10+ Amalan Sunnah Idul Adha untuk Sempurnakan Ibadah

10+ Amalan Sunnah Idul Adha untuk Sempurnakan Ibadah
Sumber Gambar : unsplash.com

Umat muslim dapat menjalankan berbagai amalan sunnah Idul Adha. Ada sunnah sebelum dan saat Hari Raya tiba. Mulai dari puasa arafah, mandi, wewangian, dsb.


Ketika Hari Raya Idul Adha akan tiba, tentu bagi seorang muslim sudah sepantasnya untuk mengikuti anjuran dari Rasulullah SAW. Ternyata, banyak amalan sunnah Idul Adha yang masih belum diketahui oleh orang muslim.

Padahal, amalan tersebut akan membawa Anda kepada kebaikan. Selain itu, sudah tentu mendatangkan pahala jika mengerjakan sunnah dari Rasulullah SAW. Lalu, apa saja amalan sunnah di Idul Adha? Mari kita simak bersama.

Apa Saja Amalan Sunnah Idul Adha?

Hari Raya Idul Adha identik dengan musim haji oleh sebab itu banyak orang yang menamainya sebagai lebaran haji. Hal tersebut karena di momen tersebut bertepatan dengan ibadah haji.

Hari Raya Idul Adha dilaksanakan setahun sekali tepatnya di hari kesepuluh bulan Dzulhijjah.

Sebelum merayakan Hari Idul Adha, umat muslim biasanya melakukan puasa sunah yang disebut sebagai puasa Arafah. Puasa ini dikerjakan sehari sebelum Idul Adha atau tepatnya hari kesembilan di bulan Dzulhijjah.

Itulah sunnah yang sudah dikenal orang sebelum merayakan Idul Adha. Lalu, bagaimana sunnah saat Idul Adha? Berikut amalan sunnah Idul Adha yang bisa Anda kerjakan.

1. Mengumandangkan Takbir

Ini pasti sudah sering Anda dengar karena banyak masjid-masijid yang mengumandangkan takbir saat Hari Raya tiba. Takbir ini tidak hanya untuk Idul Adha saja, tetapi juga berlaku saat Hari Raya Idul Fitri.

Saat malam Hari Raya dikenal sebagai malam takbiran banyak masjid sampai rumah yang menggemakan suara takbir. Hal itu karena malam Hari Raya adalah malam yang agung dan disunnahkan untuk memuliakan Allah serta menghidupkan malam hari raya.

Mengumandangkan takbir ini sudah disunnahkan oleh Rasulullah di kitab Raudlatut Thalibin. Isi dari sunnah yang ada di kitab tersebut juga mengatur kapan waktu takbirannya. 

Dimulai sejak terbenamnya matahari sampai imam melakukan khutbahnya ketika Idul Adha. Takbiran ini harus berakhir di hari tasyrik.

2. Mandi Sebelum Shalat Idul Adha

Amalan sunnah Idul Adha selanjutnya yaitu mandi atau membersihkan badan terlebih dahulu sebelum Anda berangkat ke masjid untuk menunaikan ibadah shalat Idul Adha.

Hal ini karena dengan membersihkan diri dan mandi, dapat terhindar dari kotoran yang menempel atau bau yang tidak sedap. Saat salat sudah selayaknya untuk menghadap kepada Allah yang Maha Kuasa dalam keadaan suci dan bersih.

Oleh sebab itu, mandi menjadi hal yang diperlukan dan sangat dianjurkan. Silahkan mandi sesudah subuh karena itu adalah diutamakan. Jika tidak bisa selepas subuh, dapat melakukannya di pertengahan malam atau sebelum subuh tiba.

Mandi selepas subuh akan menyehatkan dan membuat badan segar jadi, ini akan bermanfaat tidak hanya untuk ibadah tapi juga masalah kesehatan.

3. Pakai Parfum atau Wewangian

Pakai parfum atau wewangian juga disunnahkan ketika akan shalat Idul Adha. Hal ini karena berfungsi untuk menghilangkan bau yang tidak sedap. Ini merupakan sunnah yang juga terjadi ketika laki-laki berangkat ke masjid saat menjalankan shalat Jumat.

Selain pakai wewangian, disarankan juga untuk memotong rambut dan kuku. Hal ini telah tertuang di kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab.

4. Pakai Pakaian Bersih

Slogan “Kebersihan adalah sebagian dari iman” adalah pepatah yang termasuk ajaran Islam yang sudah melekat di benak umat muslim.

Hal ini karena Allah SWT mencintai keindahan sebagaimana yang difirmankan dalam Al-Qur’an di surat At-Taubah ayat 108.

