Pentingnya Pelajari Niat Sholat Lailatul Qodar serta Tata Cara Sholatnya

Niat sholat Lailatul Qodar adalah pembeda dari sholat-sholat lainnya sehingga bacaan niat tersebut perlu dipelajari agar bisa menjalankan sholat ini dengan benar. 


Niat sholat Lailatul Qodar menjadi salah satu rukun sholat yang perlu diperhatikan ketika akan mengerjakan sholat sunnah Lailatul Qodar.

Tanpa membaca niat sholat ini, tentu sholat yang dikerjakan dikatakan tidak sah. Sholat Lailatul Qodar adalah salah satu amalan yang dianjurkan di malam tersebut. 

Malam Lailatul Qodar adalah salah satu momen yang paling di tunggu umat muslim di bulan ramadhan.

Malam yang menjadi tanda turunnya Al Quran tersebut dikatakan lebih baik dari seribu bulan. Sehingga umat muslim berlomba-lomba untuk mengisinya dengan berbagai amalan ibadah yang dianjurkan. 

Salah satu amalan ibadah yang bisa dilakukan pada malam penuh berkah ini adalah dengan mengerjakan sholat Lailatul Qodar.

Maka, dari itu seorang muslim perlu mengetahui bagaimana tata cara dalam melaksanakan sholat sunnah ini agar bisa mengambil bagian dari kemuliaan Lailatul Qodar dengan sholat. 

 

Baca juga:   12 Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qodar yang Sangat Dianjurkan

Bagaimana Bacaan Niat Sholat Lailatul Qodar?

Sholat Lailatul Qodar berdasarkan kitab ‘Durratun Nashihin’ ditegaskan hanya terdiri dari dua rakaat dengan satu kali salam.

Namun, ada beberapa ulama yang berpendapat jika sholat sunnah ini bisa dikerjakan sebanyak empat rakaat dengan satu kali salam. 

Banyaknya jumlah rakaat pada sholat Lailatul Qodar tentu berpengaruh pada niat yang dibaca saat mengawali sholat.

Adapun merujuk pada pendapat terkuat yakni terdiri dari 2 rakaat, maka lafadz niat sholat lailatul Qadar yang dibaca adalah sebagai berikut. 

“Ushalli sunnata lailatil qadri rak’ataini lillahi ta’aalaa.”

Lafadz niat sholat tersebut bisa dibaca dalam hati sebelum mengangkat tangan untuk bertakbiratul ihram.

Bacalah niat sholat tersebut di dalam hati dengan khusyu’ hanya untuk mengharapkan ridho dari Allah SWT. Setelah membaca niat, bisa langsung dilanjutkan dengan urutan tata cara sholat selanjutnya. 

Tata Cara Melaksanakan Sholat Lailatul Qodar

Setelah mengetahui tentang bacaan niat untuk mengerjakan sholat Lailatul Qodar, maka selanjutnya adalah mempelajari tata cara melaksanakan sholat tersebut.

Secara umum, melakukan sholat Lailatul Qodar tidak jauh berbeda dengan ketika mengerjakan sholat wajib atau sholat sunnah yang lain. 

Namun ada beberapa perbedaan yang perlu diperhatikan. Untuk mengetahuil lebih jelas tentang tahapan-tahapan dalam melaksanakan sholat Lailatul Qodar, perhatikan urutan tata caranya berikut ini. 

1.   Membaca Niat

Sama seperti sholat lainnya, untuk mengawali sholat Lailatul Qodar juga harus membaca niat terlebih dahulu. Lafadz niat inilah yang membedakan jenis sholat yang akan dikerjakan baik itu sholat sunnah maupun sholat wajib. 

Bacaan niat untuk sholat Lailatul Qodar sudah disebutkan sebelumnya. Karena membaca niat adalah tahapan paling awal dari sholat Lailatul Qodar, maka sebelum itu pastikan tidak ada gangguan di sekitar karena nantinya akan membuat sholat menjadi tidak khusyu. 

2.   Takbiratul Ihram

Sama seperti sholat yang lain, setelah membaca niat sholat Lailatul Qodar, maka tahapan selanjutnya adalah takbiratul ikhram. Hal ini ditandai dengan mengangkat kedua tangan di setinggi pundak sambil mengucapkan lafadz “Allahu Akbar”. 

Perhatikan posisi badan ketika melakukan takbiratul ikhram. Pastikan posisi badan berdiri dengan tegak, lalu angkatlah kedua tangan hingga setinggi pundak.

Pada posisi ini pergelangan tangan berada sejajar dengan pundak dan jari – jari berada di bawah telinga. 

Setelah keduanya diangkat setinggi pundak, tangan lalu dibawa ke depan untuk bersedekap. Sesuai dengan sunnah nabi, posisi sedekap yang dicontohkan adalah kedua tangan berada di bawah dada dan di atas pusar.

Selain itu, posisi tangan kanan berada di atas tangan kiri. Hal ini sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh Sahl bin Sa’ad yang menyebutkan bahwa manusia diperintahkan untuk meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri ketika mengerjakan sholat. 

3.   Membaca Surat Al Fatihah dan Surat Pendek

Setelah selesai melakukan takbiratul ikhram, maka urutan selanjutnya adalah membaca surat Al Fatihah di setiap rakaat sholat.

Jika mengerjakan sholat Lailatul Qodar sebanyak 2 rakaat, maka harus membaca surat Al Fatihah 2 kali, yakni di rakaat pertama dan kedua. 

Lanjutkan bacaan Al Fatihah dengan surat pendek. Sebenarnya yang dibaca bisa yang manapun, namun ada sebagian yang berpendapat untuk membaca surat-surat pendek tertentu.

