Punya Hutang Puasa? Begini Niat Mengganti Puasa Ramadhan

Orang Menunggu jam sebelum makan

Pada kondisi tertentu, seseorang tidak bisa menjalankan puasa Ramadhan. Mereka  harus membayar fidyah atau mengganti puasa Ramadhan di hari yang lain.

Itulah kenapa disarankan untuk mengetahui niat mengganti puasa Ramadhan.

Dengan mengetahui niat dan tata cara mengganti puasa Ramadhan, kita bisa segera menggantinya saat sempat.

Dengan begitu, kewajiban yang dimiliki bisa ditunaikan dengan lebih mudah. Selain itu, juga akan mendapatkan pahala dalam jumlah yang banyak.

Anjuran untuk Mengganti Puasa Ramadhan

Anjuran untuk Mengganti Puasa Ramadhan
Sumber Gambar : Pixabay.com

Mengganti puasa Ramadhan dianjurkan oleh banyak sekali ulama. Apalagi mengganti puasa Ramadhan dianggap wajib sesuai dengan dalil yang sudah berlaku.

Anjuran terdapat dalam surat Al Baqarah 185.

“Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 185)

Baca Juga : Hukum dan Cara Membayar Fidyah bagi Orang yang Meninggal

Niat Menggantu Puasa Ramadhan

Niat Puasa Qadha Ramadhan 1

Bacaan niat mengganti puasa Ramadhan, bisa disimak dalam ulasan di bawah ini.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Latin :

Nawaitu sauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhana lillâhi ta‘âlâ”.

Artinya :

“Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”

Ketentuan Mengganti Puasa Ramadhan

Ketentuan Mengganti Puasa Ramadhan

Ketentuan mengganti puasa Ramadhan bisa diikuti dengan menyimak beberapa poin berikut ini.

1. Niat pada Malam Hari

Niat mengganti puasa Ramadhan dianjurkan untuk dilakukan pada malam hari. Setelah menjalankan sholat isya, niat bisa langsung diucapkan sehingga esok hari tidak akan lupa. 

Namun jika bangun pagi untuk sahur, niat juga bisa dikerjakan saat itu juga

2. Dijalankan Sesuai Jumlah Utang

Jalankan pembayaran hutang puasa Ramadhan sesuai dengan apa yang tidak dikerjakan.

Itulah kenapa penting bagi seseorang untuk mengetahui kira-kira tidak menjalankan puasa Ramadhan dengan jumlah berapa di tahun sebelumnya.

Baca Juga : Bagaimana Jika Telat Membayar Fidyah? Ini Hukumnya!

Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Membayar Hutang Puasa

Namun sebelum lebih jauh pembahasan tentang niatnya, hal yang harus dilkukan sebelum membayar hutang puasa Ramadhan diantaranya :

1. Mengingat Jumlah Utang Puasa

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengingat jumlah puasa yang tidak dilakukan.

Banyak dari umat Islam yang selalu lupa dengan hutang puasa yang sudah dilakukan.

Padahal, hal ini perlu dicatat agar ketika akan membayarnya tidak salah.

2. Mengganti Secara Perlahan

Ada baiknya untuk melakukan proses penggantian secara perlahan-lahan.

Apabila memiliki utang jumlahnya banyak semisal 10.

Jangan langsung mengganti dalam satu atau dua minggu saja. Tetapi, jalankan beberapa bulan setelah Ramadhan selesai.

Namun jika dirasa tidak menyulitkan melakukan hal tersebut juga diperbolehkan agar hutang bisa segera lunas.

3. Lebih Diutamakan dari Puasa Sunnah

Membayar utang puasa Ramadhan lebih diutamakan daripada menjalankan puasa sunnah.

Puasa sunnah adalah puasa yang dijalankan di luar Ramadhan seperti Senin-Kamis, Daud, dan lainnya.

Apabila masih memiliki hutang puasa Ramadhan dalam jumlah banyak. Lebih baik untuk menyelesaikan seluruh utang-utangnya.

4. Dianjurkan Berurutan

Ketika ingin membayar puasa Ramadhan yang ditinggalkan. Sangat disarankan untuk melakukannya secara berurutan.

Tetapi beberapa ulama mengatakan jika anjuran ini tidak perlu diikuti karena belum ada hadits yang shahih.

Namun, bisa juga dijalankan untuk memudahkan seseorang membayar puasa dan membuat mereka lebih terbiasa untuk menahan lapar.

Jadi, bisa disesuaikan dengan kebutuhan apakah akan dijalankan secara terus-menerus atau tidak. Yang paling penting seluruh utang puasa yang dimiliki bisa dijalankan dan tidak memiliki tanggungan sama sekali.

5. Jangan Mepet dengan Ramadhan

Usahakan untuk tidak dijalankan secara mepet.

Apabila menjalankan utang puasa Ramadhan secara mepet, maka ada kemungkinan tidak bisa membayar seluruh utang yang dimiliki.

Jadi lebih baik untuk dijalankan sejak jauh-jauh hari.

Baca Juga : Hukum dan Cara Membayar Fidyah Ibu Hamil

Niat mengganti puasa Ramadhan sebenarnya hampir sama dengan niat puasa Ramadhan.

Hanya saja ada sedikit perubahan karena kita sedang membayar atau qadha.

Selebihnya, tata cara puasa tetap sama dan harus diikuti sesuai dengan aturan yang berlaku.

Selain itu, ada cara yang bisa dilakukan untuk melunasi hutang puasa yaitu dengan membayar fidyah, namun hanya bisa dilakukan jika memang urgent atau benar-benar tidak bisa untuk menggantinya.

Beberapa kategori yang boleh membayar fidyah adalah :

  1. Orang tua
  2. Orang yang punya sakit menahun
  3. Ibu hamil dan menyusui
  4. Orang meninggal dengan hutang puasa
  5. Orang yang benar-benar tidak bisa mengerjakan puasa Ramadhan & Meng-qodho’

Jika Sahabat atau orang terdekat sahabat adalah salah satu dari 5 kategori diatas, yuk lunasi hutang puasa Ramadhan dengan bayar fidyah online di Yatim Mandiri.

Bagikan Artikel Ini :

Tinggalkan komentar


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses