Apa Saja Syarat Wajib Haji yang Wajib Dipenuhi Umat Islam?

Haji merupakan salah satu ibadah yang diwajibkan dalam agama Islam bagi mereka yang mampu. Tapi apa saja sebenarnya syarat wajib haji? Simak penjelasan berikut.


Setiap ibadah dalam agama Islam tentu memiliki beberapa syarat yang wajib dipenuhi, supaya ibadah tersebut sah. Misalnya seperti sholat, seorang yang ingin sah sholatnya maka wajib berwudhu terlebih dahulu. Begitu juga dengan ibadah haji, ada beberapa syarat wajib haji yang harus dipenuhi.

Haji sendiri merupakan rukun Islam yang kelima dan diwajibkan bagi umat islam yang mampu baik secara fisik, mental, maupun finansial.

Kemampuan ini juga termasuk sebagai salah satu syarat sah menunaikan haji. Perlu diingat bahwa haji merupakan ibadah yang membutuhkan banyak persiapan.

Karena untuk melaksanakan ibadah haji, seorang umat muslim harus berkunjung ke Arab Saudi. Yang mana negara ini jaraknya cukup jauh dari Indonesia. Supaya ibadah haji bisa berjalan dengan lancar, ada baiknya jamaah mempelajari berbagai syarat wajib menunaikan haji terlebih dahulu.

Baca juga :   Simak Hukum Kurban untuk Orang Haji

Pengertian Haji

Sebelum mempelajari tentang syarat sah menunaikan haji, seorang muslim harus tahu terlebih dahulu tentang pengertian haji. Tanpa memahami hakikat dan pengertian ibadah haji itu sendiri, ibadah akan terasa kurang sempurna. Melalui pemahaman hakikat haji jamaah akan tahu hikmah dari ibadah ini.

Haji merupakan salah satu ibadah dalam agama Islam yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta Allah SWT. Ibadah haji pertama kali disyariatkan pada tahun keenam hijrahnya Nabi Muhammad. Hal ini dijelaskan dalam Alquran surat Ali Imran ayat 96-97.

Haji merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab yaitu Al Hajj yang artinya menyengaja. Tetapi ada juga yang mengartikan kata al hajj ini sebagai mengunjungi atau berkunjung. Jadi dapat disimpulkan bahwa haji merupakan kegiatan mengunjungi Ka’bah secara sengaja untuk beribadah.

Ibadah haji sendiri terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan, seperti berihram, melakukan, tawaf, wukuf di Padang Arafah dan masih banyak lagi.

Tapi seperti yang disampaikan sebelumnya, supaya Anda bisa melaksanakan haji, maka harus memenuhi syarat sah menunaikan haji terlebih dahulu.

Artikel lainnya :   Berikut 6 Rukun Haji yang Perlu Dipahami oleh Jemaah

Syarat Wajib Haji

Haji merupakan salah satu ibadah yang tertera dalam rukun Islam dan diketahui bahwa hukumnya wajib bagi umat muslim yang mampu. Tapi selain mampu, ternyata ada beberapa syarat wajib menunaikan haji lain yang harus dipenuhi, berikut penjelasan secara rincinya.

1.   Seorang Muslim atau Mualaf

Syarat wajib haji pertama yang harus dipenuhi adalah orang tersebut harus seorang muslim atau mualaf. Jadi jika ada seseorang yang melaksanakan ibadah haji tapi ia tidak beragama Islam, maka hajinya tidak akan dianggap sah.

Mualaf sendiri merupakan seseorang yang sebelumnya beragama lain, kemudian akhirnya masuk ke dalam agama Islam. Jika orang tersebut sudah membaca syahadat dan resmi menjadi seorang muslim, baru ia boleh melaksanakan ibadah haji.

2.   Sudah Dewasa atau Baligh

Syarat wajib haji berikutnya ialah baligh atau sudah mencapai usia kedewasaan berdasarkan syariat Islam. Perlu diketahui bahwa seorang muslim yang belum baligh atau belum dewasa tidak diwajibkan untuk melaksanakan ibadah apapun, termasuk haji.

Jadi seorang muslim yang ingin melaksanakan ibadah haji, harus sudah mencapai usia dewasa atau baligh. Dalam agama Islam sendiri dijelaskan, seorang anak bisa dikatakan baligh ketika sudah mencapai usia 15 tahun. Batasan usia ini berlaku untuk anak laki-laki maupun perempuan.

