Bacaan Niat Mandi Idul Fitri Arab, Latin, Arti dan Tata Caranya

Mandi saat akan sholat Idul Fitri adalah hal yang disunnahkan. Untuk mengetahui lafadz niat mandi idul fitri Arab, latin, hingga artinya, simak penjelasan ini!


Idul Fitri termasuk dalam hari raya yang sangat dinantikan oleh para umat Islam. Pada  momen tersebut, masyarakat akan berbondong-bondong melakukan sholat Idul Fitri karena hanya bisa dilakukan sekali saja dalam setahun.

Untuk itu, niat mandi idul fitri adalah salah satu hal yang penting untuk diketahui.

Pasalnya, sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri dan menyambut hari kemenangan tersebut, disunnahkan bagi umat muslim untuk melaksanakan mandi terlebih dahulu.

Selain membuat badan lebih bersih dan suci, mandi di hari besar akan membuat diri terlihat lebih nyaman untuk dipandang.

Jadi, bagaimanakah niat yang harus dilafalkan untuk melakukan mandi sebelum shalat Idul Fitri? Dapatkan jawaban lengkapnya pada penjalasan di bawah ini!

Memahami Sekilas Tentang Shalat Idul Fitri

Sebelum mencari niat mandi idul fitri, tentu akan lebih baik jika mengetahui apa itu shalat idul fitri terlebih dahulu.

Idul Fitri adalah hari besar yang jatuh tepat setelah bulan puasa (Ramadhan) selesai. Karena itulah, Idul Fitri kerap juga disebut sebagai hari kemenangan.

Pada hari ini, sudah menjadi tradisi bagi masyarakat untuk membersihkan rumah, menyiapkan berbagai hidangan di masing-masing rumah, hingga memakai pakaian terbaik yang dimiliki.

Para umat Islam juga akan saling bersilaturahmi dengan mengunjungi masing-masing rumah saudara, kerabat, dan tetangga.

Namun sebelum melakukan semua itu, Hari Raya Idul Fitri akan dimulai dengan kalimat takbir di berbagai masjid yang ada.

Dan pada pagi harinya, umat muslim disunahkan untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri yang mana hanya dilaksanakan selama satu tahun sekali.

Sholat Idul Fitri berhukum sunnah muakkad, di mana jika dikerjakan maka akan mendapatkan pahala, dan jika tidak dikerjakan, maka tidak akan dikenai dosa.

Walaupun begitu, melaksanakan sholat ini sangatlah dianjurkan karena hanya datang di momen tertentu saja.

Niat Mandi Idul Fitri Beserta Artinya

Mandi sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri merupakan suatu kebiasaan yang dulu juga dilaksanakan oleh Nabi Muhammad dan para sahabat Beliau. Mandi yang dilakukan saat akan beribadah sendiri memiliki banyak manfaat dan keutamaan.

Selain dapat membersihkan dan mensucikan diri dari hadast besar, mandi akan membuat tubuh terasa semakin nyaman sehingga ibadah dapat dilaksanakan dengan lebih khusyu’.

Sementara itu, berdasar risalah dari Imam Al-Ghazali, mandi sebelum shalat Idul Fitri berbeda dengan mandi seperti biasanya.

Hal yang membedakannya terletak pada niat yang dilafalkan saat akan mandi. Selain itu, mandi dilaksanakan pada saat memasuki waktu tengah malam hingga waktu subuh sebelum shalat Idul Fitri dimulai.

Adapun niat mandi idul fitri dan artinya adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِيَوْمِ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liyaumi ‘iidil fithri sunnatan lillaahi ta’aala

Artinya: “Aku berniat mandi pada hari Raya Idul Fitri sunnah karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Melaksanakan Mandi di Hari Raya Idul Fitri 

Selain perlu mengetahui niat untuk mandi di hari Idul Fitri, hal selanjutnya yang tidak kalah penting untuk dipelajari yaitu tata cara mandi Idul Fitri yang baik dan benar.

