Zakat Peternakan: Ketentuan, Syarat dan Nishabnya

Ketentuan zakat peternakan berbeda dengan jenis zakat lainnya, sehingga umat muslim harus mengetahui tentang hal ini secara jelas.


Salah satu macam-macam zakat maal yang harus diketahui oleh umat muslim di seluruh dunia adalah zakat peternakan.

Jenis zakat ini juga sering disebut dengan nama zakat hewan ternak yang meliputi hasil peternakan hewan besar, sedang, maupun kecil. Jadi, orang-orang harus mengetahuinya secara jelas.

Nishab dan kadar dari zakat ini tidaklah sama dengan jenis zakat lainnya. Bahkan, nishab dan kadar zakat hewan ternak memiliki sifat yang bertingkat.

Hal inilah yang membuatnya berbeda dengan jenis zakat lainnya. Untuk mengetahui tentang hal ini secara lebih lengkap, simak pembahasan berikut ini!

Binatang Ternak yang Harus Dizakati

Pengertian zakat peternakan adalah zakat yang dikeluarkan untuk hewan ternak yang telah mencapai nishab dan haul.

Meski begitu, hal ini tidak membuat semua jenis hewan ternak perlu dizakati. Hanya beberapa jenis hewan ternak saja yang diwajibkan untuk mengeluarkan zakat.

Selain itu, hanya hewan ternak yang dipelihara dengan niat dan tujuan memperbanyak keturunan sajalah yang akan dianggap sebagai hewan ternak yang wajib dizakati.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa jenis hewan ternak yang wajib dizakati oleh pemiliknya:

  1. Sapi dan kerbau beserta jenis-jenis hewan seperti ini lainnya.
  2. Unta dan berbagai macam jenis lainnya.
  3. Kambing dan domba beserta jenis-jenis hewan seperti ini lainnya, tak terkecuali kambing kacang.

Jika hewan ternak dipelihara untuk diperdagangkan di kemudian hari, maka aturan zakatnya berubah menjadi zakat hasil dagang dan bukan zakat hewan ternak. Kemudian, hewan ternak juga dapat dibagi menjadi 4 jenis yang berbeda, yaitu:

  1. Hewan ternak yang dipelihara untuk diperdagangkan. Jenis hewan ternak seperti ini akan dikenai zakat barang dagangan atau zakat hasil dagang.
  2. Hewan ternak yang diambil susu dan digembalakan di padang rumput yang mubah. Jika jumlahnya sudah mencapai nishab dan haul, maka pemilik wajib mengeluarkan zakat hewan ternak yang sesuai dengan aturannya.
  3. Hewan ternak yang dipelihara untuk diambil susu dan minyaknya dan diberi makan rumput namun tidak digembalakan. Jenis hewan ternak ini tidak diwajibkan zakat, karena tidak termasuk hewan ternak sa-imah.
  4. Hewan ternak yang dipelihara untuk membantu pekerjaan manusia seperti memikul barang berat, membajak sawah, mengairi sawah, dan lain sebagainya. Jenis zakat yang berlaku untuk hewan ternak ini adalah hasil upah dari jerih payahnya jika memang memenuhi nishabnya.

Syarat Wajib Zakat Peternakan

 

Sama halnya dengan zakat pertanian, zakat perdagangan, zakat penghasilan, dan jenis-jenis zakat yang lainnya, zakat hewan ternak juga memiliki beberapa syarat wajib yang harus dipenuhi oleh setiap umat muslim sebelum mengeluarkannya. Jika tidak, maka zakat tersebut tidak bisa dianggap sah.

Maka dari itu, syarat-syarat ini harus diketahui sejak sebelum menghitung nishab dari hewan ternak yang akan dizakati agar zakat yang dikeluarkan tersebut bisa dianggap sah dan memberikan manfaat yang berlimpah. 

