Puasa Tarwiyah: Pengertian, Keutamaan, Waktu Pelaksanaan, dan Amalan

Puasa Tarwiyah
sumber gambar : istock

Puasa Tarwiyah adalah puasa kedelapan di bulan Dzulhijjah. Ada banyak fadhilah puasa Tarwiyah yang bisa didapatkan. Baca selengkapnya di artikel ini.


Sebelum menyambut hari raya Idul Adha, umat muslim akan melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah terlebih dahulu. Meskipun puasa ini tidak wajib untuk dilaksanakan, tidak mengurangi semangat kaum muslimin untuk melaksanakannya.

Terlebih lagi adanya banyak keutamaan yang akan didapatkan saat melaksanakan puasa ini. Tentu semua umat Islam menjadi tidak sabar untuk menyambutnya. Agar lebih khusyu dalam melaksanakan ibadah puasa ini, simak ulasan mengenai puasa sunnah Tarwiyah berikut ini.

 

Pengertian Puasa Tarwiyah

Puasa sunnah Tarwiyah sendiri adalah puasa yang dilaksanakan umat Islam pada hari Tarwiyah yang jatuh di bulan Dzulhijjah. Tepatnya pada tanggal 8 dibulan Dzulhijjah. Ada banyak pendapat yang menjelaskan mengenai asal muasal puasa sunnah Tarwiyah ini.

Namun, para ulama bersepakat bahwa puasa ini akan dilakukan pada hari kedelapan bulan Dzulhijjah. Untuk lebih jelasnya mengenai beberapa ulama yang memberikan pendapat mengenai puasa Tarwiyah ini adalah sebagai berikut.

  • Pendapat Ustadz Ali Amrin Al-Qurawy

Dalam penjelasannya, beliau mengutip pendapat dari Ibnu Qudamah bahwa puasa hari ke delapan pada bulan Dzulhijjah diberi nama Tarwiyah karena ada sebabnya. Dimana pada saat itu umat Islam yang sedang melaksanakan haji di Mekkah sedang bersiap diri untuk wukuf di Arafah.

Sebagaimana diketahui bahwa di Arafah ini memiliki kecenderungan udara yang cukup panas. Sehingga umat Islam memerlukan perbekalan yang cukup agar bisa bertahan dalam menjalankan wukuf. Salah satu bekal yang perlu disiapkan adalah membawa air untuk dibawa ke padang Arafah.

Karena sebab itulah, maka puasa ini disebut dengan puasa Tarwiyah. Demikian ini adalah pendapat Ibnu Qudamah yang dikutip ustadz Ali. Sedangkan ada pendapat lain yang menjelaskan penggunaan nama Tarwiyah ini.

  • Pendapat Ulama Lain

Selain pendapat di atas, ada beberapa ulama yang juga memberikan penjelasan berbeda. Dimana, kata Tarwiyah dalam penamaan puasa hari ke delapan tersebut ada kaitannya dengan sejarah Nabi Ibrahim.

Sebagaimana diketahui bahwa sejarah nabi Ibrahim ini juga menjadi alasan umat Islam saat ini melaksanakan qurban di hari Idul Adha. Kembali lagi pada pembahasan penggunaan nama Tarwiyah, ada cerita tersendiri yaitu mengenai mimpi Nabi Ibrahim.

Dimana pada hari tersebut Nabi Ibrahim mendapatkan mimpi untuk menyembelih anaknya yaitu Ismail. Keesokan harinya setelah mendapatkan mimpi tersebut, Nabi Ibrahim merenung dan bertanya kepada dirinya sendiri.

Apakah mimpi yang didapatkannya tersebut dari Allah SWT, ataukah hanya mimpi kosong belaka. Karena adanya masa kebingungan atau kekosongan inilah, maka puasa hari kedelapan bulan Dzulhijjah disebut dengan puasa Tarwiyah.

