Kapan Waktu Sholat Idul Adha yang Benar?

Waktu sholat Idul Adha sudah ditentukan pada saat pagi hari di tangga 10 Dzulhijjah dengan berbagai sunnah yang bisa dilakukan. Bagaimana caranya?

Sebagai orang Islam, pasti mengharapkan pahala dari amalan-amalan sunnah yang bisa dikerjakan. Pada Hari Raya Idul Adha, umat muslim akan merayakan hari raya kurban dan banyak sunnah yang berpahala. Di awal hari terdapat waktu sholat Idul Adha yang sangat sayang untuk ditinggalkan. 

Sholat Idul Adha ini bernilai ibadah yang hanya dapat dirasakan satu tahun sekali saja. Oleh sebab itu, tata cara dan pelaksanaannya harus dilakukan dengan benar agar mendapatkan pahalanya. Selain itu, juga banyak sunnah bagi seorang muslim yang ingin melaksanakannya. 

Apakah Anda sudah mengetahui bagaimana cara sholat Idul Adha ini? Jika belum maka dapat membaca pemahaman di bawah ini sehingga mampu melaksanakannya dengan baik. 

Sholat Idul Adha

Sholat Idul Adha memiliki hukum sunnah muakkad yaitu sunnah yang dianjurkan sehingga orang muslim yang melakukannya akan mendapatkan pahala besar. Hukum dari sholat ini memang sunnah dan tidak wajib namun jika dilakukan dengan benar maka pahala akan didapatkan. 

Untuk sholat ini sendiri seperti sholat Idul Fitri hanya saja berbeda untuk niatnya. Rakaat dari sholat Idul Adha memiliki 2 rakaat yang setiap rakaatnya disunnahkan untuk mengucap takbir. 

Pada rakaat pertama, mengucapkan takbir sebanyak 7 kali takbir. Dan pada rakaat kedua, mengucapkan takbir sebanyak 5 kali takbir. Pelaksanaannya sendiri dilakukan di masjid berkumpul dengan muslim lainnya yang juga sedang melakukan ibadah sholat Idul Adha. 

Niat Sholat Idul Adha

Setiap hal baik harus diawali dengan niat yang ikhlas dan tulus dari hati. Sholat Idul Adha terdapat niat yang harus dilantunkan dalam hati dan khusus untuk melaksanakan sholat Idul Adha. Dan sebenarnya tidak ada lafadz niat sholat yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. 

Niat yang dilafalkan tersebut berasal dari hati sehingga pada saat melakukannya sudah tertancap di dalam hati. Dan tentu saja, karena ibadah ini dibagi menjadi 2 yaitu makmum dan imam maka akan diberikan contoh bacaan niat sholat Idul Adha seperti di bawah ini:

1.   Niat Imam

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا للهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati imaman lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Saya niat salat sunnah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah ta’ala.”

2.   Niat Makmum

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Saya niat salat sunnah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah ta’ala.”

Melafalkan niat di dalam hati bersamaan dengan saat melakukan takbir pertama kali pada waktu sholat Idul Adha. Jika memang kesusahan untuk menghafalkan lafal niat di atas maka bisa diganti dengan lafal niat sendiri di dalam hati. 

Tata Cara Sholat Idul Adha

Sholat Idul Adha sangat istimewa sehingga pelaksanaannya juga istimewa. Selain waktu sholat Idul Adha yang dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah, pengerjaannya sendiri dilakukan secara berjamaah bersama dengan muslim lainnya. Tidak seperti sholat jum’at hanya dilakukan oleh orang laki-laki saja. 

Saat sholat sudah selesai dilakukan maka khatib menyampaikan khotbah mengenai hari Raya Idul Adha yang cara pelaksanaannya sendiri sebenarnya sama seperti dengan Idul Fitri. Akan tetapi, berbeda dengan sholat jum’at yang melakukan khutbah terlebih dahulu baru melakukan sholat. 

Agar bisa mengerjakan sholat Idul Adha dengan tepat sesuai dengan tata cara pelaksanaannya maka bisa dilihat pada informasi di bawah ini:

1.   Tidak Ada Sholat Sunnah Qobliyah dan Ba’diyah

Saat ingin melakukan sholat sunnah di hari raya ini maka tidak akan didahului dengan sholat sunnah Qobliyah maupun diakhiri dengan sholat sunnah Ba’diyah. Hanya saja terkadang orang Islam akan melaksanakan sholat sunnah tahiyatul masjid. 

Hal tersebut seperti keterangan yang terdapat pada hadist Ibnu Abbas RA, yaitu:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- خَرَجَ يَوْمَ أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلاَ بَعْدَهَا

Artinya: “Rasulullah SAW keluar pada hari Idul Adha atau Idul Fitri, lalu beliau mengerjakan salat Ied dua rakaat, namun beliau tidak mengerjakan salat qobliyah maupun ba’diyah,” (HR Bukhari dan Muslim).