Terdapat catatan khusus syarat wajib haji untuk jamaah perempuan yang sudah baligh yaitu harus didampingi oleh mahramnya. Yang dimaksud dengan mahram di sini bisa jadi seorang suami, ayah, atau saudara kandung laki-laki.

3.   Berakal Sehat

Syarat sah menunaikan haji yang ketiga adalah berakal sehat atau tidak mengalami gangguan kejiwaan dan mampu berpikir dengan baik. Seorang muslim yang memiliki gangguan jiwa, hilang ingatan, tidak waras, atau gila tidak diwajibkan untuk melaksanakan haji.

Jadi seorang umat muslim yang ingin melaksanakan haji harus mampu berpikir runtut dan logis, serta memiliki kesiapan mental. Karena haji merupakan ibadah yang cukup panjang dan membutuhkan waktu cukup lama.

4.   Seorang yang Merdeka

Syarat wajib haji yang keempat adalah harus wajib atau bukan merupakan budak yang masih terikat dengan majikannya. Perlu diketahui bahwa seorang umat muslim yang masih berstatus sebagai seorang budak, tidak diwajibkan untuk melaksanakan haji.

Yang dimaksud dengan merdeka di sini adalah seseorang yang memiliki kuasa atas dirinya sendiri dan bukan seorang hamba sahaya. Alasan kenapa seorang budak yang tidak merdeka tidak diwajibkan haji karena kalangan masyarakat tersebut dianggap tidak memiliki harta benda.

Sedangkan dalam rukun islam sudah ditunjukkan secara jelas bahwa haji merupakan ibadah yang wajib bagi umat muslim yang mampu. Jadi golongan hamba sahaya atau orang yang tidak memiliki kemerdekaan ini dianggap sebagai seseorang yang tidak mampu.

5.   Istitha’ah atau Mampu

Terakhir syarat wajib haji yang harus dipenuhi umat muslim yang ingin melaksanakan haji adalah istitha’ah atau mampu. Yang dimaksud mampu di sini adalah mampu secara fisik, mental, maupun keuangan atau finansial. Karena haji merupakan ibadah yang membutuhkan banyak persiapan.

Pertama jamaah harus siap secara fisik, karena ibadah haji bisa memakan waktu hingga 40 hari. Cuaca di Arab Saudi juga cukup berbeda dengan cuaca di Indonesia. Jadi jika tubuh tidak dalam keadaan sehat, dikhawatirkan jamaah akan jatuh sakit selama masa ibadah.

Yang kedua jamaah harus siap secara mental baik secara batin maupun pikiran. Setiap umat muslim yang ingin melaksanakan haji harus membulatkan tekad terlebih dahulu. Pastikan dalam hati dan pikiran sudah tertanam niat yang kuat untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Terakhir umat muslim yang ingin melaksanakan haji harus siap secara finansial atau keuangan. Karena ibadah haji dilaksanakan di Arab Saudi, yang mana letaknya cukup jauh dari Indonesia. Untuk pergi kesana dan tinggal beberapa saat tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Jadi bagi Anda yang ingin melaksanakan ibadah haji, pastikan bisa memenuhi kelima syarat wajib haji di atas. Di antaranya adalah seorang muslim, sudah baligh atau dewasa, berakal sehat, memiliki kemerdekaan, dan mampu secara fisik, mental maupun finansial.

Baca artikel :   Apa Perbedaan Haji dan Umrah? Serupa tapi Berbeda

Hal yang Membatalkan Haji

Setelah memahami tentang syarat wajib haji, Anda juga harus tahu tentang berbagai hal yang bisa membatalkan haji. Berikut ini merupakan beberapa larangan atau hal-hal yang membatalkan ibadah haji dan wajib Anda hindari.

1.   Berjima dengan Sengaja

Hal pertama yang dilarang bagi seorang jamaah haji adalah berjima dengan sengaja. Berjima atau berhubungan suami istri selama melaksanakan haji adalah salah satu hal yang tidak diperbolehkan dan jangan sampai dilanggar.

Karena jika seorang jamaah haji berjima di masa ibadah haji, maka ia harus mengganti atau mengqadha haji tersebut. Selain diwajibkan untuk mengganti haji, jamaah tersebut juga diwajibkan untuk menyembelih seekor unta.

Jika tidak dapat menemukan unta untuk disembelih, maka bisa diganti dengan menyembelih sapi. Tapi jika sampai akhir tetap tidak bisa menemukan sapi, maka bisa digantikan dengan menyembelih 7 ekor kambing.

