Mengenal 11 Istri Nabi Muhammad Paling Pertama Hingga Akhir

Mengenal 11 Istri Nabi Muhammad Paling Pertama Hingga Akhir

istri Nabi Muhammad berjumlah 11 orang dan semuanya adalah wanita pilihan yang berkarakter mulia, ahli ibadah bahkan tidak malu bergaul dengan orang miskin


Allah SWT mengizinkan Nabi Muhammad SAW untuk menikah dengan lebih dari 4 orang wanita. Pernikahan ini bukanlah pernikahan yang didasarkan oleh hawa nafsu, melainkan dengan tujuan untuk berdakwah. Tentunya, para istri Nabi Muhammad SAW ini bukanlah wanita sembarangan. 

Beliau semua adalah wanita-wanita hebat yang sangat taat menjalankan perintah Allah SWT. Bahkan sebagian besar dari para wanita ini dinikahi oleh Nabi Muhammad SAW atas perintah Allah SWT. Istri Rasulullah SAW ini ada 11 orang sebagai berikut. 

Kisah Singkat Para Istri Nabi Muhammad SAW

istri nabi muhammad

1. Khadijah Binti Khuwailid

Istri pertama Nabi Muhammad SAW adalah Siti Khadijah Binti Khuwailid bin As’ad bin Abdul Uzza bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fahr bin Malik bin Nadhr bin Kinanah Al-Quraisy Al-Asadiyah. 

Kedua orang tua beliau sangat terpandang di kalangan masyarakat Quraisy, bahkan termasuk di kalangan para pemuka kaum Quraisy. Meskipun berasal dari kaum Quraisy, keluarga beliau berpegang teguh pada akhlak yang mulia. 

Keluarga beliau sangat kaya raya, namun juga sangat dermawan sehingga Siti Khadijah tumbuh menjadi wanita yang berkarakter mulia juga. Pada saat menikah dengan Nabi Muhammad SAW, usia beliau sudah 40 tahun. 

Dari pernikahan dengan Rasulullah, Siti Khadijah melahirkan 6 orang anak yang masing-masing diberi nama Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummi Kultsum dan Fatimah.  

2. Saudah Binti Zam’ah

Wafatnya Siti Khadijah membuat Nabi Muhammad SAW merasakan kesedihan yang mendalam dan para sahabat juga merasa peduli dengan apa yang menimpa beliau. Sehingga para sahabat kemudian mengutus Khaulah binti Hakim as-Salimah. yang merupakan istri Utsman bin Ma’zhun.

Khaulah binti Hakim As-Salimah diutus untuk menemui dan memotivasi Nabi Muhammad SAW supaya tertarik untuk menikah lagi. Dari diutusnya Khaulah ini, Nabi Muhammad SAW menjatuhkan pilihan kepada Saudah. 

Saudah binti Zam’ah merupakan seorang janda karena sebelumnya sudah menikah dengan Sukran bin Amr. Dari pernikahan pertama ini, lahirlah anak yang dinamakan dengan Abdullah. 

Saudah bin Zam’ah menjadi istri pertama Nabi Muhammad SAW setelah Siti Khadijah wafat. Pada saat itu, usia Saudah binti Zam’ah sudah mencapai 55 tahun dan Nabi Muhammad SAW baru 50 tahun. 

Saudah binti Zam’ah sendiri merupakan wanita yang berkarakter mulia. Beliau sangat suka bersedekah dan Aisyah binti Abu Bakar juga sangat menyukai beliau. Sebab. Saudah binti Zam’ah telah rela memberikan jatah malam Nabi Muhammad SAW di rumahnya kepada Aisyah.

3. Aisyah Binti Abu Bakar

Aisyah binti Abu Bakar merupakan istri Nabi Muhammad SAW yang ketiga. Beliau dinikahi Nabi Muhammad SAW saat usianya masih belia yakni sekitar 6 tahun – 7 tahun. Karena dinikahi sejak masih muda, beliau tumbuh dalam didikan Nabi Muhammad SAW.

Aisyah sendiri terkenal dengan kecerdasannya serta ingatannya yang kuat sehingga dapat menghafalkan banyak hal. Karena kecerdasan dan daya ingat ini, beliau sering dijadikan tempat bertanya oleh para sahabat Nabi Muhammad SAW. 

Beliau bahkan juga termasuk dalam golongan orang yang meriwayatkan banyak hadits. Bahkan disebutkan bahwa beliau menduduki urutan keempat dalam hal ini setelah Abu Hurairah, Abdullah bin Umar serta Anas bin Malik. 

Ada banyak kisah romantis yang terjadi antara Nabi Muhammad SAW dengan Aisyah. Nabi Muhammad SAW sangat mengenal karakter sang istri sehingga beliau bisa membedakan kapankah sang istri sedang marah maupun sedang bahagia walaupun Aisyah sudah menyembunyikan perasaannya dengan rapi. 