2.   Tidak Ada Adzan dan Tidak Ada Iqomah

Tidak seperti sholat fardhu karena sholat sunnah muakkad ini tidak ada adzan dan tidak ada iqomah untuk memulai sholatnya. Dan di masjid pastinya akan ramai dengan takbir yang berkumandang untuk memuji kekuasaan Allah.

Sebenarnya, takbir yang dilakukan tersebut adalah sunnah sehingga siapa yang melaksanakannya akan mendapatkan pahala. Berbeda dengan sholat fardhu yang akan diawali dengan adzan dan iqomah. 

Baca juga :   10+ Amalan Sunnah Idul Adha untuk Sempurnakan Ibadah

3.   Rukun Sholat Idul Adha

Setelah ada beberapa tata cara untuk melakukan sholat hari raya, maka untuk bisa melakukannya bisa melihat pada rukun sholat Idul Adha. Apakah berbeda dengan rukun sholat pada umumnya? Agar lebih paham maka bisa melihat pada rukun sholat Idul Adha seperti di bawah ini:

  • Niat Sholat (berbeda untuk imam dan makmum). 
  • Takbiratul ihram yang disebutkan bersama dengan niat sholat Idul Adha di dalam hati. 
  • Takbir zawa-id sebanyak 7 kali secara bergantian Di sela-sela takhir disunnahkan untuk membaca dzikir yang dimaksudkan untuk memuji Allah SWT. 
  • Membaca Surat Al-Fatihah. 
  • Membaca Surat Pendek pada Al-Qur’an, bisa bebas memilih surat apa saja. 
  • Ruku’ secara tuma’ninah dan membaca doa ruku’. 
  • I’tidal secara tuma’ninah dan membaca doa i’tidal. 
  • Sujud secara tuma’ninah dan membaca doa sujud. 
  • Duduk diantara dua sujud secara tuma’ninah dan membaca doa duduk diantara dua sujud. 
  • Sujud kedua secara tuma’ninah dan membaca doa sujud. 
  • Bangkit dari sujud dan melakukan rakaat kedua. 
  • Takbir zawa-id sebanyak 5 kali secara bergantian Di sela-sela takhir disunnahkan untuk membaca dzikir yang dimaksudkan untuk memuji Allah SWT. 
  • Membaca Surat Al-Fatihah. 
  • Membaca Surat Pendek pada Al-Qur’an, bisa bebas memilih surat apa saja. 
  • Ruku’ secara tuma’ninah dan membaca doa ruku’. 
  • I’tidal secara tuma’ninah dan membaca doa i’tidal. 
  • Sujud secara tuma’ninah dan membaca doa sujud. 
  • Duduk diantara dua sujud secara tuma’ninah dan membaca doa duduk diantara dua sujud. 
  • Sujud kedua secara tuma’ninah dan membaca doa sujud. 
  • Duduk tasyahud secara tuma’ninah dan membaca doa tasyahud. 
  • Salam. 

Rukun selanjutnya untuk bisa melakukan sholat sunnah Idul Adha ini adalah tertib dengan rukun yang berurutan. Pada waktu sholat Idul Adha ada baiknya untuk selalu ingat kepada Allah dan meninggalkan urusan dunia terlebih dahulu. 

4.   Khotbah

Setelah selesai melakukan sholat maka seluruh jamaah akan mendengarkan khotbah yang disampaikan oleh khatib. Tema dari khutbah yang dibawakan tentu saja bebas namun akan lebih afdol dan merasakan Idul Adha bisa menggunakan cerita mengenai Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. 

Cerita ini adalah awal mula terjadinya kurban melalui mimpi Nabi Ibrahim AS yang diutus oleh Allah SWT agar menyembelih anaknya, Nabi Ismail AS.

Dan Nabi Ismail As menyetujui untuk disembelih oleh ayahnya. Akan tetapi, pada saat penyembelihan, Nabi Ismail AS digantikan dengan seekor domba. 

Bahkan khotbah tersebut memberikan pembelajaran untuk selalu tabah dan sabar. Serta harus mengikuti perintah Allah SWT. 

Waktu sholat Idul Adha khususnya pada saat khotbah ini maka jamaah harus mendengarkan dengan seksama. Selain itu, tidak boleh berbicara sendiri karena khotbah merupakan salah satu syarat sah sholat Idul Adha. 

5.   Membaca Dzikir

Pembacaan dzikir juga harus dilakukan setelah melakukan serangkaian tata cara sholat Idul Adha. Dan sebenarnya terdapat dzikir yang sudah dilafalkan pada saat sholat yaitu di tengah-tengah takbir zawa-id, dengan bacaan:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar

Artinya: “Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada ilah kecuali Allah, Allah Maha Besar.”

