Kumpulan 10 Doa Rasulullah SAW Untuk Kehidupan Sehari-hari

Doa Rasulullah

Ada banyak doa Rasulullah yang bisa diamalkan setiap hari maupun hanya pada saat kondisi tertentu. Beberapa diantaranya sebagai berikut


Doa bisa diibaratkan sebagai ikatan yang akan menjadi penghubung antara hamba dengan tuhannya. Demikian juga dengan Rasulullah SAW, walaupun beliau adalah seorang hamba yang sangat dicintai Allah SWT, beliau juga senantiasa berdoa. Doa Rasulullah ini tentunya juga bisa diamalkan setiap hari. 

Rasulullah SAW mengajarkan banyak doa dan beberapa diantaranya bisa dilantunkan ketika melakukan sesuatu dan dalam kondisi tertentu.

Doa itu sendiri sejatinya adalah bentuk pengakuan kelemahan diri. Dengan berdoa, seorang hamba akan menyadari bahwasanya Allah SWT adalah Dzat yang Mahakuasa. 

Kumpulan Doa Rasulullah yang Bisa Diamalkan Setiap Hari

1. Doa Sapu Jagat

Doa Sapu Jagad

Doa sapu jaga menjadi salah satu doa yang sangat disukai Rasulullah SAW dan bunyinya sebagai berikut:

رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

Doa Rasulullah ini mengandung permohonan supaya Allah SWt memberikan kebaikan baik di dunia maupun di akhirat. Adapun kebaikan yang dimaksud ialah kebahagiaan.

Jadi, dengan memanjatkan doa sapu jagat, artinya seorang hamba juga memohon agar Allah SWT memberikan kebahagiaan yang sempurna, di dunia dan juga di akhirat.

Sementara Imam Ibnu Katsir menyampaikan bahwa doa sapu jagat mempunyai tujuan yang diminta, yakni kebahagiaan hidup. 

Kalau kebahagiaan yang dimaksud adalah untuk di dunia, maka berbagai fasilitas yang akan menunjang bahagia akan terpenuhi. Sedangkan kalau yang dimaksud ialah kebahagiaan di akhirat, bahagia yang hakiki-lah yang kelak bisa dirasakan di surga.

Begitu dalamnya makna doa Rasulullah atau doa sapu jagat ini, tidak heran rasanya jika para ulama sangat menganjurkan doa ini untuk dibaca. Bahkan Rasulullah SAW sendiri tidak pernah meninggalkan doa sapu jagat ini. 

2. Doa Sebelum Tidur

Doa Sebelum Tidur

Tidur merupakan aktivitas yang harus dipenuhi oleh setiap manusia agar tubuhnya tetap sehat.

Bahkan untuk kegiatan yang satu inipun, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa khusus agar selama tidur selalu dilindungi Allah SWT. Adapun bunyi doa sebelum tidur yang umum dilantunkan sebagai berikut. 

بِاسْمِكَ اللهُمَّ أَحْيَا وَأَمُوْتُ

Artinya: “Dengan menyebut nama-Mu, Ya Allah, aku hidup dan dengan menyebut nama-Mu aku mati.”

Tidak hanya menganjurkan untuk berdoa, Rasulullah SAW juga menganjurkan seseorang untuk berwudlu terlebih dahulu sebelum tidur.

Tujuannya supaya hamba tetap dalam kondisi yang suci ketika akan tidur. Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan rangkaian amalan lain yang dilakukan sebelum tidur. 

Amalan ini dimaksudkan sebagai persiapan. Andaikan seorang hamba meninggal dunia ketika dia tidur, agar dikarunia khusnul khatimah.

Atau kalau memang hamba tersebut ditakdirkan untuk bangun kembali, maka tidur yang dilakukannya tadi akan dihitung sebagai ibadah. 

Oleh karenanya, selain berwudu dan berdoa tadi, Rasulullah SAW juga melakukan sunnah yang lainnya, yaitu mengibaskan tempat tidur, tidur miring ke kanan, meletakkan tangannya di bawah pipi yang kanan dan membaca surat Al-Kafirun. 

Selain itu, ada juga yang menyampaikan bahwa amalan-amalan yang dilakukan sebelum tidur sebagai berikut.

