Punya Hutang Puasa? Begini Cara Membayar Fidyah

grain that is cup wooden floor
sumber foto: freepik

Cara membayar fidyah ada berbagai macam dan ketentuan. Seorang muslim penting untuk mengetahui hal ini supaya bisa menjalankan syariat puasa yang baik.


Puasa Ramadhan adalah ibadah yang wajib dilaksanakan oleh umat muslim yang sedang sehat dan tidak ada halangan.

Bagi yang sedang dalam keadaan tidak bisa berpuasa, seorang umat muslim harus melakukan cara membayar fidyah.

Membayar fidyah adalah salah satu bentuk keringanan yang diberikan Allah SWT, kepada umat muslim yang tidak bisa berpuasa Ramadhan dan masih belum sanggup untuk menggantinya di lain waktu.

Orang yang biasanya membayar fidyah adalah kaum muslimin yang sakit dan belum sembuh serta para lansia yang tidak mampu untuk berpuasa.

Pengertian Fidyah

Sebelum mengetahui tentang bagaimana cara membayar fidyah, mari simak terlebih dahulu lebih lanjut mengenai apa itu sebenarnya fidyah.

Dalam artian luas, fidyah adalah bayaran yang dapat dilakukan orang-orang yang tidak dapat menunaikan ibadah puasa wajib.

Meskipun orang yang berhalangan berpuasa wajib dapat menggantinya dengan puasa di lain waktu, tetapi ada pula beberapa orang yang masih tidak dapat menggantinya karena keadaan kesehatan.

Oleh sebab itu, orang muslim yang tidak dapat mengganti di lain hari bisa menggantinya dengan membayar fidyah.

Cara untuk membayar fidyah sesuai dengan jumlah berapa hari hutang puasa yang dimiliki.

Setiap harinya, umat muslim diwajibkan untuk membayar satu orang fakir miskin dengan jumlah yang sudah diatur oleh ketentuan agama Islam.

Besaran Fidyah yang Harus Dibayar

Bentuk membayar fidyah dapat berupa makanan pokok yang ada pada negara tersebut.

Makanan pokok yang diberikan bisa berbentuk bahan mentah atau bahkan matang karena tidak ada aturan yang mengatakan hal tersebut.

Jadi jika dalam suatu negara makanan pokoknya adalah beras maka bisa memberikan fidyah dalam bentuk beras atau bahkan nasi yang sudah matang dengan lauk pauk.

Ukuran Fidyah

Dalam cara membayar fidyah ada ukuran yang ditetapkan baik dalam jumlah uang atau makanan yang dikeluarkan.

Ada beberapa pandangan yang berbeda dari ulama mengenai ukuran pembayaran fidyah. Berikut ini adalah penjelasannya:

1.  Satu Mud

Sebagian ulama menetapkan ukuran dalam membayar fidyah adalah dengan memberikan satu orang fakir miskin dengan satu mud gandum yang sesuai dengan ukuran mud Rasulullah.

Pendapat ini ditetapkan oleh para ulama, seperti Imam Syafi’I, Imam An-Nawawi dan Imam Malik.

Mud sendiri berarti sebagai telapak tangan yang ditengadahkan ke atas sehingga dapat menampung makanan.

Mud yang dimaksud adalah ukuran volume dan bukan berat. Apabila diukur pada zaman saat ini satu mud setara dengan 0,688 liter atau 675 gram.

2.  Setengah Sha’ atau Dua Mud

Sedangkan menurut pendapat para ulama lainnya, seperti Abu Hanifah adalah pembayaran fidyah dapat diukur dengan dua mud gandum atau setara dengan sha’ kurma atau bisa disebut juga dengan tepung. 

Ukuran tersebut setara dengan memberikan makan malam atau makan siang hingga kenyang kepada satu orang fakir miskin.

Sedangkan untuk beratnya, para ulama sepakat berpendapat bahwa ukuran dari setengah sha’ adalah 1,5 kg makanan pokok.

Pemberian makanan pokok tidak harus kurma tetapi makanan pokok yang ada dalam negeri tersebut.

3.  Satu Sha’

Cara membayar fidyah ada ukurannya. Menurut pendapat dari ulama kalangan Hanafiyah memiliki pendapat bahwa ukuran dalam membayar fidyah adalah dengan satu sha’ atau setara 4 mud.

Apabila dijumlahkan seluruhnya maka setara dengan pembayaran zakat fitrah.

Artinya berat timbangan untuk satu sha’ adalah setara dengan 2,75 liter makanan pokok yang bisa diberikan kepada satu fakir miskin.

Dari berbagai ukuran menurut para ulama di atas, jelas tertera bahwa ukuran fidyah yang paling sedikit adalah satu mud.