Pada saat membaca dzikir ini diusahakan harus dalam keadaan yang tenang dan ikhlas. Dengan begitu, sunnah yang dijalankan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. 

Waktu Sholat Idul Adha

Yang bisa melakukan sholat Idul Adha ini adalah seluruh umat Islam yang tidak dalam keadaan udzur. Dan wajib untuk mengetahui jadwal kapan sholat sunnah muakkad ini akan dilaksanakan? 

Dari agama Islam, sholat hari raya ini boleh dilaksanakan setelah matahari terbit sampai dengan masuk waktu Dhuhur. Akan tetapi, kebanyakan akan melaksanakan di pagi hari setelah matahari berada pada setinggi satu tombak. 

Untuk hari raya Idul Adha akan melaksanakan sholat pada tanggal 10 Dzulhijjah bertepatan dengan terjadinya hari raya Idul Adha ini.

Akan tetapi, jika melihat tanggalan masehi akan berdasarkan sidang isbat apakah hilal sudah terlihat atau belum. Apabila hilal sudah terlihat maka besok sudah lebaran. 

Sholat ini akan dilakukan pada saat waktu awal sebelum dilakukannya penyembelihan hewan kurban. Berbeda dengan sholat idul fitri yang dilaksanakan pada saat berakhirnya zakat fitrah. 

Idul Adha ini kerap disebut sebagai lebaran haji karena bertepatan pada hari ini, bagi orang yang berhaji sedang melempar jumrah di Mina. Tentu saja, ibadah haji akan menyempurnakan agama Islam yang dimiliki umat Islam. 

Baca artikel :   Niat Puasa Idul Adha beserta Keutamaan dan Tata Cara

Amalan Sholat Idul Adha

Pada saat hari raya Idul Adha terdapat amalan sunnah yang bisa dilakukan oleh umat Islam. Selain membaca niat dan sholat Idul Adha masih ada amalan sunnah yang dapat digunakan untuk mencapai pahala. Agar bisa mengetahuinya maka bisa melihat pada poin-poin di bawah ini:

1.   Mandi Idul Adha

Sebelum melaksanakan sholat Idul Adha ada baiknya untuk mandi sunnah terlebih dahulu. Hal ini merupakan sunnah karena Rasulullah mandi terlebih dahulu sebelum berangkat ke masjid untuk melaksanakan sholat Idul Adha. 

Pahala yang didapatkan karena mandi terlebih dahulu adalah sangat besar dan bisa digunakan sebagai amalan-amalan yang baik. 

2.   Menggunakan Pakaian Terbaik

Gunakanlah pakaian terbaik pada saat berkunjung ke masjid untuk melaksanakan sholat Idul Adha. Hal ini diperintahkan oleh Rasulullah SAW agar mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki umatnya.

Perlu diingat bahwa pakaian yang terbaik bukan berarti harus membeli pakaian baru. Akan tetapi, gunakan pakaian yang bersih, suci, rapi, dan juga terhindar dari najis. 

3.   Menggunakan Parfum

Wangi-wangian pada saat sholat Idul Adha harus digunakan sehingga akan tercium segar dan wangi. Selain itu, akan menambah rasa percaya diri pada saat sudah masuk waktu sholat Idul Adha. Wewangian ini harus dipilih yang cukup dan tidak berlebihan. 

Jika berlebihan maka tentu saja akan mengganggu orang di sampingnya yang sedang beribadah. Hal ini juga bisa dilakukan bersamaan dengan memotong kuku dan rambut, serta menghilangkan bau-bauan yang tidak sedap. 

Keutamaan Sholat Idul Adha

Sholat Idul Adha memang sholat sunnah muakkad yang tidak diwajibkan namun dianjurkan dan mendekati wajib. Oleh sebab itu, banyak keutamaan yang dimiliki pada sholat ini seperti sunnah-sunnah yang bernilai pahala sehingga bisa menjadi ladang pahala bagi umat Islam. 

Untuk bisa melaksanakan ibadah sholat maka bisa mengucapkan takbir dan dzikir yang disunnahkan. Bahkan takbir ini sudah dianjurkan sejak tanggal 9 Dzulhijjah setelah subuh. Selain itu, masih banyak sunnah lainnya seperti:

  • Berjalan kaki ke lokasi sholat Idul Adha pada saat berangkat dan pulang. 
  • Mengambil jalan berbeda saat berangkat dan pulang. 
  • Tidak makan terlebih dahulu sebelum sholat Idul Adha. 

Tentu saja saat ingin melakukan sholat ini harus memperhatikan waktu sholat Idul Adha, sehingga mendapatkan sunnah yang bernilai pahala. Seluruh kegiatan di hari raya Idul Adha akan bernilai ibadah jika memang merayakan penyembelihan dan pembagian kurban dengan tepat. 

 

Santoso
Lewat aksara menggapai cita dan membantu sesama.