Apa Perbedaan Sedekah dan Infak? Simak Penjelasannya!

Perbedaan sedekah dan infak bisa dilihat dari 4 aspek diantaranya adalah bentuk, tujuan, nilai dan kepentingannya. Jadi, manakah yang paling berbeda?


Salah satu kewajiban sebagai umat muslim adalah beramal. Dalam praktiknya, beramal bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti infaq dan sedekah. Ketiganya memiliki aplikasi yang mirip satu sama lainnya. Namun, tentu saja tetap memiliki perbedaan. Jadi, perbedaan sedekah dan infak?

Dalam pengertiannya, baik sedekah dan infak ini memang sama-sama berhubungan dengan harta.  Oleh karenanya, banyak sekali orang yang menganggap kedua istilah ini sama. Setidaknya, ada beberapa hal mendasar yang membuat sedekah dan infak adalah dua hal yang berbeda.

Meskipun berbeda, namun kedua kegiatan ini dijanjikan Allah SWT mendapatkan ganjaran yang sepantasnya. Jadi, seluruh umat muslim tanpa terkecuali dianjurkan untuk melakukan sedekah dan infak baik sebagai ungkapan rasa syukur atau hanya sekedar berbagi saja.

Baca juga :   4 Jenis Infak dalam Islam yang Wajib Diketahui 

Pengertian Sedekah dan Infak 

Sebelum membahas tentang perbedaan sedekah dan infak, ada baiknya untuk memahami pengertiannya terlebih dahulu. Dari pengertian inilah, nantinya bisa disimpulkan tentang apa saja perbedaan dari kedua amalan yang paling mulia tersebut. 

1.   Sedekah

Sementara itu, sedekah memiliki pengertian yang sedikit berbeda. Adapun pengertian sedekah adalah sebuah pemberian Ikhlas dan sukarela berupa sesuatu dari seorang muslim kepada orang yang berhak menerimanya. Tidak ada batasan khusus dalam pemberiannya karena hanya berharap ridha Allah.

Sebelum membahas perbedaan, persamaan sedekah dan infak adalah dari hukum menurut Islam. Sama seperti infak, hukum dari sedekah adalah sunnah. Namun apabila seseorang menerapkannya dengan Ikhlas untuk mencapai ridha Allah SWT, maka ganjaran pahalanya cukup besar.

Sementara contoh dari sedekah yang bisa ditemukan sehari-hari adalah: memberi makanan pada kucing dan hal-hal serpa lainnya yang tidak berhubungan dengan harta.

2.   Infak

Infak atau yang dalam Bahasa Arab tertulis “anfaqa” dapat berarti sebagai “membelanjakan harta” atau “memberikan harta”. Sederhananya, infak berarti anjuran untuk mengeluarkan harta. Amalan ini menjadi salah satu hal yang tidak lepas dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim.

Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 yang membahas tentang Pengelolaan Zakat, tertulis bahwa infak adalah harta yang dikeluarkan oleh badan usaha atau seseorang di luar zakat (kewajiban) demi kemaslahatan umum. Berbeda dengan zakat yang wajib, hukum infak adalah sunnah.

Selanjutnya contoh infak adalah saat seseorang memberikan uang kepada seorang pengemis, melakukan donasi untuk pembangunan masjid dan hal-hal lain yang berhubungan dengan harta.

Perbedaan Sedekah dan Infak 

Sementara itu, perbedaan dari infaq dan sedekah ini bisa dilihat dari 4 hal mulai dari bentuk amal, tujuan, nilai keikhlasan hingga kepentingannya masing-masing. Ingin tahu seperti apa penjabaran tentang perbedaan ini? Langsung saja simak pembahasannya di sini!

1.   Bentuk Amal

Perbedaan sedekah dan infak pertama bisa dilihat dari bentuk amalnya. Pada aplikasi infak, wujud dari bentuk amalnya adalah harta. Adapun harta tersebut wajib disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Misalnya menyantuni anak yatim piatu hingga sumbangan untuk pembangunan masjid.

Sementara itu, wujud dari sedekah tidak harus berupa harta atau hal-hal yang sifatnya materi. Sedekah juga bisa berupa jasa, tenaga hingga ilmu. Misalnya, saat seseorang tersenyum dan masih banyak lagi. Membantu sesama umat manusia meskipun termasuk kecil ini juga bisa masuk ke dalam sedekah.

Kedua amalan ini memang sifatnya tidak mengikat, namun ganjaran pahalanya juga luar biasa apabila seorang muslim melakukannya dengan Ikhlas.

2.   Tujuan

Secara tujuan, perbedaan keduanya memang bisa dikenali dengan mudah. Pada infak, tujuan utamanya biasanya berupa tujuan-tujuan yang berkaitan dengan kepentingan umat. Misalnya, pembangunan masjid, rumah sakit, panti asuhan dan masih banyak lagi.

Sementara itu, berbeda dengan infak, tujuan dari sedekah biasanya fokusnya lebih personal dan tertarget. Misalnya saat seseorang memberikan pengajaran matematika gratis tanpa dipungut biaya kepada anak-anak sekolah yang kekurangan atau bantuan lainnya kepada fakir miskin dan anak yatim.

Baca juga:   15 Manfaat Infak, Muslim Wajib Tahu!

3.   Nilai Keikhlasan

Dari sudut pandang nilai keikhlasan ini, perbedaan sedekah dan infak tidak akan ditemukan. Pasalnya, dalam praktik baik infak maupun sedekah akan mendapatkan ganjaran pahala dari Allah SWT apabila dilakukan dengan lapang dada. Jadi, jika tidak Ikhlas, maka tentu saja percuma.

Infaq dan sedekah disebut Ikhlas apabila seseorang dengan tulus melakukannya tanpa mengharapkan imbalan. Pada akhirnya, kedua amalan ini memang dengan jelas memberikan penekanan pada nilai keikhasan yang sama. Namun, sudut pandangnya saja yang berbeda satu sama lainnya.

Keikhlasan yang diharapkan dari infaq adalah harapan untuk mendapat keberkahan dan ridha Allah SWT, bukan imbalan. Sementara itu, konsep keikhlasan yang dibangun dari sedekah adalah sebuah rasa peduli dan empati terhadap sesama manusia. Dua hal dan orientasi yang berbeda, bukan?

4.   Kepentingan

Perbedaan sedekah dan infak juga bisa dilihat dari sisi kepentingannya. Diketahui, infak biasanya dilakukan untuk kepentingan umat muslim mulai dari bidang sosial hingga ekonomi. Dengan infaq, solidaritas umat muslim juga diharapkan jadi makin erat.

Di sisi lain, sedekah orientasinya lebih terpusat hanya terhadap kelompok tertentu. Dengan demikian, kepentingannya pun terbatas hanya membantu meringankan beban orang yang membutuhkan atau membantu seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.

Meskipun ada beberapa perbedaan sedekah dan infak, melakukan kedua amalan ini dengan ikhlas akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Kini, Sahabat bisa melakukan infak dan sedekah dengan mudah melalui platfotm donasi online Yatim Mandiri.

Santoso
Lewat aksara menggapai cita dan membantu sesama.