Sedangkan untuk paling utama adalah memberikan satu porsi makanan kepada orang miskin hingga merasa kenyang.

Orang yang Diperbolehkan Tidak Mengikuti Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan merupakan puasa yang wajib dilakukan oleh seluruh umat muslim.

Namun, ada beberapa orang yang diperbolehkan untuk tidak wajib mengikuti puasa dan membayarnya dengan fidyah atau menggantinya di lain waktu.

Berikut ini adalah yang termasuk golongan orang yang diperbolehkan tidak ikut puasa Ramadhan:

1.  Anak Kecil

little boy joyful with colorful wooden learning toy
sumber foto: freepik

Anak kecil yang masih berusia 7 tahun atau belum baligh tidak diwajibkan untuk mengikuti puasa.

Namun meskipun tidak wajib, akan lebih baik bagi orang tua untuk mengajarkan puasa sejak dini agar nantinya anak jadi terbiasa.

Cara mengajarnya bisa dengan mengajak puasa hingga waktu dzuhur atau biasa disebut dengan puasa bedug.

2.  Orang Gila

Kemudian yang tidak wajib untuk berpuasa adalah orang gila. Hal ini dikarena salah satu syarat wajib berpuasa adalah berakal.

Sedangkan orang gila adalah orang sedang kehilangan akalnya sehingga tidak diwajibkan untuk mengikuti puasa atau menjalankan shalat.

3.  Orang yang Sakit

close up oximeter patient hospital ward bed medical facility old man waiting results
sumber foto: freepik

Orang yang sedang tidak sehat atau sakit juga tidak diwajibkan untuk puasa. Namun, orang yang bisa sembuh dari sakitnya bisa mengganti puasa wajib tersebut di lain waktu.

Sedangkan orang yang dinyatakan tidak akan sembuh bisa menggantinya dengan cara membayar fidyah.

4.  Orang Lanjut Usia

Orang yang sudah memiliki umur lebih lanjut biasanya akan mengalami penurunan kesehatan.

Oleh sebab itu, mereka diperbolehkan untuk tidak mengikuti puasa dengan membayarkan fidyah.

Hal ini merupakan bentuk kelonggaran yang diberikan oleh Allah SWT untuk umatnya yang tidak mampu fisik berpuasa.

5.  Wanita yang Sedang Haid

hands holding red pen period calendar front view
sumber foto: freepik

Wanita yang sedang dalam periode menstruasi tidak diwajibkan untuk melakukan ibadah shalat dan puasa wajib.

Namun, mereka diwajibkan untuk menggantinya di lain waktu pada saat keadaan sudah selesai haid atau bersih.

6.  Musafir

Musafir atau orang yang sedang dalam perjalanan jauh juga diperbolehkan untuk tidak mengikuti puasa jika kondisinya memang sedang berat untuk menjalaninya.

Namun, ia wajib untuk mengganti puasa di lain waktu saat keadaan sedang tidak bepergian atau dalam keadaan yang sehat.

Baca Juga : Apakah Boleh Membayar Fidyah dengan Uang? Cek Hukumnya

Orang-orang yang Diperbolehkan Membayar Fidyah

Ada berbagai cara membayar fidyah dengan uang atau beras bagi orang yang tidak bisa mengganti puasa Ramadhan di lain hari.

Orang yang dapat membayar fidyah tersebut juga bukan berarti sengaja tidak berpuasa atau tidak ingin menggantinya di lain waktu.

Tetapi, ada beberapa orang yang memang dikategorikan sebagai orang yang harus membayar fidyah karena kondisi tertentu sehingga tidak mampu untuk menggantinya di lain hari.

Berikut ini adalah beberapa kategori orang yang diperbolehkan untuk membayar fidyah:

1.  Perempuan Hamil dan Menyusui

Kategori orang yang diperbolehkah membayar fidyah yang pertama adalah perempuan yang sedang dalam keadaan hamil dan menyusui.

Kategori tersebut harus mengetahui cara membayar fidyah karena faktor khawatir apabila berpuasa nantinya gizi anak yang dikandung atau disusui akan berkurang.

Namun jika yang dikhawatirkan adalah keselamatan dirinya dan anaknya, maka kewajiban untuk membayar fidyah akan gugur.

Menurut sebagian ulama bahwa ibu hamil dan menyusui yang tidak melaksanakan puasa Ramadhan wajib untuk membayar fidyah.

Sedangkan menurut Imam Syafi’i memiliki pendapat bahwa ibu hamil dan menyusui harus membayar hutang puasa dengan menggantinya di lain hari sekaligus membayar fidyah.

2.  Orang yang Sakit Parah dan Tidak Memiliki Peluang Sembuh

Ada juga kategori yang diperbolehkan untuk tidak mengikuti puasa Ramadhan, yaitu orang yang sedang mengalami sakit parah sehingga tidak mampu untuk melaksanakan puasa. Orang tersebut diwajibkan untuk membayar fidyah.