Tak perlu membahas lain halnya lagi, berikut syarat zakat peternakan yang wajib diketahui:

1.   Ternak Ingin Diambil Susu, Dikembangbiakkan, dan Diambil Minyaknya

Syarat yang pertama adalah pemilik ternak ingin mengambil susu, mengembangbiakkan, dan mengambil minyak dari hewan ternaknya.

Dalam arti lainnya adalah ternak yang akan dizakati bukan ternak yang dipekerjakan untuk membajak sawah, memikul barang, atau aktivitas seperti ini lainnya.

Bagi hewan ternak yang dipekerjakan untuk membantu manusia dalam mengerjakan tugasnya seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, mereka tidak akan menjadi ternak wajib zakat.

Jadi, zakat hewan ternak tidak berlaku untuk semua ternak, melainkan untuk ternak yang memenuhi syarat saja.

2.   Ternak Adalah Sa-Imah

Mungkin Anda belum pernah mendengar tentang istilah sa-imah. Sa-imah merujuk pada hewan ternak yang digembalakan di padang rumput yang mubah selama hampir setahun atau lebih dari setahun. Ternak yang dianggap sebagai sa-imah, maka akan ada zakat yang harus dibayarkan.

Lalu, apa yang dimaksud dengan padang rumput yang mubah? Istilah ini dapat diartikan sebagai padang rumput yang tumbuh dengan sendirinya atas kehendak Allah SWT.

Jadi, padang rumput tersebut tidak dibuat oleh manusia melainkan sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.

3.   Hewan Ternak Mencapai Nishab

Tidak hanya berlaku untuk zakat peternakan saja, tapi semua jenis zakat akan menjadi wajib ketika sudah mencapai nishabnya. Pengertian nishab itu sendiri adalah kadar minimal dikenai zakat yang telah ditentukan sejak awal.

4.   Memenuhi Syarat Haul

Selain mencapai nishab, syarat wajib zakat hewan ternak juga meliputi batas waktu nishab tersebut. Hewan ternak yang mencapai nishab hingga jangka waktu setahun, mereka harus dizakati oleh pemiliknya. Hal inilah yang akhirnya disebut sebagai hewan ternak yang memenuhi syarat haul.

Artikel lainnya:   Mengenal Apa Itu Zakat Mal, Nishab dan Jenis Hartanya

Dalil Zakat Peternakan

Ada dalil yang menyebutkan bahwa hewan ternak harus memenuhi syarat sa-imah terlebih dahulu sebelum dibayarkan zakatnya, dan dalil tersebut terdapat dalam hadits Anas bin Malik, yaitu:

وَفِى صَدَقَةِ الْغَنَمِ فِى سَائِمَتِهَا إِذَا كَانَتْ أَرْبَعِينَ إِلَى عِشْرِينَ وَمِائَةٍ شَاةٌ

Artinya: Mengenai zakat pada kambing yang digembalakan dan diternakkan jika telah mencapai 40-120 ekor, maka akan dikenai zakat berupa 1 ekor kambing.

Ketentuan Zakat Peternakan

Untuk mengakhiri pembahasan terkait zakat hewan ternak ini, kami juga akan membahas tentang ketentuannya yang berlaku. Berikut adalah ketentuan dari zakat peternakan yang harus diketahui oleh semua umat muslim:

  1. Hewan ternak 100% milik sendiri
  2. Mencapai haul
  3. Dipelihara dan digembalakan
  4. Tidak dipakai untuk memikul barang berat, membajak sawah, dan lain sebagainya

Nishab Zakat Pertenakan

 

Setelah mengetahui tentang syarat wajib zakat hewan ternak serta jenis-jenis hewan ternak yang wajib dizakati, sekarang Anda juga perlu mengetahui tentang nishab yang berlaku pada zakat ini.

Setiap jenis zakat tentu akan memiliki nishab dan kadar yang berbeda, begitu pun juga dengan zakat hewan ternak.