  • Membaca surat Al – Fatihah 1 kali
  • Membaca surat Al – Ikhlas, Al – Falaq, dan An – Nas masing-masing 1 kali
  • Meniup kedua telapak tangan sebanyak 3 kali kemudian usapkan tangan tadi ke seluruh tubuh
  • Membaca takbir, tasbih dan tahmid masing-masing sebanyak 3 kali 

3. Doa Setelah Bangun Tidur

Doa Setelah Bangun Tidur

Tidak hanya saat akan tidur, ada juga doa Rasulullah setelah bangun tidur. Adapun bunyi doa setelah bangun tidur sebagai berikut:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami, dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan.” 

Doa setelah bangun tidur menjadi salah satu bentuk syukur hamba kepada Sang Pencipta karena telah diberikan kesempatan lagi untuk bernafas serta beraktivitas seperti hari kemarin. Imam Bukhari sangat menganjurkan agar doa ini rutin dibaca saat pagi hari.

Selain menjadi salah satu bentuk syukur, doa ini juga sekaligus menjadi pembuka amalan yang menunukkan bahwasanya setiap hamba yang beragama Islam perlu mengingat Allah SWT.

Sementara itu, Imam Nawawi menjelaskan makna kata ‘kami dibangkitkan’ dalam doa setelah bangun tidur di atas.

Berdasarkan keterangan beliau, maknanya adalah manusia dapat dihidupkan kembali kelak di hari kiamat. Maksudnya, Rasulullah SAW bersabda bahwasanya seseorang dapat bangun di pagi hari atau justru dibangkitkan di hari kiamat kelak setelah dimatikan. 

Sama seperti ketika akan tidur, selain membaca doa, ada juga amalan sunnah lainnya yang bisa dilakukan, yakni sebagai berikut. 

  • Duduk dan mengusap wajah
  • Membaca Surat Ali Imran hanya 10 ayat terakhirnya saja
  • Mencuci tangan dengan benar dan membersihkan hidung
  • Menggosok gigi atau bersiwak
  • Berwudlu 

4. Doa Ketika Masuk WC dan Keluar dari WC

Doa Ketika Masuk WC dan Keluar dari WC

Ketika berhubungan dengan WC dan kamar mandi, ada adab yang sudah disebutkan dalam Islam. Termasuk ketika akan masuk ke dalam WC, serta setelah keluar dari WC, ada doa yang sebaiknya dilantunkan. 

Anjuran ini hendaknya diperhatikan oleh setiap muslim agar terhindar dari gangguan setan. Apalagi mengingat WC atau kamar mandi merupakan tempat yang kotor dan tempat-tempat seperti ini sangat disukai oleh iblis. 

Rasulullah SAW sudah pernah menjelaskan bahwasanya iblis meminta tempat tinggal kepada Allah SWT layaknya anak-anak Adam tinggal. Atas permohonan iblis, Allah SWT berfirman bahwasanya tempat tinggal bagi iblis ialah di kamar mandi (WC atau jamban).

Adapun adab serta doa pada saat akan masuk WC serta keluar dari WC sebagai berikut. 

  • Gunakan kaki kiri saat masuk ke dalam WC
  • Tidak menghadap ke arah kiblat dan membaca doa masuk WC sebagai berikut

بِسْمِ اللهِ اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك من الْخُبْثِ وَالْخَبَائِثِ

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari godaan iblis jantan dan betina.”

  • Buang air kecil dan air besar di tempat yang sudah disediakan, jadi tidak diperkenankan untuk membuang hajat sembarangan
  • Saat buang air kecil dan buang air besar harus duduk
  • Menuntaskan keluarnya kotoran
  • Istinja’ dengan tangan kiri
  • Tidak bernyanyi
  • Membaca doa keluar dari WC sebagai berikut

غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ لِلهِ الذي أَذْهَبَ عَنِّيْ الْأَذَى وَعَافَانِيْ اللهم اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ. اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِيْ مِنَ النِّفَاقِ وَحَصِّنْ فَرْجِيْ مِنَ الْفَوَاحِشِ

Artinya: “Dengan mengharap ampunanmu, segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dari tubuhku, dan mensehatkan aku. Ya Allah, jadikanlah aku sebagian dari orang yang bertaubat dan jadikanlah aku sebagian dari orang yang suci. Ya Allah, bersihkan hatiku dari kemunafikan, dan jaga kelaminku dari perbuatan keji (zina).”

Sunnah membaca doa masuk ke dalam WC dan keluar dari WC ini tidak terbatas dengan kepentingan buang hajat. Namun apapun yang dilakukan di dalam WC atau kamar mandi, hendaknya sunnah ini diperhatikan. 

