3 Cara Mewujudkan Kebangkitan UMKM di Bulan Ramadhan

Cara untuk mewujudkan kebangkitan UMKM di bulan Ramadhan yaitu bergabung di bazar Ramadhan, membangun koneksi, dan meningkatkan promosi.


Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sebuah bisnis yang dimiliki secara perorangan atau badan usaha dengan skala kecil ke menengah.

Usaha ini telah mendapat perhatian khusus oleh pemerintah terkait pengembangannya, termasuk melihat kebangkitan UMKM di bulan Ramadhan.

Seluruh umat muslim di seluruh dunia akan menyambut sebuah bulan istimewa setiap tahunnya yaitu bulan suci Ramadhan.

Bulan ini menjadi waktu paling tepat untuk mendapatkan pahala sebanyak mungkin dengan melaksanakan ibadah.

Salah satu dampak dari bulan Ramadhan adalah permintaan akan beberapa produk menjadi sangat tinggi.

Mulai dari jajanan berbuka puasa, sembako, pakaian muslim, perlengkapan sholat, kurma, buah-buahan, hingga kue-kue kering khas lebaran.

Baca juga:    9 Peluang Bisnis di Bulan Ramadhan yang Pasti Laris

Kebangkitan UMKM di Bulan Ramadhan

Dengan mengamati permintaan masyarakat tersebut, pelaku UMKM dapat memanfaatkan peluang untuk memaksimalkan omset dan keuntungan.

Beberapa cara yang dilakukan oleh pelaku UMKM untuk membangun perekonomian selama bulan Ramadhan adalah sebagai berikut.

1.   Bergabung di Bazar Ramadhan

Bazar Ramadhan atau pasar takjil merupakan acara yang diselenggarakan sepanjang bulan suci Ramadhan. Bazar ini menyediakan berbagai jenis makanan, minuman, maupun kue khas lebaran untuk memenuhi kebutuhan pengunjung.

Umumnya, bazar Ramadhan diselenggarakan oleh pemerintah setempat dengan mengundang banyak UMKM dan masyarakat lainnya untuk bergabung.

Hal ini berkaitan dengan pemberdayaan para pelaku usaha demi mewujudkan kebangkitan ekonomi maupun kesejahteraan.

Sebelum memulai bazar, pihak pemerintah setempat akan menyebarkan informasi kepada seluruh warganya terkait acara yang akan dilaksanakan.

Setelah itu, mereka akan mendata siapa saja yang ingin bergabung, termasuk sasaran utamanya yaitu UMKM.

Bagi masyarakat yang bersedia harus melakukan registrasi dan menyerahkan beberapa data terkait produk apa yang akan dijual. Biaya pendaftaran akan berbeda-beda di setiap tempat, namun mulai dari Rp.5000 saja.

Dengan membayar biaya tersebut, pelaku UMKM akan mendapatkan fasilitas tenda dan stand. Jadi, masih tergolong murah jika dikalkulasikan secara keseluruhan.

Tempat bazar Ramadhan umumnya berlokasi strategis dan luas, sehingga mudah untuk dijangkau oleh semua masyarakat.

2.   Memperluas Koneksi Bisnis

Setelah bergabung di bazar Ramadhan, pelaku UMKM tidak hanya meningkatkan pendapatan melalui penjualan produknya.

Akan tetapi, dapat membangun koneksi atau kerja sama dengan pelaku bisnis lainnya. Misalnya, usaha kue kering dapat bekerja sama dengan jasa pembuatan parcel.

Jadi, pelaku UMKM kue kering dapat menjual produknya ke jasa pembuatan parcel yang nantinya dibuat menjadi bingkisan.

Permintaan parcel menjelang lebaran menjadi tinggi karena orang-orang merasa lebih praktis dalam memberikan hadiah ke keluarga, teman, maupun kolega bisnis.

Jika penjual kue kering untung besar karena produknya banyak terjual, maka jasa pembuatan parcel juga untung karena mendapat harga kue yang lebih murah.

Dengan demikian, kerja sama antar keduanya dapat terjalin dengan baik bahkan di luar bulan Ramadhan nantinya.

Tidak hanya itu, momen-momen kebangkitan UMKM di bulan Ramadhan juga dapat dilakukan dengan membangun koneksi dengan pembeli.

Para pelaku UMKM dapat memberikan pelayanan terbaik saat ada pembeli yang datang ke stand atau menghubungi mereka secara langsung.

Caranya dengan memberikan penjelasan terkait keunggulan produk untuk memenuhi kebutuhan pembeli.

Adapun jika terjadi kekurangan, maka pembeli tersebut dapat langsung menghubungi pelaku UMKM untuk menyampaikan keluhan dan segera mendapatkan respon.

Artikel lainnya:    8 Jajanan Ramadhan yang Paling Dicari dan Paling Laris

3.   Meningkatkan Promosi

Untuk mendapatkan pembeli, setiap penjual tentu harus menawarkan barang dagangannya. Nah, cara menawarkan ini tidak hanya secara langsung atau terjun ke lapangan.

Akan tetapi, pelaku UMKM dapat membuat promosi melalui media sosial yang dapat menjangkau banyak orang dari berbagai tempat.

Misalnya, membuat akun Instagram khusus produk. Setelah itu, mengunggah beberapa foto produk dengan memberikan keterangan yang jelas dan singkat.

Tujuannya, agar semua yang melihat produk bisa dengan mudah memahami keunggulannya dari produk lain.

Jika pelaku UMKM menawarkan produk pakaian muslim, maka sebelum bulan suci Ramadhan promosi harus dilakukan dengan maksimal. Dengan demikian, masyarakat akan lebih mengenal dan tertarik untuk membeli produk tersebut.

Selain foto, penjual juga dapat meningkatkan kreativitas mereka dengan membuat video singkat perkenalan produk untuk diunggah di sosial media.

Buatlah video yang menarik baik dari kualitas pengambilan gambar, isi video, hingga penutup yang bagus.

Jangan lupa untuk mencantumkan alamat toko secara asli. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan calon pembeli bahwa produk tersebut adalah asli.

Jika ingin lebih mudah, buatlah toko online di e-commerce agar calon pembeli dapat langsung melakukan check-out.

Setelah produk terjual, pelaku UMKM dapat meminta pembeli yang bersedia untuk memberikan penilaian. Kemudian, penilaian itu bisa dijadikan bahan evaluasi terkait kualitas dari produk, apakah perlu ditingkatkan atau tidak.

Dalam rangka meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan UMKM menjadi salah satu perhatian pemerintah.

Cara untuk mewujudkan kebangkitan UMKM di bulan Ramadhan yaitu bergabung di bazar Ramadhan, membangun koneksi, dan meningkatkan promosi.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll to Top