Wajib Tahu! 6 Syarat Zakat Maal dan Jenis Hartanya

Mengetahui syarat zakat maal dan jenis harta yang mengeluarkannya sangat penting, agar mendapat keutamaan dan keberkahan bagi para muzakki.

Syarat zakat maal menjadi salah satu topik yang sering dicari oleh umat Islam. Zakat maal, atau yang dikenal juga dengan zakat harta adalah zakat yang dikenakan pada harta yang dimiliki seseorang dan telah mencapai nishab serta haulnya.

Dalam bahasa, kata “maal” berarti kecenderungan atau sesuatu yang sangat diinginkan oleh manusia untuk dimiliki dan disimpan. Menurut syarat wajibnya, zakat maal berasal dari segala sesuatu yang dapat dimiliki, dikuasai, dan dapat dimanfaatkan sebagaimana lazimnya.

Contoh dari harta yang termasuk dalam kategori ini adalah rumah, mobil, ternak, hasil pertanian, uang, emas, dan perak. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang syarat wajib zakat maal bisa dicek dalam pembahasan di bawah ini.

Syarat Zakat Maal yang Wajib Dipenuhi

Perhatikan beberapa syarat dari zakat maal di bawah ini sebelum menunaikan. Karena sudah sampai salah bisa saja tidak mendapatkan pahala atau pahalanya menjadi hilang.

1. Kepemilikan Sempurna

Dalam dunia zakat, kepemilikan sempurna menjadi salah satu aspek penting. Kepemilikan ini menandakan bahwa harta tersebut benar-benar milik seseorang. Syarat zakat maal memastikan bahwa harta yang dizakati benar-benar dimiliki dengan sah.

Kepemilikan yang sah dan sempurna memastikan bahwa zakat dikeluarkan dengan benar. Tanpa kepemilikan yang jelas, proses zakat bisa menjadi rumit. Oleh karena itu, penting untuk memastikan harta yang akan dizakati benar-benar milik kita.

Dengan memahami syarat ini, kita dapat menunaikan zakat dengan lebih baik. Kepemilikan sempurna menjamin bahwa zakat yang kita keluarkan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh agama Islam.

2. Harga Berkembang

Zakat maal tidak hanya berkaitan dengan jumlah harta, tetapi juga nilai harta tersebut. Harga berkembang menjadi salah satu syarat zakat maal yang harus diperhatikan. Ini menunjukkan bahwa harta tersebut memiliki potensi pertumbuhan nilai.

Sebagai contoh, emas yang dimiliki seseorang mungkin saja mengalami kenaikan harga. Oleh karena itu, syarat zakat maal memastikan bahwa zakat dikeluarkan sesuai dengan nilai harta saat ini, bukan saat pertama kali diperoleh.

Dengan memperhatikan aspek harga berkembang, kita memastikan bahwa zakat yang dikeluarkan sesuai dengan ketentuan. Hal ini penting agar zakat yang kita keluarkan benar-benar bermanfaat bagi yang membutuhkan.

3. Melebihi Kebutuhan Pokok

Dalam menentukan zakat, ada syarat zakat maal yang menyatakan harta harus melebihi kebutuhan pokok. Ini berarti harta tersebut bukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, melainkan kelebihan dari kebutuhan dasar.

Kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal tidak termasuk dalam perhitungan zakat. Oleh karena itu, harta yang dizakati adalah harta yang benar-benar berlebih dari kebutuhan sehari-hari.

4. Sudah Mencapai Nisab

Nisab adalah batas minimal harta yang wajib dizakati. Syarat zakat maal menekankan pentingnya memastikan harta telah mencapai nisab sebelum dikeluarkan sebagai zakat. Ini memastikan zakat dikeluarkan dengan benar.

Jika harta seseorang belum mencapai nisab, maka zakat tidak wajib dikeluarkan. Oleh karena itu, penting untuk memahami jumlah nisab dan memastikan harta kita telah mencapainya sebelum menunaikan zakat.

5. Sudah Mencapai Haul

Haul adalah periode waktu satu tahun hijriah. Salah satu syarat zakat maal adalah harta harus sudah mencapai haul sebelum dikeluarkan sebagai zakat. Ini menandakan bahwa harta tersebut telah dimiliki selama satu tahun penuh.

Harta yang belum mencapai haul belum wajib dizakati. Oleh karena itu, penting untuk memastikan harta kita telah mencapai periode ini sebelum menunaikan zakat. Hal ini memastikan zakat dikeluarkan dengan benar.

6. Tidak Punya Utang

Utang dapat mempengaruhi kewajiban zakat seseorang. Syarat zakat maal menekankan bahwa seseorang tidak boleh memiliki utang saat menunaikan zakat. Ini memastikan bahwa zakat dikeluarkan dengan benar.

