Beberapa Sebab Mengapa Rezeki Suami Tergantung Istri, Wajib Tahu!

rezeki suami tergantung istri
Sumber Gambar : Freepik

Rezeki suami tergantung istri memang benar adanya. Meski sebenarnya kedua belah pihak saling berperan atas kelapangan rezeki seorang suami. Ini alasannya.


Ungkapan rezeki suami tergantung istri seringkali terdengar, dimana ungkapan ini sendiri sejatinya memiliki 2 makna menyangkut suami dan juga istri.

Makna pertama ada kaitannya dengan sifat, sikap, dan perlakuan suami kepada istri, dimana ini ikut mempengaruhi rezeki yang akan diperolehnya.

Adapun makna selanjutnya berkaitan dengan sifat, sikap, dan perlakuan istri terhadap suami. Hal ini ternyata ikut mempengaruhi rezeki sang suami. Dalam rumah tangga, diantara keduanya haruslah bersinergi dan saling mengisi dalam rangka ketakwaan terhadap Allah SWT.

Memuliakan Istri Membuka Pintu Rezeki

Memuliakan Istri Membuka Pintu Rezeki
Sumber Gambar : Unsplash

Salah-satu makna mengenai rezeki suami tergantung istri yang telah disebutkan adalah sikap sang suami terhadap istrinya. Memuliakan istri bermakna sikap dan perilaku yang baik kepada istri.

Bila sang suami mampu untuk memuliakan istrinya, maka pintu-pintu rezeki Allah SWT akan terbuka untuknya. Perilaku ini telah dicontohkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan menyebut laki-laki yang mampu melakukan hal tersebut adalah laki-laki termulia.

Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits riwayat At-Tirmidzi:

“Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya dan aku adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap istriku” (HR. At-Tirmidzi no 3895, Ibnu Majah no 1977. Disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Sahihah no 285).

Dalam hadits yang lain Rasulullah bersabda:

“Orang yang imannya paling sempurna di antara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istrinya” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dari kedua hadits ini telah terlihat jelas bahwa memuliakan Istri begitu terpuji kedudukannya. Selain itu, perbuatan tersebut termasuk ke dalam perbuatan yang membuktikan keimanan dan ketakwaan seorang suami. 

Jadi, pintu rezeki akan selalu terbuka bagi orang-orang yang memiliki ketakwaan karena mencintai Allah dan Rasul-Nya.

Beberapa Sebab Mengapa Rezeki Suami Tergantung Istri

Beberapa Sebab Mengapa Rezeki Suami Tergantung Istri
Sumber Gambar : Imam Fadly on Unsplash

Berikut beberapa sebab dan alasan mengapa seorang suami harus dapat memuliakan istrinya sehingga salah-satu balasannya berupa kelancaran rezeki karena rezeki suami tergantung istri. Sebab-sebab tersebut di antaranya adalah:

  • Istri Adalah Bidadari Paling Utama Setelah Ibu Sang Suami

Karena kedudukan istri sebagai bidadari dalam rumah tangga, maka setiap doa yang dipanjatkannya terkait kehidupan sang suami tentu akan mampu menembus langit. Hal ini termasuk doa untuk keluasan rezeki bagi sang suami oleh istrinya.

  • Istri Bahagia Kunci Keluarga Sakinah Mawadah Warahmah

Istri yang bahagia akan lebih memudahkan suami dalam membangun sebuah keluarga yang penuh berkah dan rahmat, dimana suasana dan hidupnya sebuah rumah tergantung istri yang ada di dalam rumah tersebut.

Rumah yang harmonis tentunya akan membuat suami selalu positif dalam berusaha. Dengan begitu, lebih memperlebar pintu rezeki dan berkah pada rumah tangga tersebut.