Namun jika orang yang sedang sakit tersebut ada kemungkinan untuk sembuh, maka mereka tidak ada kewajiban untuk membayar fidyah.

Akan tetapi harus mengganti puasa di lain waktu saat keadaan sudah membaik atau dinyatakan sehat.

Untuk kategori ini butuh pendapat dari para ahli atau dokter dalam menilai apakah orang yang sakit tersebut dapat sembuh atau tidak.

3.  Orang Tua Renta

side view old man with medical mask nursing home
sumber foto: freepik

Kategori selanjutnya yang diperbolehkan untuk yang harus mengetahui cara membayar fidyah adalah orang tua renta yang kondisinya tidak memungkinkan untuk melaksanakan puasa.

Dimana dengan kondisi mereka tersebut juga tidak memungkinkan untuk mengganti puasa di lain waktu.

Kewajiban puasa untuk orang tua renta dapat diganti dengan membayar fidyah sebesar 1 mud dan dikalikan dengan jumlah puasa yang tidak diikuti.

Kewajiban membayar fidyah ini dikarenakan adanya kekhawatiran jika nantinya orang tua renta tersebut merasa kepayahan atas kondisi mereka.

4.  Orang yang Mengakhirkan Qadha Ramadhan

Bagi orang yang tidak dapat mengikuti puasa Ramadhan diwajibkan untuk menggantinya sebelum puasa Ramadhan tahun berikutnya datang.

Namun jika ternyata sampai puasa Ramadhan berikut ini belum mengganti puasa maka wajib untuk membayar fidyah.

Pembayaran fidyah tersebut sebesar satu mud dan dikalikan jumlah dari hutan puasa di tahun sebelumnya.

Sedangkan menurut Al-Ashah, kewajiban dalam membayar fidyah berlaku menjadi ganda atau dua mud.

5.  Orang Mati

Selain cara membayar fidyah bagi ibu hamil atau orang tua, ada pula yang harus diketahui dalam membayar fidyah bagi orang mati.

Ada kategori yang dimaksud dalam pembayaran fidyah bagi orang mati menurut Fiqih Syafi’I berikut ini:

  • Seorang muslim yang meninggal tidak akan diwajibkan untuk membayar fidyah dikarenakan tidak lagi memiliki kesempatan dalam mengganti hutang puasa.
  • Orang yang meninggal wajib untuk mengganti hutang puasa karena memiliki kesempatan untuk bisa mengganti hutang puasa tetapi tidak dilakukan. Jadi yang harus membayarkan fidyah adalah ahli waris dari peninggalan almarhum jika mencukupi.

Tata Cara dalam Membayar Fidyah

Dasar dalam membayar fidyah adalah dengan memberikan bahan pokok sebesar satu mud kepada satu orang fakir miskin untuk satu hari puasa yang ditinggalkan.

Jika dihitung dalam jumlah, satu mud setara dengan 675 gram beras.

Namun, cara membayar fidyah juga bisa dilakukan dengan memberikan uang. Pembayaran uang yang diberikan adalah setara dengan 675 gram beras.

Pembayarannya juga hanya diperbolehkan untuk satu orang fakir miskin dengan harga satu mud.

Namun, satu orang fakir miskin boleh mendapatkan pembayaran fidyah lebih dari satu dan pembayaran fidyah ini juga harus diawali dengan niat.

Berikut ini adalah niat dari fidyah yang bisa dipelajari jika belum mengetahuinya:

1.  Niat Fidyah bagi Orang Sakit Keras atau Orang Tua Renta

Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyatal iftar shaumi ramadhana fardha lillahi ta’aala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan fidyah ini karena berbuka puasa di bulan Ramadhan, fardlu karena Allah.”

2.  Niat Membayar Fidyah untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyata ‘an iftari shaumi ramadhana lilkhawfi a’la waladii ‘alal fardha lillahi ta’aala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan berbuka puasa Ramadhan karena khawatir keselamatan anakku, fardlu karena Allah.”

3.  Niat Fidyah untuk Orang yang Sudah Mati dan Dilakukan oleh Ahli Waris

Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyatal ‘anshaumi ramadhani fulaanibni fulaaninfardha lillahi ta’aala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan puasa Ramadhan untuk Fulan bin Fulan (disebutkan nama mayitnya), fardlu karena Allah”.

4.  Niat Membayar Fidyah bagi yang Terlambat Mengqadha Puasa Ramadhan

Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyatal ‘an ta khiiri qadhaa i shaumi ramadhaana fardha lillahi ta’aala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan keterlambatan mengqadha puasa Ramadhan, fardu karena Allah”.