Karena tidak dilakukan secara sembarangan begitu saja, simak langkah-langkah mandi sebelum shalat Idul Fitri di bawah ini:

  • Tata Cara Mandi Idul Fitri untuk Laki-Laki

Pelaksanaan mandi di Hari Raya Idul Fitri dapat dilaksanakan sebelum mendirikan sholat subuh atau sesudahnya. Adapun tata cara mandi Idul Fitri bagi laki-laki adalah sebagai berikut:

  1. Pertama, bacalah niat mandi Idul Fitri yang telah disebutkan sebelumnya pada saat mengguyurkan air ke anggota tubuh dimulai dari kepala hingga ujung kaki
  2. Selanjutnya, cucilah kedua telapak tangan dan jangan lupa untuk membasuh sela-sela jari 
  3. Basuhlah kemaluan secara menyeluruh
  4. Berwudhu seperti wudhu saat akan melakukan sholat
  5. Gosok anggota badan dengan mengawalinya dari sebelah kanan terlebih dahulu (untuk tangan, kaki, dan telinga)
  6. Pastikan semua anggota badan telah basah dan dialiri air suci 

Setelah melakukan serangkaian cara di atas, jika ingin menunaikan sholat Idul Fitri maka diwajibkan untuk mengambil air wudhu lagi.

Hal ini karena berwudhu merupakan syarat sah solat, sehingga walaupun sudah mandi suci namun belum berwudhu, maka sholat bisa tidak sah.

Karena saat mandi semua anggota badan harus bersih dan dialiri air, maka jangan lupa untuk memperhatikan bagian yang tertutupi rambut seperti kumis dan jenggot bagi laki-laki.

Jika area tersebut tidak terkena aliran air sebab tertutup rambut lebat, maka mandi atau wudhu bisa tidak sah. Untuk itu, pastikan air masuk melalui sela-sela rambut sehingga bisa mengenai kulit.

  • Tata Cara Mandi Idul Fitri untuk Wanita

Setelah mengetahui cara mandi idul Fitri untuk laki-laki, di bawah ini juga terdapat tata cara mandi di Hari Raya Idul Fitri bagi para perempuan. Untuk melakukannya, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Baca niat mandi Idul Fitri sebagaimana yang telah disebutkan pada penjelasan sebelumnya
  2. Kemudian cucilah tangan sebanyak tiga kali dan jangan lupa untuk tidak melewatkan bagian sela-sela jari tangan
  3. Bersihkan kemaluan menggunakan tangan sebelah kiri dengan cara memulai dari bagian depan ke belakang (agar kotoran dari belakang tidak masuk ke kemaluan)
  4. Setelah membersihkan kemaluan, cucilah tangan dengan cara menggosokkannya ke lantai atau langsung menggunakan sabuk
  5. Berwudhu sama seperti wudhu saat akan melakukan sholat
  6. Menyiram kepala dengan menggunakan air bersih sebanyak tiga kali
  7. Mengaliri seluruh anggota tubuh dengan air bersih dan suci serta menggosoknya dengan bersih
  8. Membilas seluruh bagian tubuh dengan mendahulukan bagian kanan terlebih dahulu diikuti dengan bagian sebelah kiri (untuk tangan, kaki, dan telinga)

Jika laki-laki harus lebih memperhatikan bagian jenggot dan juga kumis, para wanita harus lebih memperhatikan bagian rambut. Ini karena mayoritas perempuan memiliki rambut yang panjang dan menjuntai.

Saat melakukan mandi untuk menyucikan hadas besar, maka seluruh bagian rambut dan juga kulit kepala harus terkena aliran air yang suci dan bersih.

Untuk itu, jangan lupa untuk menyisir sela-sela rambut dengan cermat ketika mengguyurnya.

Selain itu, karena terkadang para wanita memiliki kuku yang panjang, maka kulit yang tertutup kuku panjang tersebut haruslah terkena aliran air baik saat mandi besar atau berwudhu.

Jika air mengalir di atas kuku begitu saja sehingga tidak mengenai kulit yang tersembunyi di bawahnya, maka wudhu tidak sah.

Dalil Melakukan Mandi di Hari Raya Idul Fitri

Setelah mengetahui niat mandi Idul Fitri dan tata cara pelaksanaannya, maka mempelajari dalil serta hukum mandi pada Idul Fitri bisa membuat hati lebih mantap untuk melaksanakannya. 

Adapun hukum mandi Idul Fitri adalah sunnah dengan didasarkan pada atsar dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang mana selalu mandi terlebih dulu sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri.

Selain itu, Ibnu Abbas ra juga mengatakan bahwa Rasulullah biasa mandi saat hari Idul Fitri dan juga Idul Adha.

Kemudian, dalam suatu riwayat juga dijelaskan bahwa suatu ketika terdapat seseorang yang menanyakan perihal mandi kepada Ali bin Abi Thalib. Kemudian Sayyidina Ali menjawab “Mandilah setiap hari apabila kamu mau melakukannya.”

