12 Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qodar yang Sangat Dianjurkan

Cara mendapatkan malam Lailatul Qodar menjadi amalan yang penting bagi umat muslim khususnya ketika memasuki sepuluh hari terakhir bulan ramadhan.

Meski tidak diketahui secara pasti, namun sejumlah hadist menyebutkan Lailatul Qodar terjadi di salah satu malam dalam sepuluh hari terkahir bulan ramadhan. Malam Lailatul Qodar dikenal dengan malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Maksudnya, amalan yang dikerjakan pada malam ini mendatangkan nilai pahala yang jauh lebih baik dari 1000 bulan yang di dalamnya tidak ada Lailatul Qodar. Tentu, umat muslim tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas ini. 

Pada momen ini, umat muslim hendaknya meningkatkan ibadah dan melakukan berbagai amal sholih lain untuk bisa mendapatkan bagian dari keutamaan Lailatul Qodar.

Lalu, apa saja yang bisa dilakukan oleh seorang muslim agar bisa mendapatkan hikmah dan kemuliaan malam Lailatul Qodar?

Baca juga:   7 Keistimewaan Malam Lailatul Qadar yang Penuh Keberkahan

12 Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qodar

Walaupun tidak mengetahui secara pasti kapan terjadinya Lailatul Qodar. Namun, hadist nabi yang menyebutkan bahwa malam kemuliaan ini ada di sepuluh malam terakhir bulan ramadhan bisa menjadi acuan untuk semakin bersungguh-sungguh dalam beribadah. 

Diantara ibadah dan amalan-amalan lainnya yang bisa dilakukan untuk menghidupkan malam tersebut seperti yang ada di bawah ini. 

1. Mempersiapkan Diri

Salah satu cara untuk mendapatkan kemuliaan Lailatul Qodar bisa dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu.

Caranya adalah berniat untuk meningkatkan amal ibadah dan mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar bisa fokus dan bersungguh-sungguh mengerjakan ibadah untuk menghidupkan malam tersebut. 

Para ulama berpendapat bahwa cara awal yang bisa dilakukan oleh seorang muslim untuk memperoleh keutamaan malam Lailatul Qodar adalah dengan mempersiapkan dirinya untuk menyambut momen istimewa itu.

Misalnya, bisa dengan mencari tahu lebih dalam tentang peristiwa yang terjadi di malam itu. 

Kemudian, mencari tahu tentang kapan kemungkinan terjadinya Lailatul Qodar, apa saja tanda-tanda terjadinya, dan amalan apa yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan di malam tersebut.

Hal ini bisa meningkatkan semangat seorang muslim untuk bersungguh-sungguh beribadah di malam Lailatul Qodar.

Mempersiapkan diri di awal menjadi proses yang penting karena ini akan mempengaruhi fokus selama mengejakan ibadah. Jika sudah menetapkan target di awal, tentu seorang muslim sudah tahu apa yang harus dilakukan. 

2. Meningkatkan Kualitas Puasa 

Salah satu cara mendapatkan malam Lailatul Qodar adalah dengan melaksanakan kewajiban di bulan ramadhan, yakni menjalankan ibadah puasa.

Hal ini sesuai dengan firman Allah di surat Al Baqarah ayat 183 yang menjadi dalil wajibnya melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadhan agar bertakwa. 

Selain menjalankanpuasa, seorang muslim juga perlu meningkatkan kualitas puasa yang dilakukannya.

Puasa tidak hanya sebatas menahan lapar dan haus tetapi juga menahan diri dari hal-hal yang bisa mengurangi pahalanya, seperti membicarakan kejelekan orang lain atau berbohong. 

Justru usaha untuk menahan nafsu agar pahala puasa tidak berkurang lebih sulit dan menantang dibandingkan dengan menahan lapar dan haus.

Banyak sekali godaan yang dihadapi ketika menjalankan ibadah puasa dan ini akan semakin terasa menantang saat tubuh dalam keadaan haus dan lapar. 

Maka, meningkatkan kualitas puasa menjadi salah satu amalan yang dianjurkan terutama ketika sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan. Pahalanya pun jauh akan lebih besar dari sekadar menahan lapar dan haus.

3. Melaksanakan Sholat Isya dan Shubuh Berjamaah

Cara mendapatkan malam Lailatul Qodar lainnya adalah dengan melaksanakan sholat Isya dan Shubuh secara berjamaah.