Ada yang menganjurkan untuk membaca surat Al Takatsur sebanyak 1 kali atau Al Ikhlas sebanyak 7 kali. 

Pendapat yang lain menyebutkan bahwa surat pendek yang dibaca saat melaksanakan sholat Lailatul Qodar adalah Al Ikhlas sebanyak 3 kali.

Pendapat yang paling umum tentu saja membaca surat yang secara specifik menceritakan tentang malam Lailatul Qodar, yakni sholat Al Qadar. 

Sehingga biasanya, orang akan membaca surat Al Fatihah dan surat Al Qadar sebanyak 3 kali setelah melakukan takbiratul ikhram. 

4.   Tanpa Tahiyat Awal

Tidak hanya niat sholat Lailatul Qodar saja yang membedakan, sholat sunnah ini dengan sholat sunnah yang lainnya.

Akan tetapi ada urutan yang tidak ada di dalam sholat Lailatul Qodar sehingga membuatnya berbeda dengan sholat sunnah maupun sholat wajib yang lain. 

Sholat Lailatul Qodar biasanya dikerjakan sebanyak dua rakaat meskipun ada juga yang berpendapat boleh melaksanakannya dengan empat rakaat.

Jika memilih untuk melaksanakan sholat Lailatul Qodar dengan dua rakaat, maka tentu tidak akan ada tahapan tahiyat awal.

Sehingga secara urutan sama dengan ketika melaksanakan sholat Shubuh. Setelah sujud di rakaat pertama, maka selanjutnya adalah langsung berdiri dan melanjutkan ke rakaat kedua.

Sholat Lailatul Qodar yang terdiri dari empat rakaat pun tidak memakai tahiyat awal. Jadi, setelah rakaat kedua tidak perlu duduk untuk tahiyat awal, melainkan langsung bangkit untuk melanjutkan ke rakaat ketiga.

Artikel lainnya:   12 Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar yang Perlu Diketahui Seorang Muslim

5.   Tahiyat Akhir

Apabila telah sampai pada rakaat yang terakhir baik itu rakaat kedua bagi yang mengerjakan sebanyak 2 rakaat maupun rakaat keempat bagi yang mengerjakan empat rakaat, maka urutan selanjutnya adalah tahiyat akhir.

Duduklah sesuai dengan posisi duduk pada tahiyat akhir. Kemudian, bacalah doa tahiyat akhir seperti yang dilakukan ketika melakukan sholat yang lain dan dilanjutkan dengan membaca tasyahud akhir.

Pada tahap ini, tata cara sholat Lailatul Qodar sudah hampir berakhir. Untuk tata cara dan bacaan sholat pada urutan ini sama dengan sholat-sholat lainnya. 

6.   Mengucapkan Salam

Setelah mengawali dengan membaca niat sholat Lailatul Qodar, maka ibadah ini akan berakhir dengan ditandai saat membaca bacaan salam. 

Setelah selesai membaca bacaan tahiyat akhir, maka selanjutnya adalah menolehkan kepala ke sebelah kanan terlebih dahulu dengan membaca bacaan salam.

Kemudian, dilanjutkan dengan menolehka kepala ke arah kiri dengan membaca bacaan yang sama. Setelah salam sebenarnya, urutan tata cara sholat Lailatul Qodar telah selesai.

Namun, seorang muslim tidak dianjurkan untuk langsung beranjak setelah sholat. Akan lebih baik, jika waktu setelah sholat ini dipakai untuk berdzikir atau membaca doa. 

7.   Berdoa

Setelah selesai melaksanakan sholat Lailatul Qodar, seorang muslim dianjurkan untuk berdoa.

Meskipun, bisa meminta doa apa saja, namun ada doa khusus yang biasanya dibaca saat malam Lailatul Qodar. Bacalah doa ini agar mendapatkan keberkahan dan kemuliaan Lailatul Qodar.

Doanya cukup pendek sehingga mudah dihafalkan. Namun, artinya sangat luar biasa karena meminta Allah untuk memberi pengampunan di malam Lailatul Qodar. Lafadz bacaan doa tersebut adalah sebagai berikut. 

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”

Waktu Pelaksanaan Sholat Lailatul Qodar

Karena waktu terjadinya Lailatul Qodar sendiri tidak bisa diketahui secara pasti, maka sebaiknya pilihlah malam-malam terakhir ramadhan untuk melaksanakan sholat ini. 

Ada sebagian umat muslim yang memilih untuk melaksanakan sholat ini saat malam-malam ganjil di sepuluh malam terkahir bulan ramadhan.

Waktu pengerjaan sholat sunnah Lailatul Qodar inipun lebih fleksibel. Orang biasanya mengerjakannya setelah selesai sholat isya. 

Namun ada juga sebagian umat muslim yang melaksanakan sholat Lailatul Qodar setelah selesai sholat tarawih.

Sebagian yang lain berpendapat jika sholat sunnah yang satu ini lebih baik dikerjakan di sepertiga malam terakhir sehingga waktunya seperti sholat tahajud. 

Kapan pun waktu yang dipilih untuk melaksanakan sholat ini tidak masalah, asalkan masih berada di malam Lailatul Qadar sehingga bisa memperoleh bagian dari keutamaan malam ini.

Fokuslah untuk paling tidak untuk melaksanakannya di satu malam di antar sepuluh malam terakhir ramadhan. 

Sholat ini merupakan salah satu amalan yang dianjurkan di waktu Lailatul Qodar sehingga ketahuilah niat sholat Lailatul Qodar dan tata cara melakukannya dengan benar.

Sehingga bisa menghidupkan malam Lailatul Qodar dengan melaksanakan sholat sunnahnya. 

 

 

Santoso
Lewat aksara menggapai cita dan membantu sesama.