Sholat Idul Adha: Niat Bacaan, Sunnah dan Tata Caranya

Penting bagi seorang Muslim mengetahui niat, sunnah dan tata cara sholat idul Adha agar memperoleh keutamaan saat pelaksanaannya.


Idul Adha atau lebih dikenal Idul Kurban merupakan hari yang dinanti oleh umat muslim di penjuru dunia.

Pada waktu ini, umat muslim yang telah mampu diwajibkan untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci dan melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. 

Adapun, bagi seorang Muslim yang belum memiliki kemampuan melakukan ibadah Haji atau Kurban, Allah Swt memberi jalan meraih cintaNya melalui salat Idul Adha.

Agar ibadah tersebut dapat diterima Allah Swt,  seharusnya mengetahui dan mengucapkan niat sholat idul adha terlebih dahulu agar memperoleh keutamaannya

Baca juga:   MURAH! Daftar Harga Sapi dan Kambing Kurban di Yatim Mandiri 2023

Sekilas Mengenai Sholat Idul Adha

Idul adha jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah pada tiap tahunnya, atau dilaksanakan sehari selepas umat Islam yang tengah berhaji melaksanakan wukuf di Padang Arafah.

Sholat Idul Adha ini menjadi simbol penghormatan, syukur, dan refleksi atas ketekunan dan kesabaran Nabi Ibrahim serta ketaatan Ismail kepada perintah Allah.

Melalui sholat ini, umat Muslim mengambil hikmah dan memperkuat ikatan mereka dengan sejarah agama Islam.

Sholat Idul Adha biasanya dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka dengan mengumpulkan umat Muslim dari berbagai lapisan masyarakat.

Sholat ini dipimpin oleh seorang imam yang memimpin jamaah dalam melaksanakan rakaat-rakaat yang khusus untuk Idul Adha.

Sebelum sholat dimulai, umat Muslim juga dianjurkan untuk mendengarkan khutbah atau ceramah yang berfokus pada pesan-pesan penting seperti keikhlasan, pengorbanan, dan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah dan sesama.

Selain melaksanakan sholat Idul Adha, perayaan ini juga melibatkan aktivitas yang penting, yaitu penyembelihan hewan kurban.

Setelah selesai sholat, umat Muslim yang mampu dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban seperti domba, sapi, atau kambing sebagai penghormatan terhadap peristiwa yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim.

Daging dari hewan kurban ini kemudian dibagi-bagikan kepada orang-orang yang membutuhkan, terutama fakir miskin dan mereka yang kurang mampu.

Perayaan Idul Adha juga merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat ikatan sosial dan solidaritas antar sesama umat Muslim.

Momen ini mendorong orang-orang untuk saling berbagi kebahagiaan dan keberkahan dengan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.

Melalui aksi kebaikan ini, umat Muslim dapat menghormati nilai-nilai yang terkandung dalam perayaan Idul Adha dan menjalin persaudaraan yang erat dalam komunitas mereka.

Namun, perayaan Idul Adha tidak hanya relevan bagi umat Muslim saja. Nilai-nilai yang terkandung dalam perayaan ini, seperti pengorbanan, kesabaran, dan solidaritas, dapat dipahami dan dihargai oleh semua orang.

Perayaan ini mengajarkan kepada kita semua untuk berpikir tentang arti sebenarnya dari kesabaran, pengorbanan, dan mempertahankan hubungan

Artikel pilihan:   PROMO! Harga Kambing Kurban Murah 2023 di Yatim Mandiri Aja

Niat Sholat Idul Adha

Bacaan Niat Sholat Idul Fitri

Tidak berbeda dengan sholat fardhu maupun sunnah yang biasa dilakukan, bacaan niat sholat Idul Adha secara berjamaah terbagi menjadi dua, yakni untuk dibaca oleh imam dan makmum. 

1.   Niat Untuk Imam 

Berikut bacaan niat sholat Idul adha bagi Muslim yang bertindak sebagai imam pada pelaksanaan sholat ied.

Ushalli sunnatan li‘idiladha rakataini imaman lillahi ta’alaa yang artinya “Aku niat salat sunah Idul adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Swt.”

2.   Niat Untuk Makmum 

Berikut bacaan niat sholat Idul Adha apabila seseorang sebagai makmum yang mengikuti imam, bacaan niatnya sebagai berikut.

Ushalli sunnatan li ‘idiladha rakataini makmuuman lillahi ta’ala yang artinya “Aku niat salat sunah Idul adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Swt.”

Sunnah Sebelum Sholat Idul adha

Adapun sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan sebelum Sholat Idul adha, diantara lain:

1.   Larangan Potong Kuku dan Rambut

Bagi seorang Muslim yang akan melakukan ibadah kurban dianjurkan untuk tidak memotong kuku maupun rambut sebelum hewan kurban disembelih. 