Umat muslim tentu sudah mengetahui keutamaan sholat berjamaah karena pahalanya yang berkali-kali lipat dibandingkan mengerjakan sholat sendiri. 

Bisa dibayangkan kira-kira berapa banyak pahala yang didapatkan ketika mengerjakan sholat berjamaah di malam Lailatul Qodar?

Maka, jangan melewatkan kesempatan berharga ini dengan mengerjakan sholat isya di awal malam dan sholat shubuh di akhir malam secara berjamaah. 

Hal ini sesuai yang disampaikan oleh Imam Syafi’i dan sejumlah ulama Madinah yang mengatakan bahwa melaksanakan sholat isya berjamaah dan bertekad melakukan hal yang sama untuk sholat Shubuh merupakan cara menghidupkan malam Lailatul Qodar. 

Sementara itu Imam Malik dalam Al Muwatha’ sempat menyebutkan bahwa umat muslim yang melaksanakan sholat berjamaah di malam Lailatul Qodar, maka mereka telah mengambil bagian dalam menghidupkan malam ini. Tentu saja, mereka berhak memperoleh bagian dari keutamaannya.

Baca Juga: 12 Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar yang Perlu Diketahui Seorang Muslim

4. Melaksanakan Sholat Tarawih

Setelah melaksanakan sholat Isya berjamaah di masjid, jangan langsung pergi kemana-mana. Ikutlah untuk melaksanakan sholat tarawih.

Hal ini karena mengerjakan sholat tarawih juga merupakan cara mendapatkan malam Lailatul Qodar. Sholat tarawih juga bisa ditunaikanlakukan sendiri di rumah. 

Hanya saja nilai pahalanya tentu akan berbeda jika dikerjakan secara berjamaah di masjid. Hadisy yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Dzar menyebutkan sabda Rasulullah tentang keutamaan sholat tarawih di malam Lailatul Qodar. 

Hadist tersebut menyebutkan bahwa umat muslim yang sholat bersama imam hingga selesai akan mendapatkan nilai pahala yang sama dengan sholat yang dikerjakan di sisa malamnya.

Sholat tarawih jumlah rakaatnya memang lebih banyak dibandingkan dengan sholat wajib pada umumnya. 

Tentu mengerjakan ibadah sunnah ini butuh tekad yang kuat. Namun, ini bisa memotivasi setiap muslim karena momen untuk mengerjakan sholat tarawih hanya ada setahun sekali sehingga seorang muslim hendaknya tidak boleh melewatkan kesempatan emas ini. 

5. Mengerjakan Sholat Malam 

Mengerjakan sholat sunnah pada malam hari seperti sholat tahajud dan sholat witir juga sangat dianjurkan di sepuluh malam terakhir ramadhan dimana akan terjadi Lailatul Qodar.

Ada keutamaan yang bisa didapatkan orang yang mengerjakan sholat malam sebagai cara mendapatkan malam Lailatul Qodar.

Hadist riwayat Bukhori dari Abu Hurairah RA menyebutkan sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa orang yang melaksanakan sholat pada malam Lailatul Qodar karena iman dan mengharap pahala dari Allah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lampau. 

Ibnu Hajar Al Asqalani’ rahimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan mengerjakan sholat dengan iman adalah membenarkan janji Allah yang akan memberikan pahala bagi siapa saja yang menghidupkan malam Lailatul Qodar. 

Sementara itu, mengharapkan pahala dari Allah artinya bahwa sholat yang dilakukan ditujukan hanya untuk Allah bukan untuk tujuan yang lain.

Misalnya, ditujukan untuk mencari perhatian manusia agar dipuji karena hal ini bisa menjerumuskan kepada dosa yang lain, yakni riya’. 

6. Melakukan Sholat Sunnah 2 Rakaat

Cara mendapatkan malam Lailatul Qodar yang bisa dilakukan oleh seorang muslim adalah mengerjakan sholat sunnah 2 rakaat pada malam tersebut.

Meskipun hanya menjalankan 2 rakaat sholat sunnah, namun pahala yang didapatkan bisa berlipat-lipat pada malam yang penuh dengan kemuliaan ini. 

Beberapa ulama menyebutkan jika yang dimaksud dengan sholat sunnah 2 rakaat ini merupakan sholat sunnah rawatib.

Hal ini merujuk pada hadist yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Ibnu Umar RA. Hadist ini menyebutkan bahwa Ibnu Umar sholat bersama Rasullulah SAW. 

