10 Adab Membaca Al-Quran yang Wajib Dipraktekan

adab membaca al quran

Adab membaca Al-Qur’an perlu dilakukan dengan baik. Dengan demikian, pahala dan keberkahan bisa dituai dengan sebanyak-banyaknya. 

Adab membaca Al-Qur’an perlu dipahami dengan baik oleh semua umat muslim. Al-Qur’an menjadi kitab suci sekaligus kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Rasulullah  SAW lewat perantara malaikat Jibril. 

Al-Qur’an menjadi kitab suci yang paling utama dalam agama Islam serta dapat dijadikan sebagai pedoman hidup bagi makhluk-Nya selama di dunia dan di akhirat nanti. Kitab suci ini menjadi penutup para nabi serta rasul. 

Oleh sebab itu, saat membaca kitab suci ini membutuhkan cara terbaik tanpa melanggar adab-adab yang berlaku. Kitab suci ini adalah kitab suci yang mulia sehingga benar-benar harus dijaga dengan baik dan diistimewakan.

Macam-Macam Adab Membaca Al-Qur’an 

Al-Qur’an mempunyai kebenaran mutlak di dalamnya. Dengan demikian, kebenaran yang ada di dalam kitab suci ini tentu saja sudah tidak terbantahkan lagi. Terlebih bagi orang-orang yang beriman kepada Allah SWT. 

Kitab suci Al-Qur’an perlu diistimewakan dengan baik oleh semua umat manusia di muka bumi ini. Oleh karena itu, ketika membaca Al-Qur’an juga tidaklah boleh main-main. Saat membacanya tentu perlu menerapkan adab membaca ayat Al-Qur’an dengan baik. Berikut adalah beberapa adabnya. 

1. Membersihkan Mulut 

membersihkan mulut (2)

Salah satu hal yang sebaiknya dilakukan sebelum membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an adalah dengan membersihkan mulut terlebih dahulu. Hal ini tentu saja dikarenakan bahwa mulut bisa menjadi tempat makharijul huruf. 

Maksud dari makharijul huruf ialah tempat keluarnya huruf di dalam Al-Qur’an. Bisa dikatakan bahwa membersihkan mulut sebelum membaca Al-Qur’an hukumnya sunnah. Dalam kondisi mulut yang bersih tentu membaca Al-Qur’an akan terasa lebih nyaman dan percaya diri. 

Membersihkan mulut bisa dilakukan dengan cara berkumur serta menggosok gigi. Dengan mulut yang bersih tentu membaca kitab suci Al-Qur’an jadi terasa kian khusyuk. Tidak perlu lagi mengkhawatirkan hal buruk apabila sudah bersih sebelum membaca Al-Qur’an. 

2. Bersuci

bersuci

Sebelum membaca Al-Qur’an juga perlu bersuci terlebih dahulu. Yang dimaksud dengan bersuci disini bukan hanya sekedar pakaian saja yang bersih melainkan juga kondisi tubuh. Ada baiknya untuk berwudhu terlebih dahulu sebelum membaca kitab suci umat Islam ini.

Al-Qur’an menjadi kitab yang begitu mulia sehingga wajib bagi umat Islam untuk menjaganya dengan baik. Umat Islam harus hormat dengan Al-Qur’an sebagai kitab suci dari Allah SWT. Karena itulah bersuci terlebih dahululah sebelum membaca kitab ini. 

Kemudian, bagi anak-anak mungkin berwudhu belum menjadi kewajiban bagi mereka. Akan tetapi, tidak ada salahnya juga bagi para orangtua untuk mengajarkan berwudhu kepada mereka sebelum membaca Al-Qur’an. 

3. Duduk Menghadap Kiblat

menghadap kiblat

Tidak sulit menjawab pertanyaan tentang apa saja adab membaca Al-Qur’an. Salah satu jawabannya ialah dengan duduk secara tegak menghadap kiblat. Adab seperti ini tentunya sudah diajarkan sejak kecil. 