Seorang umat muslim yang sedang melaksanakan haji tidak boleh berjima dengan sengaja hingga mereka selesai bertahallul atau memotong rambut. Jika pasangan suami istri yang sedang menunaikan haji berjima sebelum melakukan tahallul, maka hajinya akan dianggap tidak sah.

2.   Melanggar Aturan Berihram

Ihram merupakan salah satu rukun haji yang wajib dilakukan dengan baik dan sesuai aturan, supaya ibadah haji sah. Larangan berikutnya yang tidak boleh dilakukan seorang umat muslim ketika melaksanakan haji adalah melanggar aturan ihram.

Beberapa hal yang harus dihindari ketika jamaah sudah berihram adalah memotong kuku, memotong rambut, memakai pakaian yang dijahit, dan banyak lagi. Bagi jamaah perempuan, beberapa hal yang dilarang saat berihram adalah memakai cadar dan sarung tangan.

Sedangkan bagi jamaah laki-laki yang sudah berihram, dilarang untuk menggunakan penutup kepala seperti topi atau peci. Ketika sudah melakukan ihram, seorang jamaah haji juga dilarang untuk berburu dan membawa senjata.

Selain itu ketika berihram seorang jamaah haji dilarang memotong pepohonan dan durinya, kecuali jika dalam keadaan darurat atau sangat diperlukan.

Jika melakukan salah satu larangan tersebut berarti jamaah sudah melanggar aturan berihram dan akan berujung dengan batalnya ibadah haji.

3.   Tidak Melaksanakan Wukuf dengan Baik

Berikutnya hal yang juga bisa membatalkan haji adalah tidak melaksanakan wukuf dengan baik atau meninggalkannya. Wukuf sendiri merupakan salah satu runtutan ibadah haji, dimana para jamaah berhenti sejenak dan berkumpul di Padang Arafah.

Ketika berkumpul di Padang Arafah, seluruh jamaah haji akan berdoa dan berdzikir bersama. Setelah itu mereka akan bermalam di tempat tersebut dan mempersiapkan diri untuk kegiatan selanjutnya di esok hari.

Seorang jamaah yang tidak melakukan wukuf di Padang Arafah dengan baik atau meninggalkannya, maka hajinya akan dianggap tidak sah. Sehingga nantinya harus melaksanakan haji di lain waktu untuk menggantikan haji tersebut.

Perlu diketahui bahwa wukuf merupakan salah satu runtutan ibadah yang membedakan antara haji dan umrah. Karena dalam ibadah umrah, para jamaah tidak melaksanakan wukuf di Padang Arafah.

4.   Tidak Melaksanakan Rukun Haji

Supaya haji bisa dianggap sah dan mabrur maka seorang jamaah harus melaksanakan 6 rukun haji. Keenam rukun haji tersebut ialah melakukan ihram, wukuf di Padang Arafah, berthawaf, sa’i di Bukit Shafa dan Marwah, tahallul, dan tertib.

Jika ada salah satu dari keenam rukun di atas yang terlewat atau tidak dilaksanakan, maka haji akan dianggap tidak sah atau batal. Selain itu keenam rukun haji tersebut juga harus dilakukan secara berurutan sesuai dengan ketentuan yang ada dalam agama Islam.

Jadi Anda tidak boleh melaksanakan sa’i Bukit Shafa dan Marwah terlebih dahulu, kemudian baru melakukan wukuf di Padang Arafah. Supaya tidak salah, pastikan Anda mempelajari dan memahami tentang 6 rukun haji terlebih dahulu.

5.   Tidak Melaksanakan Wajib Haji

Terakhir hal yang juga bisa membuat haji tidak sah atau batal adalah tidak melaksanakan wajib haji. Beberapa hal yang wajib dilaksanakan ketika seorang muslim berhaji adalah melempar jumrah, berihram dari Miqat, serta mabit di Muzdalifah dan Mina.

Jika salah satu dari hal tersebut terlewat, maka haji akan dianggap batal dan harus diganti di lain waktu. Jika tidak orang yang melanggar wajib haji tersebut harus membayar fidyah yang merupakan kewajiban dam. Caranya dengan menyembelih seekor kambing.

Memahami tentang syarat wajib haji dan hal-hal yang bisa membatalkan haji merupakan hal yang sangat penting. Hal ini bertujuan untuk menjaga ibadah umat muslim, supaya bisa berjalan dengan lancar dan akhirnya bisa menjadi haji yang mabrur.

Santoso
Lewat aksara menggapai cita dan membantu sesama.