Baca Juga : 17 Kisah Mukjizat Nabi Muhammad Salah Satunya Al-Quran

5. Doa Meminta Keteguhan Hati

Doa Meminta Keteguhan Hati

Keteguhan hati adalah salah satu karakter yang dimiliki oleh hamba Allah SWT terbaik yang mendapatkan petunjuk serta kasih sayang dari-Nya. Keteguhan hati sangat diperlukan oleh setiap hamba agar dapat mengarungi kehidupannya dengan baik. 

Doa ini diajarkan Rasulullah SAW dan tercantum dalam Al-Qur’an, tepatnya di dalam Surat Ali Imran ayat 8. Adapun bunyi doa Rasulullah SAW ini sebagai berikut. 

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً ۚاِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi”

Berdasarkan keterangan dalam kitab tafsir Min Wahyil Qur’an yang merupakan karya dari Muhammad Husain Fadzlullah, diketahui bahwa ayat ini menjelaskan perihal doa yang dipanjatkan oleh orang yang ilmunya mendalam. 

Mereka adalah golongan orang yang perilakunya baik, belajar terus menerus, ilmunya penuh ketawadhuan dan menjaga makanannya dari yang haram. Selain itu, praktik ibadah mereka juga lebih berkualitas dibandingkan ibadah orang biasanya. 

Disebutkan juga bahwasanya doa ini merupakan doa yang sering dibaca oleh Rasulullah SAW sendiri. Kalau hendak dipenggal satu persatu ayat ini, maka bisa didapatkan penjelasan sebagai berikut:

  • Kata ‘Rabbanaa’ yang merupakan bukti kedekatan seorang hamba dengan Penciptanya
  • Kata ‘laa tuzigh quluubana’ diartikan sebagai ketersesatan seseorang. Doa ini didahului oleh orang yang tersesat dan memulai ketersesatannya, bukannya Allah SWT yang menciptakan ketersesatan tersebut
  • Kata ‘ba’da idzhadaitanaa’ yang menjadi bukti bahwasanya mereka yang sudah memperoleh petunjuk masih bisa tergelincir kembali ke lubang keburukan. Peristiwa ini bisa terjadi karena berbagai penyebab mulai dari yang kecil sampai besar
  • Kata ‘wahablanaa min ladun ka rohmah’ dimaknai sebagai permohonan hamba yang berisi pemberian dan juga kasih sayang sempurna dari Allah SWT
  • Kata ‘innaka antal wahhaab’, yang dimaknai sebagai kebesaran Allah SWT sebagai Sang Pencipta yang mempunyai sifat al-Wahhab yang artinya Maha Pemberi. Dia memberikan banyak karunia kepada hamba-hamba-Nya dan pemberian-Nya didasari kasih sayang tanpa pamrih.

Hati adalah hal yang sangat mudah berpaling sehingga setiap muslim memang hendaknya selalu memohon perlindungan kepada Allah SWT termasuk agar Allah SWT meneguhkan hati. Doa Rasulullah ini tentunya sangat baik untuk diamalkan setiap hari.

6. Doa Agar Dimudahkan Berdzikir, Bersyukur dan Beribadah dengan Baik

Doa Agar Dimudahkan Berdzikir, Bersyukur dan Beribadah dengan Baik

Salah satu doa Rasulullah SAW yang sangat berharga serta diamalkan setiap hari ialah doa supaya dimudahkan dalam berdzikir, bersyukur serta beribadah dengan baik.

Doa ini Rasulullah SAW langsung ajarkan kepada Mu’adz bin Jabal dengan memegang tangan sahabat tersebut. 

Dalam momen itu, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa beliau mencintai Mu’adz bin Jabal, demi Allah SWT.

Beliau juga bersabda dan memberikan nasehat kepada Mu’adz bin Jabal agar tidak meninggalkan doa tersebut di penghujung sholat dan doa yang dimaksud bunyinya sebagai berikut. 

أَللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَ شُكْرِكَ وَ حُسْنِ عِبَادَتِكَ

Artinya: “Ya Allah, dengan kemudahan dan keberlimpahan, perkenankanlah aku untuk mengingatMu, bersyukur kepadaMu dan mengabdi kepadaMu dengan cara yang sebaik-baiknya.”

Dalam doa ini terkandung tiga permintaan sekaligus sebagai berikut.