Karena Al-Qur’an merupakan salah satu hal penting bagi agama Islam dan juga kegiatan membacanya adalah ibadah, maka sudah sebaiknya untuk melakukan hal ini dengan menghadap kiblat. Kiblat sendiri merupakan arah suci menuju ke Mekkah. 

Al-Qur’an bukan merupakan kitab atau buku yang biasa saja. Lebih dari itu, Al-Qur’an bisa menjadi kitab suci mulia sekaligus petunjuk bagi para umat-Nya selama hidup di dunia maupun nanti di akhirat. Oleh karena itu, ketika membaca Al-Qur’an sebaiknya menggunakan adab dengan baik.

Baca Juga : Keutamaan Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

4. Membaca Ta’awudz 

Adab sebelum membaca Al-Qur’an adalah dengan melakukan bacaan ta’awudz terlebih dahulu. Bacaan ini tentunya sangat penting dilakukan sebagai permohonan kepada Allah SWT agar dilindungi dari godaan syaitan yang terkutuk. 

Walaupun hukum membacanya adalah sunnah, akan tetapi sebaiknya dilakukan sebelum membaca Al-Qur’an. Bacaan ta’awudz bisa dilakukan sebelum seseorang membaca basmala dan dilanjutkan dengan membaca ayat-ayat dalam kitab suci tersebut. 

Membaca ta’awudz banyak mendatangkan manfaat. Selain bisa membuat lisan semakin suci, bacaan ta’awudz juga bisa mendekatkan diri kepada para malaikat. Bahkan bacaan ini juga bisa menunjukkan kedekatan diri dengan Al-Qur’an. 

5. Tartil Kitab Suci Al-Qur’an  

Adab berikutnya yang bisa dilakukan ialah memperhatikan cara membaca kitab suci Al-Qur’an dengan baik dan benar. Jangan lupa untuk memilih tempat tenang untuk membaca kitab suci ini sehingga nantinya ketika membaca Al-Qur’an bisa semakin khusyuk. 

Selain itu, juga penting sekali untuk membacanya dengan cara yang perlahan atau tartil. Maksud dari tartil sendiri adalah membaca Al-Qur’an dengan memperhatikan ilmu tajwid secara baik dan benar.

Ketika seseorang membaca Al-Qur’an dengan tartil, maka akan mendapatkan banyak manfaat. 

Misalnya, seseorang bisa lebih mampu untuk memahami makna yang terkandung dalam setiap ayatnya. Kemudian, membaca tartil seperti ini juga bisa melatih diri agar semakin lebih mampu untuk menghafalkan Al-Qur’an. 

6. Memegang Al-Qur’an dengan Tangan Kanan

memegang al quran dengan tangan kanan

Tata cara membaca Al’Qur’an yang benar berikutnya adalah dengan memegang kitab suci ini menggunakan tangan kanan. Dengan memenuhi sunnah Rasulullah SAW, maka ada baiknya untuk memegang Al-Qur’an dengan tangan kanan ketika membaca kitab suci tersebut. 

Rasulullah SAW senantiasa menggunakan tangan kanan ketika mengerjakan segala sesuatu yang baik. Mislanya, makan, minum, mengoleskan parfum dan sebagainya. Oleh sebab itu, gunakanlah tangan kanan juga ketika membaca Al-Qur’an. 

Bahkan ketika mengambil mushaf saja juga dianjurkan untuk menggunakan tangan kanan sebagai tangan yang baik. Tangan kiri biasanya digunakan untuk membersihkan diri selepas di toilet dan sebagainya. 

Baca Juga : Keistimewaan Bulan Ramadhan, Bulan Turunnya Al-Quran

7. Memperhatikan dengan Baik Hukum Tajwid  

Ketika membaca kitab suci Al-Qur’an juga penting sekali untuk memperhatikan tajwid dengan baik. Jangan sampai keliru dalam menggunakan ilmu tajwid ketika membaca kitab suci Al-Qur’an. Tentunya kitab suci ini harus dibaca dengan hati-hati. 