4. Hafshah Binti Umar bin Khattab

Hafsah merupakan putri Umar bin Khattab yang menjanda setelah suaminya gugur dalam perang Badar. Umar bin Khattab sedih dan memberikan kabar tersebut kepada Rasulullah.

Nabi Muhammad SAW kemudian memberikan Umar bin Khattab kabar yang gembira bahwasanya beliau bersedia untuk menikahi Hafshah. Selayaknya ayahnya, Hafshah juga merupakan wanita yang kuat dan tegas ucapannya. 

Bahkan Aisyah menggambarkan bahwa sifat yang dimiliki Hafshah sama dengan Umar bin Khattab. Tidak hanya itu, Hafshah juga merupakan seorang wanita yang pandai membaca serta menulis, ini adalah kemampuan yang saat itu belum umum dimiliki para wanita. 

Salah satu karya beliau adalah terkumpulnya Al-Qur’an karena beliau adalah seorang wanita yang pandai membaca serta menulis. Hafshah mendapatkan perintah dari Abu Bakar untuk mengumpulkan Al-Qur’an. 

Perintah ini juga tidak terlepas dari desakan Umar bin Khattab karena banyaknya penghafal Al-Qur’an yang gugur dalam peperangan melawan orang murtad setelah Nabi Muhammad SAW wafat.

5. Zainab Binti Khuzaimah

Istri Nabi Muhammad SAW yang selanjutnya adalah Zainab Binti Khuzaimah. Beliau merupakan istri yang memiliki gelar Ummul Masakin. Alasannya adalah karena Zainab Binti Khuzaimah sangat berbelas kasih terhadap orang miskin dan juga bergaul dengan mereka. 

Zainab binti Khuzaimah juga menikah dengan Nabi Muhammad SAW dalam kondisi janda. Sebelumnya, beliau dinikahi oleh Abdullah bin Jahsy yang kemudian wafat dalam perang Uhud. Tidak lama berselang setelah Abdullah bin Jahsy ini wafat, Nabi Muhammad SAW kemudian menikahi Zainab. 

Akan tetapi, tidak lama setelah pernikahan, sekitar 2 bulan hingga 3 bulan, Zainab kemudian juga meninggal dunia. 

Baca Juga : Rangkuman Kisah Nabi Muhammad dari Lahir Hingga Wafat

6. Ummu Salamah

Ummu Salamah merupakan istri Nabi Muhammad SAW yang memiliki nama asli Hindun binti Abi Umayyah. Sama seperti beberapa istri beliau sebelumnya, Ummu Salamah juga merupakan seorang janda ketika dinikahi Nabi Muhammad SAW. Beliau sebelumnya menikah dengan Abu Salamah. 

Beliau memiliki beberapa anak dari pernikahan sebelumnya dan beliau juga dikenal sebagai sosok yang cerdas. Beliau bahkan bisa memberikan saran sekaligus mendukung dakwah yang dilakukan suaminya. Beliau juga merupakan wanita yang menawan sehingga membuat Aisyah menjadi cemburu. 

7. Zainab Binti Jahsyi

Zainab binti Jahsyi sebelum dinikahi Nabi Muhammad SAW terlebih dahulu dinikahi oleh Zaid bin Haritsah yang merupakan anak angkat Nabi Muhammad SAW sendiri. Zainab binti Jahsyi sendiri adalah putri bibi Nabi Muhammad SAW yang namanya Aminah binti Abdul Muthollib. 

Zaid bin Haritsah selain merupakan putra angkat Nabi Muhammad SAW, pada awalnya adalah seorang budak. Pernikahan antara Zaid bin Haritsah dengan Zainab binti Jahsyi juga tidak berlangsung lama karena hubungan keduanya tidak harmonis. 

Atas ketidakharmonisan tersebut, Nabi Muhammad SAW kemudian menasihati Zaid agar tidak bercerai dengan Zainab, namun pada akhirnya Zaid tetap menceraikannya. Setelah masa iddah Zainab selesai, Nabi Muhammad SAW menikahinya. 

Zainab binti Jahsyi merupakan perempuan yang istimewa. Beliau merupakan wanita yang ahli ibadah dan juga gemar bersedekah. Diriwayatkan bahwa beliau meninggal dalam usia 53 tahun pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. 

8. Juwairiyah Binti Al Harits

Nama asli beliau adalah Barrah, namun kemudian oleh Nabi Muhammad SAW diganti dengan Juwairiyah. Beliau merupakan putri dari pembesar Bani Musthaliq dan sebelum menikah dengan Nabi Muhammad SAW, terlebih dahulu beliau menikah dengan Musafi’ bin Shafwan. 

