Puasa di Bulan Muharram: Jadwal, Tata Cara, dan Keutamaan

sumber gambar : istock

Puasa di bulan Muharram merupakan salah satu puasa sunnah utama. Bagaimana cara melakukannya dan apa keutamaannya?


Bulan Muharram menjadi salah satu bulan mulia bagi umat Islam, berbagai ibadah sunnah bisa dilakukan untuk mendulang pahala. Salah satu yang sudah dianjurkan oleh Rasulullah SAW adalah puasa di bulan Muharram, dengan keistimewaannya dibanding puasa di hari lain.

Beberapa hari di bulan tersebut, menjadi momen yang tepat untuk berpuasa. Untuk lebih jelasnya, berikut ini informasi lengkap tentang kapan jadwal puasa terbaik di bulan Muharram hingga apa saja keutamaan jika melakukannya.

Hari dan Tanggal Pelaksanaan Puasa Muharram

sumber gambar : istock

Ada tiga puasa sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, untuk dilakukan pada bulan Muharram. Yaitu puasa Tasu’a dan Asyura, keduanya berdekatan dan memiliki keistimewaan yang sama yaitu menghapus dosa selama setahun sebelumnya.

1. Puasa Tasu’a

Dari hadits riwayat Muslim nomor 1253 dijelaskan bahwa Ibnu Abbas mengatakan bahwa, Rasulullah SAW pernah bersabda jika beliau masih diberi umur hingga mencapai tahun depan, dia akan melakukan puasa pada tanggal 9 Muharram.

Puasa 9 Muharram disebut juga sebagai puasa Tasu’a, yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram setiap tahunnya.

Untuk tanggal puasa Tasu’a di tahun 2022 akan jatuh pada tanggal 8 Agustus 2022, mengingat bahwa tanggal 1 Muharram dirayakan pada tanggal 30 Juli 2022.

2. Puasa Asyura

Puasa yang didambakan oleh umat Islam ada di tanggal 10 Muharram, disebut puasa Asyura. Menurut hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan, bahwa Rasulullah memerintahkan umatnya untuk puasa di tanggal 10 Muharram tersebut.

Bagaimana dengan keistimewaan dari puasa Asyura? Sebagaimana diriwayatkan melalui Hadits oleh Muslim, dimana Nabi Muhammad SAW pernah diajukan pertanyaan tentang keutamaan dari puasa pada hari Arafah dan Asyura.

Jika puasa Arafah akan menghapuskan dosa setahun sebelum berpuasa dan setahun sesudahnya, maka untuk puasa Asyura Allah SWT akan menghapuskan dosa hambanya satu tahun sebelum berpuasa.

Di tahun 2022, puasa Asyura akan jatuh pada tanggal 9 Agustus 2022. Tepatnya satu hari setelah puasa Tasu’a.

Jadi, tidak ada salahnya melakukan dua hari puasa berturut-turut yaitu pada tanggal 9 Muharram dan 10 Muharram supaya keberkahannya menjadi lebih berlipat ganda.

3. Puasa 11 Muharram

Merupakan puasa sunnah selanjutnya yang juga dapat dilakukan di bulan Muharram,  menjadi satu kesatuan dengan dua puasa lainnya. Jadi, biasanya orang yang berniat puasa di bulan Muharram akan melakukan tiga hari berturut-turut puasa termasuk tanggal 11 Muharram ini.

Niat dan Tata Cara Melaksanakan Puasa Muharram

sumber gambar : istock

Sebenarnya untuk melaksanakan puasa di bulan Muharram, tidak jauh berbeda dengan puasa sunnah di hari lain. Pembedanya adalah niat yang diucapkan sebelum berpuasa.

1. Niat

Niat bisa diucapkan untuk keseluruhan puasa yang dilakukan selama bulan Muharram, dapat juga dibaca satu persatu sesuai dengan hari puasa dilakukan.

Tergantung mana yang nyaman untuk Anda lakukan, misalnya kalau takut lupa pada hari puasa tertentu maka sebaiknya ucapkan niat untuk puasa di bulan Muharram. Sehingga di hari apapun berpuasa, selama ada di bulan Muharram sudah terucapkan dalam niat tersebut.

Membaca niat dilakukan dengan khusyuk dan dari hati, agar apa yang diniatkan dapat terealisasi dengan baik. Setelah itu, ucapkan lirih seperti saat membaca niat puasa di hari lainnya.

Bisa dibaca malam hari sebelum hari puasa dilakukan, sampai siang sebelum matahari mengarah ke Barat. Asalkan, Anda tidak membatalkan puasa sejak sahur sampai waktu siang di hari tersebut. Hal ini termaktub di dalam buku Al-Malibari, Fathul Muin juz II pada halaman 223.