Oleh sebab itu, sudah selayaknya di Hari Raya yang istimewa ini umat muslim juga memakai pakaian yang bersih dan suci. Soal masalah bersuci, ada 4 hal yang perlu diketahui, yaitu sebagai berikut:

  • Menyucikan badan dari noda, kotoran, dan hadas. Jadi, ini termasuk dengan memakai baju yang bersih dan mandi. Itulah sebabnya saat hari raya dianjurkan untuk memakai pakaian terbaik. Ini juga sudah dijelaskan di kitab Raudlatut Thalibin.
  • Menyucikan setiap anggota badan seperti kaki, tangan, mata, mulut, telinga, dsb dari hal-hal buruk dan dosa.
  • Mensucikan kalbu dari hal-hal yang dibenci Allah SWT.
  • Menyucikan sirr (hati) dari sesuatu yang selain Allah. Kesucian ini yang dipunyai oleh para nabi.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kebersihan ini adalah hal yang penting karena dengan menjaganya ini sama saja dengan memperkuat iman.

5. Berjalan Kaki Menuju Masjid

Amalan sunnah Idul Adha lainnya yaitu berjalan kaki ketika ingin berangkat ke masjid untuk menunaikan salat. Kegiatan ini tentu sudah banyak Anda lihat ketika Hari Raya Idul Adha tiba. Banyak orang berjalan kaki menuju masjid terdekat sehingga di jalan berlalu lalang orang.

Mungkin Anda adalah salah satunya yang berjalan kaki. Tanpa disadari, itu merupakan bentuk sunnah yang dikerjakan sewaktu Hari Raya Idul Adha. Manfaat dari berjalan kaki juga bukan hanya sebagai sunnah tapi untuk kebaikan antara sesama manusia.

Anda bisa bertemu dengan orang lain dan bertegur sapa. Hal ini tentu akan mempererat rasa persaudaraan antara sesama umat Islam. Berjalan di pagi hari juga akan menyehatkan jasmani.

Disarankan untuk berangkat lebih dulu menuju masjid sebelum shalat Id tiba. Dengan begitu, tidak buru-buru menuju ke masjid. Selain itu, gunakan rute yang berbeda ketika Anda pulang setelah shalat Id seperti yang telah disampaikan oleh KH Iskandar Mirza.

6. Tidak Makan dan Minum Sebelum Shalat

Ketika Hari Raya Idul Adha, sebaiknya untuk menahan makan apapun sebelum shalat Id. Ini termasuk sunnah sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Nabi, Buraidah RA. Dikatakan bahwa Nabi SAW di Hari Raya Idul Adha tidak makan sampai Nabi sampai kembali ke rumah.

Ini disebut juga sebagai puasa dengan waktu yang sebentar karena dimulai dari fajar tiba sampai selesai shalat ied. 

Hal ini berbanding terbalik dengan Hari Raya Idul Fitri. Jika Idul Fitri, Nabi SAW makan terlebih dahulu sebelum keluar menuju masjid untuk salat id. Jadi, amalah sunnah Idul Adha ini juga bisa Anda menerapkannya.

7. Mendengarkan Khutbah

Sunnah berikutnya adalah mendengarkan khutbah. Khutbah ini biasa dibacakan selepas salat Idul Adha. Imam akan naik ke atas mimbar dan membacakan khutbah yang berkaitan tentang Idul Adha.

Umumnya khutbah tersebut menceritakan tentang kisah Nabi Ibrahim dan Ismail yang merupakan fondasi sejarah dari penyembelihan kurban saat Idul Adha. Dari khutbah tersebut, Anda bisa mengambil pelajaran dan hikmah.

Selain itu, imam biasanya akan membacakan doa setelah khutbah. Menurut KH Iskandar Mirza, mendengarkan khutbah termasuk amalan sunnah Idul Adha yang dicontohkan Rasulullah.

Bagi wanita yang sedang haid juga bisa melaksanakan sunnah ini dengan mendengarkan khutbah di rumah. Khutbah ini biasanya didengar dengan jelas karena menggunakan mikrofon dan speaker. Anda bisa mengambil hikmah dari khutbah yang disampaikan oleh imam tersebut.

8. Melaksanakan Kurban

Di Hari Raya Idul Adha tentunya akan ada perayaan penyembelihan kurban. Penyembelihan ini dilakukan setelah salat id. Kurban yang disembelih adalah jenis hewan ternak seperti kambing dan sapi. Sunnah melaksanakan kurban ini dapat dilakukan bagi yang mampu.

Sebagaimana hadis dari Imam Bukhari dan Imam Muslim yang menyebut bahwa Rasulullah beribadah kurban 2 ekor domba yang bersih dan memiliki tanduk yang bagus.