Terlebih lagi bahasa Arab yang menjadi bahasa utama kitab suci ini merupakan bahasa yang cukup sulit dipahami. Bahasa Arab merupakan bahasa yang cukup kompleks sehingga ketika terdapat sedikit saja kesalahan, maka bisa mengandung makna yang berbeda. 

Di samping itu, membaca kitab suci Al-Qur’an juga perlu menggunakan irama maupun nada yang pas seperti halnya yang sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, mmebaca Al-Qur’an akan banyak membawa keberkahan. 

8. Beristirahat Saat Mengantuk  

Adab tata cara membaca Al-Qur’an berikutnya adalah dengan beristirahat terlebih dahulu ketika mengantuk. Jika sudah mengantuk saat membaca Al-Qur’an, ada baiknya untuk berhenti terlebih dahulu. Pada zaman dahulu tentu para sahabat rasul pun rajin membaca Al-Qur’an. 

Bukan hanya sekedar itu saja. Mereka pun juga rajin untuk membaca kitab suci Al-Qur’an dengan menerapkan bacaan tajwid yang indah, menghafal dan murojaah. Namun, mereka akan berhenti apabila merasa mengantuk. 

Hal tersebut juga bisa dicontoh oleh para umat muslim di seluruh dunia. Membaca Al-Qur’an tentu memiliki banyak sekali keutamaan. Apalagi ketika memperbanyak bacaan surah-surah Al-Qur’an ketika berpuasa di bulan ramadhan. 

9. Menutup dengan Doa  

Selanjutnya, setelah selesai membaca Al-Qur’an sudah sebaiknya untuk menutupnya dengan bacaan doa. Berdoa setelah membaca AL-Qur’an dilakukan agar senantiasa seseorang memperoleh keberkahan dari Allah SWT. 

Membaca Al-Qur’an tentunya mampu memberikan banyak sekali manfaat baik. Misalnya, memperoleh pahala yang berasal dari Allah SWT. Bahkan ketika sudah berniat saja, seseorang sudah bisa mendapatkan pahala. Sungguh indah sekali agama Allah SWT. 

Terlebih ketika ia membaca Al-Qur’an di bulan ramadhan. Tentu pahala yang dituai akan menjadi berlipat ganda. Oleh sebab itu, bacalah kitab suci Al-Qur’an dengan adab yang baik sesuai dengan anjuran. Dengan demikian, pahala dan keberkahan akan menyertai. 

10. Membaca Al-Qur’an dengan Khusyuk   

Jangan lupa untuk membaca Al-Qur’an dengan khusyuk. Adab dan tata cara membaca Al-Qur’an seperti ini tentu harus dilakukan. Bahkan, ketika sedang mengerjakan ibadah lainnya seseorang juga harus khusyuk. Apalagi ketika membaca Al-Qur’an.

Sebisa mungkin untuk memastikan diri agar terus fokus membaca Al-Qur’an tanpa gangguan. Bacalah dengan penuh perasaan dan hayati setiap ayatnya dengan baik. Dengan demikian, maka seseorang bisa terus memahami makna setiap ayat Al-Qur’an dengan benar. 

Khusyuk maksudnya adalah sudah mengupayakan dengan segenap pikiran dan hati hanya untuk Allah SWT. Dengan demikian, khusyuk berarti menghindarkan diri dari segala pikiran buruk ketika sedang mengerjakan ibadah, termasuk membaca Al-Qur’an. 

Adab membaca Al-Qur’an memang begitu beragam. Mulai dari membersihkan mulut, bersuci hingga ditutup dengan bacaan doa setelah selesai membaca Al-Qur’an. Bacalah kitab suci umat Islam ini dengan hati bersih dan khusyuk untuk menuai pahala yang lebih banyak lagi. Apalagi di bulan puasa. 

Abdul Roqib
Berpengalaman dalam bidang SEO melingkupi SEO Content Writer, Link Building, dan Technical SEO.