 

Keutamaan Puasa Tarwiyah

Saat melaksanakan ibadah sunnah yang dianjurkan, pasti ada keinginan dalam diri setiap orang untuk mendapatkan keutamaannya. Berikut ini adalah beberapa fadhilah puasa Tarwiyah yang akan didapatkan seseorang setelah melakukannya:

  • Bagaikan Puasa Setahun Penuh

Keutamaan pertama yang akan didapatkan seseorang dalam melaksanakan puasa Tarwiyah tanggal 8 Dzulhijjah adalah bagaikan puasa setahun. Fadhilah ini tentu akan sangat membuat semangat umat Islam dalam mendapatkan keberkahan melaksanakannya.

Fadhilah atau keutamaan ini telah dijelaskan dalam sebuah hadits berikut ini.

“Barangsiapa berpuasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti sebulan. Dan untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari Arafah seperti puasa dua tahun,” (HR. Ali Al-Muhairi, At-Thibbi, Abu Sholeh, dan Ibnu Abbas).

Dalam hadits tersebut sangat jelas bahwa orang yang berpuasa pada hari Tarwiyah akan mendapatkan pahala bagaikan puasa satu tahun. Begitu juga dengan hari selanjutnya yaitu hari Arafah yang juga memiliki keutamaan yaitu bagaikan puasa dua tahun.

  • Amalan Paling Dicintai

Selain mendapatkan keutamaan di atas, orang yang melakukan puasa Tarwiyah juga telah menjalankan amalan yang dicintai oleh Allah SWT. Hal ini telah dijelaskan dalam hadits berikut ini.

“Tiada hari di mana amal sholeh, lebih dicintai Allah selain hari-hari yang sepuluh ini (10 hari pertama bulan Dzulhijjah).’ Sesungguhnya berpuasa satu hari di dalamnya membandingi puasa satu tahun.”

Dari hadits tersebut dapat diketahui bahwa pada saat itu para sahabat menanyakan kepada Nabi Muhammad SAW perihal amal terbaik. Lalu Nabi Muhammad SAW memberikan jawaban kepada para sahabat bahwa amalan yang paling dicintai adalah puasa di 10 hari pertama Dzulhijjah.

Meskipun tidak dijelaskan secara jelas nama hari Tarwiyah, hadits tersebut tetap bisa menjadi dalil bahwa ada keutamaan dalam menjalankan puasa sunnah Tarwiyah. Karena pada dasarnya puasa pada hari tersebut adalah bagian dari 10 hari di bulan Dzulhijjah yang dicintai Allah SWT.

  • Mengikuti Sunnah Rasulullah

Rasulullah SAW yang merupakan utusan Allah SWT yang terakhir untuk umat manusia di bumi. Memberikan banyak contoh tuntunan dalam kehidupan yang bernilai ibadah. Salah satu sunnah yang selalu dilakukan Nabi Muhammad SAW adalah melaksanakan puasa ini.

Dimana dalam hadits yang telah disebutkan sebelumnya dikatakan bahwa Allah sangat mencintai hari tersebut. Adanya rasa cinta Allah SWT pada bulan ini, tentu tidak akan dilewatkan Rasulullah SAW begitu saja. Begitu juga dengan umatnya yang senantiasa mengikuti ajaran Rasulullah SAW.

Tentu akan melaksanakan apa yang disunnahkan dan dikerjakan oleh Rasulullah SAW. Karena setiap apa yang dilakukan oleh Rasulullah adalah bernilai ibadah dan akan mendapatkan pahala terbaik dari Allah SWT.

  • Melatih Diri Menahan Nafsu

Sama halnya dengan ibadah puasa lainnya, pada puasa Tarwiyah juga akan membuat siapa saja yang melakukan bisa menahan diri. Adanya upaya menahan diri dari perbuatan tidak baik dan hawa nafsu tentu akan memberikan dampak baik dalam kehidupan.

Dimana orang tersebut akan menjauh dari berbagai macam sifat yang tidak baik. Karena adanya kebiasaan menjauh ini, maka akan membawa seseorang menjadi terlatih dalam menahan hawa nafsu. Tentunya ini juga akan bernilai ibadah karena telah berhasil mengalahkan nafsunya.

  • Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT

Sejatinya setiap ibadah yang dilakukan oleh setiap umat Islam adalah untuk membawanya dekat dengan Tuhannya. Begitu juga dengan puasa yang dilakukan di hari Tarwiyah ini.

Apabila ada seseorang yang melakukan puasa pada bulan ini, maka dapat dipastikan bahwa ada upaya dalam diri orang tersebut untuk mendekatkan diri. Sifat ini lebih disukai oleh Allah SWT daripada melakukan berbagai macam kemungkaran di dunia.

  • Tingkatkan Kepekaan

Keutamaan lainnya dari melaksanakan puasa di hari Tarwiyah adalah dengan meningkatnya rasa kepekaan. Dimana rasa peka ini akan semakin muncul ketika seseorang juga merasakannya sendiri.

Dengan adanya puasa ini akan membuat orang sadar akan beratnya kaum dhuafa dalam menjalankan kehidupannya. Apabila rasa iba tersebut telah muncul, maka setiap orang tidak akan berbuat semena-mena dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Salah satunya adalah dengan memberikan apa yang dimilikinya kepada orang yang lebih membutuhkannya. Adanya kegiatan saling memberi ini akan membuat tingkat kesejahteraan merata sehingga bisa menyalurkan rasa bahagia bagi yang memberi dan diberi.

Itulah beberapa keutamaan yang akan didapatkan seseorang saat akan melaksanakan puasa Tarwiyah. Persiapkan diri untuk menjadi bagian dari orang-orang yang senantiasa mendapatkan keutamaan tersebut.

 

Kapan Puasa Tarwiyah Dilaksanakan?

Setelah mengetahui berbagai macam keutamaannya, tentu ada keinginan dalam diri untuk bisa segera melaksanakan puasa sunnah ini. Untuk itu, perlu diketahui terlebih dahulu waktu tepatnya pelaksanaan puasa Tarwiyah ini.

Karena dengan mengetahui waktunya juga akan menghindarkan seseorang salah dalam meniatkan puasanya. Oleh karena itu, simak penjelasan berikut ini yang akan menginformasikan waktu pelaksanaan puasa di hari Tarwiyah.

  • Waktu Pelaksanaan Puasa

Puasa sunah Tarwiyah adalah puasa yang dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah dan masuk dalam 10 hari pertama yang disunnahkan untuk berpuasa. Untuk puasa Tarwiyah sendiri masuk pada hari kedelapan di bulan Dzulhijjah. Tepatnya akan dilaksanakan dua hari sebelum hari raya Idul Adha.

Pada tanggal 8 Dzulhijjah tersebut, umat muslim disunnahkan untuk melaksanakan puasa. Namun, perlu diketahui bahwa di Indonesia sendiri ada beberapa ketentuan dalam menentukan kalender Hijriyah.

Untuk itu, perlu menunggu ketetapan pihak berwenang dalam mengetahui tanggal tepatnya hari Tarwiyah dalam kalender Masehi. Namun secara pasti, Tarwiyah tersebut jatuh pada tanggal 8 Dzulhijjah.

  • Niat Puasa dalam Hari Tarwiyah

Perlu diperhatikan bahwa setelah mengetahui tanggal pelaksanaan secara pasti, baik itu kalender Hijriah ataupun Masehi, maka jangan lupa untuk membaca niat saat akan melaksanakan puasa. Karena setiap ibadah yang akan dilakukan bisa dinilai ibadah jika dilakukan dengan niat.

Oleh sebab itu, pengetahuan mengenai niat ini juga sangat penting untuk diketahui. Untuk lafadz niat dalam puasa Tarwiyah adalah sebagai berikut.

“Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.”

Dalam melakukan niat tersebut, tidak ada kewajiban untuk meniatkannya terlebih dahulu sebagaimana puasa fardhu di bulan Ramadhan.

Jadi bagi siapapun yang berniat ingin melaksanakan puasa di hari Tarwiyah, namun lupa niat di malam hari, maka orang tersebut bisa meniatkan puasa hari Tarwiyah saat pagi hari dengan catatan belum makan dan minum.