Kemudian fidyah bisa dibayarkan dengan memasak makanan di rumah, lalu mengundang fakir miskin atau langsung memberikan bahan makanan mentah beserta dengan lauk pauknya kepada fakir miskin.

Selain itu, fidyah juga bisa langsung dibayarkan untuk 30 orang sekaligus.

Waktu Membayar Fidyah

10 Harta yang Wajib Dizakati Muslim Wajib Tahu 1
Dalam membayar fidyah ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu mengenai waktu.

Pembayaran fidyah bisa langsung dilakukan oleh seseorang yang tidak melaksanakan puasa di hari itu juga atau menunggunya hingga akhir Ramadhan untuk membayarnya sekaligus.

Namun, syarat utama dalam membayar fidyah adalah tidak melakukan puasa terlebih dahulu baru kemudian membayarkan fidyah.

Jadi tidak diperbolehkan untuk membayar fidyah sebelum awal puasa dilakukan.

Misalnya saja ada orang yang sudah dipastikan tidak mungkin untuk melakukan puasa dan cara membayar fidyah tidak boleh dilakukan sebelum bulan puasa tersebut mulai.

Lebih lengkapnya simak ulasan dalam waktu membayar fidyah berikut ini:

1.  Membayar Fidyah Bisa Dilakukan Satu Kali

Untuk membayar fidyah dapat dilakukan satu kali maksudnya adalah jika ada orang tua renta yang sudah dikatakan oleh ahli kesehatan bahwa tidak memungkinkan untuk melakukan puasa, maka dapat membayar fidyah sebanyak 30 hari tersebut dengan 30 porsi sekaligus.

Dimana 30 porsi tersebut dibagikan kepada 30 orang fakir miskin untuk memenuhi kebutuhan makan mereka dalam satu hari.

Pembayaran ini bisa langsung dilakukan di waktu akhir Ramadhan.

2.  Membayar Setiap Hari di Bulan Ramadhan

Selain langsung membayarnya satu kali, bisa juga membayarnya setiap hari selama puasa Ramadhan.

Misalnya ada seseorang yang tidak menjalankan puasa karena kondisi sedang sakit di hari pertama. 

Maka saat setelah terbitnya fajar orang tersebut harus membayar fidyah kepada satu orang fakir miskin di hari itu juga.

Hal tersebut dilakukan terus menerus sebanyak jumlah hari puasa yang tidak diikuti.

3.  Membayar Fidyah Setelah Ramadhan Selesai

Waktu yang sesuai untuk membayar fidyah adalah setelah Ramadhan selesai.

Cara membayar fidyah ini bisa langsung sebanyak jumlah hari tidak mengikuti puasa atau bisa juga dicicil setiap harinya.

Untuk pembayarannya bisa dilakukan kapan saja, asalkan tidak pada saat hari raya dan sebelum bulan Ramadhan tahun berikutnya.

Golongan Orang yang Berhak Menerima Fidyah

 

WhatsApp Image 2023 01 03 at 18.02.51 1

Selain mengetahui cara membayar fidyah, tentu saja sebagai seorang muslim harus mengetahui golongan siapa saja yang berhak dalam menerima fidyah.

Dalam penjelasan di atas, orang yang berhak menerima fidyah adalah fakir miskin.

Fakir merupakan orang yang tidak memiliki harta dan pekerjaan sehingga akan merasa sulit dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Lalu miskin merupakan orang yang telah memiliki pekerjaan dan harta tetapi masih kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok dan kesehariannya.

Anak yatim dan janda berhak untuk menerima fidyah jika mereka tergolong dalam kategori fakir miskin atau kondisi kekurangan dalam segi ekonomi.

Apabila masih memiliki harta yang cukup, maka mereka tidak berhak untuk menerima fidyah.

Syarat yang Berhak Menerima Fidyah

Jika berbicara mengenai syarat dari para penerima fidyah, sebenarnya tidak ada syarat tertentu yang diberikan dalam mengetahui siapa yang berhak menerima fidyah.

Namun, ada perbedaan pendapat dari beberapa imam mengenai hal ini.

Ada yang berpendapat bahwa pemberian fidyah dapat diberikan kepada anak yang sedang dalam keadaan menyusui.

Ada pula yang berpendapat anak yang sudah dalam keadaan disapih berhak untuk menerima fidyah.

Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa yang berhak menerima fidyah bukan hanya orang yang sedang baligh.

Akan tetapi anak kecil yang mampu makan dan tidak ada yang menafkahi berhak untuk menerima fidyah.

Jika masih bingung bagaimana cara membayar fidyah, bisa mencoba untuk berkonsultasi dengan badan amal yang sudah berpengalaman.

Salah satu badan amal yang amanah bisa dipercaya dalam menyalurkan sedekah adalah Yayasan Yatim Mandiri.