Nishab zakat hewan ternak akan dibedakan menurut hewan ternak yang akan dizakati, yaitu sapi, kambing, dan unta. Berikut adalah nishab dari masing-masing hewan ternak yang akan dizakati oleh pemiliknya:

1.   Nishab dan Kadar Zakat Hewan Ternak Unta

Nishab hewan ternak yang akan kami bahas pertama adalah unta. Unta termasuk salah satu hewan ternak yang wajib dizakati jika memang jumlahnya telah mencapai nishab. Lalu, berapa nishab dan kadar dari hewan ternak ini? Berikut tabel nishabnya yang lengkap:

Nishab Kadar
5-9 ekor unta 1 ekor kambing (usia > 1 tahun)
10-14 ekor unta 2 ekor kambing (usia > 1 tahun)
15-19 ekor unta 3 ekor kambing (usia > 1 tahun)
20-24 ekor unta 4 ekor kambing (usia > 1 tahun)
25-35 ekor unta 1 ekor unta betina (usia > 1 tahun)
36-45 ekor unta 1 ekor unta betina (usia > 2 tahun)
46-60 ekor unta 1 ekor unta betina (usia > 3 tahun)
61-75 ekor unta 1 ekor unta betina (usia > 4 tahun)
76-90 ekor unta 2 ekor unta betina (usia > 2 tahun)
91-120 ekor unta 2 ekor unta betina (usia > 3 tahun)
121 – seterusnya ekor unta 3 ekor unta betina (usia > 2 tahun)

2.   Nishab dan Kadar Zakat Hewan Ternak Sapi atau Kerbau

Nishab dan kadar sapi sama dengan kerbau, sehingga umat muslim tidak perlu mencari tahu nishab kerbau lagi. Berbeda dengan nishab unta yang sudah kami sebutkan sebelumnya, berikut nishab dan kadar yang berlaku untuk sapi maupun kerbau:

Nishab Kadar
30-39 ekor sapi atau kerbau 1 ekor anak sapi betina
60-69 ekor sapi atau kerbau 2 ekor anak sapi jantan
70-79 ekor sapi atau kerbau 2 ekor anak sapi (1 betina dan 1 jantan)
80-89 ekor sapi atau kerbau 2 ekor anak sapi betina
90-99 ekor sapi atau kerbau 3 ekor anak sapi jantan
100-109 ekor sapi atau kerbau 1 ekor anak sapi betina dan 2 ekor anak sapi jantan
Lebih dari 120 ekor sapi atau kerbau 3 ekor anak sapi betina atau jantan

3.   Nishab dan Kadar Zakat Hewan Ternak Kambing atau Domba

Yang terakhir kami akan membagikan nishab dan kadar dari hewan ternak kambing maupun domba. Berikut adalah nishab dan kadar yang berlaku untuk kambing serta domba:

Nishab Kadar
40-120 ekor kambing atau domba 1 ekor kambing
121-200 ekor kambing atau domba 2 ekor kambing
201-300 ekor kambing atau domba 3 ekor kambing betina
Lebih dari 300 ekor kambing atau domba 4 ekor kambing

Cara Menghitung Zakat Peternakan

Untuk lebih memahami tentang perhitungan nishab hewan ternak yang ada di atas, di sini kami juga akan membagikan contoh perhitungannya, yaitu:

Pak Yudi memelihara kambing untuk diperbanyak jumlahnya dan diambil susunya. Setiap hari Pak Yudi menggembala hewan ternaknya tersebut di padang rumput yang mubah hingga jumlahnya meningkat menjadi 60 ekor kambing. Lalu, berapakah zakat yang harus dibayarkan oleh Pak Yudi?

Pak Yudi wajib membayar zakat berupa 1 ekor kambing, karena jumlah kambing yang dipeliharanya sudah memenuhi nishab pembayaran zakat ini.

Pahami setiap poin yang telah kami sebutkan di artikel ini agar Anda bisa lebih memahami tentang apa itu zakat peternakan. Jangan sampai salah saat hendak mengeluarkan zakat ini, karena setiap jenis hewan ternak memiliki nishab yang berbeda.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll to Top
kurban pop up