Sholat yang dimaksud adalah dua rakaat sebelum Zuhur dan dua rakaat setelahnya, begitu juga dengan dua rakaat setelah sholat Jumat.

Setelah itu, ada sholat sunnah dua rakaat setelah Maghrib dan juga dua rakaat setelah sholat Isya. Jadi, jangan lewatkan momen-momen berharga tersebut untuk sholaat 2 rakaat.

Artikel pilihan:   Pengertian Malam Lailatul Qadar, Waktu Terjadi, dan Keistimewaannya

7. Memperbanyak Bacaan Al-Qur’an

Malam Lailatul Qodar diyakini sebagai malam turunnya Al-Qur’an, maka salah satu cara mendapatkan malam Lailatul Qodar utamanya adalah dengan memperbanyak bacaan Al-Qur’an.

Jika di malam-malam yang lain hanya membaca beberapa lembar, maka tambahlah halaman yang dibaca. Setiap satu huruf Al Quran yang dibaca, maka Allah akan memberindatangkan satu kebaikan.

Maka semakin banyak bacaan Al Quran yang dilakukan, semakin banyak pula kebaikan dan keberkahan yang diperoleh. Apalagi di malam Lailatul Qodar, nilai pahalanya 1000 kali lebih baik dibandingkan dengan malam-malam lainnya. 

Hadist yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Musil dari Aisyah RA menyebutkan bahwa ketika memasuki sepuluh hari terakhir bulan ramadhan, Rasulullah SAW meninggalkan istrinya untuk lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah serta mengajak keluarganya untu menghidupkan malam tersebut. 

Membaca Al Quran tentu akan lebih baik jika disertai dengan membaca artinya sehingga bisa mengetahui makna yang terkadung dalam ayat yang dibaca.

Sebab setiap ayat di dalam Al Quran memiliki asal muasal diturunkannya atau asbabun nuzul. 

8. Mengkhatamkan Al-Qur’an

Amalan lain yang berkaitan dengan Al Quran adalah mengkhatamkan bacaan Al Quran. Ini juga merupakan salah satu cara mendapatkan malam Lailatul Qodar yang banyak dilakukan oleh umat muslim.

Biasanya ada yang memiliki target untuk mengkhatamkan Al Quran sekian kali sesuai dengan kemampuan. 

Hal ini didasarkan pada hadist riwayat Bukhoru dari Abu Hurairah RA yang menyebutkan bahwa Jibil mengulang kembali bacaan Al Quran kepada Rasulullah SAW sekali dalam setahun. Bahkan ketika Rasulullah SAW wafat, Jibril mengulang bacaan Al Quran sebanyak dua kali. 

Membaca Al Quran dengan pelafalan yang tepat secara berulang-ulang tidak hanya akan mendatangkan pahala yang banyak bagi pembacanya, namun membuatnya semakin mahir dalam membaca Al Quran. Sehingga setiap huruf yang dibaca bisa dilafadzkan dengan jelas sesuai dengan hukum bacaannya. 

Mengkhatamkan Al Quran memang menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada malam Lailatul Qodar, namun yang terpenting bukan mengejar banyak khatamnya. Akan tetapi semangat untuk terus membaca Al Quran.

9. Memperbanyak Dzikir

Memperbanyak dzikir adalah salah satu amalan yang dianjurkan dan bisa menjadi cara mendapatkan malam lailatul qadar saat haid bagi wanita.

Wanita yang sedang haid tentu memiliki keterbatasan dalam menjalankan ibadah karena ada beberapa ibadah yang tidak bisa dilakukan seperti sholat dan puasa. 

Wanita yang sedang haid tetap bisa mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qodar dengan mengerjakan amalan-amalan lain yang diperbolehkan, misalnya dengan memperbanyak berdzikir. Ketika orang lain sedang mengerjakan sholat tarawih di masjid, mereka bisa membaca istighfar, sholawat, dan tasbih. 

Hadist yang diriwayatkan oleh Muslim, At Tirmidzi, dan Ahmad menyebutkan sabda Rasullullah bahwa siapa saja yang duduk untuk berdzikir kepada Allah, maka akan dikelilingi oleh malaikat.

Para malaikat akan merahmati mereka serta memberikan ketenangan dalam jiwa mereka.  Hadist tersebut juga menyebutkan bahwa mereka yang berdzikir tergolong sebagai orang-orang yang berada di sisi Allah.