Setelah itu, orang yang tadi pun berkata, “Bukan, yang saya maksud, manakah mandi yang dianjurkan?”. Ali pun menjawab, “Mandi pada hari Juma’at, hari ‘Arafah, Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Idul Fitri.” (HR. Al-Baihaqi 3/278).

Pada hadits lainnya lagi, disebutkan bahwa dari Naf’i, dia berkata: “Abdulah bin Umar biasa melaksanakan mandi di Hari Raya Idul Fitri sebelum berangkat ke tanah lapang.” (HR. Imam Al-Bukhari).

Dari berbagai hadits di atas, maka dapat disimpulkan bahwa mandi sebelum shalat Idul Fitri adalah sunnah. Karena hal ini mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW dan juga para sahabat.

Tentu berbeda dengan mandi pada biasanya, niat mandi idul fitri bisa dipelajari dari penjelasan sebelumnya.

Adab yang Baik dalam Menyambut Hari Idul Fitri

Mandi di hari Idul Fitri dilakukan agar tubuh menjadi bersih dan suci dalam menyambut hari penting tersebut.

Namun, tahukan bahwa masih terdapat beberapa adab baik lain yang bisa dipraktekkan untuk menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri?

Beberapa adab baik untuk menyambut datangnya hari Idul Fitri selain mandi di pagi hari adalah sebagai berikut:

1.   Membaca Takbir

Menjelang hari Idul Fitri, semua masjid pasti mengumandangkan alunan takbir di malam sebelum Hari Raya Idul Fitri. Mengumandangkan takbir juga bisa dilakukan di pagi hari saat akan melakukan sholat Idul Fitri dan ketika menunggu sholat dimulai.

2.   Menggunakan Pakaian Terbaik

Setelah mensucikan dan membersihkan diri disertai dengan niat mandi idul fitri yang benar, maka selanjutnya dianjurkan untuk menggunakan pakaian terbaik untuk menyambut hari raya.

Selain itu, juga dianjurkan untuk menggunakan wewangian. Dengan begitu, cerminan muslim yang bersih karena beriman dan bertaqwa pada Allah terwujud.

3.   Makan di Pagi Hari

Adab baik selanjutnya yang bisa diterapkan yaitu makan di pagi hari sebelum berangkat untuk shalat Idul Fitri.

Ini juga merupakan salah satu tanda bahwa pada hari itu bulan puasa sudah berakhir, dan umat muslim diharamkan untuk berpuasa di hari kemenangan tersebut.

4.   Membuat Diri Tampak Rapi

Adab baik dalam menyambut hari raya Idul Fitri lainnya yaitu harus menyiapkan diri agar terlihat tampak rapi dan bersih. Selain melakukan mandi di pagi hari, potonglah kuku jika memang sudah panjang, cukur jenggot agar tampak lebih rapi. 

Bagi para kaum lelaki yang merasa rambut sudah terlalu panjang sehingga tampak berantakan, maka boleh untuk memotongnya. Dengan begitu, orang lain akan melihat tampilan yang bersih dan rapi dari diri setiap umat muslim.

Ini menandakan bahwa mereka menyiapkan semuanya secara totalitas untuk menyambut hari penting tersebut.

5.   Mengambil Jalur yang Berbeda Saat Berangkat dan Pulang Sholat

Dalam melakukan perjalanan sepulang dari sholat Idul Fitri, maka dianjurkan untuk mengambil jalur yang berbeda dari sisi jalan yang digunakan saat berangkat tadi.

Misalnya, jika pada saat berangkat mengambil jalur sebelah kiri, maka sebaiknya ambil jalur sebelah kanan saat melakukan perjalanan pulang.

Selain hal itu, untuk melaksanakan sholat Idul Fitri di masjid terdekat, maka disunnahkan untuk berjalan kaki daripada menggunakan kendaraan.

Namun jika lokasi memang sangatlah jauh sehingga dikhawatirkan bisa telat mengikuti jamaah sholat, maka bisa menggunakan kendaraan.

Karena niat mandi idul fitri berbeda dengan niat pada mandi biasa, maka akan sangat baik jika niat yang telah disebutkan di atas dihafalkan agar bisa dipraktekan dengan lebih mudah.

Selain melakukan mandi di hari Idul Fitri, dianjurkan juga untuk melakukan adab-adab baik di atas dalam menyambut Idul Fitri.

Santoso
Lewat aksara menggapai cita dan membantu sesama.