  • Istri Merupakan Support System Terbaik Bagi Sang Suami

Kebahagian istri tentu saja akan memberikan dampak yang positif bagi suami, termasuk ke dalam urusan mencari rezeki. Sekalipun menghadapi kesulitan, dengan support system yang baik suami akan mampu menghadapi dan menyelesaikan permasalahan tersebut.

Ada kalanya seorang suami merasa lelah akan segala urusan pekerjaan di luar rumah. Seorang istri yang baik akan berusaha menjadi sandaran dan hiburan bagi kepenatan yang dirasakan suami. Sebagai dua pihak yang saling dukung, hal ini akan mampu menghalau segala aral dalam kehidupan rumah tangga.

  • Istri yang Bahagia Akan Mudah Mensyukuri Rezeki dari Suami

Kondisi lahir batin yang bahagia tentunya akan membuat seorang istri mensyukuri apapun rezeki yang ada dan didapatkan suami. Sikap selalu bersyukur terhadap setiap nikmat yang diberikan Allah sangatlah dianjurkan sehingga nikmat tersebut akan selalu ditambah oleh Allah SWT.

Alangkah baiknya seorang suami selalu memperhatikan kondisi lahir dan batin istrinya. Kondisi lahiriah dan batiniah yang tenang melalui kasih sayang seorang suami akan membuat istri mudah menerima segala kondisi dalam rumah tangga.

Beberapa Sikap Buruk Suami Penyebab Sempitnya Rezeki

Beberapa Sikap Buruk Suami Penyebab Sempitnya Rezeki
Sumber Gambar : Andre Hunter on Unsplash

Memperlakukan istri secara buruk menurut Islam sudah pasti menyalahi aturan dalam Islam itu sendiri. Dikaitkan dengan rezeki, setiap perbuatan buruk menurut Allah dan Rasul-Nya dipastikan akan mempersempit pintu rezeki.

Berikut adalah beberapa sikap buruk suami kepada istri yang seringkali terjadi dan membuat rezeki sempit padahal rezeki suami tergantung istri, di antaranya adalah:

  • Tak Mengajarkan Ilmu Tentang Islam (Agama)

Seringkali mengajarkan tentang Islam yang lebih mendalam kepada istri diabaikan oleh suami. Kesadaran yang kurang akan pentingnya ilmu (agama) membuat hal tersebut terlupakan.

Padahal ini adalah kewajiban bagi suami dikarenakan tugas utama suami adalah menjaga keluarganya dari api neraka.

Hal ini tersurat pada Surah At Tahrim ayat ke 6 yang artinya:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.

Karena itulah rezeki suami tergantung pada istri dan kelalaian dalam hal ini dapat mempengaruhi sempitnya rezeki.

  • Tidak Sabar Menghadapi Istri

Istri merupakan partner seumur hidup suami dalam menjalani kehidupan ini. Tentu saja dalam perjalanan tersebut seringkali terjadi permasalahan yang melibatkan keduanya. Ada kalanya suami berperilaku buruk dengan bersikap kurang sabar terhadap istri.

Perilaku tersebut tidak hanya melukai perasaan istri, tetapi juga semakin memperkeruh suasana alih-alih mencari solusi bersama. Dengan kondisi demikian, kondisi psikologis keduanya akan ikut terpengaruh dalam berusaha mencari rezeki khususnya pada pihak suami.

Maka sangat wajar bila imbas dari perilaku buruk tersebut adalah menyempitnya rezeki.

  • Membiarkan Istri Menafkahi Suami Tanpa Alasan Syar’i

Jika istri terpaksa harus bekerja hal ini adalah karena situasi dan kondisi yang darurat pada keluarga dan alasan tersebut harus dapat diterima secara syariat. Maka bila hal ini terjadi tanpa ada alasan yang dibenarkan agama, suami dapat dikatakan telah melakukan perbuatan buruk kepada istri.

Terlebih lagi suami tidak berusaha sama sekali dan hanya menyerahkan sepenuhnya urusan mencari nafkah tersebut kepada istri. Maka perbuatan demikian itu merupakan perbuatan yang dilaknat Allah.

