak, ketika seseorang berada di lokasi yang nyaman, pikiran akan lebih terbuka dan belajar menjadi lebih mudah.

4.    Bangun Motivasi Belajar Anak

Dukung dan beri motivasi kepada anak, bahwa belajar matematika itu akan memberikan dampak positif bagi mereka. Untuk tahap awal, bisa diberikan rewards jika si kecil mampu belajar sesuai target yang sudah ditentukan.

Contohnya saat mengajari anak kecil berhitung, jika mereka berhasil menghitung 1-100 tanpa salah maka ada permen kesukaannya yang siap dimakan. Untuk anak yang lebih besar, rewards bisa disesuaikan dengan apa yang disukai anak namun bukan berarti memanjakannya secara berlebihan.

5.    Beri Dukungan pada Setiap Pencapaian Anak

Proses belajar matematika memang terkadang lebih sulit ketimbang belajar materi yang lain. Bagi sebagian anak, menjalani proses belajar berhitung hingga rumus-rumus itulah yang sulit.

Peran orang tua adalah dengan memberikan dukungan maksimal selama proses belajar itu berlangsung. Dengan tidak memaksakan anak harus bisa dalam waktu singkat, namun membuat mereka tetap berada dalam kondisi bersemangat sampai bisa menuntaskan belajarnya.

Cukup dengan cara mengatasi anak yang sulit belajar matematika berupa pelukan hangat, kata-kata pendukung seperti “ayo nak, kamu bisa” sudah menjadi dukungan hebat bagi mereka.

6.    Pakai Media Belajar yang Disukai Anak

 

Pakai Media Belajar yang Disukai Anak

Ada anak yang hanya dengan mendengar penjelasan bisa paham dan membuat latihan dengan cepat. 

Namun bagi anak yang sulit memahami matematika gunakan media pembantu, misalnya dengan permainan berhitung yang menyenangkan atau mainan berhitung yang akan membantu mereka paham lebih cepat.

Bisa juga dengan mengajak anak ke lokasi dimana mereka bisa belajar banyak tentang matematika, seperti museum atau lokasi edukasi lainnya.

7.    Pilih Metode Belajar yang Tepat 

Beda anak akan beda pula metode tepat untuk membuat mereka cepat paham matematika. Ada yang suka metode belajar eksplorasi, dimana orang tua bisa mengajak anak eksplorasi hal-hal sesuai tema pelajaran matematika mereka.

Seperti eksplorasi bangunan datar dengan membuat sendiri berbagai jenis bangunan datar, lalu sama-sama menghitung luas dan kelilingnya.

Ada juga metode demonstrasi, orang tua memberikan contoh-contoh matematika yang tepat dan menyenangkan bagi anak. Atau, jika anak lebih suka tanya jawab maka biarkan mereka bertanya semua hal yang tidak dipahami tentang matematika.

Untuk anak usia dini, belajar dengan metode bermain akan lebih mudah diterapkan dan hasilnya lebih bagus. Mulai dari memilih game mengenal huruf dan tanda bilangan, berhitung, dan latihan.

Bisa juga ditunjang dengan game yang tersedia di aplikasi resmi, khusus untuk membuat anak semakin paham tentang matematika dan bukan untuk membuat mereka kecanduan main HP.

8.    Latihan Berhubungan dengan Kondisi Sehari Hari

Jika anak sudah mulai antusias kembali untuk belajar matematika, lanjutkan dengan memberikan latihan soal. Tapi jangan hanya terfokus pada contoh latihan yang ada di buku pelajaran, perlu eksplorasi latihan dengan mencari kondisi familiar bagi anak lalu dikaitkan dengan matematika.

Sebagai contoh, belajar tentang waktu. Coba beri pertanyaan “jam berapa kamu biasa tidur. Kalau jam segitu, dimanakah jarum panjang dan jarum pendeknya”

9.    Belajar Bersama

Belajar Bersama

Kalau anak lebih suka bersosialisasi saat belajar, tidak ada salahnya untuk mengajak teman-teman mereka belajar bersama. Anak anak menjadi bisa diskusi satu sama lain, saling membantu memahami soal matematika dan memecahkan soal itu bersama sama.

Dengan cara mengatasi anak yang sulit belajar matematika yang satu ini, selain membantu anak cepat paham materi berhitung juga membangun jiwa sosial dan percaya diri lebih tinggi.

Alasannya adalah ketika bertemu dengan banyak teman dan belajar bersama, akan membantu membentuk karakter sosial yang positif terutama soal interaksi dengan orang lain.

10.    Kerjasama Orang Tua dan Guru

Untuk bisa mengeluarkan anak dari kesulitannya belajar matematika, akan sangat dibutuhkan dukungan semua pihak. Di rumah, orang tualah yang memegang peranan penting untuk membantu anak belajar. 

Sedangkan di sekolah, guru ambil bagian dalam memaksimalkan pemahaman anak tentang pelajaran tersebut. Selanjutnya, lakukan koordinasi dan evaluasi bersama apakah sudah terlihat kemajuan anak dalam belajar hitung menghitung tersebut.

Dengan begitu ada kesinambungan upaya yang dilakukan agar anak keluar dari zona sulit belajar matematika.

Memang akan dibutuhkan proses yang tidak sebentar untuk menerapkan cara mengatasi anak yang sulit belajar matematika, apalagi bagi anak dengan gangguan kemampuan matematika. Jika ingin anak bisa berhitung dengan lancar, segera lakukan cara yang tepat mengatasi masalah belajarnya tersebut.

Santoso
Lewat aksara menggapai cita dan membantu sesama.