  • Memohon kepada Allah SWT supaya dimudahkan dalam berdzikir. Berdzikir yang dimaksud bisa berupa memuji Allah SWT, membaca Al-Qur’an, menyibukkan diri dengan ilmu yang berfaedah serta berbagai kegiatan yang semacam tersebut. Dzikir disebutkan lebih dulu dalam doa ini daripada bersyukur sebab apabila seseorang tidak berdzikir, ini berarti bahwa orang tersebut tidak bersyukur kepada Allah SWT. 
  • Memohon kepada Allah SWT agar dijadikan pribadi yang rajin bersyukur. Syukur bisa berupa pujian serta ada juga yang berupa pengakuan dalam hati lalu diwujudkan dengan ketundukan. Selain itu, syukur juga bisa berupa memanfaatkan nikmat yang Allah SWT berikan untuk melakukan ketaatan sekaligus menjauhkan diri dari maksiat yang sangat tidak disukai Allah SWT. 
  • Memohon kepada Allah SWT agar dapat beribadah dengan baik. Adapun yang dimaksud dengan ibadah yang baik dalam hal ini ialah ibadah yang ikhlas serta ibadah yang dilakukan sesuai dengan tuntunan. 

Doa ini bisa diucapkan saat sholat sebelum salam, namun bisa juga di luar sholat setelah salam. Akan tetapi, waktu yang lebih tepat untuk membaca doa tersebut adalah sebelum salam. 

Baca Juga : Rangkuman Kisah Nabi Muhammad dari Lahir Hingga Wafat

7. Doa Agar Hati Tenang dan Teguh

Doa Agar Hati Tenang dan Teguh

Ada juga versi redaksi lain doa Rasulullah SAW agar diberikan keteguhan hati selain seperti yang sudah disampaikan sebelumnya. Doa ini berbunyi. 

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِك

Artinya: “Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu”

 

Tidak hanya bisa diucapkan untuk memohon keteguhan hati, doa ini juga bisa dipanjatkan untuk memohon ketenangan hati.

Doa ini memang sangat dinajurkan untuk mendatangkan kebaikan bagi hati supaya lebih tenteram dan disinyalir doa ini juga dapat membuat hati tidak mudah goyah pada masalah.

Keutamaan lain doa ini ialah bisa menjadi perisai atas rasa gelisah serta membentengi diri dari perasaan bimbang. Rasulullah SAW sendiri juga sering melantunkan doa ini.

Dikisahkan bahwa Syahr bin Hawsyab berkata kepada ummul mukminin, Ummu Salamah istri Nabi Muhammad SAW

Syahr bin Hawsyab bertanya perihal doa apa yang sering dipanjatkan Rasulullah SAW. Ummul Mukminin Ummu Salamah kemudian menjawab bahwa doa di ataslah yang sering dibaca oleh beliau. 

Ummu Salamah juga pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengapa doa tersebut sering beliau panjatkan.

Jawaban beliau adalah bahwasanya hati manusia itu selalu ada dalam genggaman Allah SWT. Siapapun yang Allah SWT kehendaki tentu akan diberi keteguhan iman. 

Selain itu, Allah SWT juga berkuasa menyesatkannya. Dengan kata lain, hanya Allah SWT yang dapat memberikan taufik serta hidayah kepada hamba-Nya agar hamba tersebut terus berada dalam ketaatan. 

8. Doa Menghilangkan Rasa Takut

Doa Menghilangkan Rasa Takut

Takut sejatinya merupakan hal yang biasa dialami oleh manusia, walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa ini adalah hal yang sangat tidak menyenangkan. Tentunya, takut yang dikatakan normal adalah takut yang masih dalam tahap wajar. 

Sedangkan kalau takut sudah berlebihan dan terus menerus, ini dapat berujung pada terganggungnya jiwa. Rasulullah SAW sendiri juga pernah merasakan takut manakala beliau diperintah membaca oleh Malaikat Jibril.

Menghadapi kondisi tersebut, Rasulullah SAW memanjatkan doa dan doa ini juga bisa diaplikasikan oleh setiap umat Islam ketika menghadapi perasaan serupa. Adapun doa yang dimaksud sebagai berikut. 

أَللَّهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِى نُحُورِهِمْ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شُرُورِهِمْ

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepadamu agar Engkau menghadapi mereka dan agar Engkau melindungi (aku) dari kejahatan mereka.