Salah satu imbas dari perbuatan yang dibenci Allah, maka dapat dipastikan kelancaran rezeki seorang hamba akan tersendat. Dihubungkan dengan suami yang melepas tanggung jawab ini, maka rezekinya pun akan semakin sempit.

  • Membenci Istri

Perbuatan buruk kepada istri yang dapat mempengaruhi kelancaran rezeki selanjutnya adalah membenci istri. Berbagai ketegangan yang terjadi pada sebuah rumah tangga dapat mendatangkan efek negatif selanjutnya yakni perasaan benci kepada istri.

Memiliki rasa benci kepada istri termasuk ke dalam perbuatan keji dan dosa sehingga bila dikaitkan dengan rezeki akan membuat limpahan rejeki tersendat. Oleh sebab itulah bagi seorang suami yang memiliki keimanan sebaiknya selalu berusaha menghilangkan perasaan semacam ini.

  • Menyakiti Hati dan Fisik Istri

Menyakiti hati dan fisik istri termasuk ke dalam perbuatan keji suami kepada istri. Begitu pula di hadapan Allah, hal ini termasuk ke dalam kebohongan dan dosa yang begitu nyata. Hal ini sesuai dengan Surah Al Ahzaab ayat 58 yang bunyinya sebagai berikut:

وَالَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوْا فَقَدِ احْتَمَلُوْا بُهْتَانًا وَّاِثْمًا مُّبِيْنًا

“Orang-orang yang menyakiti mukmin laki-laki dan mukmin perempuan tanpa perbuatan yang mereka lakukan, maka sesungguhnya mereka telah menanggung kebohongan dan dosa yang nyata”.

Menyakiti fisik istri pun termasuk ke dalam dosa besar sehingga efek dosa tersebut dapat membuat rezeki semakin tersendat. Hal ini disampaikan oleh salah satu hadist Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang artinya:

“Hendaklah engkau memberinya makan jika engkau makan, memberinya pakaian jika engkau berpakaian, tidak memukul wajah, tidak menjelek-jelekkannya” (HR. Ibnu Majah dishahihkan oleh Syaikh Albani).

  • Tidak Ikut Membantu Pekerjaan Rumah Istri

Membiarkan istri bersusah payah mengurus berbagai pekerjaan rumah adalah perbuatan buruk di hadapan Allah. Yang termasuk pekerjaan di rumah misalnya adalah mengurus anak, membersihkan rumah, dan pekerjaan sejenis lainnya.

Perbuatan buruk ke istri seperti ini tentu saja berpengaruh kepada suami. Salah satu pengaruhnya adalah tersendatnya rezeki bagi sang suami.

  • Menyebarkan Rahasia Ranjang ke Orang Lain

Perilaku menceritakan urusan rahasia di ranjang bersama istri kepada orang luar merupakan perilaku yang tidak sesuai akal dan nalar dan tentu saja perbuatan ini termasuk ke dalam dosa yang dilaknat oleh Allah SWT.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda dalam salah satu haditsnya:

“Sesungguhnya termasuk manusia paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang menggauli istrinya kemudian dia sebarkan rahasia ranjangnya”. (HR. Abi Syaibah, Ahmad, dan Muslim).

Maka dengan kedudukan seperti itu di hadapan Allah, tentunya bisa dibayangkan pengaruhnya terhadap rezeki suami, bukan? Maka dari itu, jangan sepelekan masalah rahasia rumah tangga dengan membicarakannya kepada orang lain.

Beberapa Perilaku Buruk Istri Penyebab Rezeki Suami Tersendat

Makna selanjutnya dari rezeki suami tergantung istri adalah perilaku yang datang dari sisi istri, dimana sikap dan perilaku istri akan turut mempengaruhi limpahan rezeki seorang suami.