Jika seseorang memiliki utang, maka zakat tidak wajib dikeluarkan. Oleh karena itu, penting untuk memastikan kita tidak memiliki utang sebelum menunaikan zakat. Hal ini memastikan zakat dikeluarkan dengan benar.

Artikel lainnya : Yuk Pahami! Ketentuan dan Pembagian Zakat dalam Islam

Jenis Harta yang Wajib Mengeluarkan Zakat Maal

Ada beberapa jenis harta yang wajib dikeluarkan zakat maalnya. Berikut beberapa jenis harta yang harus benar-benar diperhatikan beserta dengan nisabnya.

1. Harta Perniagaan

Aset bisnis dikenakan zakat sebesar 2,5%. Ini mencakup aset likuid yang dimiliki oleh bisnis, seperti kas, stok barang untuk dijual, piutang yang diharapkan diterima, pekerjaan dalam proses, dan bahan mentah.

Saham dan obligasi dikenakan zakat. Ada dua pendapat utama mengenai zakat pada aset ini. Pendapat pertama menganggap saham dan obligasi sebagai barang dagangan, sehingga dikenakan zakat sebesar 2,5% dari total nilai portofolio.

2. Binatang Ternak

Zakat wajib dikeluarkan untuk unta, sapi, dan domba/kambing. Nabi Muhammad menyatakan bahwa pemilik hewan yang tidak membayar zakat yang seharusnya akan mendapatkan hukuman di hari kiamat.

Syarat Zakat pada Ternak:

  • Harus berlalu satu tahun penuh dengan hewan berada pada pemilik.
  • Hewan harus merupakan ternak penggembalaan yang memakan tumbuhan alami.
  • Hewan harus dipelihara untuk manfaat, seperti susu atau keturunan, bukan sebagai hewan kerja.

Nisab Zakat:

  • Untuk unta: Zakat dimulai dari kepemilikan lima unta dengan pembayaran satu domba/kambing.
  • Untuk sapi: Zakat dimulai dari kepemilikan tiga puluh sapi dengan pembayaran satu sapi berusia satu tahun.
  • Untuk domba/kambing: Zakat dimulai dari kepemilikan empat puluh domba/kambing dengan pembayaran satu domba/kambing.

3. Pertanian

Zakat wajib dikeluarkan dari tanaman, buah-buahan, dan biji-bijian. Beberapa ulama sepakat bahwa zakat wajib dikeluarkan dari gandum, barley, kurma, kismis, almond, dan pistachio.

Namun, ada perbedaan pendapat mengenai zakat untuk hasil pertanian lainnya. Zakat untuk hasil pertanian harus dikeluarkan segera setelah panen. Jumlah minimum (nisab) untuk zakat pertanian adalah lima Wasqs, yang setara dengan sekitar 651,4 kg.

Zakat harus dikeluarkan sebesar sepuluh persen untuk tanaman yang diairi dengan mudah, seperti hujan atau sungai dan lima persen untuk tanaman yang memerlukan usaha lebih dalam pengairannya.

4. Emas dan Perak

Zakat pada emas dan perak dihitung berdasarkan nisab, yaitu jumlah minimum kekayaan yang harus dimiliki seseorang sebelum wajib membayar zakat.

Untuk emas, nisabnya adalah setara dengan 3 ons emas (87,48 gram) atau setara dalam bentuk uang. Sedangkan untuk perak, nisabnya adalah 21 ons perak (612,36 gram) atau setara dalam bentuk uang.

Zakat yang harus dikeluarkan adalah sebesar 2,5% dari total kekayaan yang dimiliki di atas nisab. Zakat ini bertujuan untuk mengingatkan Muslim agar menghargai nikmat Allah dan membantu mereka yang kurang mampu.

5. Properti Produktif dan Kendaraan Komersial

Zakat maal pada properti produktif dan kendaraan komersial dikenakan pada aset yang menghasilkan pendapatan. Properti produktif seperti bangunan yang disewakan wajib dikeluarkan zakatnya berdasarkan pendapatan yang diperoleh, bukan pada nilai investasi properti itu sendiri.

Sebagai contoh, jika seseorang memiliki bangunan yang disewakan dengan pendapatan Rp7.500.000 per bulan, maka zakat yang harus dikeluarkan adalah sebesar 5% dari pendapatan tersebut, atau sekitar Rp375.000 per bulan.

Sementara itu, kendaraan komersial seperti truk atau bus yang digunakan untuk bisnis juga dikenakan zakat berdasarkan pendapatan yang dihasilkan, bukan berdasarkan nilai kendaraan itu sendiri.

Dalam melaksanakan zakat maal, penting bagi setiap Muslim untuk memahami dan memenuhi syarat-syaratnya. Dengan tahu syarat zakat maal, pelaksanaan zakat ini tidak hanya memenuhi kewajiban agama dan berkah dan manfaat bagi yang memberi maupun yang menerima.

Santoso
Lewat aksara menggapai cita dan membantu sesama.