Rasa takut biasanya dialami oleh manusia terhadap manusia maupun kepada selainnya termasuk jin dan setan. Sedangkan rasa takut yang dibenarkan hanyalah takut kepada Allah SWT. Oleh sebab itu, saat sedang mengalami rasa takut ini, sudah tepat kiranya jika memohon pertolongan kepada Allah SWT. 

9. Doa Memohon Ampun dan Memohon Rahmat Kepada Allah SWT

Doa Memohon Ampun dan Memohon Rahmat

Lebih lanjut lagi, ada doa untuk memohon ampunan kepada Allah SWT sekaligus memohon rahmat kepada-Nya. Doa ini tercantum di dalam surat Al Mu’minun ayat 118 sebagai berikut. 

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰحِمِيْنَ

Artinya: “Ya Tuhanku, berilah ampunan dan (berilah) rahmat, Engkaulah pemberi rahmat yang terbaik”

Sejatinya bahwa redaksi doa ini adalah perintah Allah SWT yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW agar memperoleh ampunan serta rahmat dari-Nya. Hamba yang memanjatkan doa di atas tentunya akan diberikan ampunan serta rahmat oleh Allah SWT. 

Adapun ampun berarti Allah SWT menghapus segala dosa sekaligus menyembunyikan dosa-dosa tersebut dari manusia. Sedangkan rahmat adalah diberi bimbingan serta taufik baik dalam ucapan maupun perbuatan oleh Allah SWT.

10. Doa Memohon Diberi Keputusan yang Adil

Doa Memohon Diberi Keputusan yang Adil

Sebagaimana yang sudah diketahui, Rasulullah SAW pertama kali berdakwah di Mekkah dan itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Seiring berjalannya waktu, dakwah kemudian dilakukan secara terang-terangan  dan Rasulullah SAW melakukan dakwah di tanah suci itu hingga 13 tahun lamanya. 

Selama 13 tahun berdakwah di Mekkah, Rasulullah SAW selalu sabar menghadapi kaum musyrik yang menindas beliau bahkan berencana membunuh beliau.

Hingga tiba saatnya untuk hijrah ke Madinah, disebutkan bahwa Rasulullah SAW memanjatkan doa kepada Allah SWT. 

Beliau memanjatkan doa sebagaimana yang tercantum dalam surat Al-Anbiya’ayat 112 sebagai berikut. 

رَبِّ احْكُمْ بِالْحَقِّ وَرَبُّنَا الرَّحْمٰنُ الْمُسْتَعَانُ عَلٰى مَا تَصِفُوْنَ

Artinya: “Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami Maha Pengasih, tempat memohon segala pertolongan atas semua yang kamu katakan”

Doa ini juga beliau panjatkan ketika bertemu dengan musuh dan Rasulullah SAW tahu bahwa posisi beliaulah yang benar, sedangkan si musuh yang salah. 

Selain itu, Ibnu Katsir menyampaikan bahwasanya ada penuturan dari Zaid bin Aslam yang isinya saat Nabi Muhammad SAW menyaksikan peperangan, beliau juga membaca doa tersebut.

Doa memang sudah seharusnya tidak dilupakan dalam keseharian setiap umat Islam. Apalagi seluruh doa Rasulullah adalah doa-doa yang baik dan memang beberapa diantaranya secara jelas adalah wahyu yang diterima langsung oleh beliau. 

Selain doa, sedekah juga merupakan perbuatan baik yang sangat dianjurkan dan Allah SWT sendiri yang menyebutkan sedekah di dalam Al-Qur’an. Salah satu golongan yang berhak menerima sedekah tersebut ialah anak-anak yatim dan sedekah yang diperuntukkan bagi mereka bisa melalui Yayasan Yatim Mandiri

Ini adalah lembaga non profit yang memiliki tujuan mulia, salah satunya ialah membina anak yatim sampai mereka bisa mandiri. Anda pun bisa ikut berkontribusi dengan cara menyalurkan sedekah melalui yayasan ini. 

Dana Anda akan dikelola sebaik mungkin karena Yayasan Yatim Mandiri merupakan lembaga legal yang sudah terdaftar di Depkumham. Jadi, tunggu apalagi, yuk bantu para anak yatim dengan bersedekah melalui Yayasan Yatim Mandiri sekarang juga. 

Abdul Roqib
Berpengalaman dalam bidang SEO melingkupi SEO Content Writer, Link Building, dan Technical SEO.