Niat Sahur Puasa Ramadhan: Arab, Latin, Arti dan Keutamaannya

sumber foto: freepik

Niat sahur puasa Ramadhan wajib dibaca ketika memasuki waktu maghrib di malam sebelumnya hingga waktu imsak tiba, jika tidak maka puasa akan tidak sah.


Mendekati bulan Ramadhan, niat sahur puasa menjadi salah satu hal yang harus diketahui dan dipelajari. Pasalnya, untuk melakukan puasa Ramadhan, maka seorang muslim wajib mengucapkan niat tersebut dengan benar.

Niat sahur ketika Ramadhan sendiri wajib dilakukan dan tidak dapat toleransi apabila terlupa di dalamnya.

Dalam artian, jika seseorang lupa tidak niat berpuasa Ramadhan dan baru ingat ketika pagi atau siang telah tiba, maka puasa tersebut tidak sah.

Karena termasuk dalam rukun puasa, bagaimana niat sahur yang benar dan harus dihafalkan? Cari jawabannya beserta keutamaan melakukan sahur dan juga puasa Ramadhan pada penjelasan berikut!

Anjuran Sahur dalam Islam

Sebelum mengetahui niat sahur puasa Ramadhan yang benar, ada baiknya untuk mengetahui seberapa penting sahur dianjurkan dalam Islam.

Pasalnya, beberapa orang merasa tidak perlu melakukan sahur karena harus bangun di pagi buta dan masih malas makan pada jam-jam tersebut.

Anjuran sahur sendiri bisa dilihat dalam salah satu hadist riwayat Ahmad yang berisi sebagai berikut:

“Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: ‘Sahur sepenuhnya mengandung berkah. Maka itu, jangan kalian meninggalkannya meskipun kalian hanya meminum seteguk air karena Allah dan malaikat bershalawat untuk mereka yang bersahur,’” (HR Ahmad).

Berdasarkan hadis di atas, bisa dipahami betapa dianjurkannya seorang muslim untuk melakukan sahur saat akan berpuasa.

Jika dirasa perut sudah penuh atau tidak kuat makan pada malam hari atau pagi buta, maka bisa mengakalinya dengan cara minum air putih secukupnya saja untuk sahur.

Pasalnya, sahur sendiri secara agama dikatakan membawa keberkahan untuk seorang muslim yang mau melaksanakannya.

Sementara jika diambil nilai hikmah yang terdapat di dalamnya, sahur dapat mencegah tubuh seseorang lemas dan kekurangan energi saat menjalani ibadah puasa.

Dari hikmah dan keutamaan di atas, dapat dipahami bahwaanya nilai utama sahur itu sendiri sebenarnya hanya akan membawa kebaikan bagi seorang muslim itu sendiri.

Kegiatan sahur juga bisa membuat seorang muslim sekalian berniat puasa dan terhindar dari lupa berniat hingga membuat puasa batal.

Bacaan Niat Sahur Puasa Ramadhan dan Ketentuannya

Setekah memahami betapa dianjurkannya sahur bagi umat muslim dalam Islam, selanjutnya hal yang harus diketahui adalah bacaan niat puasa Ramadhan yang bisa dilafalkan pada saat sahur.

Bacaan niat sahur puasa pada bulan Ramadhan tentunya berbeda dengan niat puasa sunnah lainnya.

Karena termasuk dalam salah satu rukun puasa, umat muslim terutama yang sudah baligh dan dikenai kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan tentu harus mengetahui niat puasa yang benar.

Pasalnya, jika niat saja sudah salah, maka puasa selama berhari-hari yang dilakukan juga harus dipertanyakan.

Adapun bacaan niat sahur puasa Ramadhan dalam arab, latin, beserta artinya adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’I fardhi syahri Ramadhani hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”

Sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas bahwasanya niat termasuk dalam rukun puasa.

Sehingga hukum puasa tanpa niat adalah tidak sah atau batal sementara puasa tanpa sahur masih tidak mengapa namun termasuk dalam hal yang tidak dianjurkan.

Umumnya, bacaan niat puasa akan dibacakan secara bersama-sama setelah selesai shalat tarawih sehingga seorang muslim yang ikut berjamaan aman dari terlupa berniat puasa Ramadhan. Dan jika tidak mengikuti tarawih maka bisa melafalkannya selama waktu sahur.

Batas Waktu Niat Sahur Puasa Ramadhan

Salah satu yang membedakan puasa Ramadhan dengan puasa sunnah terletak dalam ketentuan terkait niat berpuasa itu sendiri.