1.      Niat Puasa Muharram

Dalam bahasa arab: Nawaitu shaumal muharrami lillahi ta’ala

Dalam bahasa Indonesia: saya niatkan berpuasa Muharram karena Allah Ta’ala

2.      Niat Puasa Tasu’a

Dalam Bahasa Arab: Nawaitu Shauma taasuu’aa lillaahi ta’aala

Dalam Bahasa Indonesia: saya niatkan berpuasa Tasu’a karena Allah Ta’ala

3.      Niat Puasa Asyura

Dalam Bahasa Arab: Nawaitu Shauma Aasyuuraa lillaahi ta’aala

Dalam Bahasa Indonesia: Saya niatkan berpuasa Asyura karena Allah Ta’ala

1. Melaksanakan Sahur

Waktu sahur paling terbaik adalah, menjelang azan Subuh dan sebelum masuknya waktu imsak. Sahur merupakan suatu perbuatan sunnah sebelum berpuasa, bagi yang sempat melakukannya akan lebih baik namun jika tidak juga tidak masalah.

Hukum bersahur adalah sunnah, mendapat pahala kalau dilakukan namun tidak apa-apa jika tidak dilakukan sebab puasa akan tetap sah terlepas dari menyegerakan sahur atau tidak. Asalkan tubuh dan pikiran bisa tetap fokus, menjalankan puasa seharian hingga waktu berbuka tiba.

2. Menjalankan Puasa

Menjalankan puasa seharian sama dengan puasa di hari lain, tetap beraktivitas seperti biasa. Tidak melakukan hal-hal yang bisa menjadi pembatal puasa. Terutama makan maupun minum yang disengaja, kemudian berhubungan intim suami istri saat berpuasa.

Intinya, Anda harus memastikan diri terjaga dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Agar pahala yang dijanjikan oleh Allah SWT bisa didapatkan.

3. Menahan Diri dari Nafsu

Menahan emosi dan nafsu dalam bentuk apapun merupakan hal yang perlu dilakukan selama menjalankan puasa di bulan Muharram. Perbanyak dzikir, menghindari hal-hal yang bisa memicu emosi dan nafsu juga perlu dilakukan.

Selama Anda ikhlas dan fokus menjalankan puasa, maka masalah menahan diri tersebut bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan sejak selesai sahur sampai tibanya waktu berbuka.

4. Berbuka Puasa

Bersegeralah untuk berbuka saat waktu Maghrib sudah tiba, jangan menunda karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan.

Segera berbuka dengan mengkonsumsi buah kurma dan teh adalah anjuran, dimana menu tersebut merupakan menu favorit Rasulullah SAW setiap kali berbuka puasa.

5. Memperbanyak Ibadah

Untuk menyempurnakan puasa agar benar-benar menjadi ibadah penuh kemuliaan dan keberkahan. Lakukanlah berbagai ibadah lainnya, mulai dari berdzikir sesudah shalat lalu membaca Al-quran.

Melakukan shalat sunnah dan bersedekah juga merupakan bagian dari upaya memperbanyak ibadah saat puasa di bulan Muharram. Lakukan semaksimal mungkin, agar Allah SWT senantiasa melindungi dan memberikan ridha untuk setiap langkah yang dilakukan.

Keutamaan Puasa Muharram

sumber gambar : istock

Jika melakukan puasa Muharram, ternyata ada beberapa keutamaan yang bisa didapatkan. Bulan tersebut merupakan salah satu yang paling istimewa, dibandingkan dengan bulan lain dalam kalender Hijriyah.

1. Menghapuskan Dosa

Melaksanakan puasa di Bulan Muharram, tepatnya puasa 10 Muharram atau disebut dengan nama puasa Asyura. Memiliki keutamaan yaitu, ganjaran berupa penghapusan dosa selama satu tahun untuk yang melakukan ibadah sunnah tersebut.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Muslim yang shahih, bahwa dari riwayat Abu Qaradah RA menjelaskan, bahwa Nabi Muhammad SAW pernah ditanya tentang apa keutamaan dari puasa Asyura.

Lalu beliau menjawab, tentang puasa tersebut akan menghapuskan dosa selama satu tahun yang telah berlalu.

Tentunya menjadi sebuah keutamaan yang dinanti-nanti banyak orang, tidak akan rugi jika melaksanakan setiap tahun dengan kekhusyukan yang maksimal. Supaya apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW benar-benar menjadi bagian dari pahala didapat.

2. Membedakan dengan Puasa Yahudi

Kaum Yahudi melakukan puasa di tanggal 10 Muharram untuk menghormati Nabi Musa AS, yang memenangkan pertempuran melawan Firaun.