Memperbanyak dzikir ini merupakan amalan yang sangat dianjurkan untuk umat muslim pada umumnya, khususnya wanita yang sedang haid. 

10. Membaca Tafsir Surat Al-Qadar

Cara mendapatkan malam Lailatul Qodar yang lain adalah dengan membaca tafsir surat Al Qadar. Karena Lailatul Qodar menjadi salah satu momen penting dalam kehidupan umat muslim, maka mereka perlu mengetahui lebih jelas mengenai peristiwa yang agung ini.

Cara yang terbaik adalah dengan melakukan tadabbur Al Quran. Di dalam Al Quran, ada surat yang secara khusus menceritakan tentang peristiwa ini, yakni surat Al Qadar.

Membaca arti dari setiap ayat surat Al Qadar tentu akan memberikan gambaran secara singkat tentang apa yang terjadi di malam tersebut. 

Akan tetapi, jika ingin mengetahui lebih detail mengenai kejadian tersebut, maka sebaiknya membaca tafsir Al Quran terkait dengan turunnya ayat-ayat yang ada di dalam surat ini.

Ini akan membantu seorang muslim untuk mengetahui peristiwa-peristiwa penting di malam Lailatul Qodar yang tidak tercantum di Al Quran. 

Dengan mengetahui peristiwa yang lebih lengkap tentang Lailatul Qodar, maka seorang muslim akan merasakan keagungan dan kekuatan di balik peristiwa tersebut. 

11. Melaksanakan I’tikaf

Salah satu cara mendapatkan malam Lailatul Qodar yang juga umum dilakukan adalah melaksanakan i’tikaf.

Banyak umat muslim yang meninggalkan rumah-rumah mereka untuk fokus beribadah di masid ketika memasuki sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan sesuai yang disunnahkan Rasulullah SAW.

Di dalam hadist riwayat Bukhori dan Muslim dari Aisyah RA menyebutkan bahwa Rasulullah SAW beri’tikaf di sepuluh hari terakhir pada bulan ramadhan dan kebiasaan ini berjalan hingga beliau diwafatkan oleh Allah SWT. Dan kebiasaan ini dilanjutkan oleh istri Rasulullah SAW setelah kepergiaannya. 

Hadist riwayat Bukhori dan Muslim lainnya dari Abu Said Al Khudri juga menyebutkan bahwa Rasullullah SAW pernah beri’tikaf di sepuluh hari pertama dan di pertengahan bulan ramadhan untuk mencari Lailatu Qodar.

Kemudian mengetahui jika Lailatul Qodar ada di sepuluh malam terakhir dan beliau beri’tikaf. Ada sahabat yang juga beri’tikaf bersama Rasulullah SAW sehingga beliau menganjurkan umatnya untuk beri’tikaf jika di dalam hatinya sudah ada niat tersebut. 

12. Memperbanyak Bersedekah

Amalan lain yang juga dilakukan oleh umat muslim untuk menghidupkan malam Lailatul Qodar adalah dengan memperbanyak sedekah.

Hadist riwayat Bukhori dari Ibnu Abbas RA menyebutkan bahwa Rasulullah SAW adalah orang yang dermawan dan lebih dermawan lagi ketika bulan ramadhan. 

Hadist tersebut juga menyebutkan bahwa di bulan ramadhan malaikat Jibril mendatangi beliau untuk mengajarkan Al Quran dan kedermawanan Rasulullah SAW dirasakan oleh Jibril, bagaikan angin yang berhembus. Hal ini juga didukung oleh hadist shahih riwayat at Tirmidzi. 

Di dalam hadist ini, Rasulullah bersabda bahwa barangsiapa yang memberikan hidangan berbuka untuk orang lain yang sedang berpuasa akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.

Maka, tak heran jika banyak umat muslim yang berbagi makanan pada bulan ramadhan. 

Sedekah di bulan ramadhan tidak harus selalu berbentuk makanan. Mengajarkan ilmu juga termasuk sedekah. Misalnya, dengan mengajari anak-anak membaca Al Quran.

Jika diberikan kelebihan rejeki, tentu yang lebih utama adalah bersedekah dengan menggunakan uang. Saat ini bersedekah semakin mudah untuk dilakukan karena banyak badan amal yang terpercaya.

Bersedekah melalui Yayasan Yatim Mandiri misalnya bisa menjadi salah satu cara mendapatkan malam Lailatul Qodar yang bisa dilakukan dengan rejeki yang dimiliki.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll to Top
ebook kurban