Jika puasa sunnah membolehkan seseorang berniat menjelang pagi atau siang karena terlupa, maka puasa Ramadhan sebaliknya.

Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, jika seseorang terlupa belum berniat puasa Ramadhan hingga menjelang pagi, maka puasa tersebut tidak sah.

Dan umat muslim tetap diwajibkan untuk mengganti puasa ini di lain hari ketika bulan Ramadhan telah usai.

Dari situ, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat batas waktu membaca niat puasa Ramadhan disaat sahur, dan apabila melebihi waktu tersebut maka puasa tidak akan sah. Lantas berapa batas waktu yang telah ditetapkan?

Batas akhir sahur adalah ketika telah tiba waktu imsak. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa tidak mengapa melanjutkan aktivitas sahur yang belum selesai hingga sebelum waktu subuh tiba.

Ini karena waktu imsak sendiri digunakan agar para umat muslim lebih berhati-hati sebab telah mendekati subuh.

Namun untuk pelafalan niat puasa, seorang muslim diperbolehkan melakukan hal tersebut di malam hari untuk berjaga-jaga jika terlupa atau tidak terbangun hingga lewat waktu subuh.

 Dan walaupun dilakukan terus menerus selama satu bulan penuh, seorang muslim wajib niat sahur puasa setiap hari saat akan berpuasa, dan tidak melakukannya di satu hari pertama saja.


Baca juga:   
15 Amalan di Bulan Ramadhan yang Wajib Dilaksanakan

Keutamaan atau Fadhilah Sahur Saat Berpuasa

Menyimak penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa sahur puasa sangat dianjurkan, mulai untuk sekalian berniat puasa, hingga mengisi diri dengan energi yang cukup.

Namun keutamaan yang bisa didapatkan dari sahur tidak terbatas pada hal itu saja, adapun berbagai hikmah dan fadhilah sahur di antaranya:

1.   Menjaga Stamina Tubuh

Hikmah dan juga fungsi utama dari dianjurkannya sahur sebenarnya adalah untuk menjada tubuh agar memiliki energi dan stamina yang cukup setelah tidak makan dan minum selama setengah hari.

Dengan begitu, umat muslim masih mampu untuk beribadah dan melakukan kegiatan sehari-hari tanpa halangan.

Sebab pada dasarnya ibadah puasa tidak dijalankan untuk menyiksa sendiri, namun sebagai salah satu bentuk mengikuti perintah Allah agar seseorang tidak berlebihan dengan kenikmatan dunia.

Karena itu, sahur adalah hal yang dianjurkan agar seorang muslim tetap bisa memenuhi hak dan kewajiban lainnya.

Belum lagi jika berpuasa di bulan Ramadhan, diperlukan energi yang cukup untuk melakukan ibadah yang lebih intens daripada hari-hari selain bulan Ramadhan.

Untuk itu, sebisa mungkin jangan lewatkan waktu sahur, karena sesungguhnya kebaikan sahur akan kembali kepada seseorang itu sendiri.

2.   Bisa Melakukan Ibadah Malam

Waktu sahur yang paling umum dilakukan oleh sebagian besar umat muslim yaitu ketika sepertiga malam tiba dan berakhir ketika telah memasuki waktu imsak.

Selain bisa digunakan untuk niat sahur puasa, waktu tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendirikan ibadah malam.

Hal ini karena waktu tersebut adalah waktu yang begitu dianjurkan bagi seorang umat muslim untuk mendirikan sholat malam dan berbagai ibadah lainnya.

Pahala serta keutamaan melaksanakan ibadah di sepertiga malam sendiri benar-benar tidak terkira.

Karena itu, sahur bisa dimanfaatkan untuk membiasakan diri bangun di sepertiga malam dan dilanjutkan dengan sekalian mendirikan berbagai ibadah yang bisa dilakukan.

Dengan begitu seorang muslim akan membuat Ramadhan terasa lebih berkualitas seiring dengan ibadah yang juga meningkat.

Namun apabila sedikit terlambat bangun sahur dan tidak tersisa waktu untuk melakukan sholat malam, maka bisa menyiapkan waktu subuh lebih awal.

Seorang muslim juga bisa mengisi sedikit waktu luang tersebut dengan membaca Al-Qur’an ataupun berzikir dan juga bersholawat.

Selain itu, juga akan terdapat waktu yang cukup untuk melakukan shalat qabliyah sebelum imam memulai sholat Subuh jika seorang muslim sholat jamaah di masjid.