Ketika Rasulullah SAW bertemu langsung dengan orang Yahudi, beliau ingin menghormati Nabi Musa AS dengan melaksanakan puasa yang sama. Tapi, untuk membedakannya umat Islam dianjurkan untuk berpuasa tidak hanya di tanggal 10 Muharram saja, tapi juga sehari sebelum dan sehari sesudahnya.

Tepatnya adalah dari tanggal 9 Muharram sampai 11 Muharram. Sebagaimana hadits riwayat Ahmad yang shahih mengatakan dari Ibnu Abbas RA yang memiliki status marfu atau disandarkan kepada perkataan, sifat, perbuatan, dan taqrir Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW bersabda, agar umarnya melakukan puasa di haru Asyura dan membedakannya dengan Yahudi yaitu dengan puasa di tanggal 9 Muharram dan 11 Muharram.

Jika merujuk pada riwayat tersebut, ditambah dengan kajian Al-Hafidz Ibnu Hajar pada buku Fathul Bari Syarh Shahihil Bukhari, terdapat tiga puasa di bulan Muharram berdasarkan tingkatnya.

  1. Puasa pada tanggal 10 Muharram saja atau disebut puasa Asyura
  2. Puasa pada tanggal 9 Muharram dan 10 Muharram atau puasa Tasu’a dan Asyura
  3. Puasa dari tanggal 9 Muharram sampai 11 Muharram.

3. Memiliki Pahala yang Sama dengan 30 Hari Puasa

Pahala yang dijanjikan Allah SWT untuk siapa saja yang berpuasa di bulan Muharram, satu hari puasa setara dengan pahala untuk 30 hari puasa di hari lain.

Penjelasan ini bisa dilihat dari hadits riwayat Thabrani yang terdapat di dalam Al-Mu’jamus Shaghir. Ini merupakan hadits kategori gharib.

4. Ibadah di Bulan Mulia

Melakukan ibadah puasa di bulan Muharram, merupakan ibadah yang mulia karena Muharram termasuk salah satu bulan mulia dalam deretan empat bulan mulia di dalam kalender Islam atau disebut Al-Asyhurul Hurum.

Bulan tersebut adalah bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Sesuai hadits shahih riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan lainnya.

Dari Al-Bahili, yang mengatakan bahwa dia mendatangi Rasulullah SAW dalam keadaan berpuasa, lalu Rasulullah SAW terkejut dengan tubuhnya yang terlihat lemah. Al-Bahili kemudian menjelaskan bahwa dia tidak makan siang hari dan hanya malam saja.

Lalu Rasulullah SAW bertanya siapakah yang menyuruh Al-Bahili menyiksa dirinya seperti itu. Bahili menjawab bahwa dia mampu melakukan puasa secara terus menerus.

Setelah itu, barulah Rasulullah SAW bersabda, berpuasalah di bulan Ramadhan, ditambah tiga hari setelahnya, kemudian di bulan-bulan mulia.

Tentunya ada perbedaan ketika berpuasa di bulan biasa dengan puasa di bulan mulia. Mulai dari pahala yang didapat hingga keutamaannya.

5. Puasa Sunnah Utama

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, puasa di Bulan Muharram merupakan salah satu puasa sunnah paling utama. Dipertegas pula dengan sejumlah hadits shahih, dimana Rasulullah SAW langsung bersabda tentang hal tersebut.

Salah satunya diriwayatkan oleh ABu Hurairah, dimana Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa, puasa paling utama selain puasa di bulan Ramadhan yaitu puasa di bulan Mulia dan bulan Allah SWT yaitu puasa di bulan Muharram.

Lalu shalat yang paling utama adalah shalat lima waktu dan shalat malam. Jadi, tidak ada keraguan untuk melaksanakan puasa di bulan tersebut.

Terutama pada hari-hari terbaiknya yaitu tanggal 9,10, dan 11 Muharram. Namun jika ingin melakukan puasa senin dan kamis juga tidak dilarang sebagai tabungan amal.

Melaksanakan puasa di bulan Muharram, merupakan ibadah utama yang bisa dilakukan. Walaupun masuk kategori sunnah, namun sangat dianjurkan bahkan Rasulullah SAW juga menjadikannya bagian dari ibadah sunnah, terutama pada tanggal 9, 10, dan 11.

Ika Faztin
Nasibmu telah ditulis dengan tinta cinta-Nya dan disegel dengan rahmat-Nya jadi jangan takut, percayakan dirimu kepada-Nya dan berharaplah pada ketetapan-Nya - Gems of Jannah.