9. Amalan Sunnah Sambut Idul Adha

Selain amalan-amalan di atas, Anda juga bisa menerapkan amalan lain sebelum Idul Adha tiba. Berikut adalah contoh-contohnya:

  • Mengerjakan banyak amal saleh di tanggal 1 sampai 10 dzulhijjah.
  • Banyak membaca takbir, tahlil, dan tahmid.
  • Perbanyak puasa di awal dzulhijjah sampai tanggal 10. Puasa ini lebih dikenal sebagai puasa Tarwiyah. Puasa ini memiliki banyak keutamaan karena termasuk yang dicintai Allah. Jika mengerjakannya, akan mendapatkan keuntungan yaitu dosa terhapus selama satu tahun penuh.
  • Melakukan puasa sunnah arafah di 9 dzulhijjah.

Tata Cara Kurban Sesuai Syariat

Kurban adalah salah satu amalan sunnah Idul Adha yang memiliki keutamaan yang besar. Oleh sebab itu, banyak orang yang melakukannya. Namun, penyembelihan kurban tidak boleh dilakukan sembarangan.

Ada aturan tata cara kurban sesuai syariat agar umat islam dapat menyempurnakan amalan sunnah Idul Adha dengan baik. Berikut aturan penyembelihan kurban:

  • Sebut Nama Allah

Ketika berkurban, wajib untuk menyebut nama Allah. Hal tersebut sudah ada di Qur’an surat Al An’am ayat 121 yang artinya “dan janganlah kamu memakan daging binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya”.

  • Baca Sholawat Nabi

Tata cara selanjutnya yaitu dengan membaca sholawat nabi sambil hadapkan hewan kearah kiblat. Begitu juga dengan orang yang menyembelihnya.

  • Robohkan Perlahan

Hewan kurban yang siap disembelih harus dirobohkan perlahan ke sisi kiri. Jangan merobohkannya dengan kasar atau menarik ekor dan kepalanya. Arahkan kepala menghadap kiblat.

  • Injak/Letakkan Kaki di Bagian Samping

Orang yang menyembelih juga disarankan untuk menginjakkan kaki di bagian samping sedangkan kaki kanannya menurut para ulama dianjurkan untuk dibiarkan bergerak.

  • Baca Takbir 3 Kali Bersama-sama

Selanjutnya adalah membaca takbir sebanyak 3 kali. selanjutnya, penyembelih akan mengiringi dengan bacaan doa yang sesuai dengan hadis.

  • Tidak Perlihatkan Pisau atau Senjata untuk Menyembelih

Untuk tidak menyakiti hewan kurban, penyembelih tidak diperkenankan memperlihatkan pisau tajamnya kepada hewan. Kemudian, penyembelih harus memotong hewan kurban memakai pisau yang tajam.

Hal ini karena agar hewan merasakan kesakitan serta karena termasuk syarat sah kurban untuk memutus 3 saluran yaitu pernapasan, makanan, dan pembuluh darah.

  • Tunggu Sampai Benar-benar Mati

Setelah disembelih, penyembelih harus menunggu sampai hewan mati sempurna. Jika belum, tidak diperkenankan untuk memotong kaki, ekor, dan kepalanya.

Hal tersebut sejalan dengan hadis riwayat Abu Daud dan At Tirmidzi yang mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda bahwa bagian apapun yang terpotong dari hewan ketika masih hidup maka disebut bangkai.

  • Gantung Hewan

Selanjutnya, yaitu menggantung hewan setelah disembelih. Ini berguna agar darah yang ada di hewan tersebut dapat mengalir keluar. Selain itu, ini akan mempermudah proses pemotongan daging.

Itulah beberapa amalan sunnah Idul Adha yang dapat Anda terapkan ketika Hari Raya Idul Adha tiba. Berikan amalan terbaik di hari raya sebagai wujud syukur kepada Allah SWT. Yuk sempurnakan ibadah di Idul adha dengan mengamalkan amalan sunnahnya.  

Sumber Referensi

https://m.liputan6.com/news/read/4311139/7-amalan-sunah-yang-dianjurkan-saat-idul-adha 

https://www.google.com/amp/s/www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210706103734-284-663719/amalan-amalan-sunah-iduladha-sesuai-anjuran-rasulullah/amp 

https://www.suara.com/lifestyle/2022/04/08/191000/ini-tata-cara-menyembelih-hewan-sesuai-syariat-islam?page=3 

Abdul Roqib
Berpengalaman dalam bidang SEO melingkupi SEO Content Writer, Link Building, dan Technical SEO.