Hal tersebut sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW, yakni: “Jika hari kesepuluh telah tiba, dan salah satu di antara kalian ingin menyembelih Kurban, maka jangan menyentuh (memotong) apapun dari rambut pada kulit kalian.” (HR Muslim, nomor 1977.

2.   Melakukan Mandi Besar

Sebelum mengikuti sholat Idul adha sangat dianjurkan untuk melakukan mandi besar. Waktu terbaik ialah sebelum berangkat ke lokasi pelaksanaan salat baik di lapangan atau masjid.

Tujuan mandi besar tersebut adalah untuk membersihkan atau menghilangkan kotoran atau hadas dari sekujur tubuh. 

3.   Mengenakan Pakaian Terbaik

Seorang Muslim sangat dianjurkan untuk mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki, mengingat Idul adha adalah hari raya bagi umat Islam. 

Sehingga menyambutnya dengan penuh kebahagiaan dan keceriaan adalah bentuk syiar dari agama Islam pada hari raya Idul Kurban.

4.   Berangkat Lebih Awal

Anjuran ini dimaksudkan supaya seorang Muslim mendapatkan shaf deretan terdepan dan ikut serta melantunkan takbir bersama jamaah lainnya. 

5.   Bertakbir

Ikut serta dalam kumandangkan takbir merupakan sunnah yang dianjurkan mulai dari terbenamnya matahari di tanggal 10 Dzulhijjah sampai imam berkhotbah. Selepasnya, bertakbirlah hingga hari Tasyrik yakni di tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah.

 

6.   Tidak Sarapan

Sangat disunnahkan untuk melakukan puasa sunah dua hari sebelum hari raya yakni puasa tasyrik dan arafah. Berbeda dengan Idul Fitri, dianjurkan untuk tidak sarapan atau makan pagi sebelum berangkat mengikuti pelaksanaan sholat Idul Adha. 

Baca artikel :   Muslim Wajib Tahu! Keutamaan Kurban dan Hikmahnya

Sunnah Selepas Sholat Idul Adha

Makan di Pagi Hari Idul Fitri

Setelah mengikuti sholat Idul Adha, sangat disunnahkan untuk melakukan beberapa hal sebagai berikut ini untuk mendapat keutamaannya, yakni:

1.   Pulang dengan Jalan Berbeda

Baiknya apabila jalan seorang yang telah mengikuti sholat Idul Adha untuk memilih berangkat ke lokasi sholat Ied dan pulang ke rumah dengan jalan berbeda. 

2.   Sarapan

Selepas mengikuti sholat Idul Adha diperbolehkan untuk menikmati sarapan hari raya bersama keluarga.

Biasanya hidangan yang tersedia di saat perayaan Idul adha, antara lain lontong opor ayam, sambel ati, sate kambing, gulai, rendang, dan berbagai masakan khas lainnya.

3.   Memotong Kuku, Rambut dan Pakai Parfum

Selepas prosesi pemotongan hewan kurban selesai dilaksanakan, seorang pequrban dianjurkan untuk memotong rambut, kuku dan memakai wewangian atau parfum untuk menghilangkan bau tak sedap.

Tata Cara Sholat Idul Adha 

Guna memperoleh keutamaan Sholat Idul adha berupa limpahan pahala, rahmat, hidayah dan karunia Allah Ta’ala, pastikan mengetahui tata cara yang tepat. Berikut penjelasan singkatnya yang perlu diketahui:

  • Mengucapkan niat shalat Idul adha.
  • Melakukan takbiratul ihram.
  • Membaca doa Iftitah dengan khusyuk.
  • Takbir tujuh kali. Setiap kali takbir disunahkan untuk membaca “Subhaanallaahi walhamdulillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.”
  • Membaca surah pertama Qur’an yakni surah Al-Fatihah.
  • Rakaat pertama sholat Idul Adha, disunahkan membaca surah Qaf atau Al-A’la dan Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua.
  • Melakukan Ruku.
  • Setelahnya Sujud.
  • Duduk di antara dua sujud seperti sholat lainnya.
  • Berdiri kembali kemudian takbir sebanyak lima kali dan melanjutkan seperti salat biasa hingga diakhiri dengan salam.

Demikianlah informasi singkat mengenai sholat Idul Adha yang perlu kita semua ketahui. 

Jikalau Sahabat ingin berbagi kebahagiaan di hari raya, jangan ragu untuk memberikan persembahan hewan kurban terbaik melalui program Kurban Yatim Mandiri. 

Melalui program kebiakan tersebut, Sahabat bisa menyalurkan hewan kurban ke lokasi terpencil dan membantu sesama yang membutuhkan.

 

Santoso
Lewat aksara menggapai cita dan membantu sesama.