Itulah tata cara yang membedakan antara puasa sunnah dan puasa fardhu.

 

Hukum Puasa Tarwiyah

Pelaksanaan puasa di awal 10 hari bulan Dzulhijjah ini memang telah dijelaskan dalam beberapa hadits dan sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Tarwiyah yang merupakan bagian dari 10 hari pertama tersebut tentu memiliki hukum yang sama dengan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini.

Untuk lebih memberikan penguatan terhadap penjelasan hukum pelaksanaan puasa ini, simak hadits di bawah ini:

“Empat hal yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW yaitu: puasa Asyura (10 Muharram), puasa 10 hari bulan Dzulhijjah, puasa 3 hari setiap bulan, dan sholat 2 rakaat sebelum sholat fajar (subuh).” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i).

Dalam hadits tersebut telah dijelaskan bahwa Rasulullah SAW telah melaksanakan puasa pada tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Pada penjelasan tersebut tentu sudah sangat jelas bahwa Tarwiyah masuk di dalamnya meskipun tidak dijelaskan secara rinci.

Jadi dapat disimpulkan bahwa puasa ini hukumnya adalah sunnah sebagaimana yang dianjurkan Rasulullah SAW. Jika suatu ibadah dihukumi sunnah, maka ibadah tersebut jika dilaksanakan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Sedangkan apabila ditinggalkan, maka tidak akan memberikan dampak apapun kepada orang tersebut. Dalam artian tidak akan mendapatkan pahala ataupun dosa jika ditinggalkan.

 

Amalan Puasa Tarwiyah

Sebagaimana penjelasan yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pada hari Tarwiyah semua umat Islam disunnahkan atau dianjurkan untuk melakukan puasa. Selain berpuasa, tentu ada amalan lain yang bisa dilakukan sehingga bisa meningkatkan kualitas ibadah.

Berikut ini adalah beberapa jenis amalan yang bisa dilakukan untuk menambah kekhusyukan dalam melaksanakan amalan di hari Tarwiyah.

  • Melaksanakan Puasa

Amalan pertama yang bisa dilakukan saat sudah tiba hari Tarwiyah adalah dengan melakukan puasa. Pelaksanaan puasa ini bisa dilakukan pada tanggal 8 di bulan Dzulhijjah. Umat Islam bisa memulai berpuasa dengan menahan nafsu, lapar dan juga haus.

Adanya pelaksanaan puasa ini akan membuat diri seseorang semakin dekat dengan Allah SWT. Selain itu, orang yang melakukan ibadah puasa ini juga akan mendapatkan keutamaan dari amalan yang paling dicintai Allah SWT ini.

  • Menahan Hawa Nafsu

Selain melakukan puasa, amalan lain yang bisa dilakukan adalah dengan menahan hawa nafsu. Maksud dari menahan hawa nafsu disini adalah mencegah diri dari segala macam perbuatan jelek yang tidak disukai Allah SWT dan juga makhluknya.

Dari mulai menahan amarah, ghibah, adu domba, dan beberapa sifat yang tidak baik lainnya. Adanya pencegahan diri dari hawa nafsu ini akan membuat seseorang menjadi terlatih dan menjadi lebih baik lagi.

  • Menjauhi Maksiat

Hari Tarwiyah adalah termasuk hari yang dicintai Allah SWT. Dimana hari ini adalah bagian dari bulan Dzulhijjah yang paling Rasulullah SAW anjurkan untuk memperbanyak kebaikan. Salah satu amalan yang bisa dilakukan selain puasa Tarwiyah adalah dengan menjauhi berbagai macam maksiat.

Sebagaimana perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW kepada umat Islam untuk senantiasa menjauhkan diri dari perbuatan maksiat. Apalagi dibulan yang penuh dengan keberkahan ini. Tentu upaya yang dilakukan harus lebih baik daripada hari-hari biasanya.