Sebelumnya juga beliau adalah budak Tsabit bin Qais yang bersedia membebaskannya dengan syarat Juwairiyah harus membayar sejumlah uang. Karena itu, Juwairiyah kemudian menghadap Nabi Muhammad SAW guna meminta bantuan. 

Nabi Muhammad SAW membantu Juwairiyah sekaligus menikahinya dengan mahar yang berupa pembebasan dirinya. Usai tersiar kabar bahwa Nabi Muhammad SAW menikahi Juwairiyah, banyak sahabat yang kemudian membebaskan tawanan dari Bani Musthaliq yang menjadi bentuk penghormatan.

9. Ummu Habibah

Mengenai nama asli istri Nabi Muhammad SAW yang ke-9 ini, ada yang mengatakan bahwa nama aslinya adalah Ramlah. Namun ada juga yang mengatakan bahwa nama asli Ummu Habibah adalah Hindun. 

Ummu Habibah pada awalnya dinikahi oleh Ubaidillah bin Jahsyi. Dari pernikahan ini, lahirlah seorang putri yang diberi nama Habibah. Satu keluarga ini kemudian hijrah ke Habasyah, namun sesampainya di sana, Ubaidillah bin Jahsyi meninggal dunia. 

Mendengar kabar tersebut, Nabi Muhammad SAW kemudian mengirimkan surat kepada Raja Najasyi, di mana surat tersebut isinya adalah agar Ummu Habibah dinikahkan dengan beliau. Selepas pernikahan, Ummu Habibah kemudian tinggal bersama Nabi Muhammad SAW. 

10. Shafiyah Binti Huyay

Shafiyah binti Huyay merupakan istri Nabi Muhammad SAW yang berasal dari Bani Nadzir. Sebelumnya, Shafiyah adalah istri seorang laki-laki yang bernama Salam bin Masykam. Namun, pernikahan ini berakhir dengan perceraian. 

Setelahnya, Shafiyah menikah dengan Kinanah bin Abi Haqiq. Kinanah bin Abi Haqiq kemudian meninggal akibat melanggar suatu kesepakatan dengan umat Islam. Pada saat itu, Bani Nadzir tinggal di kota besar yang disebut dengan Khaibar. 

Nabi Muhammad SAW berkeinginan untuk memperluas agama Islam dan salah satu sasarannya adalah Bani Nadzir yang ada di Khaibar. Dalam perang tersebut, kaum muslimin adalah pemenangnya dan suami Shafiyah binti Huyay terbunuh. 

Karena menang, sudah tentu ada banyak rampasan perang sekaligus tawanan. Pada awalnya pun Shafiyah hampir menjadi budak Dhiyah al-Kalbi namun Nabi Muhammad SAW menyelamatkannya. Saat itu beliau memberikan tawaran apakan akan memeluk Islam atau tetap dengan agama Yahudi.  

Shafiyah ternyata memilih Islam sehingga kemudian dinikahi oleh Nabi Muhammad SAW. Shafiyah oleh Nabi Muhammad SAW disebut sebagai wanita shadiqah, yang artinya, wanita yang jujur.

Baca Juga : 17 Kisah Mukjizat Nabi Muhammad Salah Satunya Al-Quran

11. Maimunah binti Al-Harits

Maimunah Binti Al Harits pada awalnya adalah istri Mas’ud bin Amr ats-Tsaqafi. Mereka berdua kemudian bercerai karena berbeda keyakinan. Maimunah binti Al-Harits memeluk agama Islam sedangkan suaminya sangat membenci Islam. 

Maimunah sendiri merupakan bibi Khalid bin Walid dan bibi Ibnu Abbas. Beliau memeluk agama Islam namun masih menyembunyikannya dan masih tetap tinggal di Makkah. Namun saat terwujudnya perjanjian Hudaibiyah dan kaum Muslimin melakukan ibadah haji, beliau menyatakan keinginannya. 

Keinginan tersebut adalah bergabung dengan para sahabat serta Nabi Muhammad SAW. Beliau lalu dinikahi Nabi Muhammad SAW dengan mahar 400 dirham.


Ada juga yang menyebutkan bahwa istri Nabi Muhammad SAW berjumlah 13 orang karena memang beliau melangsungkan akad nikah dengan 13 orang wanita. Hanya saja, 2 diantara para wanita ini masih belum beliau kumpuli sehingga pembahasan kali ini hanya menyangkut 11 orang istri beliau saja. 

Semua istri Nabi Muhammad SAW tentunya adalah wanita-wanita yang memiliki karakter mulia termasuk gemar bersedekah. Dalam Islam, bersedekah memang merupakan hal yang sangat dianjurkan dan tentunya umat Islam bisa melakukannya termasuk melalui Yayasan Yatim Mandiri. 

Abdul Roqib
Berpengalaman dalam bidang SEO melingkupi SEO Content Writer, Link Building, dan Technical SEO.