Dengan berbagai keutamaan ini, tidak ada ruginya melakukan sahur pada saat berpuasa.

3.   Mendapat Shalawat dari Allah dan Malaikat

Sebagaimana hadits yang telah disebutkan sebelumnya, disebutkan bahwasanya kegiatan sahur begitu dianjurkan walaupun dilakukan dengan hanya meminum air atau makan sesuap nasi saja.

Pasalnya, Allah SWT dan juga pada malaikat-Nya akan bersolawat pada orang-orang yang gangun untuk bersahur.

Dalam penjelasan lain dikatakan bahwasanya sholawat yang dilimpahkan oleh Allah kepada manusia adalah berupa rahmat.

Sementara shalawat malaikat kepada manusia merupakan permohonan ampun atas dosa-dosa yang pernah diperbuat manusia tersebut.

Tentu ini merupakan salah satu ketuamaan yang begitu besar untuk pada kaum muslim. Maka tidak heran jika dikatakan bahwa seseorang yang bersahur pastilah akan mendapatkan keberkahan di dalamnya. 

Padahal sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, kebaikan sahur sejatinya kembali pada seseorang itu sendiri.

Tentu suatu kelebihan tersendiri jika bisa mendapatkan berkah seperti di atas. Selain bisa lebih kuat menjalankan ibadah puasa, seorang muslim juga mendapatkan rahmat dari Allah SWT.

4.   Dilimpahi dengan Berkah

Selain bisa dimanfaatkan untuk melafalkan niat sahur puasa, kegiatan sahur juga sangat dianjurkan karena di dalamnya akan dilimpahi keberkahan dari Allah SWT. 

Dari berbagai hadis terkait sahur yang ada, dapat dipahami bahwa salah satu fadhilah yang bisa didapatkan dengan sahur adalah senantiasa mendapatkan berkah yang tidak terkira.

Karena itu, mengusahakan agar bisa bangun dan terjaga untuk melakukan sahur bukanlah suatu kegiatan yang sia-sia begitu saja.

Selain bermanfaat untuk tubuh, hal tersebut juga bisa memberi asupan yang sehat untuk hati dan juga raga.

Pasalnya dengan senantiasa terlingkupi berkah dari Allah SWT, maka langkah manusia akan lebih ringan, hati selalu merasa tenang dan tidak gelisah, serta hidup terasa lebih tenteram.

Dan sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis, yang dimaksud sahu tidak harus dilakukan dengan menyantap makanan berat seperti nasi beserta lauk pauk.

Jika perut masih terasa begitu penuh karena telah makan di malam hari, maka bisa sahur dengan sesuap nasi atau beberapa teguk air putih saja.

Karena Islam sendiri adalah agama yang memudahkan umatnya, tidak membuat kesusahan, dan aturan yang diberikan pasti membawa kebaikan kepasa seorang muslim itu sendiri.

Bahkan hal seperti sahur juga diatur sedemikian rupa agar umat muslim tetap bisa mendapatkan fadhilah nya tanpa paksaan apapun.

5.   Mengikuti Sunnah Rasul

Sebagai umat muslim, tentu akan sangat indah jika bisa mengikuti sunnah-sunnah yang selalu dilakukan oleh junjungan besar, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Dalam berpuasa Ramadhan, beliau SAW sangatlah menganjurkan para umat muslim untuk melakukan sahur.

Doa niat sahur puasa juga bisa dilakukan di dalamnya sehingga hal ini membuat seorang muslim terhindar dari lupa berniat sehingga puasa Ramadhan menjadi batal atau tidak sah.

Dalam surat An-Nisa ayat 80, dijelaskan bahwa barangsiapa yang mentaati Rasul, maka sesungguhnya dia juga mentaati Allah.

Dengan begitu, senantiasa sahur ketika puasa Ramadhan termasuk dalam mentaati Allah dan Rasul-Nya yang mana tentu akan mendatangkan pahala.

Sementara bulan suci Ramadhan sendiri adalah bulan yang harus dimanfaatkan untuk mencari pahala sebanyak-banyaknya.

Untuk itu, jika tidak memiliki alasan kuat untuk bisa mengusahakan diri melaksanakan sahur, maka seorang muslim bisa mengingat bahwa sahur termasuk dalam kegiatan mengikuti sunnah Rasul. Dan dengan hal itu, akan terdapat banyak hal kebaikan di dalamnya.

Dengan motivasi seperti itu, semoga kegiatan sahur bisa dihidupkan dengan hati penuh semangat dan ikhlas semata karena Allah dan juga Rasul-Nya.