Istri juga harus paham bahwa rezeki suami tergantung istri. Berikut beberapa sikap dan perilaku buruk istri yang membuat rezeki suami tersendat:

  • Mengabaikan Segala Kewajiban Istri

Salah satu sikap dan perilaku istri yang dapat membuat rezeki suami tersendat adalah lalai dan abai terhadap kewajibannya, khususnya dalam beribadah. Rezeki merupakan ridho dan berkah dari Allah SWT, sehingga untuk memperolehnya harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah.

Menjalankan kewajiban beribadah merupakan bentuk pendekatan diri tersebut. Jadi, dapat dikatakan bahwa lalai dalam beribadah sama dengan menjauhkan diri dari Allah SWT.

Salah satu konsekuensi dari hal ini adalah tersendatnya rezeki, dimana istri merupakan satu kesatuan dengan suami. Jadi perilaku buruk yang dilakukan istri tentu saja berimbas juga pada suami khususnya dalam hal rezeki.

  • Kurang dalam Bersyukur

Istri yang sering merasa kurang atas apa yang telah dimilikinya dapat dikategorikan sebagai perbuatan yang kurang bersyukur. Tentu saja hal tersebut merupakan perbuatan kurang terpuji di hadapan Allah

Hal ini pun telah dijabarkan Allah pada Al-quran Surah Ibrahim ayat ke 7 yang berbunyi:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

“Allah berfirman: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim: 7).

  • Durhaka kepada Suami

Sikap kurang terpuji istri yang lainnya adalah sikap durhaka kepada suami. Durhaka kepada suami ternyata tidak hanya berimbas terhadap keharmonisan hubungan suami istri, namun juga menjadi suatu hal yang dapat menghambat rezeki suami.

Beberapa contoh perbuatan yang bisa digolongkan sebagai sifat durhaka terhadap suami misalnya tidak melayani suami dengan baik, membicarakan keburukan suami dengan orang lain, dan sebagainya.

Sikap durhaka kepada suami ternyata menjadi salah satu perbuatan dosa dengan ancaman yang tidak sepele di mata Allah. Perbuatan ini sering disebut dengan istilah ‘nusyuz’ dan Allah menetapkan aturan khusus bagi istri yang berbuat nusyuz terhadap suami.

  • Enggan Bersilaturahmi

Sebagaimana diketahui bahwa silaturahmi memiliki keutamaan tersendiri untuk mendatangkan rezeki dan memperpanjang umur. Alangkah baiknya bagi seorang istri untuk memelihara hubungan baik dengan kerabat atau tetangganya karena ini dapat melapangkan pintu rezeki bagi keluarganya.

Sebagaimana yang disabdakan oleh Baginda Rasulullah SAW, bahwa:

“Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang, maka hendaknya ia bersilaturahmi.” (HR Bukhari).

Saat seseorang sudah berumah tangga dan hidup di tengah masyarakat, maka ibadah keduanya akan dicatat sebagai amalan suami-istri oleh allah SWT. Oleh karenanya, apa yang dilakukan istri maupun suami akan berdampak juga terhadap pasangannya.

Benar adanya bahwa kebiasaan rajin bersilaturahmi mampu membuka pintu rezeki, maka bersedekah pun juga menjadi jalan untuk melapangkan rezeki. Sebagaimana disebutkan sebelumnya bahwa rezeki suami tergantung istri, maka istri yang rajin bersedekah akan membuka pintu rezeki suaminya.

Yayasan Yatim Mandiri hadir membantu umat yang ingin berbagi dengan sesama melalui donasi dan sedekah untuk mensucikan hartanya. Percayakan sebagian rezeki untuk sesama yang membutuhkan kepada Yayasan Yatim Mandiri dan kunjungi laman web https://yatimmandiri.org/ untuk info lebih lanjut.

Abdul Roqib
Berpengalaman dalam bidang SEO melingkupi SEO Content Writer, Link Building, dan Technical SEO.