  • Bertaubat Kepada Allah SWT

Bertaubat adalah amalan yang perlu dilakukan setiap hari oleh umat manusia. Karena sejatinya setiap manusia akan selalu melakukan kesalahan dalam menjalankan kehidupannya, begitu juga saat menjalani ibadah di bulan penuh keberkahan ini.

Jangan pernah lupa untuk menyempatkan diri bertaubat kepada Allah SWT dengan melaksanakan shalat taubat. Adanya upaya seorang hamba dalam meminta ampunan kepada Allah SWT di bulan yang dicintai. Pasti akan mendapatkan rahmat Allah SWT dengan diterima taubatnya.

  • Perbanyak Dzikir

Selain bertaubat, jangan lupa untuk senantiasa mengingat Allah SWT dengan melantunkan nama-nama Allah SWT. Kegiatan melantunkan nama Allah SWT ini akan membuat seseorang ingat dan sadar bahwa dirinya tidak memiliki kuasa apapun atas dirinya.

Hanya kepada Allah tempatnya meminta dan bergantung. Adanya pengingat atau dzikir ini akan membuat seseorang juga akan semakin dekat dengan Allah SWT. Sehingga akan memudahkan terkabulnya semua doa yang telah dipanjatkan.

  • Membaca Shalawat

Tidak hanya mengingat Allah SWT saja, Rasulullah SAW yang telah menuntun umat manusia untuk beribadah kepada Allah juga harus selalu diingat. Oleh karena itu, memperbanyak membaca shalawat di hari ini juga bisa menjadi amalan terbaik dalam menyambut Tarwiyah.

Upayakan untuk selalu mengucapkan shalawat dalam setiap kesempatan. Baik itu disaat hari-hari yang penuh dengan keutamaan ataupun di setiap harinya dalam menjalankan kehidupan.

  • Bersedekah

Jenis amalan lain yang bisa dilakukan selain yang telah disebutkan di atas adalah dengan melakukan sedekah. Berilah sedekah terbaik yang disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki.

Jangan lupa untuk menghadirkan keikhlasan dan hanya mengharapkan ridho Allah SWT dalam melakukan sedekah tersebut. Sedekah yang dimaksud disini tidak hanya berupa materiil saja. Berbuat baik kepada sesama dengan meringankan bebannya juga termasuk dalam bagian sedekah.

Oleh karena itu, tidak perlu berkecil hati jika belum mampu memberikan sedekah berupa materi. Cukup berikan apa yang menjadi kemampuan untuk diberikan kepada yang membutuhkan.

  • Bersiap untuk Berqurban

Apabila telah memiliki niat untuk berqurban atau telah merasa mampu untuk melaksanakannya. Maka, siapkanlah hewan ternak terbaik yang akan diqurbankan pada hari raya Idul Adha. Jangan lupa untuk memastikan bahwa hewan yang akan diqurbankan memiliki kualitas terbaik.

Karena akan lebih baik jika memberikan apa yang dimiliki dengan terbaik untuk keperluan bersama. Selain akan mendapatkan pahala dari ibadah yang dilakukan, hati juga akan merasakan bahagia karena telah berbagi kebahagiaan.

Ada banyak keutamaan dan amalan yang bisa dilakukan saat melaksanakan puasa Tarwiyah. Persiapkan diri untuk bisa ikut menjalani puasa tersebut agar bisa mendapatkan keutamaan dalam menjalankan ibadah ini.

 

Sumber:

  • https://news.detik.com/berita/d-5609917/apa-keutamaan-puasa-tarwiyah-dan-puasa-arafah
  • https://www.inews.id/lifestyle/muslim/hadits-10-hari-pertama-bulan-ramadhan
  • https://www.suara.com/news/2021/04/14/072652/hadits-10-malam-pertama-ramadhan-simak-keutamaannya

Ika Faztin
Nasibmu telah ditulis dengan tinta cinta-Nya dan disegel dengan rahmat-Nya jadi jangan takut, percayakan dirimu kepada-Nya dan berharaplah pada ketetapan-Nya - Gems of Jannah.