6.   Waktu yang Mujarab Untuk Berdoa

Melakukan sahur saat puasa membuat seorang muslim melakukan kegiatan ibadah sejak dini hari sebelum fajar terbit. Sementara waktu-waktu ini termasuk dalam salah satu waktu berdoa yang begitu mujarab, di mana Allah menjanjikan surga.

Bukan tanpa dasar, hikmah ini diambil dari salah satu ayat Al-Qur’an yaitu surat Ali ‘Imran ayat 17 yang memiliki arti sebagai berikut:

“(Juga) orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 17)

Untuk itu, setelah sahur selesai dilaksanakan, yang lebih baik adalah berdoa, membaca Al-Qur’an, hingga berdzikir daripada tidur kembali.

Selain baik untuk kesehatan, hal ini memiliki berbagai keutamaan yang mana salah satunya seperti pada arti ayat Al-Qur’an di atas.

Belum lagi pada bulan Ramadhan maka segala amal ibadah akan diberikan nilai yang dilipatgandakan oleh Allah SWT. Untuk itu, rasanya sangat disayangkan jika melewatkan momen ini selama bulan Ramadhan masih berlangsung.

7.   Menjadi Pembeda dengan Umat Terdahulu

Hikmah selanjutnya dari membaca niat puasa saat sahur dan menghidupkan kebiasaan sahur adalah dapat menjadi pembeda antara umat Islam dengan pada ahli kitab (Nasrani dan Yahudi). 

Hal ini sebagaimana hadis riwayat Imam Muslim, bahwasanya Rasulullah pernah bersabda jika salah satu hal yang menjadi pembeda puasa umat muslim dengan ahli kitab lain adalah dengan makan sahur. 

Dijelaskan bahwa pada zaman dahulu, pada ahli kitab melakukan puasa setelah bangun tidur dan tanpa sahur terlebih dahulu. Sementara umat muslim disunnahkan untuk melakukan sahur terlebih dahulu saat akan berpuasa.

Jika kebiasaan sahur disepelekan, tidak dibiasakan, dan tidak dihidupkan, maka bukan tidak mungkin jika suatu saat umat muslim dikatakan menyerupai para ahli kitab Nasrani dan juga Yahudi.

Sebab itu, selagi hal ini bernilai kebaikan, apalagi termasuk dalam sunnah Rasul, maka usahakan untuk melaksanakannya.

Selain mendapatkan pahala kebaikan, ini juga menjadi salah satu usaha kaum muslim untuk menjaga identitas diri yang harus selalu dipegang.

8.   Membuat Ramadhan Semakin Bermakna

Sahur dan berbuka adalah kegiatan yang begitu melekat dengan bulan puasa Ramadhan. Sementara itu, dengan melaksanakan sahur, maka seorang muslim akan cenderung lebih produktif karena bangun lebih awal dan juga beraktivitas sepagi mungkin.

Ini akan membuat hari-hari yang dilalui selama Ramadhan bisa lebih bermakna dan tidak berlalu dengan kosong begitu saja.

Berbeda halnya apabila seseorang tidak sahur, maka mungkin akan bangun untuk melaksanakan sholat Subuh dan kemudian beraktivitas seperti hari biasa saja.

Tidak terdapat berbagai ibadah tambahan di dalamnya karena tidak terdapat waktu lebih untuk melakukannya sebagaimana halnya jika bangun untuk sahur. 

Jika hanya bangun, beraktivitas seperti biasa, dan kemudian menutup dengan berbuka dan istirahat, tentu rasanya bulan Ramadhan akan terlewati dengan hal yang kosong.

9.   Baik Untuk Kesehatan

Terakhir, selain mendatangkan berbagai berkah dan juga pahala, aktivitas sahur juga sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Dengan adanya asupan yang cukup, maka sahur sangat baik untuk pada umat muslim yang menderita GERD hingga memiliki darah rendah.

Sehingga selain dapat digunakan untuk niat sahur puasa, kegiatan makan sahur dapat mencegah seseorang jatuh pingsan karena lemas kekurangan asupan atau kekurangan kadar darah.

Sampai di sini, dapat diketahui bahwasanya niat sahur puasa adalah hal yang perlu dipelajari dan bahkan juga dihafalkan.

Pasalnya, jika tidak mengetahui dan mengucapkan niat saat akan berpuasa Ramadhan, maka puasa bisa batal atau tidak sah dan harus diganti dengan puasa qadha di kemudian hari.

Santoso
Lewat aksara menggapai cita dan membantu sesama.